Ketika Pekerja Bekasi Cemas Hadapi Inflasi
Gaji tinggi tak menjamin pekerja industri di Bekasi, Jabar, hidup layak. Tanpa inflasi dan kenaikan harga BBM pun, mereka harus cerdik mengatur keseimbangan antara pengeluaran dan pendapatan. Rahmad (34), karyawan dengan upah bulanan Rp 4,2 juta itu setahun terakhir harus mengencangkan ikat pinggang alias berhemat. ”Biaya makan saya dari gaji istri. Setiap hari dikasih Rp 50.000. Hanya cukup buat makan di warteg seperti ini dua kali dan beli rokok dua-tiga batang,” kata lelaki yang tiga tahun ini bekerja di perusahaan tekstil di Jl Raya Narogong, Bekasi. Gaya hidup Rahmad berubah sejak dirinya menikah pada November 2020, dimana 60 % upah bulanan disimpan sebagai tabungan untuk membangun rumah. Dia juga masih memiliki cicilan di salah satu bank. Pada awal 2020, ia mengambil pinjaman angsuran berjangka tiga tahun untuk membeli sebidang tanah di wilayah Sukawangi, Kabupaten Bekasi. Lelaki lulusan STM itu mengaku, selama mulai menabung untuk membangun rumah, dirinya hanya hidup dari gaji bulanan istri sebesar Rp 3,7 juta untuk membayar kos, listrik, dan air Rp 1 juta. Selebihnya untuk kebutuhan makan dan minum sehari-hari.
Upaya menyiasati upah demi mencukupi kebutuhan hidup juga dilakukan sejumlah pekerja industri di wilayah Kabupaten Bekasi yang masih berstatus lajang. Tedi (29), yang tinggal di Kota Bekasi, Jumat (26/8). Bekerja di perusahaan multiproduk di Cikarang dengan upah bulanan Rp 5 juta. Namun, sebagian besar habis untuk kebutuhan hidup sehari-hari. Rata-rata pengeluaran bulanannya Rp 3,4 juta untuk kebutuhan makan dan minum Rp 75.000 per hari, BBM Rp 20.000 per hari, indekos Rp 750.000 per bulan, hingga paket internet dan telepon serta biaya rekreasi. Kesulitan pekerja di Bekasi mengatur pendapatan dan pengeluaran terekam dalam data BPS. Kota Bekasi merupakan salah satu kota dengan biaya hidup termahal di Indonesia. Biaya hidup satu rumah tangga di Bekasi nyaris setara dengan biaya hidup rumah tangga di DKI Jakarta, Rp 16.888.587 per bulan. Pengeluaran terbesar untuk konsumsi, Rp 13.680.544.
Menurut anggota Dewan Pengupahan Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia Bekasi, Mujito, upah minimum di Kabupaten Bekasi 2022 merupakan hasil perhitungan kebutuhan hidup layak pada 2021. Sebab, kebutuhan hidup layak pekerja pada 2022 saat itu tidak diakomodasi karena tuntutan kenaikan upah dari kalangan buruh tidak diterima pemerintah. ”Pendapatan buruh itu sudah lebih besar pasak dari tiang. Dengan adanya kenaikan harga BBM, kebutuhan hidup juga bakal meningkat,” kata Mujito. Seperti diketahui, pemerintah akhirnya menaikkan harga BBM bersubsidi. Kenaikan harga ditetapkan untuk BBM bersubsidi jenis pertalite dan solar. Kecemasan pekerja sejatinya tidak hanya terkait kenaikan harga BBM bersubsidi, tetapi juga inflasi yang bakal mengikuti kenaikan harga BBM. (Yoga)
Kenaikan Harga Perlu Diikuti Pembenahan
Pemerintah akhirnya menaikkan harga BBM bersubsidi. Selain gejolak harga minyak dunia, pemberian subsidi BBM yang tidak tepat sasaran juga menjadi pertimbangan. Pemerintah mengalihkan sebagian subsidi BBM untuk membantu masyarakat kurang mampu. Kenaikan harga ditetapkan untuk BBM bersubsidi, yakni pertalite dan solar. Harga pertalite naik dari sebelumnya Rp 7.650 per liter menjadi Rp 10.000 per liter. Harga per liter solar bersubsidi naik dari Rp 5.150 menjadi Rp 6.800. Selain itu, pemerintah juga mengumumkan kenaikan harga pertamax dari Rp 12.500 per liter jadi Rp 14.500 per liter. Presiden Jokowi menggelar konferensi pers perihal kenaikan harga BBM dan pengalihan subsidi ini bersama sejumlah menteri di Istana Merdeka, Jakarta, Sabtu (3/9).
