;

Meredam Gejolak Rupiah

Yoga 03 Oct 2022 Investor Daily

Kedigdayaan dolar AS tidak hanya terhadap rupiah, melainkan juga terhadap euro, yen, mata uang kuat lainnya, dan terhadap mata uang negara pasar berkembang. Semakin agresif The Federal Reserve (Fed) menaikkan suku bunga acuan, semakin kokoh nilai tukar dolar AS. Agresivitas The Fed menaikkan Fed fund rate (FFR) menarik dolar untuk kembali mengalir ke negeri asalnya. Dolar pulang “kandang” dan instrumen investasi yang paling disasar adalah treasury bonds (T-Bonds) berjangka 10 tahun.  Kenaikan agresif suku bunga acuan Bank Sentral AS dan inflasi dalam negeri memaksa BI menaikkan BI 7-day reverse repo rate (B7DRR) 50 bps ke level 4,25 %, untuk menjaga nilai tukar rupiah yang terdepresiasi ke level Rp 15.200 per dolar AS. Rata-rata nilai tukar rupiah, Januari-September 2022, ytd, sudah Rp 14.760, jauh di atas asumsi APBN 2022 yang dipatok di level Rp 14.350 per dolar AS , telah direvisi menjadi Rp 14.450. Selama periode ini, rupiah terdepresiasi 6,40%. Gubernur BI menegaskan, pihaknya tidak akan jorjoran menaikkan suku bunga acuan seperti The Fed. BI7DRR akan dinaikkan bertahap sesuai realisasi inflasi dalam negeri. (Yoga)

Inflasi AS Membandel

Yoga 03 Oct 2022 Investor Daily

Inflasi AS masih tetap membandel, pada Agustus 2022 kenaikan indeks harga konsumen tahunannya 8,3%. Ini sangat mengecewakan konsumen dan pelaku usaha di AS, di tengah kebijakan moneter bank sentral AS (the Fed) yang sangat ketat dengan peningkatan bunga kebijakan (Fed Funds Rate) yang semakin mencekik perekonomian AS maupun global. Sebagaimana disampaikan US Federal Reserve Chair, Jerome Powell dalam per temuan di Jackson Hole, the Fed akan tetap  menekan laju inflasi AS hingga mencapai target 2%. Langkah gubernur bank sentral AS mengendalikan laju inflasi AS dipastikan dengan menekan sisi demand-nya. Akibat dari kebijakan moneter super ketat AS tersebut, mendorong dolar AS semakin menguat hingga mencapai nilai paritasnya terhadap euro dan pounsterling, serta mencapai nilai tertinggi dengan yen selama 20 tahun, yang pada akhirnya menekan inflasi yang dipicu oleh harga barang-barang impor. 

Saat ini melonjaknya inflasi global, khususnya di AS, bukan semata-mata dipicu kenaikan permintaan domestik. Faktor lain yang signifikan mendorong Inflasi di AS adalah tertekannya sisi penawaran, seperti terganggunya rantai produksi global karena China’s restrictive zero-Covid policy, dampak perang Rusia vs Ukraina terhadap harga energi dan makanan, serta peningkatan upah pekerja di AS. Faktor penyebab inflasi yang bersumber dari sisi penawaran tersebut di luar kontrol kebijakan bank sentral AS (the Fed). Akan tetapi uniknya, ekonomi AS berada pada posisi yang secara potensial mampu mengatasi sumber penyebab inflasi dari sisi penawaran tersebut. Sebab, AS masih relatif mandiri dalam kebutuhan energi dan sumber bahan makanannya, berlimpah dengan pekerja migran, kapasitas produksi yang memadai, serta tersedianya sumber kapital yang dibutuhkan untuk meningkatkan sektor manufaktur. (Yoga)

BI: Cadev September Tetap Kuat

Yoga 03 Oct 2022 Investor Daily

Direktur Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI Wahyu Agung Nugroho mengatakan, cadev September tetap kuat meski disaat yang sama nilai tukar rupiah mengalami pelemahan, imbas menguatnya US$ dan meningkatnya ketidakpastian global, Menurutnya cadev September tidak akan mengalami penurunan terlalu dalam dibandingkan cadev Agustus, seiring diterbitkannya obligasi global US$ 2,3 miliar oleh pemerintah. Adapun posisi cadev Agustus US$ 132,2 miliar atau setara pembiayaan 6,1 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional 3 bulan impor,  (Yoga)


