;

BI Optimis Rupiah Stabil

Yoga 03 Oct 2022 Investor Daily (H)

Perubahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS disebabkan supply and demand valas dan ekspektasi pasar. “Ekspor Indonesia terus meningkat. Cadangan devisa cukup. Dolar cukup tersedia di pasar,” kata Direktur Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI, Wahyu Agung Nugroho kepada Investor Daily di sela Pelatihan BI bersama Awak Media di Ubud, Bali, Sabtu (1/10). Berdasarkan data BI, posisi cadangan devisa Indonesia akhir Agustus 2022 sebesar US$ 132,2 miliar, setara pembiayaan 6,1 bulan impor atau 6,0 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor. Nilai tukar rupiah, kata Wahyu, berpotensi untuk terus menguat dan lebih stabil pada masa akan datang meski ada tekanan global akibat tingginya ketidakpastian. Tekanan pada rupiah saat ini tidak terlepas dari faktor ketidakpastian pasar keuangan global yang dipicu ancaman resesi global, tingginya inflasi, serta tren pengetatan suku bunga acuan The Federal Reserve (Fed) atau Bank Sentral AS. Selain itu, ekspektasi pasar juga mempunyai pengaruh signifikan terhadap nilai tukar rupiah di spot market. 

 Pada perdagangan Jumat (30/9), nilai rupiah di pasar spot menguat 0,23% ke Rp 15.227 per dolar AS. Nilai tukar rupiah selama Januari hingga 30 September 2022 terdepresiasi hingga 6,40% (year to date) dibandingkan dengan level akhir 2021. Depresiasi rupiah terhadap dolar, kata Wahyu, masih lebih baik dibandingkan mata uang sejumlah negara berkembang lainnya seperti India 8,65%, Malaysia sebesar 10,16%, Thailand sebesar 11,36%, dan Filipina depresiasi 13%. Sementara itu, secara point to point rupiah terdepresiasi 2,24% (ptp) dibandingkan posisi akhir Agustus 2022. Dengan kinerja ekspor yang kuat, langkah stabilisasi yang dilakukan BI, dan intervensi di spot market atau pun Domestic Non Deliverable Forward (DNDF), kata Wahyu, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS akan relatif lebih aman dibandingkan mata uang negara lain. “Ke depan, kita yakin, kebijakan intervensi valas dan intervensi DNDF, kebijakan pre-emptive dan didukung kenaikan suku bunga BI7DRR kemarin, insyaallah ke depan, rupiah akan lebih stabil lagi,” katanya. Wahyu menjelaskan, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang sedang terjadi ini disebabkan oleh indeks dolar atau DXY yang menguat. Indeks dolar pada 29 September 2022 di level 112,25, meningkat dari level akhir pekan lalu ke level 111,35. (Yoga)

2023, WIR Asia Incar Pendapatan Rp 4 Triliun

Yoga 03 Oct 2022 Investor Daily (H)

PT WIR Asia Tbk (WIRG) atau WIR Group mengincar pendapatan sebesar Rp 4,04 triliun pada 2023. Angka ini melonjak sekitar 125% dibandingkan proyeksi perolehan pendapatan perseroan pada tahun ini yang diyakini bisa menembus Rp 1,79 trilliun. “Kami menargetkan, pada akhir tahun ini pendapatan kami mencapai sekitar Rp 1,79 triliun atau bertumbuh 197% dari 2021 dan mencapai sekitar Rp 4 triliun atau bertumbuh 125% pada 2023. Ini jika dibandingkan target pendapatan tahun ini,” ujar Group Chief Business Development Officer WIRG Jimmy Halim, akhir pekan lalu. Dia menjelaskan, target pertumbuhan pendapatan perusahaan teknologi tersebut akan dikontribusi oleh unit bisnis WIRG yang ada saat ini dan belum memperhitungkan bisnis metaverse di dalamnya. Secara umum, perseroan juga akan menargetkan peningkatan kontribusi pendapatan dari segmen advertising, termasuk sponsorship melalui optimalisasi dan penetrasi cakupan area yang lebih besar ke depan. Estimasi pendapatan tahun depan diyakini terealisasi karena WIRG berhasil mengalami pertumbuhan positif dalam kurun tiga tahun terakhir, walaupun ada pandemi Covid-19 yang sangat memengaruhi kondisi ekonomi makro Indonesia. 

