;

Portofolio Investasi: Maksimalkan Saham dan Obligasi

Hairul Rizal 03 Oct 2022 Bisnis Indonesia

Investor perlu menyiapkan strategi untuk memaksimalkan kinerja portofolio pada kuartal IV/2022 karena saham dan surat utang bakal menunjukkan arah pergerakan berbeda melanjutkan tren sepanjang tahun ini. Secara tahun berjalan, kinerja pasar saham yang direpresentasikan oleh indeks harga saham gabungan (IHSG) masih tumbuh 6,98%; sedangkan indeks komposit obligasi bergerak negatif 0,01%. Investment Analyst Stockbit Hendriko Gani menilai saham masih berpotensi lebih baik dibandingkan dengan obligasi. Alasannya, potensi peningkatan suku bunga yang dilakukan oleh Bank Indonesia (BI) berpotensi menurunkan harga obligasi. “Sementara itu, dari sisi ekonomi, Indonesia masih terbilang cukup bagus dibandingkan dengan negara lainnya, sehingga masih ada potensi bagi saham untuk tumbuh di kuartal IV/2022,” jelasnya kepada Bisnis, Minggu (2/10). Direktur Investasi Schroder Investment Indonesia Irwanti mengatakan, untuk surat utang, perusahaan fokus pada instrumen buatan pemerintah. Adapun, untuk instrumen obligasi korporasi, perusahaan memilih instrumen bertenor pendek dengan peringkat tinggi. “Kami lebih berfokus pada investasi di obligasi pemerintah dibandingkan obligasi korporasi mengingat volatilitas pasar obligasi pada saat ini dan juga kebutuhan likuiditas.”


Peluang Ekonomi Syariah : Penguatan Industri Halal Disiapkan

Hairul Rizal 03 Oct 2022 Bisnis Indonesia

Industri halal Tanah Air memiliki masa depan yang cukup cerah, karena berpotensi mencapai US$281,6 miliar pada 2025 atau naik sekitar 14,96% dari US$184 miliar pada 2020.Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan bahwa Indonesia berpotensi menjadi pangsa pasar industri halal yang paling dibidik oleh negara lain. Hal tersebut pun perlu diantisipasi dengan menguatkan industri halal di dalam negeri.Pengeluaran umat muslim Indonesia untuk produk dan layanan halal mencapai US$184 miliar pada 2020, dan diproyeksikan meningkat 14,96% pada 2025 atau mencapai US$281,6 miliar. Proyeksi Kementerian Perindustrian tersebut selaras dengan data State of the Global Islamic Economy Report 2022 yang memperkirakan pengeluaran total umat muslim global mencapai US$2,8 triliun pada 2025.

Penyesuaian Tarif Baru Penyebrangan

Hairul Rizal 03 Oct 2022 Bisnis Indonesia

PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menerapkan penyesuaian tarif baru atau kenaikan tarif di 53 lintasan penyeberangan di seluruh Indonesia. Hal ini mengacu kepada Keputusan Menteri Perhubungan No. 184/2022 tentang Perubahan atas Keputusan Menteri Perhubungan No. 172/2022 tentang Tarif Penyelenggaraan Angkutan Penyeberangan Kelas Ekonomi Lintas Antarprovinsi dan Lintas Antarnegara.

Pengalihan Subsidi BBM : Penerima BSU Bisa Berkurang

Hairul Rizal 03 Oct 2022 Bisnis Indonesia

Kementerian Ketenagakerjaan menyatakan pekerja penerima bantuan subsidi upah kemungkinan berkurang setelah sekitar 4 juta pekerja gagal menerima akibat tidak memenuhi syarat sesuai dengan Peraturan Kementerian Ketenagakerjaan. Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan Anwar Sanusi menyatakan, pada awal bantuan subsidi upah (BSU) 2022, Kementerian Keuangan memberikan jatah bagi 16,2 juta pekerja untuk menerima subsidi pengalihan BBM. Pada prosesnya, Kementerian Ketenagakerjaan menetapkan sebanyak 14,6 juta pekerja yang memenuhi syarat. Setelah 3 minggu, BSU telah tersalurkan kepada 7,07 juta pekerja, sedangkan data Kemenaker dari BPJS Ketenagakerjaan hampir 11 juta. “Itu kan target awal, setelah kami padankan, ada yang menerima bansos lain, sehingga bisa saja akan berkurang,” ujarnya, Jumat (30/9). Adapun, BSU tahap pertamaa telah disalurkan kepada 4,11 juta pekerja. Selanjutnya, BSU tahap II telah disalurkan kepada 1,60 juta pekerja, sedangkan BSU tahap ketiga telah disalurkan kepada 1,35 juta orang. Untuk BSU tahap empat direncanakan akan cair mulai pekan depan dengan jumlah penerima sebanyak 1,2 juta pekerja.

