Rupiah Bisa Terbang, Tapi Tidak dalam Jangka Panjang
Posisi rupiah makin kuat di tahun ini. Fundamental ekonomi yang solid dan tren bunga The Fed yang menurun menopang penguatan mata uang Garuda.
Dus, dalam dua hari terakhir, rupiah bergerak di bawah Rp 15.000 per dollar Amerika Serikat (AS). Selasa (24/1), kurs spot rupiah sempat menguat hingga Rp 14.888 per dollar AS.
Ini merupakan posisi terkuat rupiah dalam sekitar empat bulan terakhir. Kemarin, kurs spot rupiah kembali melemah 0,52% ke Rp 14.965 per dollar AS.
Analis Global Kapital Investama Alwi Assegaf mengatakan, indeks dollar AS memang tengah turun. Kemarin, indeks dollar AS berada di level 101,65, turun 0,22% dari hari sebelumnya. Ini level terendah dalam periode delapan bulan terakhir.
Alhasil, hampir semua mata uang Asia menguat tahun ini. Alwi menyebut, pelemahan dollar AS berkorelasi dengan ekspektasi pasar jika The Fed akan mengurangi agresivitasnya dalam menaikkan suku bunga.
Rupiah juga ditopang pemulihan ekonomi global. Pembukaan kembali China membuat prospek pertumbuhan ekonomi global terus melaju. Tak hanya itu, ekonomi kawasan Eropa diperkirakan tumbuh 0,1% di tahun 2023.
Alwi menambahkan, revisi Peraturan Pemerintah (PP) No 1/2019 yang mengatur tentang devisa hasil ekspor (DHE) juga menopang rupiah dalam jangka panjang.
SBN Penarik Duit Tax Amnesty Siap Terbit
Pemerintah kembali menerbitkan surat utang khusus bagi peserta Program Pengungkapan Sukarela (PPS) atau program
tax amnesty
jilid II untuk tahun 2023. Surat utang perdana tahun ini mulai terbit pada bulan ini. Menurut Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan Suminto, khusus bagi peserta program
tax amnesty
jilid II tersebut masih bisa menempatkan dana hasil repatriasi ke instrumen investasi khusus tersebut.
Kalau tidak ada halangan pemerintah bakal menerbitkan surat berharga negara (SBN) selama lima kali hingga bulan September 2023. Adapun jadwal penerbitan antara surat utang negara (SUN) dan surat berharga syariah negara (SBSN) dilakukan secara bergantian.
Pemerintah berharap, program khusus tersebut bisa dimanfaatkan oleh para peserta PPS. Adapun realisasi SBN khusus di program PPS sepanjang tahun 2022 adalah untuk FR0094 sebesar Rp 3,99 triliun, USDFR0003 sebesar US$ 63,31 juta dan PBS035 sebanyak Rp 1,18 triliun.
Mengunci Valas Hasil Ekspor, Diskon Pajak Ditebar
Rencana pemerintah merevisi Peraturan Pemerintah (PP) No. 1/ 2019 tentang Devisa Hasil Ekspor dari Kegiatan Pengusahaan, Pengelolaan Sumber Daya Alam tinggal selangkah lagi. Pemerintah akan menggemukan devisa hasil ekspor (DHE) untuk menopang cadangan devisa. Siap memperluas tambahan sektor yang wajib memarkir DHE di dalam negeri yakni industri manufaktur dan hilirisasi dari selama ini hanya berlaku untuk sektor pertambangan, perkebunan, dan kehutanan, pemerintah kini akan mengunci devisa hasil ekspor dalam jangka waktu tertentu. "Usulannya tiga bulan," tegas Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, kemarin (26/1). Dengan mengunci valuta asing hasil ekspor selama tiga bulan, harapan pemerintah ini bisa mencegah keluarnya arus modal asing dari pasar keuangan dalam negeri.
Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Iskandar Simorangkir menambahkan, holding period DHE selama tiga bulan masih bisa berubah. Kata dia, tak menutup kemungkinan, holding periode DHE akan lebih lama.
Terobosan pemerintah ini bakal melengkapi regulasi terbaru Bank Indonesia (BI) terkait insentif DHE. Lewat, Peraturan Bank Indonesia (PBI) Nomor 24 Tahun 2022 tentang Devisa Hasil Ekspor dan Devisa Pembayaran Impor, aturan yang akan berlaku pada media Februari 2023 ini, BI akan merilis instrumen operasi moneter valas baru yakni term deposit valas (TDV).
Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, insentif berupa suku bunga itu juga perlu juga diperkuat dengan insentif pajak atas bunga deposito yang dananya bersumber dari DHE. "Jadi akan lebih menarik. Ini sudah kami sudah koordinasikan dengan Menteri Keuangan," sebut Perry (25/1).
Optimisme Pasar Menguat
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di zona hijau pada perdagangan Kamis (26/1). IHSG naik 0,51% ke level 6.864,82. Investor asing melakukan pembelian bersih senilai Rp 853,61 miliar.
Analis Pilarmas Investindo Sekuritas Johan Trihantoro mengatakan, penguatan IHSG disokong oleh optimisme pasar bahwa laju kenaikan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (AS) The Fed tak lagi agresif.
Dari dalam negeri, pasar merespons positif kebijakan Bank Indonesia (BI) yang melakukan
operation twist
untuk menjaga nilai rupiah, di tengah volatilitas nilai tukar akibat ketidakpastian global.
Operation twist
dilakukan BI dengan memancing investor menjual surat berharga negara (SBN) tenor pendek untuk menaikkan imbal hasil SBN tenor pendek ini.
Menurut Johan, pandangan pasar akan stabilnya nilai rupiah dapat menjaga iklim bisnis di dalam negeri, hingga dapat menopang ekonomi nasional.
Izin Impor dari Australia Dibuka, Harga Batubara Anjlok
Harga batubara bertengger di bawah US$ 300 per ton dalam sepekan terakhir. Penyebabnya adalah keputusan China yang mulai mengizinkan impor batubara dari Australia.
Rabu (25/1), harga batubara turun 12,08% ke US$ 243 per ton. Ini adalah level terendah batubara sejak 3 Mei 2022. Kamis (26/1) harga batubara untuk kontrak pengiriman Maret 2023 di bursa ICE naik tipis ke US$ 244 per ton.
Analis DCFX Futures Lukman Leong mengatakan, penurunan harga batubara sebenarnya telah diantisipasi pelaku pasar. Namun, penurunan terjadi lebih cepat dari perkiraan.
RPKP AJB Bumiputera di OJK
Salah satu perusahaan asuransi lain yang Rencana Penyehatan Keuangan Perusahaan (RPKP) ditunggu adalah Asuransi Jiwa Bersama (AJB) Bumiputera 1912.
Juru Bicara Badan Perwakilan Anggota (BPA) AJB Bumiputera 1912 RM Bagus Irawan mengungkapkan bahwa RPKP AJB Bumiputera tidak ada pembahasan dan tinggal menunggu persetujuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Ada beberapa kali penyempurnaan, ujar Bagus kepada KONTAN, Kamis (26/1).
Hanya Bagus masih enggan menjabarkan poin-poin rencana penyehatan keuangan AJB Bumiputera.
