;

AKSI KORPORASI : BERBURU MODAL KERJA VIA IPO

Ekonomi Hairul Rizal 04 Feb 2023 Bisnis Indonesia
AKSI KORPORASI : BERBURU MODAL KERJA VIA IPO

Aksi penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) menjadi jalur yang ditempuh oleh sejumlah calon emiten untuk mendulang modal kerja dan belanja modal dari pasar modal. Opsi itu ditempuh di tengah tren kenaikan suku bunga acuan yang berimbas terhadap bunga kredit perbankan. Saat ini, ada 10 calon emiten yang tercatat di dalam sistem e-IPO yang dikembangkan oleh PT Bursa Efek Indonesia. Dua di antaranya telah merampungkan proses IPO, yakni PT Hassana Boga Sejahtera Tbk. (NAYZ) dan PT Aviana Sinar Abadi Tbk. (IRSX).Dari jumlah tersebut, lima perusahaan sudah masuk tahap penawaran umum sedangkan empat calon emiten masih menjalankan proses bookbuilding atau penawaran awal.PT Pertamina Geothermal Tbk. (PGEO) menjadi calon emiten yang membidik nilai IPO terbesar di antara antrean go public pada awal Februari 2023.  Anak usaha PT Pertamina (Persero) itu berpotensi meraih dana segar Rp8,45 triliun-Rp9,78 triliun dengan melepas maksimal 10,35 miliar saham pada rentang harga penawaran Rp820-Rp945 per saham. Secara garis besar, mayoritas calon emiten bakal menggunakan sebagian dana hasil IPO untuk modal kerja dan belanja modal. Selain itu, dana IPO juga digunakan calon emiten untuk membiayai kembali fasilitas pinjaman. PT Solusi Kemasan Digital Tbk. (PACK), misalnya, akan menggunakan 79% dana IPO untuk modal kerja dengan perincian sekitar 19% untuk pemasaran dan promosi, serta 60% untuk keperluan modal kerja seperti bahan baku produksi. 

Direktur Utama PT Solusi Kemasan Digital TBK. (PACK) Denny Winoto mengatakan prospek bisnis di industri kemasan fleksibel digital tercatat mengalami pertumbuhan. Senada, calon emiten pendatang baru produsen sarung tangan lateks PT Haloni Jane Tbk. (HALO) membidik dana IPO hingga Rp113 miliar. Dalam prospektus yang dikutip Jumat (3/2), manajemen Haloni Jane mengungkapkan 100% hasil IPO akan dipergunakan untuk modal kerja. Strategi serupa ditempuh perusahaan perancang IoT dan smart card PT Pelita Teknologi Global Tbk. (CHIP) yang menawarkan saham perdana pada level harga Rp160 per saham dan berpotensi meraih dana maksimal Rp32 miliar.Dalam prospektusnya, CHIP berencana menggunakan dana hasil IPO untuk modal kerja, yaitu untuk biaya operasional seperti gaji, biaya angkut, biaya kantor, biaya penjualan, biaya sewa, dan lainnya.

Download Aplikasi Labirin :