;

Simpanan Valas Meningkat

Yoga 28 Jan 2023 Kompas

Tren kenaikan suku bunga deposito valuta asing mendorong peningkatan simpanan valas di perbankan. Masyarakat yang memegang valas terdorong untuk menyimpan dananya di sistem perbankan. Berdasarkan data LPS, rata-rata suku bunga pasar (SBP) deposito valas selama periode 20 Desember-16 Januari 2023 tnaik sebesar 11 basis poin menjadi 1,48 %. Tren kenaikan SBP deposito valas sudah terjadi sejak Agustus 2022 dari kisaran 0,5 % menjadi 1,48 % pada Januari 2023. Sementara itu, tingkat bunga penjaminan deposito valas juga terus meningkat. Dalam rapat Dewan Komisioner LPS, Kamis (26/1) LPS kembali menaikkan tingkat bunga penjaminan deposito valas sebesar 25 basis poin menjadi 2 %. Tingkat bunga penjaminan tersebut akan berlaku untuk periode 1 Februari sampai 31 Mei 2023.

Kenaikan SBP deposito valas mengerek jumlah dana pihak ketiga (DPK) valas perbankan. Berdasarkan data analisis uang beredar yang dirilis Bank Indonesia (BI), jumlah DPK valas juga mengalami tren kenaikan sejak Agustus 2022, dari setara Rp 1.049 triliun menjadi setara Rp 1.187 triliun pada Desember 2022. Ekonom dan Associate Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) Ryan Kiryanto mengatakan, kenaikan DPK valas salah satunya memang dipicu oleh kenaikan SBP deposito valas dan bunga penjaminan deposito valas. ”Kenaikan bunga deposito valas yang didukung kenaikan bunga penjaminan deposito valas ini memberi dorongan pemegang valas untuk menyimpan di perbankan kita,” ujar Ryan, Jumat (27/1). (Yoga)


Gen Z Mencintai Perusahaan Mapan

Yoga 28 Jan 2023 Kompas

Pergolakan di dalam ekonomi global belakangan ini dan masa depan yang tidak menentu mulai mengubah orientasi generasi Z dalam memilih tempat bekerja. Sekian tahun lalu usaha rintisan (start up) menjadi idola anak muda, kini mereka mulai berubah. Perusahaan mapan kembali menjadi pilihan. Perusahaan yang terkesan kuno dan tak berubah biasanya akan sulit mendapatkan talenta baru. Generasi Z yang lahir pada 1997-2010 (di Indonesia kerap disebut lahir pada 2000-2010) memiliki ciri dan keinginan yang berbeda. Sebuah laporan tentang mereka dari Adobe yang berjudul ”Future Workforce Study” dikeluarkan pecan ini. Adobe menyurvei lebih dari 1.000 mahasiswa dan lulusan baru untuk mendapatkan wawasan dan pemikiran mereka tentang pasar kerja dan prospek ekonomi.

Temuan paling mencolok dari penelitian ini adalah, hanya 16 % responden gen Z mengatakan mereka akan mempertimbangkan untuk bekerja di perusahaan rintisan atau perusahaan kecil, sementara 52 % responden mengatakan mereka akan mengejar karier dengan perusahaan besar dan mapan, karena Gen Z percaya perusahaan besar dan mapan memiliki peluang lebih baik untuk mengatasi badai ekonomi yang mungkin terjadi dalam waktu dekat. ”Mereka yang baru dan akan lulus dari perguruan tinggi telah melewati ketidakpastian yang signifikan beberapa tahun ini, termasuk tantangan yang ditimbulkan pandemi dan kekhawatiran tentang resesi yang akan datang. Sebagian besar pekerja gen Z sedang mencari peluang karier dengan perusahaan  mapan, perusahaan yang dapat menawarkan lebih banyak stabilitas dan peluang untuk tumbuh,” kata Direktur Senior Akuisisi Talenta AdobeTricia Guyer, seperti dikutip Fast Company. (Yoga)


