;

Kinerja Maksi, Saham Bank Besar Layak Dikoleksi

Hairul Rizal 02 Feb 2023 Kontan (H)

Perbankan diproyeksikan mampu mempertahankan pertumbuhan bisnis di tahun ini. Bank-bank besar di Tanah Air terbukti mampu mencetak laba jumbo di tahun lalu, meski dihantui tantangan global dan inflasi. Research & Consulting Manager PT Infovesta Utama, Nicodimus Kristiantoro menyatakan, penunjukan sebagai penampung dana devisa hasil ekspor alias DHE akan memudahkan langkah perbankan mencetak pertumbuhan di tahun ini. Nico menilai wajar langkah sebagian besar bank memangkas pencadangan di tahun lalu. Selama, rasio kredit bermasalah atau NPL perbankan juga ikut turun. Head of Investment PT Reswara Gian Investa, Kiswoyo Adi Joe, menjagokan saham empat bank besar, yakni BBCA, BMRI, BBNI, dan BBRI. Kiswoyo menilai masing-masing bank ini memiliki keahlian masing-masing. Seperti Bank Mandiri fokus menggarap kredit korporasi, BRI dii kredit mikro dan BNI perpaduan antara korporasi, konsumer, dan mikro.

Harga Pangan Masih Jadi Momok Inflasi

Hairul Rizal 02 Feb 2023 Kontan

Laju inflasi terus melandai usai pemerintah mengerek harga bahan bakar minyak (BBM) pada September tahun lalu. Namun, pengendailan harga pangan masih perlu dilakukan agar inflasi bergerak ke target sasaran pada akhir tahun nanti. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, inflasi Januari 2023 sebesar 0,34% secara bulanan (mtm) dan sebesar 5,28% secara tahunan (yoy). Inflasi di Januari 2023 ini lebih rendah dari inflasi Desember 2022 yang mencapai 0,66% mtm dan 5,51% yoy. Komponen utama penyumbang inflasi di Januari datang dari sektor pangan, yakni beras dengan andil 0,07% mtm dan 0,24% yoy. Selain beras, cabai merah, ikan segar, dan cabai rawit, turut mendorong inflasi bulan lalu. Yang jelas, pangan masih menjadi pendorong utama inflasi, yakni 1,34% mtm dan 5,66% yoy dengan andil inflasi mencapai 0,25% mtm dan 1,6% yoy.

PPN Mobil Listrik Hanya 1% Saja

Hairul Rizal 02 Feb 2023 Kontan

Pemerintah tengah menyiapkan insentif pembelian kendaraan listrik. Tujuannya supaya ekosistem kendaraan listrik, baik itu roda dua maupun roda empat makin berkembang di tanah air. Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan menjelaskan, beleid dalam bentuk Peraturan Menteri Keuangan (PMK) yang akan mengatur insentif tersebut terbit minggu depan. Luhut bilang, insentif pembelian mobil listrik tersebut kemungkinan besar akan diberikan melalui pengurangan pajak pertambahan nilai (PPN) yang saat ini dipatok 11%. Besar kemungkinan tarif PPN itu bakal dipangkas hingga 10%, sehingga konsumen hanya perlu membayar PPN sebesar 1% saja. Adapun insentif pembelian motor listrik akan diberikan lewat potongan harga sekitar Rp 7 juta dari harga jual. Pemberian insentif kendaraan listrik di Indonesia ini mengikuti kebijakan di beberapa negara lainnya. Sebelumnya, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan, sejumlah negara telah memberikan insentif kendaraan listrik, seperti Thailand, China dan negara-negara di Eropa.

