;

KSSK: Pertumbuhan Ekonomi Akan Menguatkan pada Kuartal I

Yuniati Turjandini 01 Feb 2023 Investor Daily (H)

JAKARTA, ID – Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) menilai, pertumbuhan ekonomi nasional pada tahun ini akan berjalan optimal dan menguat pada kuartal I-2023. Nilai tukar rupiah juga akan terus menguat berdasarkan kondisi fundamental pada perekonomian domestik. Penguatan pertumbuhan ekonomi terjadi seiring penghapusan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), meningkatnya aliran masuk penanaman modal asing (PMA). Selain itu, berlanjutnya penyelesaian Proyek Strategis Nasional (PSN), meskipun sedikit melambat sebagai dampak perlambatan pertumbuhan ekonomi global. “Kuartal I-2023 insyaallah akan lebih kuat dari kuartal I-2022, karena pada 2022 waktu itu varian omicron mulai muncul. Jadi, kami memperkirakan pada kuartal I-2023, momentum pertumbuhan akan sangat kuat,” ucap Menteri Keuangan sekaligus Ketua KSSK Sri Mulyani Indrawati dalam konferensi pers Hasil Rapat Berkala KSSK I Tahun 2023, di Kantor Kementerian Keuangan, Selasa (31/1/2023). (Yetede)

Penutupan JD.ID Tak Berdampak Material ke Goto

Yuniati Turjandini 01 Feb 2023 Investor Daily (H)

JAKARTA, ID – PT Goto Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) memastikan, penutupan JD.ID tidak berdampak material terhadap arus kas, margin kontribusi, atau EBITDA yang disesuaikan perseroan. Goto saat ini memegang 12,2% saham JD.ID, perusahaan e-commerce yang bakal berhenti beroperasi pada 31 Maret 2023. Berdasarkan catatan harian BCA Sekuritas, nilai wajar investasi Goto di JD.ID mencapai Rp 886 miliar per September 2022. Goto kini berdiskusi dengan auditor untuk menerapkan penuh penurunan nilai (impairment) investasi di JD.ID. Chief of Corporate Affair GoTo Nila Marita menyebutkan, pihaknya secara berkala melakukan tinjauan atas investasi dan kepemilikan saham di berbagai perusahaan ventura bersama dan asosiasi maupun investasi lainnya. “Per April 2021, investasi GoTo di JD.com E-Commerce Singapore Pte. Ltd. (JD) telah direklasi kasikan sebagai komponen dari investasi lain-lain pada laporan posisi keuangan perseroan, serta Goto tidak lagi memiliki pengaruh signifikan di JD,” ujar Nila melalui pesan singkat kepada Investor Daily, Selasa (31/1/2023). (Yetede)

Bank Mandiri Kantongi Laba Bersih Rp 41,17 Triliun

Yuniati Turjandini 01 Feb 2023 Investor Daily (H)

JAKARTA, ID – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dan entitas anak mencetak laba bersih sebesar Rp 41,17 triliun sepanjang 2022. Bank yang berusia 24 tahun di tahun 2022 ini mencatatkan pertumbuhan laba bersih 46,89% secara tahunan (year on year/yoy). Perolehan laba tersebut berasal dari pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) sebesar Rp 87,9 triliun, tumbuh 14,97% (yoy). Kemudian, pendapatan non bunga tumbuh 9,01% (yoy) menjadi Rp 35,18 triliun, biaya operasional tumbuh 8,38% (yoy) pada 2022. Perseroan juga mencatat pendapatan operasional sebelum provisi mencapai Rp 72,29 triliun, meningkat 46,12% (yoy). Kenaikan ini pun ikut membawa rasio net interest margin (NIM) terjaga di level optimal 5,47%. Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi mengatakan, pencapaian laba turut didukung oleh fungsi intermediasi yang semakin positif. Hal ini menunjang laba bersih yang mengalami perbaikan dari tahun ke tahun kendati diterpa ketidakpastian ekonomi global. Laba tersebut  tentunya semakin memperkuat permodalan Bank Mandiri sebagai faktor utama untuk memiliki kemampuan dalam melakukan ekspansi bisnis, terutama mendukung fungsi intermediasi dalam menyalurkan kredit. (Yetede)

