;

Bantuan Langsung Tepat dan Cepat

Yoga 30 Sep 2022 Kompas

Seiring kenaikan harga BBM per 3 September 2022, pemerintah memberikan bantuan Rp 24,17 triliun bagi masyarakat yang memerlukan, berupa bantuan langsung tunai (BLT) Rp 12,4 triliun, bantuan subsidi upah (BSU) Rp 9,6 triliun, serta bantuan sektor transportasi dan perlindungan sosial tambahan Rp 2,17 triliun. Sebanyak 20,65 juta keluarga kurang mampu akan menerima BLT Rp 150.000 per bulan per keluarga, selama 4 bulan pada September-Desember 2022. Bantuan dikucurkan dalam dua tahap, yakni Rp 300.000 pada September dan Rp 300.000 pada Desember. BSU Rp 600.000 per orang diberikan kepada 16 juta pekerja bergaji maksimum Rp 3,5 juta per bulan. Berdasarkan data pemerintah per Selasa (27/9), BLT tahap pertama sudah disalurkan kepada 19.955.471 penerima atau 96,6 % dari sasaran. Namun, penyalurannya bervariasi, misalnya, di Sumatera sudah disalurkan kepada 98,36 % penerima, sedangkan di Papua 58,4 %.

Adapun BSU, menurut Presiden Joko Widodo, sudah disalurkan kepada 7.077.550 penerima atau 48,34 % dari sasaran penerima. Presiden menyampaikan, penyaluran bantuan akan dipercepat. Kenaikan harga BBM secara langsung berdampak pada biaya transportasi manusia dan angkutan  barang. Secara tak langsung, segala hal yang memiliki unsur transportasi pada produksi atau pengadaannya juga menanggung dampak kenaikan harga BBM. Hal ini akan diperhitungkan dalam harga barang dan jasa. Akibatnya, harga di tingkat konsumen naik. Dengan kenaikan harga itu, barang dan jasa yang diperoleh dengan nilai uang yang sama akan lebih sedikit dibandingkan sebelumnya. Demi menjaga daya beli masyarakat, pemerintah menyalurkan bantuan. Bantuan diharapkan dapat menopang belanja masyarakat sehingga perekonomian terjaga. Maka, bantuan mesti cepat disalurkan kepada pihak yang tepat. (Yoga)


Belanja Negara Harus Produktif

Yoga 30 Sep 2022 Kompas

Presiden Jokowi kembali menegaskan bahwa perekonomian global ke depan masih penuh ketidakpastian. Oleh karena itu, Indonesia membutuhkan endurance atau daya tahan yang panjang. Pengeluaran setiap rupiah di APBN diminta harus ekstra hati-hati, produktif, dan memberikan imbal balik yang jelas. ”Saya selalu sampaikan kepada Bu Menkeu, ’Bu, kalau kita punya uang di APBN, harus di-eman-eman, dijaga, hati-hati. Mengeluarkannya harus produktif, harus memunculkan return yang jelas’,” ujar Presiden Joko Widodo saat membuka UOB Annual Economic Outlook 2023, Kamis (29/9) di Jakarta. Situasi global yang semakin tidak pasti ini, antara lain, dirasakan Presiden Jokowi dalam pertemuan di Forum G7. Dalam pertemuan dengan beberapa pemimpin negara, seperti Presiden Perancis, PM Italia, Presiden Uni Eropa, Presiden Korsel, Presiden China, dan PM Jepang, semuanya menyimpulkan bahwa situasi dunia sedang sulit. (Yoga)


Dana Pensiun untuk Kesejahteraan

Yoga 30 Sep 2022 Kompas

Kendati punya peran penting mempertahankan kesejahteraan di masa depan ketika kita sudah tak lagi produktif, nyatanya dana pensiun belum jadi bagian keseharian masyarakat Indonesia. Adapun tingkat literasi keuangan industri dana pensiun pada 2019 sebesar 14,13 %. Artinya, masyarakat yang betul-betul memahami, mengambil keputusan untuk mencapai kesejahteraan dengan dana pensiun baru 14,13 % penduduk. Angka-angka ini mengarah pada kesimpulan bahwa masih banyak masyarakat Indonesia, khususnya angkatan kerja, yang belum menjadi peserta dan belum memahami dana pensiun. Padahal, saat ini Indonesia juga tengah berada pada masa bonus demografi dengan jumlah penduduk usia produktif lebih besar ketimbang usia nonproduktif.