Presiden menegaskan, anggaran subsidi dan kompensasi BBM tahun 2022 telah meningkat tiga kali lipat, dari Rp 152,5 triliun menjadi Rp 502,4 triliun dan diperkirakan terus meningkat. Di sisi lain, ditemukan fakta 70 % lebih subsidi justru dinikmati oleh kelompok masyarakat yang mampu, yaitu pemilik mobil pribadi. Menurut Presiden Jokowi, mestinya uang negara itu diprioritaskan untuk memberikan subsidi kepada masyarakat yang kurang mampu. Pengamat ekonomi energi yang juga dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Padjadjaran, Bandung, Yayan Satyakti mengatakan, jika penyaluran subsidi sudah dipastikan tidak efektif, pembenahan seharusnya sudah dilakukan sejak Februari 2022 alih-alih terus ditambah. ”Ada bad management (tata kelola buruk) dalam pengelolaan, khususnya subsidi energi dan konsumsi energi,” ujarnya. (Yoga)
Fed Sengsarakan Negara Termiskin
Sejumlah penelitian membuktikan, banyak negara berkembang tercekik akibat pengetatan kebijakan moneter bank sentral AS atau The Fed. Peringatan ini mencuat saat bank sentral AS kembali mencanangkan kenaikan suku bunga untuk meredam inflasi di AS. Kerusakan akibat kebijakan The Fed itu terjadi lewat kenaikan suku bunga USD dan kenaikan kurs USD terhadap mata uang negara-negara berkembang. Kenaikan suku bunga menambah beban utang negara-negara miskin dalam denominasi dollar. Anjloknya kurs mata uang negara berkembang menaikkan porsi dana dalam denominasi mata uang lokal untuk membayar utang dollar.
Kenaikan suku bunga rentan membuat modal asing berhamburan. Statistik Bank Dunia memperlihatkan, selama periode 2015 hingga 2020, sebesar 42 % utang negara berpendapatan rendah dan posisi terbawah kelompok berpendapatan menengah dimiliki lembaga komersial. Kreditor jenis ini paling rawan untuk pelarian modal. Kondisi ini bisa mengeringkan sumber pendanaan yang sangat dibutuhkan negara berkembang untuk mendatangkan impor dan pembayaran utang.
”Pada beberapa episode di masa lalu, kenaikan pesat suku bunga di negara-negara maju menyulitkan keuangan eksternal negara-negara berkembang,” demikian Dana Moneter Internasional (IMF) dalam laporannya, April 2022. Ahli sejarah ekonomi Jamie Martin dari Georgetown University mengatakan, ada korelasi kuat secara historis antara kenaikan suku bunga tajam di negara maju dan katastrofe ekonomi di negara-negara berkembang. ”Sejarah harus menjadi dasar tentang perlunya kebijakan yang sangat hati-hati,” tulis Martin lewat artikelnya di harian The New York Times, 28 April 2022. (Yoga)
Menjaga Ketahanan Pangan dari Pekarangan Rumah
Setelah minyak goreng dan bahan pangan lain, kini masyarakat mengeluhkan harga telur ayam ras yang mulai merangkak naik sejak pertengahan Agustus lalu. Kenaikan harga tertinggi mencapai Rp 4.000-Rp 5.000 per kg (Kompas, 24 Agustus 2022). Menghadapi situasi itu, warga harus mengatur strategi agar kebutuhan pangan harian tetap tercukupi. Hasil jajak pendapat Kompas akhir Agustus lalu merekam, sepertiga responden memilih untuk melakukan realokasi anggaran belanja rutin mereka. Pengeluaran untuk non-makanan dikurangi guna menambah anggaran kebutuhan makanan.
Jajak pendapat menemukan lebih dari separuh responden bertahan dengan menghadirkan bahan pangan dari rumah. Mereka memanfaatkan pekarangan rumah mereka untuk bercocok tanam bahan pangan. Separuh dari mereka memilih menanam sayuran seperti bayam, kangkung, hingga tomat. Seperempat responden menanam rempah dan aneka bumbu dapur, seperti serai, jahe, cabai, dan daun bawang. Bahkan, dua dari 10 responden lainnya menanam tanaman jenis umbi-umbian sebagai sumber karbohidrat. Sebanyak 3,3 % responden yang memiliki cukup lahan menanam padi di sekitar rumah mereka. Buah-buahan pun diupayakan oleh 2,5 % responden.