IMF Naikkan Prospek Pertumbuhan Global 2023

Yuniati Turjandini 01 Feb 2023 Investor Daily

SINGAPURA, ID – Dana Moneter Internasional (IMF) pada Selasa (31/1/2023) menaikkan sedikit prospek pertumbuhan global 2023. Faktor pendorongnya adalah permintaan yang sangat tangguh di Amerika Serikat (AS) dan Eropa. Juga penurunan biaya energi serta pembukaan kembali ekonomi Tiongkok setelah pemerintahnya mencabut kebijakan nol-Covid. Menurut IMF, tingkat pertumbuhan global masih akan turun dari 3,4% pada 2022 menjadi 2,9% pada 2023. Tetapi prakiraan Outlook Ekonomi Dunia (World Economic Outlook) terbaru menunjukkan prediksi pertumbuhan itu naik dari 2,7% pada proyeksi  Oktober tahun lalu. Prakiraan ini turut disertai peringatan bahwa dunia dapat dengan mudah mengarah ke resesi. Sementara untuk 2024, IMF menyatakan tingkat pertumbuhan global bakal sedikit naik menjadi 3,1% tapi angka tersebut masih sepersepuluh poin persentase di bawah perkiraan Oktober. Hal ini disebabkan dampak menyeluruh dari kenaikan suku bunga bank sentral yang curam sehingga memperlambat permintaan. (Yetede)

Proyeksi Dunia Sedikit Lebih Optimistis

Yoga 01 Feb 2023 Kompas (H)

Memasuki tahun 2023, proyeksi pertumbuhan ekonomi global sedikit lebih optimistis kendati masih dibayangi perlambatan. IMF memproyeksikan pertumbuhan ekonomi global 2,9 % tahun ini, lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya di 2,7 %, yang diungkapkan pada laporan World Economic Outlook edisi Oktober 2022. Dalam laporan terbarunya, World Economic Outlook Update edisi Januari 2023 yang dipublikasikan pada Selasa (31/1) IMF memprediksi, secara umum pertumbuhan ekonomi global akan melambat dari 3,4 % pada 2022 menjadi 2,9 % pada 2023, lalu naik ke 3,1 % pada 2024. Kembali dibukanya perekonomian China setelah ditutup akibat penyebaran Covid-19 diyakini akan mendorong pemulihan lebih cepat. Kondisi keuangan global juga dinilai mulai membaik dengan menurunnya inflasi serta dollar AS yang mulai turun dari level tertingginya.

Inflasi global diperkirakan turun dari 8,8 % pada 2022 menjadi 6,6 % pada 2023, lalu menjadi 4,3 % pada 2024. Kendati trennya terus menurun, proyeksi itu di atas level prapandemi Covid-19 ketika inflasi di angka 3,5 %. Laporan itu memaparkan, risiko perlambatan lain, seperti perang Rusia-Ukraina yang masih berlangsung serta kebijakan pengetatan moneter oleh bank sentral negara maju,tetap akan membawa ketidakpastian ekonomi sepanjang tahun ini. Namun, berbagai risiko itu dinilai sudah lebih reda ketimbang Oktober 2022 lalu. Kepala Ekonom dan Direktur Departemen Riset IMF Pierre-Olivier Gourinchas dalam konferensi pers secara virtual, Selasa mengatakan, ekonomi global terbukti kuat menghadapi tekanan sepanjang triwulan III-2022 dengan pasar ketenagakerjaan yang tangguh, permintaan (demand) yang tetap tinggi, serta kemampuan beradaptasi yang baik dalam menyikapi krisis energi di Eropa. (Yoga)


Laba Bersih Bank-bank Besar Tumbuh Signifikan

Yoga 01 Feb 2023 Kompas

Sejumlah bank papan atas mencatat pertumbuhan laba bersih yang signifikan sepanjang tahun 2022. Kinerja tersebut ditopang terutama penyaluran kredit yang makin deras seiring dengan pulihnya perekonomian. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, bank terbesar kedua nasional, mencatat laba bersih tahun 2022 sebesar Rp 41,2 triliun, bertumbuh 46,9 % secara tahunan. Dirut Bank Mandiri Darmawan Junaidi, Selasa (31/1) di Jakarta, mengatakan, kinerja yang solid ini tak lepas dari kondisi makroekonomi yang membaik, didukung kebijakan strategis pemerintah dan regulator dalam menjaga stabilitas perekonomian. Menurut Darmawan, pertumbuhan laba bersih perseroan ditopang oleh optimalisasi fungsi intermediasi yang sejalan dengan pertumbuhan ekonomi. Hingga akhir 2022, kredit perseroan secara konsolidasi tumbuh 14,48 %menjadi Rp 1.202,2 triliun.