 Sepanjang 2019-2021, perusahaan teknologi ini telah mencetak compound annual growth rate (CAGR) atau rata-rata pertumbuhan per tahun sebesar 57%. Sejalan dengan pertumbuhan pendapatan, EBITDA dan laba bersih WIRG juga tumbuh dengan CAGR masing-masing 65% dan 102% dari 2019 hingga 2021. Sampai akhir 2022, perseroan menargetkan pertumbuhan EBITDA sebesar 139% dan laba bersih 87% dibandingkan pencapaian 2021. Perusahaan teknologi berbasis augmented reality (AR), virtual reality (VR), dan artificial intelligence (AI) ini memiliki tiga kelompok sumber penghasilan. Pertama,  kelompok pendapatan commerce berupa kontribusi dari pendapatan yang dapat dihasilkan oleh mitra melalui commerce transaction di dalam platform DAV dan Mindstores. Kedua, pendapatan proyek dari kerja sama business to business (B2B) yang WIRG lakukan sebagai software development dan brand and IT consulting. Ketiga, pendapatan advertising yang berasal dari iklan dan sponsorship yang penempatannya dilakukan melalui platform perseroan. (Yoga)

Facebook Berusaha Menahan Kejatuhan Sahamnya

Yoga 03 Oct 2022 Investor Daily

Facebook dilaporkan sedang berusaha menahan kejatuhan sahamnya. Setahun lalu saat berubah nama perusahaan jadi Meta, kapitalisasi pasarnya mencapai US$ 1 triliun. Tapi sejak memuncak pada September 2021, Meta sekarang kehilangan duapertiga valuasinya. Harga sahamnya diperdagangkan di level terendah sejak Januari 2019 dan hampir pasti merugi hingga dua digit persentase dalam tiga kuartal berturut-turut. Bisnis Facebook selama ini dibangun di atas jejaring. Pengguna memperluas Facebook ke kawan-kawan dan kerabat keluarga. Lalu saling memberi tahu kolega atau mengundang teman-teman menjadi pengguna. Akhirnya semua orang berinteraksi di satu wadah bikinan Mark Zuckerberg itu. Iklan kemudian masuk dan menjadi sumber pendapatan dan Facebook mendulang untung sangat besar hingga mampu merekrut para insinyur paling baik dan paling cemerlang untuk mempertahankan roda bisnisnya tetap bergulir. Tapi di 2022, para penggunanya pindah ke lain platform. Para pengiklan mengurangi belanjanya. Meta pun mengalami penurunan pendapatan dua kuartal berturut-turut. 

Banyak perusahaan mencabut tombol login sosial yang biasanya adalah Facebook dari situs-situsnya. Di sisi lain rekrutmen juga menjadi sulit, terutama sejak Zuckerberg menghabiskan banyak waktunya memikirkan metaverse. Yang hendak dijadikan masa depan bisnis perusahaan tapi hampir tidak menghasilkan pendapatan jangka pendek tapi malah menghabiskan miliaran dolar AS setahun untuk membangunnya. Para investor tidak tertarik. Dan cara mereka membuang saham Facebook membuat pengamat bertanya-tanya apakah spiral penurunan harga sahamnya akan menjadi spiral kematian. Dan Meta tidak akan sanggup memulihkannya. “Saya tidak yakin sekarang ini masih ada bisnis inti di Facebook,” ujar Laura Martin, analis dari Needham. Tapi belum ada yang mengisyaratkan Facebook akan lenyap ditelan zaman. Posisinya masih dominan di iklan mobile. Dan model bisnisnya salah satu yang paling menguntungkan di zaman ini. Meski pendapatan bersihnya merosot 36% pada kuartal terakhir dibandingkan tahun sebelumnya, Meta masih menghasilkan laba US$ 6,7 miliar dan arus kasnya mencapai US$ 40 miliar. (Yoga)