Dengan jumlah penduduk nonproduktif yang kelak lebih besar daripada usia produktif, maka diperkirakan negara juga akan ikut terbebani. Diperlukan anggaran dan belanja sosial yang lebih besar untuk menjaga kelangsungan hidup dan kesejahteraan penduduk nonproduktif. Mengutip Statistik Penduduk Lanjut Usia 2021, sumber pembiayaan terbesar rumah tangga lansia berasal dari anggota rumah tangga yang bekerja. Hal ini terjadi pada 79,4 % rumah tangga lansia. Hanya 5,48 % rumah tangga yang mengandalkan dana pensiun dan 0,6 % rumah tangga yang menggunakan dana dari investasi untuk membiayai hidup sehari-harinya. Melihat fenomena saat ini dan proyeksi ke depan, tampak jelas pentingnya menyiapkan dana pensiun sejak masih berada dalam usia produktif.  (Yoga)


Krisis Biaya Hidup Hambat Pengentasan Rakyat Miskin

Yoga 30 Sep 2022 Kompas

Krisis biaya hidup yang dipicu oleh inflasi tinggi akan menghambat upaya pengentasan rakyat miskin dan memperburuk kondisi ketenagakerjaan. Forum Ekonomi Dunia atau WEF menyebut pertumbuhan lapangan pekerjaan akan melemah dan upah riil yang diterima pekerja selama ini akan tergerus. Di sisi lain, Bank Dunia menaikkan garis kemiskinan ekstrem dan kelas masyarakat. Melalui perubahan hitungan keseimbangan kemampuan berbelanja atau paritas daya beli (purchasing power parities/PPPs) itu, jumlah orang miskin di sejumlah negara, termasuk Indonesia, bertambah. Berdasarkan hasil survei WEF terhadap 22 ekonom anggota Komunitas Ekonom WEF yang dipublikasikan di Geneva, Swiss, Rabu (28/9) waktu setempat, 70 % responden setuju resesi global kemungkinan terjadi tahun depan.

”Dengan melonjaknya inflasi dan tergerusnya upah riil, krisis biaya hidup global menghantam masyarakat paling rentan. Para pengambil kebijakan yang tengah mengendalikan inflasi sekaligus menjaga pertumbuhan ekonomi perlu memastikan dukungan khusus kepada mereka yang paling membutuhkan,” kata Managing Director WEF Saadia Zahidi melalui siaran pers di Jakarta. Bank Dunia dalam laporan bertajuk ”Reforms for Recovery: East Asia and Pacific Economic” menyebutkan, kenaikan harga pangan dan non pangan akan mendorong kenaikan garis kemiskinan. Seiring kenaikan harga pangan dan non pangan, Bank Dunia menaikkan garis kemiskinan ekstrem dan kelas masyarakat dengan mengubah PPPs 2011 menjadi PPPs 2017. Berdasarkan PPPs 2017, garis kemiskinan ekstrem naik dari 1,9 USD per hari atau sekitar Rp 28.969 (kurs Jisdor BI Rp 15.247 per USD) menjadi 2,15 USD per hari. (Yoga)


Petani Usul Pemerintah Naikkan HPP Gabah

Yoga 30 Sep 2022 Kompas

Usaha menanam padi dinilai semakin tidak menguntungkan seiring naiknya ongkos produksi serta  penurunan harga gabah dan beras di tingkat petani. Kalangan petani berharap harga pembelian pemerintah atau HPP gabah/beras dinaikkan guna mendongkrak produksi. Ketua Umum Asosiasi Bank Benih dan Teknologi Tani (AB2TI) Dwi Andreas Santosa, Kamis (29/9) menyebutkan, berdasarkan kajian dan survei bulanan oleh AB2TI selama kurun Agustus 2019 hingga Juni 2022, harga gabah dan beras di tingkat usaha tani cenderung turun. ”Saat ini bertanam padi tidak menguntungkan. Hal ini menyebabkan sebagian petani beralih komoditas sehingga produksi padi justru turun tiga tahun terakhir, yaitu 7,7 % pada 2019, lalu naik 0,09 % pada 2020, dan turun lagi 0,42 % pada 2021,” ujarnya. Iklim kemarau basah (La Nina) 2020 dan 2021 tidak mendongkrak produksi. Padahal, kata Guru Besar Pertanian IPB University itu, selama 20 tahun terakhir fenomena La Nina berhasil meningkatkan produksi padi dengan sangat tajam, yakni dengan kenaikan terendah 4,7 % pada tahun 2007.