Direktur Keuangan dan Strategi Bank Mandiri Sigit Prastowo menjelaskan, pertumbuhan kredit itu  ditopang semua segmen. Kredit Bank Mandiri didominasi kredit korporasi yang mencapai Rp 414,1 triliun, tumbuh 11,8 %. Adapun kredit komersial tumbuh 13 % menjadi Rp 196,3 triliun. Sementara itu, PT Bank Central Asia Tbk, bank terbesar ketiga nasional, mencatat laba bersih 2022 sebesar Rp 40,7 triliun,  bertumbuh 29,6 % dibandingkan tahun sebelumnya. Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja, pekan lalu, mengatakan, kinerja tersebut ditopang penyaluran kredit Rp 711,3 triliun atau naik 11,7 % secara tahunan. Capaian ini melebihi target yang ditetapkan awal 2022, yakni 8-10 %. Adapun PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, bank terbesar keempat nasional, mencatat laba bersih tahun 2022 sebesar Rp 18,31 triliun, bertumbuh 68 % secara tahunan. Penyaluran kredit BNI mencapai Rp 646,19 triliun atau bertumbuh 10,9 % secara tahunan. ”BNI menutup 2022 dengan kinerja yang berhasil melampaui konsensus pasar. Ini merupakan perolehan laba bersih tertinggi sepanjang sejarah BNI,” ujar Diruta BNI Royke Tumilaar, pekan lalu.(Yoga)


Beban Indonesia Hadapi UE Kian Berat

Yoga 01 Feb 2023 Kompas

Beban pemerintah dan eksportir Indonesia menghadapi rentetan sengketa dan hambatan dagang dari Uni Eropa (UE) kian berat. Oleh karena itu, RI perlu memperkuat tim negosiasi dan mempercepat realisasi Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Uni Eropa atau IEU-CEPA. Di Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), RI menggugat UE yang dengan kebijakan Arah Energi Terbarukan (RED) II mendiskriminasikan produk turunan sawit, yakni biodiesel. RI juga telah mengajukan banding kasus sengketa larangan ekspor bijih nikel melawan UE. Terbaru, RI mengajukan konsultasi ke WTO lantaran UE mengenakan bea masuk penyeimbang (BMP) atau countervailing duty dan antidumping (BMAD) atas lempeng baja canai dingin nirkarat (stainless steel cold-rolled flat/SSCRF) pada 24 Januari 2023. BMP yang dikenakan RI sebesar 21 % dan BMAD 10,2-31,5 %. Di luar WTO, RI akan berhadapan dengan kebijakan Mekanisme Penyesuaian Perbatasan Karbon atau Carbon Border Adjustment Mechanism (CBAM) UE.

UE akan menerapkan tahap pertama kebijakan pada 1 Oktober 2023 untuk komoditas semen, pupuk, besi baja, aluminium, serta peralatan dan perangkat  listrik. Ketua Umum Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) Benny Soetrisno, Selasa (31/1) mengatakan, beban pemerintah dan eksportir Indonesia akan semakin besar menghadapi UE. Jika mau serius menghadapi rentetan sengketa dan potensi hambatan dagang itu, pemerintah perlu memperkuat tim negosiasi dan merealisasikan IEU-CEPA. Tim negosiator perlu memiliki akuntan yang memahami hukum dan tata kelola bisnis internasional. ”Hal itu penting mengingat tudingan subsidi atau dumping terhadap negara atau perusahaan menyangkut audit laporan keuangan. Perusahaan besar di Indonesia kerap menyewa chartered accountant, akuntan profesional bersertifikat internasional,” katanya ketika dihubungi di Jakarta. Contohnya, dalam kasus subsidi baja nirkarat Indonesia, akuntan dapat  membuktikan tudingan subsidi keliru berdasarkan audit laporan keuangan. Jadi, pembelaan atas tudingan itu tidak hanya merujuk pada hukum perdagangan, tetapi juga dengan menunjukkan bukti audit laporan keuangan. Salah satu tudingan UE dalam kasus baja nirkarat adalah pemberian subsidi. (Yoga)


Energi Fosil Masih Dominan

Yoga 01 Feb 2023 Kompas

Peningkatan konsumsi energi pada 2022, yang pemenuhannya masih didominasi energi fosil, membuat capaian energi terbarukan dalam bauran energi primer nasional hanya naik tipis 0,1 % menjadi 12,3 %. Pemerintah optimistis target 23 % porsi energi terbarukan dalam bauran energi nasional pada 2025 bisa tercapai, salah satunya dengan terus memastikan pengadaan energi terbarukan. Berdasarkan data sementara Ditjen Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, konsumsi energi primer pada 2022 sebesar 1,73 miliar barel setara minyak atau meningkat dari 2021 di 1,48 miliar barel setara minyak. Peningkatan terjadi pada tiap-tiap energi, termasuk batubara dan minyak bumi yang merupakan energi fosil.

