Rupiah Tak Terpengaruh Kenaikan Suku Bunga Bank Sentral AS
Keputusan bank sentral AS, The Federal Reserve atau The Fed, menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin sehingga kini menjadi 4,5 % - 4,75 % pada Rabu (1/2) waktu setempat tidak melemahkan nilai tukar rupiah. Kinerja perekonomian Indonesia yang positif menarik investor global menaruh dananya di dalam negeri sehingga nilai tukar rupiah justru menguat. Hal ini ditunjukkan oleh kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) pada penutupan perdagangan Kamis (2/2) di posisi Rp 14.868 per dollar AS., menguat dibandingkan perdagangan Rabu (1/2) yang ditutup pada level Rp 14.991 per dollar AS.
Keputusan The Fed menaikkan suku bunga tersebut menjadikan suku bunga inti bank sentral AS ini yang tertinggi sejak 2007. Kenaikan suku bunga berpotensi berlanjut karena inflasi masih tinggi. ”Inflasi sudah mereda, tetapi belum sesuai harapan. Maka, kita tidak boleh lengah,” kata Gubernur Bank Sentral AS Jerome Powell, Rabu (1/2), dalam jumpa pers di Washington. AS sudah mengalami penurunan inflasi dari puncaknya 9,1 % pada Juni 2022 menjadi 7,1 % pada November. inflasi di AS diperkirakan menurun menjadi 6,5 %. Penyebab utama kenaikan inflasi di AS adalah stimulus ekonomi besar-besaran di era Presiden Donald Trump hingga Presiden Joe Biden saat ini. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023