Proyeksi Dunia Sedikit Lebih Optimistis
Memasuki tahun 2023, proyeksi pertumbuhan ekonomi global sedikit lebih optimistis kendati masih dibayangi perlambatan. IMF memproyeksikan pertumbuhan ekonomi global 2,9 % tahun ini, lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya di 2,7 %, yang diungkapkan pada laporan World Economic Outlook edisi Oktober 2022. Dalam laporan terbarunya, World Economic Outlook Update edisi Januari 2023 yang dipublikasikan pada Selasa (31/1) IMF memprediksi, secara umum pertumbuhan ekonomi global akan melambat dari 3,4 % pada 2022 menjadi 2,9 % pada 2023, lalu naik ke 3,1 % pada 2024. Kembali dibukanya perekonomian China setelah ditutup akibat penyebaran Covid-19 diyakini akan mendorong pemulihan lebih cepat. Kondisi keuangan global juga dinilai mulai membaik dengan menurunnya inflasi serta dollar AS yang mulai turun dari level tertingginya.
Inflasi global diperkirakan turun dari 8,8 % pada 2022 menjadi 6,6 % pada 2023, lalu menjadi 4,3 % pada 2024. Kendati trennya terus menurun, proyeksi itu di atas level prapandemi Covid-19 ketika inflasi di angka 3,5 %. Laporan itu memaparkan, risiko perlambatan lain, seperti perang Rusia-Ukraina yang masih berlangsung serta kebijakan pengetatan moneter oleh bank sentral negara maju,tetap akan membawa ketidakpastian ekonomi sepanjang tahun ini. Namun, berbagai risiko itu dinilai sudah lebih reda ketimbang Oktober 2022 lalu. Kepala Ekonom dan Direktur Departemen Riset IMF Pierre-Olivier Gourinchas dalam konferensi pers secara virtual, Selasa mengatakan, ekonomi global terbukti kuat menghadapi tekanan sepanjang triwulan III-2022 dengan pasar ketenagakerjaan yang tangguh, permintaan (demand) yang tetap tinggi, serta kemampuan beradaptasi yang baik dalam menyikapi krisis energi di Eropa. (Yoga)
Laba Bersih Bank-bank Besar Tumbuh Signifikan
Sejumlah bank papan atas mencatat pertumbuhan laba bersih yang signifikan sepanjang tahun 2022. Kinerja tersebut ditopang terutama penyaluran kredit yang makin deras seiring dengan pulihnya perekonomian. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, bank terbesar kedua nasional, mencatat laba bersih tahun 2022 sebesar Rp 41,2 triliun, bertumbuh 46,9 % secara tahunan. Dirut Bank Mandiri Darmawan Junaidi, Selasa (31/1) di Jakarta, mengatakan, kinerja yang solid ini tak lepas dari kondisi makroekonomi yang membaik, didukung kebijakan strategis pemerintah dan regulator dalam menjaga stabilitas perekonomian. Menurut Darmawan, pertumbuhan laba bersih perseroan ditopang oleh optimalisasi fungsi intermediasi yang sejalan dengan pertumbuhan ekonomi. Hingga akhir 2022, kredit perseroan secara konsolidasi tumbuh 14,48 %menjadi Rp 1.202,2 triliun.
Direktur Keuangan dan Strategi Bank Mandiri Sigit Prastowo menjelaskan, pertumbuhan kredit itu ditopang semua segmen. Kredit Bank Mandiri didominasi kredit korporasi yang mencapai Rp 414,1 triliun, tumbuh 11,8 %. Adapun kredit komersial tumbuh 13 % menjadi Rp 196,3 triliun. Sementara itu, PT Bank Central Asia Tbk, bank terbesar ketiga nasional, mencatat laba bersih 2022 sebesar Rp 40,7 triliun, bertumbuh 29,6 % dibandingkan tahun sebelumnya. Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja, pekan lalu, mengatakan, kinerja tersebut ditopang penyaluran kredit Rp 711,3 triliun atau naik 11,7 % secara tahunan. Capaian ini melebihi target yang ditetapkan awal 2022, yakni 8-10 %. Adapun PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, bank terbesar keempat nasional, mencatat laba bersih tahun 2022 sebesar Rp 18,31 triliun, bertumbuh 68 % secara tahunan. Penyaluran kredit BNI mencapai Rp 646,19 triliun atau bertumbuh 10,9 % secara tahunan. ”BNI menutup 2022 dengan kinerja yang berhasil melampaui konsensus pasar. Ini merupakan perolehan laba bersih tertinggi sepanjang sejarah BNI,” ujar Diruta BNI Royke Tumilaar, pekan lalu.(Yoga)
Beban Indonesia Hadapi UE Kian Berat
Beban pemerintah dan eksportir Indonesia menghadapi rentetan sengketa dan hambatan dagang dari Uni Eropa (UE) kian berat. Oleh karena itu, RI perlu memperkuat tim negosiasi dan mempercepat realisasi Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Uni Eropa atau IEU-CEPA. Di Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), RI menggugat UE yang dengan kebijakan Arah Energi Terbarukan (RED) II mendiskriminasikan produk turunan sawit, yakni biodiesel. RI juga telah mengajukan banding kasus sengketa larangan ekspor bijih nikel melawan UE. Terbaru, RI mengajukan konsultasi ke WTO lantaran UE mengenakan bea masuk penyeimbang (BMP) atau countervailing duty dan antidumping (BMAD) atas lempeng baja canai dingin nirkarat (stainless steel cold-rolled flat/SSCRF) pada 24 Januari 2023. BMP yang dikenakan RI sebesar 21 % dan BMAD 10,2-31,5 %. Di luar WTO, RI akan berhadapan dengan kebijakan Mekanisme Penyesuaian Perbatasan Karbon atau Carbon Border Adjustment Mechanism (CBAM) UE.