Praktik itu dilakukan responden dari Sabang hingga Merauke. Mayoritas (79,9 %) dilakukan responden dengan kelompok ekonomi bawah dan menengah bawah. Lebih dari separuh responden yang menanam bahan pangan dari rumah memanfaatkan tanah kosong di sekitar rumah mereka untuk bertanam. Separuh responden lainnya menggunakan polybag, pot, hingga metode hidroponik untuk menanam bahan pangan karena lahan kosong terbatas. Sejumlah penelitian menunjukkan menanam bahan makanan dari rumah tak hanya mampu menjaga ketahanan pangan dalam skala kecil seperti rumah tangga, tetapi juga menghemat pengeluaran keluarga. (Yoga)
Anies Tawarkan Proyek di Ujung Masa Jabatan
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menawarkan 15 proyek infrastruktur kepada para investor. Total nilai proyeknya mencapai Rp 280 triliun.
Proyek infrastruktur bernilai jumbo tersebut Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tawarkan dua bulan menjelang masa jabatannya berakhir. Masa jabatan Anies sebagai orang nomor satu di Ibu Kota RI bakal berakhir pada 16 Oktober 2022.
Ada tujuh badan usaha milik daerah (BUMD) milik Pemprov DKI yang menawarkan 15 proyek itu. Yakni, MRT Jakarta, TransJakarta, Jakarta Propertindo (Jakpro), PT Kawasan Berikat Nusantara, PT Jakarta Industrial Estate Pulogadung (JIEP), Jakarta Experience Board (JXB), dan Perumda Sarana Jaya.
Ke-15 proyek tersebut di antaranya: Intermediate Treatment Facility (ITF) Sunter, LRT Jakarta Fase 2A (Jakarta International Stadium-Rajawali), serta LRT Jakarta Fase 3A (Jakarta International Stadium-Rajawali).
Kemudian, MRT Fase 3 (Timur-Barat), MRT Fase 4 (Fatmawati-TMII), South Jakarta Mix-Used Development, bus listrik TransJakarta, dan stasiun pengisian baterai.
Direktur Riset Center of Reform on Economics (Core) Indonesia Piter Abdullah menyebutkan, masa jabatan Anies yang akan berakhir takkan memengaruhi investor untuk menunda menanamkan modal. Pasalnya, akan ada pengganti sementara Gubernur DKI. Selain itu, investor akan mengeluarkan modal kalau tawaran investasi menguntungkan secara bisnis.
"Tawaran itu adalah tawaran investasi dari Pemerintah Provinsi DKI, bukan dari Anies pribadi. Jadi, tidak ada hubungannya dengan masa jabatan Anies yang akan segera berakhir," tegas Piter.
Lelang Aset Obligor Grup Texmaco & Kaharudin Ongko
Upaya penagihan piutang obligor penerima dana Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) terus pemerintah lakukan. Termasuk, melelang aset milik obligor. Teranyar, Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan akan melelang aset Grup Texmaco milik Marimutu Sinivisan dan aset milik Kaharudin Ongko.
Satuan Tugas Penanganan Hak Tagih Negara Dana BLBI (Satgas BLBI) bakal melakukan lelang aset Grup Texmaco melalui Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Padang, Sumatra Barat. Aset yang akan Satgas BLBLI lelang adalah sebidang tanah dengan luas 12,5 hektare (ha) beserta bangunan di atasnya. Aset ini terletak di Jalan Lintas Padang-Solok, Kelurahan Banda Buek, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang, Sumatra Barat.
Satgas BLBI akan melepas aset tersebut dengan nilai limit Rp 235,7 miliar dan uang jaminan yang ditetapkan Rp 47,14 miliar. Lelang berlangsung pada Kamis, 8 September 2022, dengan batas akhir penawaran pukul 09.30 WIB.
Harga Produk Terjaga, Kinerja Alfamart Berjaya
Kinerja emiten ritel masih solid meski dihantui kenaikan harga barang. Lihat saja kinerja PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT). Pada semester I-2022, emiten pemilik merek gerai ritel Alfamart ini berhasil meraup pendapatan bersih Rp 47,89 triliun, naik 13,92% dibanding periode yang sama setahun sebelumnya.
Rani Wijaya, Corporate Communication General Manager Sumber Alfaria Trijaya, menuturkan, moncernya kinerja perseroan ini pada semester I-2022 didorong masih terjangkaunya harga produk-produk primer yang dibutuhkan konsumen. Rani mengklaim, ini lantaran AMRT menerapkan sejumlah strategi untuk menjaga harga produk.
Misalnya, Alfamart berkoordinasi dengan pemasok untuk menjaga ketersediaan produk. Selain itu, menggelar promo rutin agar kenaikan harga bisa dijaga. "Kami terus berupaya mencari pasokan dan pilihan produk dengan harga terjangkau. Jadi, kami bisa terus menyalurkan berbagai bahan makanan pokok," ungkap Rani kepada Kontan, Jumat (2/9).
