Penerima Bansos Bisa Ikuti Program Kartu Prakerja
Pemerintah akan mengembalikan skema program Kartu Prakerja dari semi bansos menjadi normal pasca pandemic Covid-19. Dalam skema normal itu, penerima bansos dapat mengikuti program peningkatan dan penambahan keterampilan baru. Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana Program (PMO) Kartu Prakerja Denni Puspa Purbasari, Kamis (1/9) mengatakan, pasca pandemi, skema program Kartu Prakerja akan diubah. Perubahan itu, antara lain, mencakup penerima dan metode pelatihan. Selama pandemi, penerima bansos, seperti program Keluarga Harapan (PKH), bantuan langsung tunai (BLT), bantuan subsidi upah (BSU), dan bantuan pelaku usaha mikro (BPUM), tidak boleh mengikuti program Kartu Prakerja.
Namun, ketika program Kartu Prakerja kembali ke skema normal nanti, mereka diperbolehkan menjadi pesertanya. ”Hal itu penting lantaran para penerima bansos juga membutuhkan peningkatan keterampilan. Peningkatan keterampilan ini juga merupakan jawaban jangka panjang untuk menuntaskan kemiskinan di Indonesia,” kata Denni seusai acara Temu Alumni Kartu Prakerja di Kabupaten Sintang, Kalbar. (Yoga)
Pemasar Digital Diminta Bantu UMKM
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki secara terbuka meminta bantuan para pelaku pemasaran digital untuk mengangkat berbagai produk lokal sehingga UMKM bisa berkembang dan naik kelas. ”Saya berharap agar UMKM dibantu untuk bisa masuk ke market online. Kita membutuhkan jagoan-jagoan reseller serta jagoan internet marketers. Banyak UMKM kita yang belum terhubung ke ekosistem digital,” kata Teten dalam pergelaran ”Indonesia Digital Meetup 2022” di Smesco Indonesia, Jakarta, Kamis (1/9). (Yoga)
Ekonomi Syariah Jadi Alternatif Solusi
Ekonomi syariah dapat menjadi alternative untuk mengembangkan masyarakat yang peduli sesama dan lingkungan. Dengan sentuhan teknologi digital, perekonomian syariah diharapkan lebih besar dan mampu bersaing. Menurut Kepala Perwakilan BI Jabar Herawanto, ekonomi keuangan syariah mampu menjadi solusi untuk menghadapi krisis pangan hingga inflasi di Jabar. Dalam temu media menjelang Digital and Sharia Economic Festival (Digisef) di Bandung, Kamis (1/9), Herawanto mengatakan, ekonomi syariah berkonsep kebersamaan dan kesinambungan bagi semua kalangan.
Menurut Herawanto, perekonomian syariah di Jabar berkembang positif, indikatornya ialah peningkatan pembiayaan syariah. Pada triwulan I-2022, penyaluran pembiayaan syariah di Jabar 13,19 %. Pada triwulan II naik menjadi 15,5 %. Berdasarkan Statistik Perbankan Syariah pada April 2022 yang dikeluarkan OJK, sebaran bank umum syariah dan unit usaha syariah terbesar di Indonesia berada di Jabar. Jabar memiliki 64 unit kantor pusat operasional atau kantor cabang bank syariah dari 482 kantor serta 22 unit usaha syariah dari 177 kantor di Indonesia. (Yoga)
Tarif Integrasi Diresmikan Medio September
Dinas Perhubungan DKI Jakarta memastikan sistem pembayaran tarif integrasi angkutan umum perkotaan DKI Jakarta akan resmi diluncurkan pada pertengahan September mendatang. Saat ini, PT JakLingko Indonesia tengah menyempurnakan sistem, baik sistem pembayaran dengan aplikasi maupun alat pembaca kode respons cepat. Kadis Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo menjelaskan hal itu, Kamis (1/9). (Yoga)
Jakarta Tawarkan 15 Proyek Investasi Hijau
Kadis Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) DKI Jakarta Benny Aguscandra dalam pembukaan Jakarta Investment Forum (JIF) 2022 menyatakan, Pemprov DKI menawarkan 15 proyek investasi hijau kepada para investor asing. JIF 2022 digelar Unit Pengelola Jakarta Investment Centre DPMPTSP, Kamis (1/92) di Hotel Fairmont, Jakarta, dengan kolaborasi U20 Mayors Summit dan BI. (Yoga)
Deflasi jadi Momentum untuk Menaikkan Harga BBM
JAKARTA, ID – Deflasi 0,21% dan Purchasing Managers Index (PMI) Manufaktur Indonesia yang meningkat ke 51,7 pada Agustus 2022 dinilai sebagai momentum yang tepat bagi pemerintah untuk menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Kondisi ekonomi yang solid ini akan meminimalkan dampak negatif penaikan harga BBM bagi masyarakat luas. Apalagi, pemerintah juga memberikan bantalan sosial guna menjaga daya beli masyarakat. Meski demikian, penaikan harga BBM yang hampir pasti bakal disusul dengan kenaikan inflasi, perlu direspons secara tepat oleh Bank Indonesia sebagai otoritas moneter. Dengan asumsi harga solar maupun Pertalite dinaikkan sekitar 30%, inflasi diperkirakan tembus 6-9% tahun ini. Dengan kondisi ini, agar tidak terjadi pelarian modal asing (capital out), BI dinilai perlu paling tidak menaikkan suku bunga acuan BI-7 Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) 50 basis poin menjadi 4,25%, dari saat ini 3,75%. (Yetede)
