;

Resep Sukses RI Dipelajari Banyak Negara

Yuniati Turjandini 21 Dec 2022 Investor Daily (H)

JAKARTA, ID – Banyak negara mengapresiasi langkah Indonesia yang dinilai sukses menangani permasalahan pandemi Covid-19, yang tercermin dari terkendalinya pandemi Covid-19 namun tetap waspada. Sementara itu, realisasi dana penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional (PC-PEN) per 9 Desember 2022 mencapai Rp 330,7 triliun atau 72,6% dari total dana yang disiapkan. "Banyak negara G20 juga bertanya bagaimana kita bisa sukses dan tentu sebagian ini ada di dalam buku. Salah satu kunci keberhasilan Indonesia dalam penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi adalah gotong royong dan pendekatan mikro. Itu yang tidak ada di negara lain,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam acara peluncuran buku Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC-PEN) di Hotel Fairmont, Jakarta, Selasa (20/12/2022). Lebih lanjut, untuk penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional, pemerintah mengeluarkan Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2022 sehingga membentuk Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) dengan dua satgas penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional. (Yetede)

Surplus Perdagangan Indonesia Ditargetkan Capai Rp 600 Triliun

Yuniati Turjandini 21 Dec 2022 Investor Daily (H)

JAKARTA, ID – Indonesia ditargetkan meraih surplus perdagangan hingga US$ 38,5 miliar atau setara Rp 600 triliun pada 2023, yang akan ditopang dari pertumbuhan ekspor nonmigas 3,9-4,7% serta kenaikan ekspor barang dan jasa 6,8-8,0%. Melalui peningkatan ekspor bernilai tambah tersebut dan pengelolaan impor secara selektif, neraca dagang Indonesia diyakini akan tetap positif di tengah tantangan resesi global pada 2023. Tahun depan kemungkinan kita masih surplus neraca perdagangan. Angka pertumbuhan ini akan bergantung pada situasi yang akan dihadapi, termasuk di negara tujuan ekspor,” kata Kepala Badan Kebijakan Perdagangan Kementerian Perdagangan (Kemendag) Kasan pada acara Outlook Perdagangan Indonesia Tahun 2023 di Jakarta, Selasa (20/12/2022). Untuk mencapai target tersebut, Kasan mengatakan, Kemendag telah menyiapkan beberapa strategi peningkatan ekspor. Dengan arah kebijakannya ditujukan untuk pengembangan ekspor barang dan jasa bernilai tambah tinggi yang dapat meningkatkan produktivitas perekonomian. (Yetede)

2023, Elnusa Alokasikan Capex Rp 500 Milliar

Yuniati Turjandini 21 Dec 2022 Investor Daily (H)

JAKARTA, ID – Perusahaan jasa energi, PT Elnusa Tbk (Elnusa), optimistis terhadap prospek bisnis pada tahun 2023. Untuk tahun mendatang, Elnusa menyiapkan belanja modal atau capital expenditure (Capex) sebesar Rp 500 miliar. "Perseroan optimistis dapat memperoleh kontrak-kontrak baru di 2023. Untuk target perolehan kontrak baru di 2023 diproyeksikan sebesar 40% dari target pendapatan Perseroan 2023, target tersebut masih sejalan dengan proyeksi di tahun sebelumnya. Untuk pekerjaan pada kontrak tersebut didominasi pada jasa hulu untuk pekerjaan akuisisi seismik dan processing serta perawatan sumur workover services,” kata Manager of Corporate Communications PT Elnusa Tbk Jayanty Oktavia Maulina, di Jakarta, Selasa (20/12). Guna mendukung target tersebut, Jayanty mengungkapkan untuk tahun 2023 Elnusa telah menyiapkan belanja modal atau capital expenditure (Capex) berkisar Rp 500 miliar. “Melalui belanja modal yang disiapkan ini, Elnusa berkomitmen untuk siap berinvestasi dalam mendukung pertumbuhan perusahaan ke depan,” kata Jayanty. (Yetede)

Presiden Resmikan Bendungan Semantok

Yuniati Turjandini 21 Dec 2022 Investor Daily (H)

