AS Lolos Resesi, IHSG Bakal Tembus 7.000
JAKARTA, ID - Pasar saham Indonesia, Jumat (27/1/2023), bergairah, seiring lolosnya Amerika Serikat (AS) dari resesi dan solidnya laporan keuangan emiten berkapitalisasi pasar besar (big cap). Sejalan dengan itu, indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) diprediksi mampu menembus 7.000 pada pekan depan. Kemarin, IHSG naik 0,5% ke level 6.898, tertinggi sepanjang Januari 2023, sedangkan indeks LQ45 naik 0,8% ke level 949. Nilai transaksi perdagangan saham mencapai Rp 11,8 triliun. Kuartal IV-2022, ekonomi AS tumbuh 2,9%, melampaui estimasi analis, sedangkan sepanjang tahun mencapai 2,1%. Hal ini diprediksi membuat The Federal Reserve (The Fed), bank sentral AS, hanya menaikkan suku bunga acuan Federal Funds Rate (FFR) sebesar 25 basis points (bps) pada Februari 2023, lebih rendah dibandingkan kenaikan Desember sebesar 50 bps. Saat ini, FFR mencapai 4,25-4,5%. (Yetede)
Hadapi Krisis Pangan, Kementan Fokus Produksi 15 Komoditas
JAKARTA, ID–Kementerian Pertanian (Kementan) menjalankan tiga strategi dalam menghadapi krisis pangan global tahun ini, yakni peningkatan kapasitas produksi guna menekan inflasi dan mengurangi impor, pengembangan substitusi gandum dan daging impor, serta penaikan ekspor pangan yang diminati pasar. Strategi itu menyasar 15 komoditas pangan, yakni cabai, bawang merah, kedelai, gula tebu, daging sapi, ubi kayu, sorgum, sagu, gula nontebu, daging kambing/ domba, itik/ayam lokal, sarang burung walet, porang, ayam, dan telur. Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo menjelaskan, dunia sedang dihadapkan pada potensi krisis pangan global. Selain karena persoalan geopolitik seperti perang Rusia- Ukraina, hal tersebut juga disebabkan oleh dampak perubahan iklim (climate change) yang mengganggu produksi pangan. “Ada kemungkinan harga pangan dunia bergejolak karena beberapa faktor, seperti climate change yang mengganggu produksi pangan global. Untuk menyikapi hal ini, kami sudah menyiapkan tiga strategi dengan muara ketersediaan pangan meningkat dan harga stabil, serta ekspor naik. Tidak ada pangan yang mundur, produksi harus makin naik,” ujar Mentan. (Yetede)
Mengutak-atik Subsidi Kendaraan
JAKARTA-Pemerintah akan menerbitkan aturan mengenai insentif untuk pembelian semua jenis kendaraan listrik (electric vehicle/EV) pada Februari mendatang. Tak hanya kendaraan listrik berbasis baterai murni (battery electric vehicle/HEV). Menteri keuangan Sri Mulyani Indrawati menuturkan pembahasan regulasi insentif kendaraan listrik telah memasuki tahap finalisasi, dengan bentuk dan besaran insentif yang sudah ditetapkan oleh kabinet. "Sudah dirancang angkanya nanti berapa, kemudian siapa yang akan kuasa pengguna anggaran," ujarnya, kemarin. Sri Mulyani belum merinci detail insentif yang akan dikucurkan pemerintah. Alasannya, sebelum disampaikan kepada publik, pemerintah harus mengkomunikasikan dan mengkonsultasikan usulannya kepada DPR. Ia menyebutkan dana insentif akan bersumber dari APBN 2023. (Yetede)
Penanganan Tengkes Perlu Spesifik
Prevalensi tengkes anak balita secara nasional menurun pada 2022. Namun, angka kasus tengkes baru pada kelompok usia 12-23 bulan justru meningkat. Untuk itu, intervensi harus lebih diperkuat, terutama pada masa persiapan kehamilan hingga anak usia bawah dua tahun. Berdasarkan data Kemenkes, jumlah anak tengkes pada 2021 untuk usia 0-11 bulan sebanyak 565.479 anak. Dari jumlah itu, ekspektasi jumlah anak tengkes pada 2022, atau satu tahun setelahnya untuk anak usia 12-23 bulan, diperkirakan tetap, yakni 565.479 anak. Namun, pada 2022, dilaporkan angka tengkes pada usia tersebut justru meningkat menjadi 978.930 anak.