Melesat 8.771% Laba Bersih, Bumi Resource Tembus Rp 2,49 T
JAKARTA, ID – PT Bumi Resources Tbk (BUMI) membukukan laba bersih periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk US$ 167,7 juta atau sekitar Rp 2,49 triliun pada semester I-2022, terbang jauh 8.726% dari periode yang sama tahun lalu yang sebanyak US$ 1,9 juta. Pendapatan konsolidasi sepanjang semester I-2022 sebesar US$ 3,81 miliar, meningkat 66% dari periode yang sama tahun lalu yang sebesar US$ 2,29 miliar. “Pendapatan BUMI naik. (Kenaikan) ini diperoleh dari realisasi kenaikan harga batu bara sebesar 92%,” kata Direktur dan Sekretaris Perusahaan Bumi Resources Dileep Srivastava dalam keterangan resmi, Kamis (1/9/2022). Beban usaha BUMI periode hingga 30 Juni 2022 adalah US$ 159,5 juta. Ini lebih besar 39% dari periode sama 2021 di US$ 114,4 juta. Sedangkan laba usaha US$ 931, juta pada semester I-2022. Angka itu meningkat 151% dibandingkan semester I-2021 yang berjumlah US$ 370,9 juta. Margin usaha di semester pertama tahun ini meningkat tajam jadi 24,4%, dibanding 16,2% pada semester I-2021. (Yetede)
PMI Manufaktur Indonesia Terus Menguat
JAKARTA, ID - Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur Indonesia kembali melanjutkan tren positifnya pada Agustus 2022 mencapai level 51,7, naik dari posisi Juli 51,3. PMI Manufaktur Indonesia terus menunjukkan peningkatan, di tengah menurunnya indeks tersebut di negara-negara Asia lainnya, seperti Korea Selatan (49,8 di Juli 2022 menjadi 47,6) dan Jepang (52,1 pada Juli 2022 menjadi 51,5). PMI atau indeks manufaktur dirilis oleh S&P Global setiap awal bulan, merupakan hasil survei beberapa manajer pembelian di perusahaan manufaktur Indonesia. PMI diatas 50 menunjukkan manufaktur tengah ekspansif, sedangkan dibawah 50 menunjukkan manufaktur mengalami resesi. Indeks yang dirilis setiap bulan tersebut, memberikan gambaran tentang kinerja industri pengolahan pada suatu negara, yang berasal dari pertanyaan seputar jumlah produksi, permintaan baru, ketenagakerjaan, inventori, dan waktu pengiriman. “Peningkatan indeks PMI Manufaktur didorong oleh kenaikan penjualan dari permintaan domestik. Hal ini sebagai tanda bahwa upaya pemulihan ekonomi dari hantaman pandemi telah menunjukkan dampaknya,” ujar Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita. (Yetede)
SMF Terbitkan Obligasi Rp 3 Triliun
JAKARTA, ID – PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF akan menerbitkan obligasi berkelanjutan VI Tahap III Tahun 2022 dengan jumlah pokok sebanyak-banyaknya sebesar Rp 3 triliun, yang ditawarkan kesanggupan penuh atau full commitmen. Dana yang diperoleh dari hasil penawaran umum obligasi ini, setelah dikurangi dengan biaya-biaya emisi, akan dipergunakan oleh perseroan untuk menggantikan sebagian dana ekuitas yang telah disalurkan sebagai pinjaman kepada penyalur KPR FLPP yang per tanggal 30 Juni 2022 jumlahnya sebesar Rp 4.16 triliun. Menurut Kepala Divisi Tresuri SMF Hilman Asyrofi, obligasi ini ditawarkan dengan nilai 100% dari jumlah pokok. Bunga obligasi ini dibayarkan setiap tiga bulan, sesuai dengan tanggal pembayaran bunga obligasi dengan tingkat bunga tetap sebesar 6,95% per tahun, dengan jangka waktu 5 tahun sejak tanggal emisi. “Pembayaran bunga obligasi pertama akan dilakukan pada tanggal 21 Desember 2022, sedangkan pembayaran bunga terakhir sekaligus jatuh tempo obligasi ini adalah pada tanggal 21 September 2027,” ungkap Hilman dalam keterangan resminya, Kamis (1/9). (Yetede)
AS Perintakan Stop Penjualan, Chip Al ke Tiongkok
WASHINGTON, ID – Pemerintah Amerika Serikat (AS) memerintahkan penghentian ekspor chip yang digunakan untuk komputasi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) ke Republik Rakyat Tiongkok (RRT). Larangan ini telah diterima oleh produsen chip Nvidia corp. dan Advanced Micro Devices (AMD) Inc pada Rabu (31/8) waktu setempat. Selain itu, pengumuman juga dipandang sebagai sinyal eskalasi besar dari tindakan keras AS terhadap kemampuan teknologi Tiongkok menyusul bubble ketegangan atas nasib Taiwan. Pasalnya, hampir sebagian besar besar produsen chip, Nvidia dan perusahaan lain melakukan produksinya di Taiwan. Saham Nvidia pun dilaporkan turun 6,6% selang beberapa jam pengumuman disampaikan. Menurut Nvidia, larangan tersebut memengaruhi produksi tipe chip A100 dan H100 yang dirancang untuk mempercepat tugas pembelajaran mesin. Pelarangan ini juga dapat mengganggu penyelesaian pengembangan chip unggulan H100 yang telah diumumkan tahun ini. Sedangkan saham rivalnya, AMD mengalami penurunan 3,7% setelah beberapa jam pengumuman AS. (Yetede)