UE akan menerapkan tahap pertama kebijakan pada 1 Oktober 2023 untuk komoditas semen, pupuk, besi baja, aluminium, serta peralatan dan perangkat listrik. Ketua Umum Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) Benny Soetrisno, Selasa (31/1) mengatakan, beban pemerintah dan eksportir Indonesia akan semakin besar menghadapi UE. Jika mau serius menghadapi rentetan sengketa dan potensi hambatan dagang itu, pemerintah perlu memperkuat tim negosiasi dan merealisasikan IEU-CEPA. Tim negosiator perlu memiliki akuntan yang memahami hukum dan tata kelola bisnis internasional. ”Hal itu penting mengingat tudingan subsidi atau dumping terhadap negara atau perusahaan menyangkut audit laporan keuangan. Perusahaan besar di Indonesia kerap menyewa chartered accountant, akuntan profesional bersertifikat internasional,” katanya ketika dihubungi di Jakarta. Contohnya, dalam kasus subsidi baja nirkarat Indonesia, akuntan dapat membuktikan tudingan subsidi keliru berdasarkan audit laporan keuangan. Jadi, pembelaan atas tudingan itu tidak hanya merujuk pada hukum perdagangan, tetapi juga dengan menunjukkan bukti audit laporan keuangan. Salah satu tudingan UE dalam kasus baja nirkarat adalah pemberian subsidi. (Yoga)
Energi Fosil Masih Dominan
Peningkatan konsumsi energi pada 2022, yang pemenuhannya masih didominasi energi fosil, membuat capaian energi terbarukan dalam bauran energi primer nasional hanya naik tipis 0,1 % menjadi 12,3 %. Pemerintah optimistis target 23 % porsi energi terbarukan dalam bauran energi nasional pada 2025 bisa tercapai, salah satunya dengan terus memastikan pengadaan energi terbarukan. Berdasarkan data sementara Ditjen Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, konsumsi energi primer pada 2022 sebesar 1,73 miliar barel setara minyak atau meningkat dari 2021 di 1,48 miliar barel setara minyak. Peningkatan terjadi pada tiap-tiap energi, termasuk batubara dan minyak bumi yang merupakan energi fosil.
Konsumsi energi terbarukan juga meningkat dari 181 juta barel setara minyak menjadi 214 juta barel setara minyak. Akan tetapi, kenaikan tersebut belum mampu mengejar kenaikan energi fosil secara keseluruhan. Capaian tersebut jauh di bawah target 2022 sebesar 15,7 %. Direktur Jenderal EBTKE Kementerian ESDM Dadan Kusdiana, dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (31/1) mengatakan, sejak awal memang sudah ada gap antara realisasi dan target yang ada. Percepatan untuk mengejar target sulit dilakukan meski sejumlah kebijakan telah diambil untuk mendorong itu. Menurut Dadan, hitungan tercapai atau tidaknya target 23 persen energi terbarukan pada 2025 adalah pada 31 Desember 2025. Masih ada waktu tiga tahun untuk mengejar targetitu. Ia pun yakin, karena jika melihat Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2021-2030, ada angka 23 % pada 2025 yang bisa dicapai. (Yoga)
Pasar Lokal Topang Kinerja Industri
Meskipun dibayangi tekanan ekonomi global, kinerja industri Indonesia ekspansif berkat permintaan pasar dalam negeri. Pelaku industri menilai, pengenduran tekanan pada daya beli masyarakat dapat berdampak positif pada permintaan. Pada Selasa (31/), Kemenperin merilis, indeks kepercayaan industry (IKI) pada Januari 2023 mencapai 51,54. Nilai ini diperoleh dari survei terhadap 5.416 pelaku industri skala kecil, menengah, dan besar dari 23 subsektor pada pertengahan Januari 2023. Angka IKI terbentuk dari variabel pesanan baru, produksi, dan persediaan produk. Nilai IKI ini meningkat 0,64 poin ketimbang Desember 2022. Karena berada di atas 50, IKI Januari 2023 menunjukkan kinerja industri yang ekspansif. Apabila nilainya sama dengan 50, kinerja industri tergolong stabil. Sementara jika angkanya di bawah 50, kinerja industri tengah terkontraksi. Data Kemenperin mencatat, pesanan domestik jadi faktor dominan dalam variabel pesanan baru.