”Jadi, pada usia 12-23 bulan itu ternyata banyak kasus stunting (tengkes) baru,” kata Dirjen Kesehatan Masyarakat Kemenkes Maria Endang Sumiwi, dalam konferensi pers pemaparan laporan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2022, di Jakarta, Jumat (27/1). ”Penambahan anak stunting terjadi pada kelompok usia di bawah dua tahun. Usia itu harus diwaspadai dan menjadi perhatian bersama,” kata Endang. Tengkes merupakan kondisi gagal tumbuh kembang akibat kurang gizi. Intervensi untuk mempercepat penurunan tengkes perlu lebih difokuskan pada usia di bawah dua tahun. Hal itu berarti penguatan diperlukan calon ibu hamil, ibu hamil, ibu menyusui, serta bayi yang mendapatkan ASI secara eksklusif dan makanan pendamping ASI. Fase tersebut, yakni pada 1.000 hari pertama kehidupan, menjadi masa krusial untuk mencegah munculnya kasus tengkes baru. (Yoga)
Meski Berkurang, Potensi Resesi Masih Terbuka
Inflasi di AS dan Uni Eropa mulai berkurang meskipun tetap tinggi. Kendati memberi harapan, penurunan itu tetap disikapi dengan hati-hati. Sejumlah pihak di AS menyebut, potensi resesi masih terbuka di negara itu. ”Mungkin pada triwulan ketiga atau keempat,” kata pemimpin Starwood Capital Group, Barry Sternlicht, kepada CNBC, Kamis (26/1). (Yoga)
Literasi Keuangan Pekerja Migran
Seorang perempuan pekerja migran bernama Hana mengungkapkan, dirinya menjadi korban penipuan komplotan Wowon Erawan asal Cianjur, Jabar. Hana nyaris dibunuh para pelaku sepulang dari Arab Saudi, akhir 2022. Hana adalah satu di antara 11 korban penipuan yang telah ditelusuri polisi dari riwayat transaksi di rekening tabungan komplotan Wowon cs. Para pelaku mengelabui korban agar percaya bahwa mereka bisa menggandakan uang dengan trik tertentu. Korban diminta menemui mereka dan membawa sejumlah uang, lalu mempraktikkan trik memperbanyak uang dalam amplop. Setelah itu, korban diminta menyetorkan uang secara rutin untuk diambil hasilnya kemudian hari. Pelaku juga mengajak korban merekrut pekerja migran lain untuk ikut serta (Kompas, 27/1). Sampai saat ini, di luar korban penipuan, diketahui ada sembilan korban yang dibunuh ketiga pelaku.