BI: Inflasi September Diperkirakan 5,88 %

Yoga 03 Oct 2022 Investor Daily

BI memperkirakan, inflasi September 2022 sebesar 5,88% year on year (yoy), terutama dipicu kenaikan harga BBM pada awal September. “Kami melakukan penelusuran survei pemantauan harga. Survei minggu kelima, bulan ini inflasinya 5,88% yoy," tutur Direktur Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI Wahyu Agung Nugroho, dalam pelatihan media bersama BI di Ubud, Bali, Sabtu (1/10). Adapun BPS akan mengumumkan inflasi September pada hari ini (3/10). Wahyu menjelaskan, sumber utama penyumbang inflasi September 2022 adalah bensin sebesar 0,91% secara bulanan. Secara umum, berdasarkan perhitungan BI, kenaikan harga BBM Pertalite, Solar, dan Pertamax akan menambah inflasi 1,8-1,9%. Dampak putaran kedua (second round) dari kenaikan harga BBM akan dirasakan sekitar tiga bulan kemudian. "Hopefully sifatnya akan soft, dampak terbesar first around bulan ini yakni harga bensin, solar basket consumer price index (CPI). Sementara second round sekitar 2-3 bulan ke depan yakni ke tarif angkot, ojek online, angkutan barang. Dan, harapannya pada 2023 dia akan balik ke kisaran 3% plus minus 1%," ucapnya. Lebih lanjut, Wahyu menyebut bahwa masalah inflasi melebar, yakni sisi inflasi volatile food (harga pangan bergejolak) dan administered price (harga yang diatur pemerintah). Untuk membawa inflasi kembali ke sasaran 3% plus minus 1% di tahun depan, hal ini pun yang mendasari BI untuk menaikkan suku bunga acuan dan BI juga akan terus memperkuat koordinasi antara TPIP dan TPID. (Yoga)

Kemenkeu Siapkan Anggaran Bansos Untuk Lansia dan Anak Yatim Piatu

Yoga 03 Oct 2022 Investor Daily

Kemenkeu menyiapkan anggaran Rp 493 miliar untuk penyaluran bansos dalam bentuk bantuan langsung tunai (BLT) kepada kelompok lansia, anak yatim piatu dan penyandang disabilitas. Penyaluran bansos ini akan dilakukan oleh kemensos ke penerima bantuan. Direktur Anggaran Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Kemenkeu Putut Hari Satyaka mengatakan, pihaknya menunggu pengajuan data dan anggaran dari Kemensos, bila sudah disetujui Menkeu Sri Mulyani, baru bisa dilakukan pencairan anggaran dari kemensos. Akan mulai, karena sudah dialokasikan di 2022, kita tunggu, mungkin pada Oktober - November ini," ujar Putut di Jakarta pekan lalu. (Yoga)

Tragedi Sepak Bola Kita

Yoga 03 Oct 2022 Tempo (H)

Jumlah Korban tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jatim, terus bertambah. Hingga Ahad malam, 3 Oktober 2022, lebih dari 130 orang dlaporkan tewas. Berbagai kontroversi mencuat dalam malapetaka seusai pertandingan Arema FC VS Persebaya Sabtu itu. Dari pengabaian potensi kerusuhan yang disampaikan kepolisian setempat, jumlah penonton yang melebihi kapasitas, hingga penggunaan gas air mata yang melanggar aturan FIFA. Siapa yang bertanggung jawab?