Pemerintah Kaji Insentif Khusus Eksportir Manufaktur

Yoga 28 Jan 2023 Kompas

Menkeu Sri Mulyani, Jumat (27/1) mengatakan, untuk menarik devisa hasil ekspor dari eksportir manufaktur ke dalam sistem keuangan dalam negeri, dibutuhkan pendekatan yang berbeda dari yang selama ini diterapkan pada eksportir komoditas sumber daya alam. Sebab, ada perbedaan mendasar terkait sifat sektor manufaktur dengan sektor komoditas sumber daya alam. Kegiatan ekspor-impor di sektor manufaktur biasanya lebih dinamis. Pengusaha manufaktur harus dengan cepat memutar devisa hasil ekspornya untuk membeli bahan baku yang umumnya berasal dari impor. ”Kita sedang dalam proses mengkaji apakah bentuk insentif yang dibutuhkan berbeda dari insentif yang ada selama ini. Sebab, ekspor komoditas sumber daya alam itu hakikatnya berbeda dengan manufaktur. Ini harus kita perhatikan agar jangan sampai tujuan baik kita memunculkan konsekuensi yang tidak baik,” kata Sri Mulyani saat berkunjung ke PT Samsung Electronics Indonesia dan Cikarang Dry Port, Kabupaten Bekasi, Jabar.

Pemerintah sudah memberikan insentif berupa diskon pajak bagi eksportir sumber daya alam yang menaruh devisa hasil ekspornya di dalam negeri. Diskon pajak itu berupa pengurangan tarif Pajak Penghasilan (PPh) final untuk bunga deposito yang dananya bersumber dari devisa hasil ekspor. Hal itu diatur Permenkeuj No 212/PMK/03/2018. Untuk pengusaha yang menyimpan devisa hasil ekspornya di  dalam negeri selama satu bulan dan dalam bentuk mata uang dollar AS, pengenaan tarif PPh final atas bunga depositonya dikurangi menjadi 10 %. Sementara untuk devisa hasil ekspor yang didepositokan selama tiga bulan, tarif PPh finalnya 7,5 %, untuk penyimpanan enam bulan dikenai tarif 2,5 %, dan untuk penyimpanan dengan jangka waktu lebih dari enam bulan dikenai tarif 0 %. Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kemenkeu Febrio Kacaribu menambahkan, sembari mengkaji perluasan fasilitas insentif  pajak itu, pemerintah juga sedang mempelajari tingkat kepatuhan eksportir dalam menaruh devisa hasil  ekspornya dalam rekening khusus di dalam negeri. (Yoga)


Suku Bunga Naik, Kredit Rumah Tetap Diminati

Yoga 28 Jan 2023 Kompas

Pembelian rumah menggunakan kredit pemilikan rumah atau KPR diyakini masih akan tetap diminati. Kenaikan suku bunga acuan BI belum berdampak signifikan terhadap kenaikan bunga KPR. Chief Economist and Industry Research BCA David Sumual saat dihubungi, Jumat (27/1) di Jakarta mengatakan, ruang bagi BI untuk menaikkan suku bunga acuan tetap terbuka. Apalagi, inflasi masih cenderung tinggi pada awal 2023, terutama datang dari sektor jasa, maksud berupa kenaikan biaya sewa, kontrakan, dan penyesuaian gaji atau upah.