Tragedi

Yoga 03 Oct 2022 Kompas (H)

Pil sangat pahit harus ditelan bangsa ini dari arena olahraga, yang seharusnya menjadi tontonan menggembirakan dan panggung bagi nilai-nilai sportivitas. Sebanyak 125 penonton sepak bola di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jatim, tewas seusai laga pekan ke-11 BRI Liga 1 antara Arema FC dan Persebaya Surabaya, Sabtu (1/10) malam. Insiden terburuk dalam sejarah sepak bola Indonesia ini menjadi puncak dari pembiaran sejumlah masalah di tubuh sepak bola nasional. Terutama edukasi nilai sportivitas sebagai esensi olahraga untuk menghargai kemenangan dan menerima kekalahan sebagai bagian dari pertandingan. Hal lain ialah tentang manajemen keselamatan dan prosedur pengamanan yang tepat guna menangani kerusuhan di stadion. Sebagian pendukung Arema yang tidak puas menyerbu lapangan setelah tim kesayangan mereka dikalahkan Persebaya, 2-3. Saat massa semakin sulit dikendalikan, polisi membubarkan mereka dengan melepaskan gas air mata, yang sesungguhnya dilarang digunakan di stadion, menurut Pasal 19 poin (b) Regulasi Keselamatan dan Keamanan Stadion FIFA. Gas air mata juga dilepaskan ke tribune, menimbulkan kepanikan saat penonton berdesak-desakan mencari pintu keluar.

Gas yang biasa digunakan polisi untuk membubarkan kerusuhan itu menyebabkan iritasi pada mata, mulut, tenggorokan, paru-paru, dan kulit. Selain sesak napas, Direktur RSUD Dr Saiful Anwar, Malang, Kohar Hari Santoso, mengatakan, sebagian besar korban meninggal karena trauma kepala atau dada. Diduga, hal itu terjadi karena berdesakan atau terinjak-injak. Insiden memilukan ini memantik dukacita mendalam dan keprihatinan banyak pihak, termasuk Presiden Jokowi. Presiden meminta Menkes Budi Gunadi Sadikin dan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa untuk memantau pelayanan medis bagi korban yang sedang dirawat di rumah sakit. Presiden juga memerintahkan Menpora Zainudin Amali, Kapolri Jenderal (Pol) Listyo Sigit dan Ketua Umum PSSI M Iriawan untuk  mengevaluasi menyeluruh pelaksanaan laga sepak bola dan prosedur pengamanan. Kepala Negara juga memerintahkan PSSI untuk menghentikan sementara Liga 1 sampai evaluasi dan perbaikan prosedur pengamanan dilakukan. (Yoga)


Pertumbuhan Ekonomi Triwulan Ketiga Diperkirakan Tumbuh 5,5 Persen

Yoga 03 Oct 2022 Kompas

Kendati dibebani kenaikan harga BBM per September, BI memperkirakan pertumbuhan ekonomi triwulan III-2022 dapat mencapai 5,5 %. Pertumbuhan tersebut ditopang oleh aktivitas dunia usaha. Sektor produksi dan konsumsi masyarakat dinilai masih cukup kuat seiring berlanjutnya pemulihan ekonomi. ”Pertumbuhan ekonomi triwulan ketiga tahun ini diperkirakan 5,5 % secara tahunan, lebih kuat dibandingkan triwulan kedua kemarin yang sebesar 5,44 % secara tahunan,” ujar Direktur Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI Wahyu Agung Nugroho, Sabtu (1/10) di Ubud, Bali. Wahyu mengatakan, agregat penawaran atau produksi dunia usaha yang meningkat turut mendorong pertumbuhan ekonomi. Hal ini ditunjukkan oleh Indeks Manajer Pembelian (PMI) Manufaktur yang pada Agustus 2022 mencapai level 51,7 atau menguat dari Juli yang berada pada level 51,3. Level indeks di atas 50 menandakan bahwa sektor industri manufaktur atau dunia usaha dalam posisi ekspansi. Indikator lainnya adalah penyaluran kredit perbankan sampai dengan Agustus 2022 yang bertumbuh 10,62 % secara tahunan di seluruh segmen, baik kredit modal kerja, investasi, maupun konsumsi. (Yoga)


Jaga Kesehatan Finansial

Yoga 03 Oct 2022 Kompas

Setiap 5 Oktober, dunia memperingati Hari Perencanaan Keuangan Dunia. Tujuan penyelenggaraan peringatan ini adalah untuk mengedukasi publik mengenai pentingnya memahami masalah keuangan sejak dini sehingga keuangan keluarga dapat dikelola lebih baik. Pada kesempatan ini, keberadaan profesi perencana keuangan juga diharapkan dapat lebih dikenal masyarakat. Perencana keuangan belum menjadi profesi terkenal seperti profesi dokter, guru, atau pilot yang sering disebut anak-anak sebagai profesi impian. Padahal, keberadaan para perencana keuangan ini sangat membantu  keluarga atau pribadi yang ingin menata keuangannya. Perencana keuangan lebih banyak dimanfaatkan korporasi, seperti bank, untuk memberikan arahan kepada kliennya agar investasinya lebih terarah sesuai kebutuhan. Atau juga oleh perusahaan yang ingin memberikan bekal kepada karyawan untuk memasuki masa purnabakti.