JAKARTA, ID - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan Bendungan Semantok, Nganjuk, Jawa Timur yang mampu mengairi sawah seluas 1.900 hektare (ha). Bendungan Semantok yang telah menghabiskan anggaran sebesar Rp 2,5 triliun tersebut dibangun utamanya untuk menambah pasokan pangan di Provinsi Jawa Timur. “Kapasitas tampung dari bendungan ini adalah sangat besar sekali 32,6 juta meter kubik dengan luas genangan 365 hektare yang kurang lebih akan mengairi sawah 1.900 hektare,” kata Presiden Jokowi dalam peresmian Bendungan Semantok, Nganjuk, Jawa Timur, Selasa (20/12/2022). Saat peresmian, Presiden didampingi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, anggota Komisi V DPR RI Sadarestuwati, dan Plt Bupati Nganjuk Marhaen Wiranto Aris. Presiden berharap dengan pengairan dari Bendungan Semantok, frekuensi panen di lahan pertanian di Nganjuk dan sekitarnya dapat meningkat. (Yetede)

Ramai Konsolidasi, Bank Digital Makin Diminati

Yuniati Turjandini 21 Dec 2022 Investor Daily (H)

JAKARTA, ID – Disrupsi dan perkembangan teknologi informasi menciptakan inovasi secara berkelanjutan dan tidak terbatas. Perkembangan industri perbankan di Indonesia pun diramaikan dengan tren kemunculan bank digital dengan mengubah bank kecil menjadi bank digital lewat sejumlah aksi korporasi. Di sisi lain, sepanjang tahun 2022 bank juga berlomba melakukan aksi korporasi guna memenuhi aturan modal inti minimum yang ditetapkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Pasalnya, jika tidak penuhi aturan modal inti Rp 3 triliun sampai batas waktu akhir Desember 2022, OJK akan memberi sanksi kepada bank umum. Mulai dari dipaksa merger, turun kasta menjadi bank perkreditan rakyat (BPR), hingga diminta melakukan self liquidation (likuidasi secara sukarela). Berdasarkan Pasal 8 dari Peraturan OJK (POJK) Nomor 12/POJK.03/2020 tentang Konsolidasi Bank Umum, tertulis bahwa bank wajib memenuhi modal inti minimum yang ditetapkan oleh OJK. Modal inti minimum paling sedikit Rp 3 triliun dan wajib dipenuhi paling lambat 31 Desember 2022. OJK pun memberikan waktu yang cukup bagi bank-bank mini menambah permodalannya selama tiga tahun sejak 2020. (Yetede)

Garuda Private Placement Rp5,18 Triliun

Yuniati Turjandini 21 Dec 2022 Investor Daily (H)

ID - PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) akan melakukan penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD) atau private placement senilai total Rp 5,18 triliun. Dalam prospektus di laman Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa ( 20/21/2022 ), private placement dilakukan Garuda untuk menukar obligasi wajib konversi (OWK) sebesar Rp 1 triliun dengan saham. Hal ini berdasarkan Akta Perjanjian Penerbitan Obligasi Wajib Konversi No. 28 tanggal 28 Desember 2020 antara Garuda sebagai penerbit dan PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) sebagai pemegang obligasi. Perjanjian penerbitan wajib konversi (WK) tersebut telah disetujui rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) Garuda pada 20 November 2020, dengan menerbitkan saham baru tanpa HMETD dengan jumlah 5,1 miliar saham seri C bernilai Rp 196 per saham. Private placement berupa konversi OWK dan konversi utang kreditur tersebut akan dilaksanakan pada 28 Desember 2022, dengan pemberitahuan hasil pelaksanaan PMTHMETD pada 30 Desember 2022. Aksi korporasi ini dilakukan perseroan dalam rangka perbaikan posisi keuangan, sebagaimana dimaksud
Pasal 3 huruf (a) POJK 14/2019. (Yetede)

Window Dressing Terjagal Keluarnya Dana Asing

Hairul Rizal 21 Dec 2022 Kontan (H)

Hingga sepekan menjelang Natal, belum ada tanda-tanda Santa Claus rally mampir di bursa saham Indonesia. Hingga kemarin, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih tertekan. Investor asing juga masih terus mengurangi kepemilikan di pasar saham dalam negeri. Menurut data Bloomberg, sepanjang Desember berjalan ini investor asing sudah mencetak jual bersih alias net sell Rp 15,48 triliun. Derasnya aliran keluar dana asing ini menjadi salah satu faktor yang membuat window dressing belum tampak di pasar saham dalam negeri. "Adanya capital outflow di pasar saham menjadi salah satu penyebab terhambatnya potensi window dressing," tutur Nicodimus Kristiantoro, Research & Consulting Manager Infovesta Utama, kemarin. Karena itu, para analis cukup optimistis window dressing masih bisa terjadi di pasar saham dalam negeri akhir tahun ini.

