;

Waspadai Inflasi Ke Depan

Yoga 04 Oct 2022 Investor Daily (H)

BPS mencatat pada September 2022, inflasi 1,17% month to month (mtm). Ke depan, tekanan inflasi diperkirakan meningkat terutama pada kelompok transportasi karena belum semua wilayah melakukan penyesuaian tarif pasca penaikan harga BBM, 3 September lalu. Kepala BPS Margo Yuwono mengatakan, inflasi September sebesar 1,17%, tertinggi sejak Desember tahun 2014. Pada Desember 2014, inflasi 2,46% akibat kenaikan harga BBM pada November 2014. Penyumbang inflasi September 2022 berasal dari kenaikan harga bensin, tarif angkutan dalam kota, beras, solar, tarif angkutan antar kota, tarif kendaraan online, dan bahan bakar rumah tangga. Sementara tingkat inflasi tahun kalender (Januari–September) 2022 sebesar 4,84% dan tingkat inflasi tahun ke tahun (September 2022 terhadap September 2021) sebesar 5,95%. “Hal yang perlu diwaspadai ke depan berdasarkan series data BPS inflasi Oktober ini khususnya pada kelompok transportasi karena belum semua wilayah melakukan penyesuaian, ucap Margo Yuwono dalam telekonferensi pers di Kantor BPS pada Senin (3/10). (Yoga)

BBM Nonsubsidi Turun, Harga Pertalite Tunggu Dulu

Hairul Rizal 04 Oct 2022 Kontan (H)

Tren koreksi harga minyak mentah global merembet ke stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Pada akhir September 2022, harga minyak mentah WTI sempat terkoreksi 32% dari posisi tertinggi tahun ini menjadi US$ 76,71 per barel. Para pengelola SPBU pun mulai menurunkan harga BBM nonsubsidi. Pertamina sudah menurunkan harga Pertamax Series, begitu pula Shell Indonesia yang juga menurunkan harga BBM-nya. Harga Pertamax (RON 92) yang semula Rp 14.500 - Rp 15.200 per liter (tergantung provinsi) turun jadi Rp 13.900 - Rp 14.500 per liter, sementara harga Pertamax Turbo (RON 98) yang semula Rp 15.900 per liter - Rp 16.600 per liter menyusut jadi Rp 14.950 - Rp 15.550 per liter. Shell juga memangkas harga Shell V-Power (RON 95) juga turun dari Rp 16.130 menjadi Rp 14.840 per liter. Penurunan harga BBM nonsubsidi tak berimbas ke harga BBM bersubsidi. Harga Pertalite masih anteng di level Rp 10.000 per liter untuk semua wilayah provinsi. Direktur Center of Economics and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira menilai pemerintah bisa menurunkan harga BBM bersubsidi seperti Pertalite dan Solar subsidi ke level sebelum kenaikan, yaitu Rp 7.650 per liter untuk Pertalite dan Rp 5.000 per liter untuk Solar subsidi.

Omnimbus Law Tambah Otot Pengawasan Non Bank

Hairul Rizal 04 Oct 2022 Kontan (H)

Rancangan Rancangan Undang-Undang (RUU) Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK) selangkah lagi masuk pembahasan parlemen. Saat ini, pembahasan yang dilakukan masuk tingkat masukan lembaga-lembaga yang masuk dalam RUU yang juga acap disebut omnibus law sektor keuangan. Yakni Bank Indonesia (BI), Kementerian Keuangan, hingga Otoritas Jasa Keuangan. Draft terbaru yang diterima KONTAN memuat poin-poin kalibrasi antar lembaga dan kementerian. Salah satu yang menarik: penguatan pengawasan Industri Keuangan Non Bank (IKNB) yang masuk ranah pengawasan OJK. Pada pasal terkait OJK, kini ada dua fungsi kepala pengawas baru yang juga menjadi anggota Dewan Komisioner OJK. Pertama, fungsi Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian dan Dana Pensiun. Sebelumnya fungsi ini masuk ke Kepala Eksekutif Pengawasan IKNB. Dengan kata lain, pengawasan IKNB terbagi dua. Kedua, ada fungsi baru terkait Kepala Eksekutif Pengawas bidang Penegakan Hukum. Dua fungsi kepala pengawas baru ini menghilangkan dua fungsi kepala pengawas yang sebelumnya ada. Yakni anggota ex-officio dari Bank Indonesia (BI) yang merupakan anggota Dewan Gubernur BI dan anggota ex-officio dari Kementerian Keuangan yang merupakan pejabat setingkat eselon I.