Rani tak menampik, kinerja AMRT ke depan akan menghadapi banyak tantangan. Salah satunya dari fluktuasi harga produk yang berpengaruh kepada end user. Kondisi ini dipicu oleh berbagai sentimen negatif terhadap bisnis ritel di Tanah Air.
KCF-APEKSI Produk Lokal Butuh Dukungan Penetrasi Pasar
Sejumlah produk unggulan daerah hasil UMKM memerlukan perluasan pasar agar lebih berdaya saing. Pemasaran melalui pameran dan pendaftaran produk local melalui e-katalog yang dikelola Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah atau LKPP dapat menjadi alternative perluasan penetrasi pasar bagi produk lokal. Upaya bangkit setelah pandemic Covid 19 itu, misalnya, geliat UMKM di Kota Batu, Jatim, yang menghasilkan tas wisata dari anyaman plastik. Pesanan produk lokal unggulan Kota Batu itu berangsur normal. Pesanan tas label Raci tersebut sudah penuh hingga Oktober.
Ima Fita Furi(33), perajin tas wisata Raci, Selasa (30/8) mengatakan, dirinya baru pulang dari pameran di Manado, Sulut, dan bulan depan akan berpameran ditempat lain. Melalui pameran, Ima bisa membagikan kartu nama kepada pengunjung. Saat ada yang tertarik, mereka bisa memesan produk di kemudian hari. Tas wisata anyaman plastic tersebut juga rutin dikirim ke Hong Kong. Sekali kirim ke Hong Kong, Ima bisa mengirim ratusan tas aneka model. Produksi tas bisa lebih dari 3.000 buah per bulan. Harga jualnya berkisar Rp 35.000 hingga ratusan ribu rupiah per buah.
Pengembangan produk lokal UMKM juga bisa menjadi pintu masuk kebangkitan ekonomi pascapandemi dan mencegah resesi. Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko berharap, upaya pulih dari pandemi dilakukan bekerja sama dengan banyak pihak. Di Jambi, selain melalui pameran dan festival, pemerintah kota juga mengupayakan penetrasi pasar bagi produk lokal dengan mendaftarkannya ke dalam e-katalog. ”Implementasi kebijakan ini terus kami perkuat supaya makin banyak lagi UMKM Kota Jambi yang terdaftar dalam program LKPP,” kata Wali Kota Jambi Syarif Fasha. Hingga saat ini sudah ada 237 produk yang masuk dalam e-katalog lokal di Jambi. (Yoga)
RENCANA KENAIKAN HARGA BBM, Presiden Terima Hasil Perhitungan
Presiden Jokowi, Jumat (2/9) telah menerima hasil perhitungan harga BBM bersubsidi di Jakarta saat melakukan kunjungan kerja. Meski demikian, rencana kenaikan harga BBM masih belum diputuskan. ”Untuk BBM, semuanya masih dikalkulasi, dan hari ini (Jumat) akan diserahkan kepada saya mengenai hitung-hitungan dan kalkulasinya,” kata Presiden kepada pers seusai memantau penyaluran bantuan langsung tunai (BLT) BBM di Kantor Pos Saumlaki, Tanimbar Selatan, Maluku. Sumber
Saat kunjungan kerja di Timika, Papua, sehari sebelumnya, Presiden menyampaikan, proses perhitungan kenaikan harga BBM dilakukan dengan hati-hati. Pertimbangan matang diperlukan. Sebab, kenaikan harga BBM bersubsidi dipastikan mengerek inflasi semua barang. Selain itu, penolakan masyarakat juga akan menguat. Sejauh ini unjuk rasa masih terjadi, termasuk di Jakarta. Presiden sudah membahasnya pada 24, 25, dan 29Agustus lalu. Namun, harga BBM bersubsidi yang terdiri dari pertalite dan biosolar, karena pengurangan subsidi, belum ditetapkan. (Yoga)
Aseana Menjadi Pengendali Baru ABDA
Perusahaan yang berbasis di Singapura, Aseana Insurance Pte Ltd, resmi menjadi pengendali baru emiten asuransi umum PT Asuransi Bina Dana Arta Tbk (ABDA). Aseana membeli saham ABDA senilai 59,5 juta USD sehingga kepemilikannya bertambah menjadi 87,18 %. ”Aseana telah secara efektif menjadi pengendali perseroan sejak tanggal penyelesaian,” ujar Direktur Utama PT Asuransi Bina Dana Arta Tbk Herliniawaty Sutanto dalam keterangannya, Jumat (2/9). (Yoga)