Pajak Moncer, Tapi PR Masih Banyak

Hairul Rizal 21 Dec 2022 Kontan

Penerimaan pajak tahun ini kembali melampaui target yang telah ditetapkan pemerintah. Namun, bukan berarti pekerjaan rumah Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak usai. Otoritas masih harus meningkatkan kinerjanya dalam jangka panjang. Kementerian Keuangan (Kemkeu) mencatat, penerimaan pajak periode Januari hingga 14 Desember 2022 sebesar Rp 1.634,36 triliun. Jumlah itu setara 110,06% dari target dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 98 Tahun 2022 yang sebesar Rp 1.485 triliun. Realisasi tersebut juga melampaui outlook yang sebesar Rp 1.608,1 triliun. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, kinerja penerimaan pajak ini juga naik 41,93% jika dibandingkan dengan periode sama tahun lalu yang sebesar Rp 1.151,5 triliun. Sementara penerimaan pajak pertambahan nilai (PPN) dan pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) per 14 Desember 2022 tercatat Rp 629,8 triliun, atau 98,6% dari target. Begitu juga penerimaan pajak bumi dan bangunan (PBB) dan pajak lainnya tercatat Rp 26,2 triliun atau 90,4% dari target. Direktur Eksekutif MUC Tax Research Wahyu Nuryanto mengatakan, dengan capaian tersebut, target penerimaan pajak tahun 2023 yang dipatok Rp 1.718 triliun hanya tumbuh 5,1%. "Artinya dari sisi target, tidak perlu dijadikan beban. Saya optimistis bisa tercapai," kata Wahyu.
  

Cuan Ratusan Persen di Kala Bursa Saham Nyungsep

Hairul Rizal 21 Dec 2022 Kontan

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepanjang Desember 2022 ini memang kurang oke. Sejak awal bulan, indeks saham merosot 4,42%. Toh, sejumlah saham tetap mampu memberi peluang cuan besar. Bahkan, ada saham yang mampu mencetak kenaikan harga saham hingga melebihi 100%. PT Graha Layar Prima Tbk tercatat menjadi emiten pemberi cuan paling tinggi sepanjang Desember berjalan ini. Di periode tersebut, harga saham emiten berkode BLTZ ini tercatat naik 133,33%. Dalam sepekan terakhir, Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Muhammad Nafan Aji Gusta Utama menilai, saham BLTZ terbang lantaran kabar ekspansi emiten ini.

Yield Obligasi Korporasi Naik, Tren Penerbitan Bakal Menurun

Hairul Rizal 21 Dec 2022 Kontan

Tren bunga tinggi mengerek yield atau imbal hasil obligasi korporasi. Kondisi ini membuat penerbit obligasi menahan pendanaan menggunakan surat utang. Direktur PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) Hendro Utomo bahkan memperkirakan, jumlah penerbitan obligasi korporasi tahun depan akan lebih rendah dari tahun ini. Suku bunga tinggi menyebabkan peningkatan leverage dan risiko keuangan, sehingga memaksa investor meminta premi yang lebih tinggi ketika membeli surat utang korporasi. "Faktor tersebut mengakibatkan peningkatan biaya dana yang bisa menghambat penerbitan surat utang korporasi" ujar Hendro, kemarin. Dia mengharapkan, kenaikan premi tidak terlalu agresif, karena pertumbuhan ekonomi mulai bergerak naik di tahun depan. Research & Consulting Manager Infovesta Utama Nicodimus Kristiantoro juga memperkirakan total penerbitan obligasi korporasi bakal menurun di tahun depan. Hitungan dia, potensi penerbitan Rp 120 triliun-Rp 150 triliun.

Pilihan Editor