”Nilai IKI yang konsisten ekspansif tiga bulan berturut-turut menunjukkan prospek manufaktur dalam negeri terjaga meski isu resesi ekonomi (dunia) marak,” kata Sekretaris Ditjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika Kemenperin M Arifin di Jakarta, Selasa. Berdasarkan jenis industrinya, terdapat 12 subsektor manufaktur yang tergolong ekspansif. Subsektor itu merepresentasikan 80,1 % dari penyumbang PDB Indonesia. Di sisi lain, ada 11 subsektor manufaktur yang tengah terkontraksi dan berkontribusi 19,9 % pada PDB nasional. Contohnys, subsektor industri logam dasar tengah berekspansi karena ketersediaan bijih di dalam negeri. Kebijakan hilirisasi yang tengah intens juga memengaruhi kinerja itu karena mendorong pembangunan smelter. Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Koordinator Bidang Maritim, Investasi, dan Luar Negeri Shinta W Kamdani berpendapat, pelaku industri menilai iklim usaha saat ini relatif stabil, bahkan memicu minat berekspansi. (Yoga)
Program Tol Laut Dinilai Belum Optimal
Pelaksanaan program tol laut dinilai belum optimal akibat minimnya koordinasi pemerintah pusat dan daerah. Ketua Bidang Advokasi dan Kemasyarakatan Masyarakat Transportasi Indonesia Djoko Setijowarno, Selasa (31/1) mengatakan, program tol laut hingga kini belum maksimal salah satunya karena muatan balik dari wilayah timur ke barat masih minim. (Yoga)
OJK Tetapkan Peta Jalan Pasar Moda
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia meluncurkan peta jalan yang menjadi panduan pengembangan pasar modal pada 2023-2027. ”Peluncuran peta jalan ini merupakan upaya untuk menghadapi tantangan sekaligus mencermati peluang pasar modal ke depan,” kata Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Inarno Djajadi di Jakarta, Selasa (31/1). (Yoga)
Petani Sulit Mendaftar, Pupuk Tidak Terserap
Penyerapan pupuk bersubsidi di Sumsel belum optimal lantaran petani masih kesulitan memasukkan data di sistem alokasi elektronik. Pemda dan penyuluh diharapkan mendampingi petani agar mereka tidak kehilangan hak memperoleh pupuk bersubsidi. Gubernur Sumsel Herman Deru, dalam Rapat Koordinasi Pupuk Bersubsidi, Selasa (31/1) di Palembang, Sumsel, mengatakan, Kementan sudah menambah alokasi pupuk bersubsidi untuk Sumsel di 2023. Alokasi pupuk urea 250.475 ton, meningkat 107 % dibandingkan alokasitahun lalu, 120.541 ton. Begitu juga pupuk NPK yang alokasinya 188.761 ton, meningkat 89,4 % dibandingkan pada 2022 sebesar 99.663 ton. Sekalipun alokasi pupuk bersubsidi ditambah, hingga saat ini realisasi penyaluran untuk pupuk urea dan NPK belum optimal.