Lis Truss Akui Salah Langkah Dengan Pemangkasan Pajak

Yoga 03 Oct 2022 Investor Daily

PM Inggris Liz Truss, Minggu (2/10) mengakui seharusnya mempersiapkan lebih baik sebelum membawa negara pada situasi pemangkasan pajak besar-besaran. Yang direaksi negatif pasar finansial dan digambarkan buruk berita-berita utama media. Kurang dari sebulan menjabat tapi Inggris sudah jatuh ke dalam krisis biaya hidup yang dipicu lonjakan biaya energi dan inflasi, pemimpin Tory atau Partai Konservatif Inggris itu berkukuh bahwa kebijakan fiskalnya itu akan mengembalikan Inggris ke jalur pertumbuhan. Pada konferensi tahunan partai di kota Birmingham, Truss juga berusaha meredam kritik dengan mengatakan akan mengurangi tambahan utang pemerintah, yang diperlukan untuk mendanai pemangkasan pajak untuk orang-orang terkaya. “Saya tetap membela paket yang sudah kami umumkan. Tapi saya menerima bahwa kami seharusnya mempersiapkan lebih baik. Kami memiliki rencana yang jelas untuk menghadapi krisis energi dan mengatasi inflasi, tapi juga membuat perekonomian tumbuh,” ujar Truss kepada BBC TV, seperti dilansir AFP.  (Yoga)

Meredam Gejolak Rupiah

Yoga 03 Oct 2022 Investor Daily

Kedigdayaan dolar AS tidak hanya terhadap rupiah, melainkan juga terhadap euro, yen, mata uang kuat lainnya, dan terhadap mata uang negara pasar berkembang. Semakin agresif The Federal Reserve (Fed) menaikkan suku bunga acuan, semakin kokoh nilai tukar dolar AS. Agresivitas The Fed menaikkan Fed fund rate (FFR) menarik dolar untuk kembali mengalir ke negeri asalnya. Dolar pulang “kandang” dan instrumen investasi yang paling disasar adalah treasury bonds (T-Bonds) berjangka 10 tahun.  Kenaikan agresif suku bunga acuan Bank Sentral AS dan inflasi dalam negeri memaksa BI menaikkan BI 7-day reverse repo rate (B7DRR) 50 bps ke level 4,25 %, untuk menjaga nilai tukar rupiah yang terdepresiasi ke level Rp 15.200 per dolar AS. Rata-rata nilai tukar rupiah, Januari-September 2022, ytd, sudah Rp 14.760, jauh di atas asumsi APBN 2022 yang dipatok di level Rp 14.350 per dolar AS , telah direvisi menjadi Rp 14.450. Selama periode ini, rupiah terdepresiasi 6,40%. Gubernur BI menegaskan, pihaknya tidak akan jorjoran menaikkan suku bunga acuan seperti The Fed. BI7DRR akan dinaikkan bertahap sesuai realisasi inflasi dalam negeri. (Yoga)

Inflasi AS Membandel

Yoga 03 Oct 2022 Investor Daily

Inflasi AS masih tetap membandel, pada Agustus 2022 kenaikan indeks harga konsumen tahunannya 8,3%. Ini sangat mengecewakan konsumen dan pelaku usaha di AS, di tengah kebijakan moneter bank sentral AS (the Fed) yang sangat ketat dengan peningkatan bunga kebijakan (Fed Funds Rate) yang semakin mencekik perekonomian AS maupun global. Sebagaimana disampaikan US Federal Reserve Chair, Jerome Powell dalam per temuan di Jackson Hole, the Fed akan tetap  menekan laju inflasi AS hingga mencapai target 2%. Langkah gubernur bank sentral AS mengendalikan laju inflasi AS dipastikan dengan menekan sisi demand-nya. Akibat dari kebijakan moneter super ketat AS tersebut, mendorong dolar AS semakin menguat hingga mencapai nilai paritasnya terhadap euro dan pounsterling, serta mencapai nilai tertinggi dengan yen selama 20 tahun, yang pada akhirnya menekan inflasi yang dipicu oleh harga barang-barang impor. 

Saat ini melonjaknya inflasi global, khususnya di AS, bukan semata-mata dipicu kenaikan permintaan domestik. Faktor lain yang signifikan mendorong Inflasi di AS adalah tertekannya sisi penawaran, seperti terganggunya rantai produksi global karena China’s restrictive zero-Covid policy, dampak perang Rusia vs Ukraina terhadap harga energi dan makanan, serta peningkatan upah pekerja di AS. Faktor penyebab inflasi yang bersumber dari sisi penawaran tersebut di luar kontrol kebijakan bank sentral AS (the Fed). Akan tetapi uniknya, ekonomi AS berada pada posisi yang secara potensial mampu mengatasi sumber penyebab inflasi dari sisi penawaran tersebut. Sebab, AS masih relatif mandiri dalam kebutuhan energi dan sumber bahan makanannya, berlimpah dengan pekerja migran, kapasitas produksi yang memadai, serta tersedianya sumber kapital yang dibutuhkan untuk meningkatkan sektor manufaktur. (Yoga)