Di Bawah Tekanan Inflasi dan Resesi Global

Yoga 03 Oct 2022 Tempo

Bursa saham domestic dipastikan kembali melaju meski pekan lalu sempat melemah sejalan dengan sentiment bursa global akibat ancaman tekanan inflasi hingga resesi global yang masih cukup tinggi. Kondisi fundamental makro ekonomi Indonesia dinilai cukup kuat. Dari sisi inflasi misalnya, meski ada kenaikan, Indonesia tidak setinggi negara lain,” ujar Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji Gusta akhir pekan lalu. Menurut dia, investor terus mencermati kinerja pemerintah menstabilkan perekonomian, khususnya untuk menjaga tingkat inflasi tetap di kisaran target 3 plus minus 1 %.Terlebih untuk jangka panjang, iklim investasi di Indonesia diyakini tetap sehat dn prospektif, khususnya di sector-sector yang berdaya tahan di bawah ancaman resesi. (Yoga)


Pentingnya Analisis Data Berbasis Teknologi dalam Bisnis

Yoga 03 Oct 2022 Tempo

Teknologi 4.0 semakin banyak diadopsi dunia usaha. Implementasi teknologi generasi mutakhir ini memerlukan kumpulan analisis data agar penggunaannya optimal. Perusahaan asal California, AS, mencoba menangkap tren tersebut di Indonesia. "Saya yakin bahwa teknologi grafik memiliki dampak penting di hampir setiap industri," kata Chief Executive Officer Tiger Graph Yu Xu dalam wawancara tertulis pekan lalu. Melalui produk dan layanan yang disediakan, kata Yu Xu, perusahaannya ingin membantu pelaku usaha agar lebih mudah menganalisis data untuk berbagai kepentingan bisnis menggunakan program yang disebut graph database atau basis data grafik, yang bermanfaat untuk sistem deteksi penipuan, anti pencucian uang, pembuatan rekomendasi, hingga menganalisa kelancaran rantai pasok. (Yoga)

Penguatan Industri Halal Disiapkan

Yoga 03 Oct 2022 Bisnis Indonesia

Industri halal tanah air memiliki masa depan cerah karena berpotensi mencapai US$ 281,6 miliar pada 2025 atau naik 14,96 % dari US$ 184 miliar pada 2020. Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan bahwa Indonesia berpotensi menjadi pangsa pasar industri halal yang paling dibidik oleh negara lain. Hal tersebut perlu diantisipasi dengan menguatkan industri halal dalam negeri. Agus menyebutkan kehadiran Indonesia sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia bisa menjadi peluang bagi pelaku usaha nasional untuk terus menguatkan produknya. Dengan begitu pelaku usaha nasional bisa menjadi salah satu pemain utama di industri halal global. (Yoga)


9 Mantan Hakim MK: DPR Langgar Konstitusi

Yoga 02 Oct 2022 Kompas (H)

Sembilan mantan hakim konstitusi, yang tiga di antaranya adalah mantan Ketua MK, yaitu Jimly Asshiddiqie, Mahfud MD, dan Hamdan Zoelva, sepakat bahwa langkah DPR memberhentikan Hakim Konstitusi Aswanto di tengah-tengah masa jabatannya merupakan perbuatan yang melanggar konstitusi dan UU No 7 Tahun 2020 tentang Perubahan Ketiga atas UU No 24 Tahun 2003 tentang MK. Terkait hal itu, para mantan hakim konstitusi itu merekomendasikan kepada Presiden Jokowi untuk mendiamkan saja putusan DPR tersebut. Tidak ada konsekuensi bagi Presiden jika tidak mengikuti keputusan DPR itu. Ini karena pemberhentian Aswanto memang tidak bisa ditindaklanjuti dengan penerbitan keppres pemberhentian dirinya.

”Kenapa tidak bisa? Karena menurut UU harus ada surat dari Ketua MK tentang pemberhentian yang bersangkutan. Kalau surat pemberhentian tidak ada, keppres tidak ada. Berarti tak ada kekosongan hakim. Tak bisa mengangkat penggantinya,” ujar Jimly, di Gedung MK, Jakarta, Sabtu (1/10). Ia didampingi Hamdan Zoelva dan mantan Hakim MK Maruarar Siahaan. Pada kesempatan itu hadir pula Sekretaris Jenderal MK Guntur Hamzah yang dipilih oleh Komisi III DPR untuk menggantikan Aswanto. (Yoga)


Pilihan Editor