Dunia keuangan sangat dinamis. Berbagai kejadian, seperti kenaikan suku bunga, perubahan aturan pajak, juga berbagai investasi produk baru selalu bermunculan. Seorang perencana keuangan dituntut tetap up to date atas segala perubahan yang terjadi di bidang keuangan. Hasil survei tentang literasi keuangan dari OJK 2019 menunjukkan, indeks literasi keuangan sebesar 38,03 % dan indeks inklusi mencapai 76,19 %. Artinya, secara umum masyarakat Indonesia sudah banyak terpapar dan membeli produk-produk keuangan. Akan tetapi, belum paham betul apa manfaat dan risikonya, seperti ditunjukkan oleh indeks literasi yang masih rendah. Tidak heran, jika investasi bodong dengan berbagai variannya tetap marak. Bertanya kepada para perencana keuangan dapat menghindarkan dari ketidaktahuan semacam itu. Perencana keuangan profesional dapat membantu penempatan investasi yang tepat sesuai tujuan dan situasi klien. Selain itu, perencana keuangan juga memberikan evaluasi sehingga tujuan investasi dan rencana dapat tetap sejalan. (Yoga)


”Sabuk-sabuk” Pengaman Ekspor

Yoga 03 Oct 2022 Kompas

Organisasi Perdagangan Dunia atau WTO bakal merevisi proyeksi pertumbuhan perdagangan global 2022, menjadi 3 % dari proyeksi pada April 2022 yang sebesar 4,7 %. Kemudian pada 2023, perdagangan global diperkirakan masih tumbuh lambat di 3,4 %. Dalam wawancara dengan Reuters, 27 September 2022, Dirjen WTO Ngozi Okonjo-Iweala menyatakan, perang Rusia-Ukraina, krisis iklim, guncangan harga pangan dan energi, dan dampak pandemi Covid-19 menciptakan kondisi untuk resesi dunia. Hal itu akan memengaruhi pertumbuhan perdagangan global. Tingginya harga pangan dan energi, serta imbasnya terhadap biaya produksi dan harga produk industri manfaktur telah menggerus daya beli masyarakat global. Institut Penelitian Kebijakan Pangan Internasional (IFPRI) bahkan menyebutkan, tahun ini, daya beli masyarakat di hampir seluruh negara di dunia telah masuk ke zona merah dalam tempo 8 bulan.

Untuk menekan dampak rembetan multikrisis semakin membesar, restriksi ekspor pangan dan pupuk yang dilakukan sejumlah negara perlu diakhiri. Selain itu, agar neraca perdagangan tidak tergerus semakin dalam, setiap negara perlu menjaga ekspor agar tidak turun semakin dalam. Ekspor merupakan salah satu pundi-pundi devisa negara. Ekspor juga menjadi tulang punggung industri dan masyarakat yang bertumpu pada industri tersebut. Untuk itu, ”sabuk” pengaman ekspor perlu digulirkan di tengah multikrisis agar ekspor tak melorot drastis. Pemerintah Indonesia bersama swasta dan BUMN berupaya membangun ”sabuk-sabuk” pengaman ekspor, di antaranya melalui UMKM Halal Hub, pembukaan hypermarket di luar negeri, dan ekspansi komponen biodiesel. Sabtu (1/10/2022), pemerintah meresmikan UMKM Halal Hub di Pasar Rebo Warehouse, Jaktim. Kegiatan itu dibarengi dengan peluncuran ekspor pangan olahan ke Arab Saudi untuk memenuhi kebutuhan Jemaah haji dan umrah. (Yoga)


PLN Pasok Listrik 40 MVA untuk Kawasan Industri Kendal

Yoga 03 Oct 2022 Kompas

PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) memasok daya listrik untuk Kawasan Industri Kendal, Jateng, sebesar 40 megavolt  ampere (MVA). General Manager PLN Unit Induk Distribusi Jateng dan DI Yogyakarta M Irwansyah Putra, Minggu (2/10), mengatakan, pihaknya telah meneken nota kesepahaman (MOU) dengan PT United Power selaku pengelola ketenagalistrikan di kawasan industri tersebut. Sejauh ini, sudah ada 78 tenant di Kawasan Industri Kendal dengan kebutuhan daya listrik mencapai 36 MVA. (Yoga)

Indonesia-Australia Kerja Sama Cegah Penangkapan Ikan Ilegal

Yoga 03 Oct 2022 Kompas

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama Australia sepakat menjaga sumber daya laut dari ancaman penangkapan ikan ilegal, tidak dilaporkan, dan tidak diatur. Kesepakatan ini tertuang dalam ”22nd Indonesia-Australia Fisheries Surveillance Forum Annual Meeting” di Darwin, Australia, Jumat (30/9). Menurut Dirjen Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan KKP Laksamana Muda Adin Nurawaluddin, Minggu (2/10), kedua pihak telah membentuk kelompok kerja untuk menjalankan kesepakatan ini. (Yoga)

Pilihan Editor