BI: Cadev September Tetap Kuat

Yoga 03 Oct 2022 Investor Daily

Direktur Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI Wahyu Agung Nugroho mengatakan, cadev September tetap kuat meski disaat yang sama nilai tukar rupiah mengalami pelemahan, imbas menguatnya US$ dan meningkatnya ketidakpastian global, Menurutnya cadev September tidak akan mengalami penurunan terlalu dalam dibandingkan cadev Agustus, seiring diterbitkannya obligasi global US$ 2,3 miliar oleh pemerintah. Adapun posisi cadev Agustus US$ 132,2 miliar atau setara pembiayaan 6,1 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional 3 bulan impor,  (Yoga)


BI: Inflasi September Diperkirakan 5,88 %

Yoga 03 Oct 2022 Investor Daily

BI memperkirakan, inflasi September 2022 sebesar 5,88% year on year (yoy), terutama dipicu kenaikan harga BBM pada awal September. “Kami melakukan penelusuran survei pemantauan harga. Survei minggu kelima, bulan ini inflasinya 5,88% yoy," tutur Direktur Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI Wahyu Agung Nugroho, dalam pelatihan media bersama BI di Ubud, Bali, Sabtu (1/10). Adapun BPS akan mengumumkan inflasi September pada hari ini (3/10). Wahyu menjelaskan, sumber utama penyumbang inflasi September 2022 adalah bensin sebesar 0,91% secara bulanan. Secara umum, berdasarkan perhitungan BI, kenaikan harga BBM Pertalite, Solar, dan Pertamax akan menambah inflasi 1,8-1,9%. Dampak putaran kedua (second round) dari kenaikan harga BBM akan dirasakan sekitar tiga bulan kemudian. "Hopefully sifatnya akan soft, dampak terbesar first around bulan ini yakni harga bensin, solar basket consumer price index (CPI). Sementara second round sekitar 2-3 bulan ke depan yakni ke tarif angkot, ojek online, angkutan barang. Dan, harapannya pada 2023 dia akan balik ke kisaran 3% plus minus 1%," ucapnya. Lebih lanjut, Wahyu menyebut bahwa masalah inflasi melebar, yakni sisi inflasi volatile food (harga pangan bergejolak) dan administered price (harga yang diatur pemerintah). Untuk membawa inflasi kembali ke sasaran 3% plus minus 1% di tahun depan, hal ini pun yang mendasari BI untuk menaikkan suku bunga acuan dan BI juga akan terus memperkuat koordinasi antara TPIP dan TPID. (Yoga)

Kemenkeu Siapkan Anggaran Bansos Untuk Lansia dan Anak Yatim Piatu

Yoga 03 Oct 2022 Investor Daily

Kemenkeu menyiapkan anggaran Rp 493 miliar untuk penyaluran bansos dalam bentuk bantuan langsung tunai (BLT) kepada kelompok lansia, anak yatim piatu dan penyandang disabilitas. Penyaluran bansos ini akan dilakukan oleh kemensos ke penerima bantuan. Direktur Anggaran Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Kemenkeu Putut Hari Satyaka mengatakan, pihaknya menunggu pengajuan data dan anggaran dari Kemensos, bila sudah disetujui Menkeu Sri Mulyani, baru bisa dilakukan pencairan anggaran dari kemensos. Akan mulai, karena sudah dialokasikan di 2022, kita tunggu, mungkin pada Oktober - November ini," ujar Putut di Jakarta pekan lalu. (Yoga)

Tragedi Sepak Bola Kita

Yoga 03 Oct 2022 Tempo (H)

Jumlah Korban tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jatim, terus bertambah. Hingga Ahad malam, 3 Oktober 2022, lebih dari 130 orang dlaporkan tewas. Berbagai kontroversi mencuat dalam malapetaka seusai pertandingan Arema FC VS Persebaya Sabtu itu. Dari pengabaian potensi kerusuhan yang disampaikan kepolisian setempat, jumlah penonton yang melebihi kapasitas, hingga penggunaan gas air mata yang melanggar aturan FIFA. Siapa yang bertanggung jawab?

Pilihan Editor