Pebisnis Mulai Pesimistis

Hairul Rizal 03 Oct 2022 Kontan (H)

Para pelaku bisnis di dalam negeri sedang was-was. Pasalnya, ancaman resesi global kian nyata dan bisa berdampak bagi perekonomian Indonesia. Kondisi tersebut ikut menyurutkan optimisme para CEO perusahaan dalam memandang prospek ekonomi ke depan. Berdasarkan survei terakhir KONTAN, yang tergambar dalam Indeks Keyakinan CEO Indonesia atau Indonesia CEO Confidence Index (ICCI) kuartal IV-2022, optimisme para perusahaan di Indonesia menciut. Secara umum, keyakinan para chief executive officer (CEO) masih di jalur optimisme dengan skor 3,50. Namun, keyakinan itu berada di level terendah tiga kuartal berturut-turut (lihat infografik).Para pebisnis mencermati perkembangan ekonomi global. Tren inflasi tinggi melanda sejumlah negara maju seperti Amerika Serikat, Inggris dan beberapa negara Eropa. Hal ini akibat akumulasi dari dampak pandemi, konflik geopolitik Rusia-Ukraina, hingga krisis energi. Sejumlah negara pun diramal bakal masuk jurang resesi. Potensi resesi global bukan isapan jempol. Terlebih lagi, The Fed sudah mengerek suku bunga acuan, sehingga dollar AS perkasa terhadap banyak mata uang negara lain. 

Subsidi Tunai Masyarakat Hemat 0,6% PDB

Hairul Rizal 03 Oct 2022 Kontan

Keputusan pemerintah untuk menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) pada 3 September 2022 bertujuan agar anggaran untuk menanggung subsidi energi tak jebol. Pada kenyataannya, anggaran subsidi tetap bengkak setelah keputusan tersebut, meski tak sebengkak jika harga BBM ditahan. Sebenarnya ada jalan lain yang bisa diambil pemerintah, jika ingin menghemat anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN). Yaitu, menghapus subsidi. Sebagai kompensasinya, pemerintah bisa memberikan bantuan tunai kepada masyarakat.Pada kasus Indonesia, berdasarkan hitungan World Bank, biaya fiskal bisa hemat 0,6% dari produk domestik bruto (PDB) jika mengganti subsidi energi dengan bantuan tunai menjangkau masyarakat miskin dan rentan.

Kemenkeu Stop Penerbitan Euro Bond di Tahun 2022

Hairul Rizal 03 Oct 2022 Kontan

Pemerintah memastikan tidak menerbitkan surat utang valas dalam denominasi euro atau euro bond pada tahun ini. Kebijakan ini mempertimbangkan kurs rupiah yang masih depresiasi mata uang euro. Direktur Jenderal (Dirjen) Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan (Kemkeu) Luky Alfirman mengatakan, keputusan ini juga mempertimbangkan adanya gejolak ekonomi yang terjadi di Eropa. Terutama, krisis energi di Eropa akibat konflik Rusia-Ukraina.

Bersiap Mengalap Peluang dari Pembagian Dividen Interim

Hairul Rizal 03 Oct 2022 Kontan

Bulan ini dapat dimanfaatkan untuk mengail cuan dari pembagian dividen interim. Pada pekan ini setidaknya ada tiga emiten yang memasuki cum date pembagian dividen interim. Mereka adalah PT United Tractors Tbk (UNTR), PT Dana Brata Luhur Tbk (TEBE) dan PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk (RELI). UNTR akan membagikan dividen interim senilai Rp 3,05 triliun atau Rp 818 per saham. Estimasi yield dividen UNTR 2,49%. Sedangkan TEBE akan membagikan dividen interim Rp 25 per saham atau total Rp 32,12 miliar. Potensi yield dividen TEBE sebesar 2,95%. Sementara itu, RELI menebar dividen interim senilai Rp 16,97 miliar atau Rp 9,43 per saham. Dividen ini menawarkan yield sekitar 1,05%. Analis Panin Sekuritas Felix Darmawan menilai, naiknya laba emiten batubara di tahun ini menjadi pendorong utama untuk memberikan bagi hasil kepada pemegang saham dalam bentuk dividen dan dividen interim.

Bunga Obligasi Naik, Kredit Bank Bisa Dilirik

Hairul Rizal 03 Oct 2022 Kontan

Para bankir optimistis, penyaluran kredit korporasi semakin deras menjelang akhir tahun. Sebab, kenaikan suku bunga acuan membuat penerbitan obligasi lebih mahal dibandingkan bunga kredit perbankan yang belum naik saat ini. Berdasarkan Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) suku bunga dasar kredit (SBDK) korporasi di beberapa bank besar berkisar 4,36% hingga 14,2%, tergantung tipe bank penyalur. Namun, bank besar, rata-rata SBDK korporasi di rentang 7% hingga 8%. Sedangkan Outlook Economy Update dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) yield obligasi korporasi mayoritas naik dengan tendensi mengikuti kenaikan yield obligasi pemerintah. Tenor jangka pendek naik lebih moderat dibandingkan tenor jangka lebih panjang.