Urea, baru tersalurkan 150.544 ton atau 60,10 % dari alokasi, sedangkan NPK baru tersalurkan 170.454 ton atau 90,30 % dari total alokasi pupuk. ”Mana kepala daerah yang selalu berteriak kurang pupuk? Ayo segera rangkul petaninya,” kata Herman. Tidak optimalnya penyaluran pupuk, lanjut Herman, disebabkan oleh masih kurangnya data diri petani yang masuk dalam alokasi elektronik (ealokasi). Padahal, instrumen itu adalah satu-satunya cara bagi petani untuk mendapatkan pupuk bersubsidi. ”Mungkin masih banyak petani yang belum mengerti cara mendaftarkan data diri di e-alokasi. tu menjadi tugas dari semua pihak, mulai dari pemerintah daerah sampai dengan para penyuluh di lapangan,” ujarnya. (Yoga)
"ChatGPT: Menjelajahi Keuntungan dan Ancaman Teknologi AI"
Artificial Intelligence (AI) saat ini sedang berkembang pesat dan memberikan banyak peluang untuk pengembangan teknologi yang lebih maju. Salah satu teknologi AI yang sedang menarik perhatian banyak orang adalah chat-based language model atau ChatGPT (Generative Pre-trained Transformer). Aplikasi ini memiliki kemampuan untuk menganalisis dan menghasilkan teks layaknya manusia, sehingga memungkinkan ChatGPT untuk melakukan tugas seperti penerjemahan, summarizing, dan menjawab pertanyaan. Dalam beberapa tahun terakhir, penggunaan ChatGPT telah menjadi sangat meluas, mulai dari customer service chatbots hingga pembuatan konten yang diotomatisasi.
ChatGPT adalah produk dari OpenAI, sebuah perusahaan AI yang didirikan pada 2015 oleh Elon Musk, Sam Altman, Ilya Sutskever, Greg Brockman, dan Wojciech Zaremba. Mereka memiliki visi untuk membuat teknologi AI yang bermanfaat bagi umat manusia dan memulai dengan status nirlaba setelah menerima dana $1 miliar dari para pendonor, dengan Elon Musk sebagai donatur utama. Walau Elon Musk keluar dari perusahaan pada 2018, OpenAI tetap berkembang dengan signifikan, salah satunya karena penggunaan ChatGPT yang kini sangat populer.
Dikutip dari Reuters (10/01/2023) menyebutkan bahwa Microsoft sedang dalam tahap pembicaraan untuk berinvestasi senilai $10 miliar ke OpenAI. Jika terealisasi, valuasi OpenAI akan bernilai $29 miliar. Ini menunjukkan potensi tumbuh dan berkembangnya OpenAI sebagai perusahaan teknologi besar dan sukses.
OpenAI juga mencatatkan traffic web yang tinggi, dengan rata-rata 21 juta pengunjung bulanan pada Desember 2022. Openai.com menjadi situs populer ke-141 di dunia dengan 21% dari total traffic OpenAI berasal dari Amerika Serikat. Ini menunjukkan bahwa OpenAI memiliki audiens yang dedicated dan kuat. Selain itu, sebagian besar traffic datang dari pencarian dan tautan langsung, masing-masing 43,63% dan 48,98%, yang menandakan bahwa orang-orang secara aktif mencari dan terlibat dengan konten OpenAI.AMBISI BESAR PASAR MODAL
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) punya target ambisius untuk menggenjot pasar modal. Bermodal pertumbuhan pesat pasar modal dalam 5 tahun terakhir, Roadmap Pasar Modal Indonesia 2023-2027 pun menyertakan sejumlah target tinggi. Contohnya adalah kapitalisasi pasar yang dipatok tembus Rp15.000 triliun. Angka itu setara dengan 70% dari produk domestik bruto (PDB) Indonesia yang diproyeksi International Monetary Fund (IMF) menyentuh Rp29.386 triliun pada 2027. Untuk mencapai target itu, kapitalisasi pasar saham harus meningkat Rp5.575 triliun dari posisi Rp9.425 triliun pada posisi Selasa (31/1). Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Inarno Djajadi mengatakan peta jalan tersebut merupakan respons atas berbagai tantangan dan peluang pengembangan industri serta implementasi Undang-undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK). Lima tahun ke depan, lanjutnya, misi yang akan diemban ialah mewujudkan pasar modal Indonesia yang dalam, likuid, berdaya saing, terpercaya, serta tumbuh dan berkelanjutan. Selain kapitalisasi pasar, jumlah perusahaan tercatat baik saham maupun efek bersifat utang dan sukuk (EBUS) ditargetkan OJK meningkat menjadi 1.100 perusahaan. Menurut data BEI total emiten yang sahamnya tercatat sudah mencapai 835 perusahaan, termasuk tambahan 10 emiten baru yang listing pada Januari 2023. Di sisi demand, OJK menargetkan jumlah investor pasar modal tumbuh dari 10,31 juta single investor identification (SID) pada akhir 2022 menjadi lebih dari 20 juta investor. Adapun, dalam periode 2018—2022, jumlah investor pasar modal melejit dari 1,62 juta menjadi 10,31 juta SID.