Penggandaan uang menjadi modus para pelaku. Tawaran mereka sangat menggiurkan. Dalam tempo singkat nilai uang bisa berlipat. Kita makin prihatinkarena kasus seperti ini terus berulang. Masyarakat mudah sekali terlena dengan tawarantawaran mendapatkan uang berlimpah atau investasi dengan suku bunga yang sangat tinggi dalam waktu singkat. Di sinilah kita kembali mengingatkan kebutuhan literasi keuangan kepada semua pihak, terkhusus kepada pekerja migran. Pekerja migran perlu mendapat perhatian lebih karena mereka memegang uang dalam jumlah besar dan mudah menjadi sasaran kejahatan. Melalui kedutaan besar, lembaga keuangan, agen, dan juga otoritas, kita perlu memulai langkah-langkah literasi bagi para pekerja migran. Berawal dari pengelolaan dana, kemudian risiko yang dihadapi ketika mereka memegang uang, tawaran investasi yang tidak masuk akal, hingga langkah yang lebih lanjut, yaitu investasi setelah menjadi pekerja migran. (Yoga)
Simpanan Valas Meningkat
Tren kenaikan suku bunga deposito valuta asing mendorong peningkatan simpanan valas di perbankan. Masyarakat yang memegang valas terdorong untuk menyimpan dananya di sistem perbankan. Berdasarkan data LPS, rata-rata suku bunga pasar (SBP) deposito valas selama periode 20 Desember-16 Januari 2023 tnaik sebesar 11 basis poin menjadi 1,48 %. Tren kenaikan SBP deposito valas sudah terjadi sejak Agustus 2022 dari kisaran 0,5 % menjadi 1,48 % pada Januari 2023. Sementara itu, tingkat bunga penjaminan deposito valas juga terus meningkat. Dalam rapat Dewan Komisioner LPS, Kamis (26/1) LPS kembali menaikkan tingkat bunga penjaminan deposito valas sebesar 25 basis poin menjadi 2 %. Tingkat bunga penjaminan tersebut akan berlaku untuk periode 1 Februari sampai 31 Mei 2023.
Kenaikan SBP deposito valas mengerek jumlah dana pihak ketiga (DPK) valas perbankan. Berdasarkan data analisis uang beredar yang dirilis Bank Indonesia (BI), jumlah DPK valas juga mengalami tren kenaikan sejak Agustus 2022, dari setara Rp 1.049 triliun menjadi setara Rp 1.187 triliun pada Desember 2022. Ekonom dan Associate Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) Ryan Kiryanto mengatakan, kenaikan DPK valas salah satunya memang dipicu oleh kenaikan SBP deposito valas dan bunga penjaminan deposito valas. ”Kenaikan bunga deposito valas yang didukung kenaikan bunga penjaminan deposito valas ini memberi dorongan pemegang valas untuk menyimpan di perbankan kita,” ujar Ryan, Jumat (27/1). (Yoga)
Gen Z Mencintai Perusahaan Mapan
Pergolakan di dalam ekonomi global belakangan ini dan masa depan yang tidak menentu mulai mengubah orientasi generasi Z dalam memilih tempat bekerja. Sekian tahun lalu usaha rintisan (start up) menjadi idola anak muda, kini mereka mulai berubah. Perusahaan mapan kembali menjadi pilihan. Perusahaan yang terkesan kuno dan tak berubah biasanya akan sulit mendapatkan talenta baru. Generasi Z yang lahir pada 1997-2010 (di Indonesia kerap disebut lahir pada 2000-2010) memiliki ciri dan keinginan yang berbeda. Sebuah laporan tentang mereka dari Adobe yang berjudul ”Future Workforce Study” dikeluarkan pecan ini. Adobe menyurvei lebih dari 1.000 mahasiswa dan lulusan baru untuk mendapatkan wawasan dan pemikiran mereka tentang pasar kerja dan prospek ekonomi.