Konsumsi energi terbarukan juga meningkat dari 181 juta barel setara minyak menjadi 214 juta barel setara minyak. Akan tetapi, kenaikan tersebut belum mampu mengejar kenaikan energi fosil secara keseluruhan. Capaian tersebut jauh di bawah target 2022 sebesar 15,7 %. Direktur Jenderal EBTKE Kementerian ESDM Dadan Kusdiana, dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (31/1) mengatakan, sejak awal memang sudah ada gap antara realisasi dan target yang ada. Percepatan untuk mengejar target sulit dilakukan meski sejumlah kebijakan telah diambil untuk mendorong itu. Menurut Dadan, hitungan tercapai atau tidaknya target 23 persen energi terbarukan pada 2025 adalah pada 31 Desember 2025. Masih ada waktu tiga tahun untuk mengejar targetitu. Ia pun yakin, karena jika melihat Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2021-2030, ada angka 23 % pada 2025 yang bisa dicapai. (Yoga)


Pasar Lokal Topang Kinerja Industri

Yoga 01 Feb 2023 Kompas

Meskipun dibayangi tekanan ekonomi global, kinerja industri Indonesia ekspansif berkat permintaan pasar dalam negeri. Pelaku industri menilai, pengenduran tekanan pada daya beli masyarakat dapat berdampak positif pada permintaan. Pada Selasa (31/), Kemenperin merilis, indeks kepercayaan industry (IKI) pada Januari 2023 mencapai 51,54. Nilai ini diperoleh dari survei terhadap 5.416 pelaku industri skala kecil, menengah, dan besar dari 23 subsektor pada pertengahan Januari 2023. Angka IKI terbentuk dari variabel pesanan baru, produksi, dan persediaan produk. Nilai IKI ini meningkat 0,64 poin ketimbang Desember 2022. Karena berada di atas 50, IKI Januari 2023 menunjukkan kinerja industri yang ekspansif. Apabila nilainya sama dengan 50, kinerja industri tergolong stabil. Sementara jika angkanya di bawah 50, kinerja industri tengah terkontraksi. Data Kemenperin mencatat, pesanan domestik jadi faktor dominan dalam variabel pesanan baru.

”Nilai IKI yang konsisten ekspansif tiga bulan berturut-turut menunjukkan prospek manufaktur dalam negeri terjaga meski isu resesi ekonomi (dunia) marak,” kata Sekretaris Ditjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika Kemenperin M Arifin di Jakarta, Selasa. Berdasarkan jenis industrinya, terdapat 12 subsektor manufaktur yang tergolong ekspansif. Subsektor itu merepresentasikan 80,1 % dari penyumbang PDB Indonesia. Di sisi lain, ada 11 subsektor manufaktur yang tengah terkontraksi dan berkontribusi 19,9 % pada PDB nasional. Contohnys, subsektor industri logam dasar tengah berekspansi karena ketersediaan bijih di dalam negeri. Kebijakan hilirisasi yang tengah intens juga memengaruhi kinerja itu karena mendorong pembangunan smelter. Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Koordinator Bidang Maritim, Investasi, dan Luar Negeri Shinta W Kamdani berpendapat, pelaku industri menilai iklim usaha saat ini relatif stabil, bahkan memicu minat berekspansi. (Yoga)


Program Tol Laut Dinilai Belum Optimal

Yoga 01 Feb 2023 Kompas

Pelaksanaan program tol laut dinilai belum optimal akibat minimnya koordinasi pemerintah pusat dan daerah. Ketua Bidang Advokasi dan Kemasyarakatan Masyarakat Transportasi Indonesia Djoko Setijowarno, Selasa (31/1) mengatakan, program tol laut hingga kini belum maksimal salah satunya karena muatan balik dari wilayah timur ke barat masih minim. (Yoga)

Pilihan Editor