Sejak Agustus 2022 hingga Januari 2023, BI telah menaikkan suku bunga acuan enam kali berturut-turut dengan total kenaikan 225 basis poin. Sejumlah perbankan saat ini masih mempertahankan program keringanan uang muka, seperti uang muka nol %. Bunga KPR relatif masih rendah dan berada di level single digit. Ditambah lagi, terdapat kenaikan upah minimum tahun 2023 berkisar 5-8 %. Sejumlah perusahaan juga menyesuaikan besaran gaji bagi karyawan tetap mereka. ”Saya rasa, ’stimulus-stimulus’ seperti itu akan mendorong orang tetap berburu rumah dengan KPR. Pada semester I-2023, pembelian rumah yang memakai skema KPR masih akan cukup kencang,” kata David. (Yoga)


Rupiah Bisa Terbang, Tapi Tidak dalam Jangka Panjang

Hairul Rizal 27 Jan 2023 Kontan (H)

Posisi rupiah makin kuat di tahun ini. Fundamental ekonomi yang solid dan tren bunga The Fed yang menurun menopang penguatan mata uang Garuda. Dus, dalam dua hari terakhir, rupiah bergerak di bawah Rp 15.000 per dollar Amerika Serikat (AS). Selasa (24/1), kurs spot rupiah sempat menguat hingga Rp 14.888 per dollar AS. Ini merupakan posisi terkuat rupiah dalam sekitar empat bulan terakhir. Kemarin, kurs spot rupiah kembali melemah 0,52% ke Rp 14.965 per dollar AS. Analis Global Kapital Investama Alwi Assegaf mengatakan, indeks dollar AS memang tengah turun. Kemarin, indeks dollar AS berada di level 101,65, turun 0,22% dari hari sebelumnya. Ini level terendah dalam periode delapan bulan terakhir. Alhasil, hampir semua mata uang Asia menguat tahun ini. Alwi menyebut, pelemahan dollar AS berkorelasi dengan ekspektasi pasar jika The Fed akan mengurangi agresivitasnya dalam menaikkan suku bunga. Rupiah juga ditopang pemulihan ekonomi global. Pembukaan kembali China membuat prospek pertumbuhan ekonomi global terus melaju. Tak hanya itu, ekonomi kawasan Eropa diperkirakan tumbuh 0,1% di tahun 2023. Alwi menambahkan, revisi Peraturan Pemerintah (PP) No 1/2019 yang mengatur tentang devisa hasil ekspor (DHE) juga menopang rupiah dalam jangka panjang.

SBN Penarik Duit Tax Amnesty Siap Terbit

Hairul Rizal 27 Jan 2023 Kontan

Pemerintah kembali menerbitkan surat utang khusus bagi peserta Program Pengungkapan Sukarela (PPS) atau program tax amnesty jilid II untuk tahun 2023. Surat utang perdana tahun ini mulai terbit pada bulan ini. Menurut Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan Suminto, khusus bagi peserta program tax amnesty jilid II tersebut masih bisa menempatkan dana hasil repatriasi ke instrumen investasi khusus tersebut. Kalau tidak ada halangan pemerintah bakal menerbitkan surat berharga negara (SBN) selama lima kali hingga bulan September 2023. Adapun jadwal penerbitan antara surat utang negara (SUN) dan surat  berharga syariah negara (SBSN) dilakukan secara bergantian. Pemerintah berharap, program khusus tersebut bisa dimanfaatkan oleh para peserta PPS. Adapun realisasi SBN khusus di program PPS sepanjang tahun 2022 adalah untuk FR0094 sebesar Rp 3,99 triliun, USDFR0003 sebesar US$ 63,31 juta dan PBS035 sebanyak Rp 1,18 triliun.

Mengunci Valas Hasil Ekspor, Diskon Pajak Ditebar

Hairul Rizal 27 Jan 2023 Kontan (H)

Rencana pemerintah merevisi Peraturan Pemerintah (PP) No. 1/ 2019 tentang Devisa Hasil Ekspor dari Kegiatan Pengusahaan, Pengelolaan Sumber Daya Alam tinggal selangkah lagi. Pemerintah akan menggemukan devisa hasil ekspor (DHE) untuk menopang cadangan devisa. Siap memperluas tambahan sektor yang wajib memarkir DHE di dalam negeri yakni industri manufaktur dan hilirisasi dari selama ini hanya berlaku untuk sektor pertambangan, perkebunan, dan kehutanan, pemerintah kini akan mengunci devisa hasil ekspor dalam jangka waktu tertentu. "Usulannya tiga bulan," tegas Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, kemarin (26/1). Dengan mengunci valuta asing hasil ekspor selama tiga bulan, harapan pemerintah ini bisa mencegah keluarnya arus modal asing dari pasar keuangan dalam negeri. 

Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Iskandar Simorangkir menambahkan, holding period DHE selama tiga bulan masih bisa berubah. Kata dia, tak menutup kemungkinan, holding periode DHE akan lebih lama. Terobosan pemerintah ini bakal melengkapi regulasi terbaru Bank Indonesia (BI) terkait insentif DHE. Lewat, Peraturan Bank Indonesia (PBI) Nomor 24 Tahun 2022 tentang Devisa Hasil Ekspor dan Devisa Pembayaran Impor, aturan yang akan berlaku pada media Februari 2023 ini, BI akan merilis instrumen operasi moneter valas baru yakni term deposit valas (TDV). Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, insentif berupa suku bunga itu juga perlu juga diperkuat dengan insentif pajak atas bunga deposito yang dananya bersumber dari DHE. "Jadi akan lebih menarik. Ini sudah kami sudah koordinasikan dengan Menteri Keuangan," sebut Perry (25/1).

Optimisme Pasar Menguat

Hairul Rizal 27 Jan 2023 Kontan

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di zona hijau pada perdagangan Kamis (26/1). IHSG naik 0,51% ke level 6.864,82. Investor asing melakukan pembelian bersih senilai Rp 853,61 miliar. Analis Pilarmas Investindo Sekuritas Johan Trihantoro mengatakan, penguatan IHSG disokong oleh optimisme pasar bahwa laju kenaikan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (AS) The Fed tak lagi agresif. Dari dalam negeri, pasar merespons positif kebijakan Bank Indonesia (BI) yang melakukan operation twist untuk menjaga nilai rupiah, di tengah volatilitas nilai tukar akibat ketidakpastian global. Operation twist dilakukan BI dengan memancing investor menjual surat berharga negara (SBN) tenor pendek untuk menaikkan imbal hasil SBN tenor pendek ini. Menurut Johan, pandangan pasar akan stabilnya nilai rupiah dapat menjaga iklim bisnis di dalam negeri, hingga dapat menopang ekonomi nasional.

Izin Impor dari Australia Dibuka, Harga Batubara Anjlok

Hairul Rizal 27 Jan 2023 Kontan

Harga batubara bertengger di bawah US$ 300 per ton dalam sepekan terakhir. Penyebabnya adalah keputusan China yang mulai mengizinkan impor batubara dari Australia. Rabu (25/1), harga batubara turun 12,08% ke US$ 243 per ton. Ini adalah level terendah batubara sejak 3 Mei 2022. Kamis (26/1) harga batubara untuk kontrak pengiriman Maret 2023 di bursa ICE naik tipis ke US$ 244 per ton. Analis DCFX Futures Lukman Leong mengatakan, penurunan harga batubara sebenarnya telah diantisipasi pelaku pasar. Namun, penurunan terjadi lebih cepat dari perkiraan.

RPKP AJB Bumiputera di OJK

Hairul Rizal 27 Jan 2023 Kontan

Salah satu perusahaan asuransi lain yang Rencana Penyehatan Keuangan Perusahaan (RPKP) ditunggu adalah Asuransi Jiwa Bersama (AJB) Bumiputera 1912. Juru Bicara Badan Perwakilan Anggota (BPA) AJB Bumiputera 1912 RM Bagus Irawan mengungkapkan bahwa RPKP AJB Bumiputera tidak ada pembahasan dan tinggal menunggu persetujuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Ada beberapa kali penyempurnaan, ujar Bagus kepada KONTAN, Kamis (26/1). Hanya Bagus masih enggan menjabarkan poin-poin rencana penyehatan keuangan AJB Bumiputera.

Pilihan Editor