Temuan paling mencolok dari penelitian ini adalah, hanya 16 % responden gen Z mengatakan mereka akan mempertimbangkan untuk bekerja di perusahaan rintisan atau perusahaan kecil, sementara 52 % responden mengatakan mereka akan mengejar karier dengan perusahaan besar dan mapan, karena Gen Z percaya perusahaan besar dan mapan memiliki peluang lebih baik untuk mengatasi badai ekonomi yang mungkin terjadi dalam waktu dekat. ”Mereka yang baru dan akan lulus dari perguruan tinggi telah melewati ketidakpastian yang signifikan beberapa tahun ini, termasuk tantangan yang ditimbulkan pandemi dan kekhawatiran tentang resesi yang akan datang. Sebagian besar pekerja gen Z sedang mencari peluang karier dengan perusahaan mapan, perusahaan yang dapat menawarkan lebih banyak stabilitas dan peluang untuk tumbuh,” kata Direktur Senior Akuisisi Talenta AdobeTricia Guyer, seperti dikutip Fast Company. (Yoga)
Pemerintah Kaji Insentif Khusus Eksportir Manufaktur
Menkeu Sri Mulyani, Jumat (27/1) mengatakan, untuk menarik devisa hasil ekspor dari eksportir manufaktur ke dalam sistem keuangan dalam negeri, dibutuhkan pendekatan yang berbeda dari yang selama ini diterapkan pada eksportir komoditas sumber daya alam. Sebab, ada perbedaan mendasar terkait sifat sektor manufaktur dengan sektor komoditas sumber daya alam. Kegiatan ekspor-impor di sektor manufaktur biasanya lebih dinamis. Pengusaha manufaktur harus dengan cepat memutar devisa hasil ekspornya untuk membeli bahan baku yang umumnya berasal dari impor. ”Kita sedang dalam proses mengkaji apakah bentuk insentif yang dibutuhkan berbeda dari insentif yang ada selama ini. Sebab, ekspor komoditas sumber daya alam itu hakikatnya berbeda dengan manufaktur. Ini harus kita perhatikan agar jangan sampai tujuan baik kita memunculkan konsekuensi yang tidak baik,” kata Sri Mulyani saat berkunjung ke PT Samsung Electronics Indonesia dan Cikarang Dry Port, Kabupaten Bekasi, Jabar.
Pemerintah sudah memberikan insentif berupa diskon pajak bagi eksportir sumber daya alam yang menaruh devisa hasil ekspornya di dalam negeri. Diskon pajak itu berupa pengurangan tarif Pajak Penghasilan (PPh) final untuk bunga deposito yang dananya bersumber dari devisa hasil ekspor. Hal itu diatur Permenkeuj No 212/PMK/03/2018. Untuk pengusaha yang menyimpan devisa hasil ekspornya di dalam negeri selama satu bulan dan dalam bentuk mata uang dollar AS, pengenaan tarif PPh final atas bunga depositonya dikurangi menjadi 10 %. Sementara untuk devisa hasil ekspor yang didepositokan selama tiga bulan, tarif PPh finalnya 7,5 %, untuk penyimpanan enam bulan dikenai tarif 2,5 %, dan untuk penyimpanan dengan jangka waktu lebih dari enam bulan dikenai tarif 0 %. Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kemenkeu Febrio Kacaribu menambahkan, sembari mengkaji perluasan fasilitas insentif pajak itu, pemerintah juga sedang mempelajari tingkat kepatuhan eksportir dalam menaruh devisa hasil ekspornya dalam rekening khusus di dalam negeri. (Yoga)
Suku Bunga Naik, Kredit Rumah Tetap Diminati
Pembelian rumah menggunakan kredit pemilikan rumah atau KPR diyakini masih akan tetap diminati. Kenaikan suku bunga acuan BI belum berdampak signifikan terhadap kenaikan bunga KPR. Chief Economist and Industry Research BCA David Sumual saat dihubungi, Jumat (27/1) di Jakarta mengatakan, ruang bagi BI untuk menaikkan suku bunga acuan tetap terbuka. Apalagi, inflasi masih cenderung tinggi pada awal 2023, terutama datang dari sektor jasa, maksud berupa kenaikan biaya sewa, kontrakan, dan penyesuaian gaji atau upah.
Sejak Agustus 2022 hingga Januari 2023, BI telah menaikkan suku bunga acuan enam kali berturut-turut dengan total kenaikan 225 basis poin. Sejumlah perbankan saat ini masih mempertahankan program keringanan uang muka, seperti uang muka nol %. Bunga KPR relatif masih rendah dan berada di level single digit. Ditambah lagi, terdapat kenaikan upah minimum tahun 2023 berkisar 5-8 %. Sejumlah perusahaan juga menyesuaikan besaran gaji bagi karyawan tetap mereka. ”Saya rasa, ’stimulus-stimulus’ seperti itu akan mendorong orang tetap berburu rumah dengan KPR. Pada semester I-2023, pembelian rumah yang memakai skema KPR masih akan cukup kencang,” kata David. (Yoga)