KEMBANG KEMPIS PAJAK KORPORASI

Hairul Rizal 03 Oct 2022 Bisnis Indonesia (H)

Penerimaan pajak sedang moncer. Realisasi sepanjang tahun berjalan 2022 yang berakhir Agustus tembus 78% dari target yang ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2022 Perubahan. Malah secara historis, capaian tersebut melampaui torehan penerimaan pajak selama prapandemi Covid-19, yang rata-rata di kisaran 50%—60% dari target selama periode Januari—Agustus. Akan tetapi, pemerintah perlu mewaspadai adanya batu ganjalan yang mengadang langkah menuju puncak penerimaan negara, yakni setoran Pajak Penghasilan (PPh) Badan alias pajak korporasi yang melandai belakangan ini. Padahal, setoran korporasi memiliki kontribusi terbesar dalam struktur pajak di Tanah Air, yakni hingga 22%. Tren perlambatan pertumbuhan penerimaan pajak korporasi terjadi tepat saat ekonomi nasional memasuki kuartal III/2022, yang beriringan dengan kenaikan inflasi, baik di dalam maupun luar negeri. Ketua Komite Analis Kebijakan Ekonomi Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Ajib Hamdani, menjelaskan pembengkakan biaya bagi pelaku usaha mendorong adanya kenaikan harga pokok produksi.

Senada, Ketua Bidang Keuangan dan Perbankan Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Mudah Indonesia (Hipmi) Anggawira, menambahkan ketegangan geopolitik antara Rusia dan Ukraina yang belum tuntas juga menekan pelaku usaha. Hal itu pula yang kemudian menyebabkan distribusi barang lintas negara terhambat sehingga menambah tekanan pada inflasi. “Ada pengaruh perang, kemudian inflasi, dan daya beli masyarakat,” ujarnya. Secara umum, kalangan pebisnis cukup optimistis pemerintah dapat mencapai target penerimaan pajak yang ditetapkan senilai Rp1.485 triliun dalam Peraturan Presiden (Perpres) No. 98/2022 tentang Perubahan Atas Perpres No. 104/2021 tentang Rincian APBN Tahun Anggaran 2022.

Prospek Menarik Bisnis Kendaraan Listrik

Hairul Rizal 03 Oct 2022 Bisnis Indonesia

Bisnis kendaraan listrik di Indonesia kian molek. Antusiasme masyarakat dan kebijakan pemerintah untuk mendukung elektrifikasi, membuat calon investor kendaraan listrik makin kepincut. Belum lama ini, Presiden Joko Widodo menerbitkan Instruksi Presiden (Inpres) No. 7/2022 tentang Penggunaan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (Battery Electric Vehicle) sebagai Kendaraan Dinas Operasional dan/atau Kendaraan Perorangan Dinas Instansi Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah. Beleid itu bertujuan mempercepat pelaksanaan program penggunaan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai sebagai kendaraan dinas operasional baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah (pemda). Inpres itu cukup efektif menjadi pemanis bagi pebisnis otomotif menyeriusi bisnis kendaraan listrik atau battery electric vehicle (BEV). Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat penjualan BEV secara wholesales atau pengiriman pabrik ke diler menorehkan rekor terbaru. Sepanjang Januari-Agustus tahun ini, sebanyak 1.635 unit BEV berhasil dilego. Pencapaian itu melonjak hingga 200% dibandingkan dengan penjualan 545 unit pada periode sama tahun lalu. Brand & Marketing Director PT SGMW Motor Indonesia (Wuling Motors) Dian Asmahani mengatakan Wuling memang gencar menghadirkan model baru kendaraan ramah lingkungan di Indonesia. Dalam ajang Indonesia Electric Motor Show (IEMS) 2022 di Jakarta, Wuling memperkenalkan lebih luas mobil listrik dan hybrid di Indonesia yaitu Wuling Air ev dan Almaz Hybrid Concept. Data Electric Vehicle Association of Thailand (EVAT) mencatat penjualan mobil listrik secara kumulatif selama semester I/2022 untuk segmen HEV di Negeri Gajah Putih mencapai 220.113 unit atau naik 16,4% secara year-on-year (YoY) dibandingkan dengan periode sama di tahun sebelumnya sebanyak 196.582 unit.

Pilihan Editor