MEMBUKA PINTU ENDEMI
Pemerintah dengan mantap menyiapkan transisi pandemi seiring dengan terus melandainya kasus Covid-19. Pentahapan transisi pun telah disusun, tanpa mengabaikan adanya risiko kembali mewabahnya virus Corona.Presiden Joko Widodo, menyampaikan di tengah upaya penanganan pandemi pada 2022 lalu, Indonesia mampu menjaga pertumbuhan ekonomi nasional di jalur yang positif. “Kuartal III/2022 berada di angka 5,72% dan year on year 2022, 5,3%, kalau itu tercapai sebuah prestasi yang sangat baik,” kata Kepala Negara dalam Rapat Koordinasi Nasional Transisi Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, Kamis (26/1).Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, menyampaikan pemerintah menerapkan sejumlah kebijakan untuk penyesuaian masa transisi. Antara lain tetap berjalannya Satgas Covid-19, vaksinasi booster kedua, hingga mengaktifkan crisis management protocol apabila memasuki masa krisis. "Dari sisi ekonomi, berakhirnya PPKM mengembalikan program sesuai dengan K/L masing-masing," katanya.
Mengejar Produksi Migas 1 Juta Barel
Upaya pemerintah untuk mencapai target produksi 1 juta barel minyak per hari dan 12 miliar standar kaki kubik gas per hari pada 2030 tak ubahnya jauh panggang dari api. Langkah mempercepat pencapaian target melalui dukungan empat proyek strategis nasional di sektor hulu migas belum memperlihatkan kemajuan yang berarti. Berdasarkan data Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), keempat PSN hulu migas tersebut adalah Jambaran Tiung Biru, Tangguh Train 3, Indonesia Deepwater Development (IDD), dan Abadi Masela. Proyek Jambaran Tiung Biru, misalnya, yang sudah onstream sejak 20 September 2022, hingga kini baru memproduksi sekitar 75 MMSCFD dari target 190 MMSCFD.
Belum optimalnya produksi akibat terganggunya fasilitas pengolahan produk turunan.
Di sisi lain, teknologi Enhanced Oil Recovery (EOR) yang digadang-gadang dapat menahan laju penurunan produksi migas tidak dapat diaplikasikan oleh semua KKKS. Alasannya, diperlukan investasi yang cukup besar untuk menerapkan metode pengurasan minyak tingkat lanjut guna mengoptimalkan produksi sebuah lapangan migas.
PEREKONOMIAN DAERAH : BELENGGU DIVERSIFIKASI INVESTASI KALTIM
Ambisi Kalimantan Timur untuk melepaskan perekonomiannya dari ketergantungan terhadap batu bara membutuhkan perubahan strategi yang signifikan. Akselerasi investasi hijau dikedepankan guna menopang transisi motor ekonomi mereka. Ikatan antara batu bara dan Provinsi Kalimantan Timur memang sulit untuk dipisahkan. Bertahun-tahun langgeng, pelan-pelan pemerintah mulai melirik green investment sebagai sebuah opsi di tengah pengembangan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. Green investment atau investasi hijau adalah salah satu opsi yang dipilih dengan mempertimbangkan keberlanjutan dalam penawaran suatu proyek investasi.Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Kalimantan Timur (DPMPTSP Kaltim) menegaskan, wilayah ini mengarah kepada green investment pada 2023.Kepala Bidang Perencanaan dan Pengembangan Iklim Penanaman Modal DPMPTSP Kaltim Riawati menyatakan bahwa para investor sangat concern terhadap hal tersebut, sehingga membuat para pemangku kepentingan di daerah berupaya mewujudkan hal tersebut. Selain itu, imbuhnya, ekonomi hijau dirasa mampu mendukung green investment sebagai aplikasi pembangunan berkelanjutan pada semua proses yang melibatkan atau berkolaborasi dengan semua pemangku kepentingan.Sepanjang 2022, sudah ada beberapa proyek yang ditawarkan dari Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) kepada para investor yang tidak berhubungan dengan batu bara.