Terkait itu, AB2TI usul agar pemerintah menaikkan HPP dari Rp 4.200 per kg saat ini, menjadi Rp 6.000 per kg. Kenaikan HPP diharapkan membuat petani bersemangat kembali sehingga perlahan mendongkrak produksi padi. Dalam diskusi yang digelar Kompas, Selasa (13/9), Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan, ketahanan pangan jadi prioritas pemerintah dalam rangka meningkatkan kesejahteraan dan pemerataan. Langkahnya, antara lain, dengan memacu produktivitas jagung, kedelai, dan padi. Dalam jangka pendek, pemerintah mengupayakan pangan tersedia dan terjangkau guna mengendalikan inflasi. Untuk beras, misalnya, ada penugasan ke Perum Bulog untuk menyiapkan 1,2 juta ton cadangan beras pemerintah. Pemerintah juga mengupayakan pembiayaan dengan bunga rendah dan mekanisme jual rugi untuk memperkuat fungsi Bulog. (Yoga)


PERDAGANGAN ELEKTRONIK Fitur Gratis Ongkos Kirim Tidak Menyehatkan

Yoga 30 Sep 2022 Kompas

Program gratis ongkos pengiriman barang yang jamak tersedia di platform lokapasar dinilai dapat menarik konsumen dalam jumlah besar. Di sisi lain, program itu dianggap merugikan bisnis perusahaan jasa kurir. Salah satu konsekuensinya adalah mematikan pesaing. Sekjen Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman ekspres Indonesia (Asperindo) Trian Yuserma, Kamis (29/9) di Jakarta mengatakan, Dewan Pengurus Pusat (DPP) Asperindo tidak sepakat dengan program gratis ongkos kirim atau ”free ongkir” yang marak diterapkan sejumlah platform lokapasar. Aspirasi ini telah diserukan sejak awal bulan ini. Asperindo bahkan mendorong perusahaan jasa kurir anggota asosiasi tidak ambil bagian dalam promosi program gratis ongkos kirim tersebut.

Trian menjelaskan, konsep program itu dinilai melanggar Permenkominfo No 1 Tahun 2012 tentang Formula Tarif Layanan Pos Komersial. Dalam Pasal 5 aturan itu disebutkan, tarif layanan pos komersial tidak boleh di bawah Harga pokok produksi. ”Realitasnya, ada program bebas ongkos kirim pengiriman barang bukan hanya menggunakan sumber anggaran perusahaan platform lokapasar sendiri. Ada juga mereka yang minta agar perusahaan jasa kurir ikut ambil bagian (mengeluarkan biaya untuk ikut menyubsidi program gratis ongkos kirim),” ujar Trian. Terkait aspirasi Asperindo itu, External Communications Senior Lead Tokopedia Rizky Juanita Azuz menyampaikan, pihaknya masih mempelajari dan bekerja sama dengan Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA). (Yoga)


Waskita Suntik Trans Jabar Tol Rp 90,78 Miliar

Yoga 30 Sep 2022 Kompas

PT Waskita Karya (Persero) Tbk melalui anak usahanya, PT Waskita Toll Road (WTR), menyuntikkan modal Rp 90,78 miliar ke PT Trans Jabar Tol, anak usaha WTR, yang mengelola Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi. ”Transaksi ini merupakan transaksi afiliasi karena WTR  sebagai anak usaha perseroan dengan kepemilikan 92,10 %,” demikian penjelasan manajemen Waskita. Kamis (29/9). (Yoga)

Laba BTPN Triwulan II-2022 Tumbuh Tipis

Yoga 30 Sep 2022 Kompas

Laba bersih PT BTPN Tbk triwulan II-2022 sebesar Rp 1,67 triliun, tumbuh 2 % dibandingkan periode yang sama pada 2021 yang sebesar Rp 1,64 triliun. Penyaluran kredit BTPN triwulan II-2022 tumbuh 10 % secara tahunan menjadi Rp 149,25 triliun. Direktur Utama BTPN Henoch Munandar, Kamis (29/9/), menjelaskan, seiring pemulihan ekonomi, permintaan kredit turut meningkat. (Yoga)

GIIAS Momentum Pertumbuhan Otomotif

Yoga 30 Sep 2022 Kompas

Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) Medan, 5-9 Oktober, di Hotel and Convention Santika Premiere Dyandra, jadi momentum pertumbuhan otomotif di Sumut. Project Director Astra Financial Tan Chian Hok, Kamis (29/9) menyebut industri otomotif nasional pulih dengan penjualan 650.000 mobil hingga Agustus, dan diperkirakan 950.000 unit hingga akhir tahun. (Yoga)

Harga BBM Naik, Jumlah Penumpang Transjakarta Naik 10 Persen

Yoga 30 Sep 2022 Kompas

Kenaikan harga BBM mulai menarik warga beralih menggunakan angkutan umum dari kendaraan pribadi. Operator angkutan umum di Jakarta mencatat ada kenaikan jumlah penumpang. Transjakarta mengklaim terjadi kenaikan penumpang 10 % dan MRT Jakarta  mencatatkan kenaikan pengguna 3,8 %. Hal ini diungkapkan Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan PT Transportasi Jakarta Anang Rizkani Noor serta Direktur Operasi dan Pemeliharaan PT MRT Jakarta (Perseroda) Muhammad Effendi, Kamis (29/9). (Yoga)

Pilihan Editor