Pertama, proyek infrastruktur Balikpapan–PPU Toll Bridge yang akan menghubungkan Kota Balikpapan dan Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), serta memangkas waktu tempuh dari 2 jam menjadi 15 menit, dan jarak dari Bandara SAMS Sepinggan ke PPU. Proyek ini diperkirakan membutuhkan nilai investasi mencapai US$1,04 miliar dengan periode konsesi selama 45 tahun.Kedua, Waste ManagementBalikpapan dengan skema Kerja Sama Perjanjian Badan Usaha (KPBU), yaitu membangun pengelolaan tempat pembuangan akhir sampah (TPAS) di area seluas 43 hektare yang dimiliki oleh Pemerintah Kota Balikpapan. Proyek ini ditawarkan dengan nilai investasi mencapai US$56 juta dengan periode konsesi selama 20 tahun ditambah 2 tahun konstruksi.Ketiga, proyek pengembangan fasilitas bongkar muat pelabuhan penajam di Kawasan Industri Buluminung di Kabupaten Penajam Paser Utara yang dimiliki oleh Pemkab PPU dengan estimasi investasi mencapai US$14,8 miliar pada 2030 di atas lahan seluas 19 hektare.
Nikmati Magnet Wisata Baru di Teluk Kendari
Selasa (24/1) di Lapulu, Kecamatan Abeli, Kendari, Yusmin (30) dan Uci (27) asyik menikmati pemandangan. Mereka berfoto dengan berbagai latar dan pemandangan yang baru tuntas dibangun satu bulan terakhir. Tak terbayang di benak kedua ibu rumah tangga ini, salah satu sisi Teluk Kendari bisa menjelma seperti sekarang. Uci berkata, ”Dulu kumuh, kotor di sini. Makanya tidak pernah lagi ke sini.” Keduanya menyempatkan datang ke kawasan yang saban sore ramai dikunjungi warga ini. Mereka tahu dari unggahan rekan di media sosial. Kawasan ini adalah Ruang Terbuka Hijau (RTH) Pappalimba Puday-Lapulu yang baru tuntas dibangun pada akhir Desember 2022 dengan luas 15 hektar dengan berbagai fasilitas untuk berkegiatan. Melintasi Teluk Kendari, di bagian depan adalah kawasan Kota Lama, yang membentang dan berbukit. Jembatan Teluk Kendari yang menjadi ikon baru Kendari membentang di sisi kanan. Pemandangan ibu kota Sultra dan aktivitasnya pun tersaji di depan mata. Suasana RTH ini semakin ramai menjelang petang. Warga datang bersama keluarga, teman, atau pasangan. Ada yang datang ingin menikmati kawasan baru ini, berolahraga, atau sekadar ingin berfoto.
Bowo (45), duduk di tangga untuk turun ke laut. Sang anak, Bayu (3), bermain di tangga yang tertutup air laut. ”Kalau ingat dulu, itu seperti langit dan bumi. Kotor dan bau. Apalagi kalau air pasang, sampah di mana-mana,” ucap Bowo. Selama puluhan tahun, rumah dan lingkungannya dulu merupakan kawasan kumuh. Hingga kawasan ini ditata oleh pemerintah. Tepian laut diuruk untuk dijadikan kawasan baru. Lingkungan Lapulu bagaikan disulap menjadi indah seperti saat ini. Berjarak lebih dari 1 kilometer dari kawasan ini, RTH Talia telah lebih dulu terbangun. Kawasan di Jembatan Kuning yang dulu juga terkenal kumuh ini pun perlahan bersolek. Ruang terbuka terbangun dan tepian teluk ditata. Tak hanya itu, di kawasan sisi teluk lainnya, tepatnya di daerah Tipulu dan sekitar Kota Lama, tepian teluk juga mulai direvitalisasi. Anjungan baru dibangun dengan sejumlah fasilitas, mulai dari fasilitas bermain hingga kincir. Pj Wali Kota Kendari Asmawa Tosepu mengungkapkan, konsep penataan Kendari adalah memanfaatkan potensi teluk yang sangat berharga dan berbeda dari wilayah lain di Indonesia. Teluk harus dijadikan ruang bersama yang bermanfaat secara ekonomis, ekologis, dan wisata. (Yoga)