BRPT Terbitkan Obligasi Rp 1 Triliun

Hairul Rizal 02 Feb 2023 Kontan

PT Barito Pacific Tbk (BRPT) menerbitkan Obligasi Berkelanjutan III Tahap I Tahun 2023 dengan pokok obligasi sebesar Rp 1 triliun. Aksi ini menjadi bagian dari Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Berkelanjutan Barito Pacific dengan target dana yang akan dihimpun sebesar Rp 3 triliun. Merujuk prospektus ringkas yang terbit di Harian KONTAN edisi Rabu (1/2), emiten milik konglomerat Prajogo Pangestu ini menerbitkan obligasi senilai Rp 1 triliun yang terdiri dari tiga seri. Yakni, seri A sebesar Rp 52,52 miliar dengan tingkat bunga tetap sebesar 8,25% per tahun dan berjangka waktu 3 tahun sejak tanggal emisi. Lalu, seri B senilai Rp 821,86 miliar dengan bunga tetap 9,25% per tahun dan berjangka waktu 5 tahun. Terakhir, seri C senilai Rp 125,61 miliar dengan bunga tetap 10,50% per tahun, berjangka waktu 7 tahun sejak tanggal emisi.

Ketua PBNU: Tidak Boleh Dieksploitasi Jadi Senjata Politik

Yuniati Turjandini 02 Feb 2023 Investor Daily (H)

JAKARTA, ID – Nahdlatul Ulama (NU) tidak boleh menjadi pihak dalam konstetasi politik. Karena itu, jika dilakukan, maka akan terjadi benturan kekuatan dengan pihak lain dan umat. Identitas organisasi tidak boleh dieksplotasi sebagai senjata politik. Hal ini ditegaskan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdatul Pengurus Besar Nahdlatul Ulama(PBNU) KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya dalam acara Ngopi Bareng dengan Pemred Media Nasional dan Koresponden Asing di Gedung PBNU, Jakarta, Rabu (1/2/2023). “NU dengan konstituennya akan dianggap tak adil jika ikut dalam sebuah kompetisi politk. Sudah banyak contoh di Irak, Nigeria, India, karena identitas diekspoilitasi sebagai senjata politik. NU sudah jadi identitas politik, namun tidak boleh dieksploitasi,” kata Gus Yahya. NU, kata dia, akan menjaga jarak dengan kegiatan politik praktis. Hal ini merupakan keputusan Muktamar ke-27 Tahun 1984 di Situbondo. “Sudah putusan muktamar NU Tahun 1984, NU harus mengambil jarak dari politik praktis. Perdebatan sudah selesai dan sudah diputuskan, ini semua kita tinggalnya pratiknya,” katanya. (Yetede)

INA Jadi Investor Strategis IPO Pertamina Geothermal

Yuniati Turjandini 02 Feb 2023 Investor Daily (H)

JAKARTA, ID - Indonesia Investment Authority (INA), siap menjadi investor strategis dalam penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham PT Pertamina Geothermal Energy (PGE/PGEO) senilai Rp 9,7 triliun. Sovereign wealth fund Indonesia itu akan mengajak investor asal Timur Tengah untuk masuk IPO PGE. PGE akan melepas maksimal 10,35 miliar saham atau 25% dengan nilai nominal Rp 500 melalui IPO. Harga penawaran IPO saham PGE Rp 820-945, sehingga dana yang masuk maksimal Rp 9,78 triliun. Mayoritas dana hasil IPO akan digunakan perseroan untuk meningkatkan kapasitas produksi terpasang panas bumi hingga 1.272 megawatt (MW) tahun 2027. Saat ini, anak usahaPT Pertamina tersebut memiliki kapasitas terpasang panas bumi 672 MW yang dioperasikan sendiri dan 1.205 mw yang dikelola kontrak operasi bersama/ joint operation contract (JOO). CLSA, Mandiri Sekuritas,dan Credit Suisse menjadi penjamin emisi efek IPO PGE. (Yetede)

Mandiri Investment Forum (MIF) Dorong Keran Investasi

Yuniati Turjandini 02 Feb 2023 Investor Daily (H)

JAKARTA, ID – Tahun ini Indonesia menghadapi tantangan baru yaitu risiko terjadinya resesi global dan perlambatan ekonomi global akibat tingginya inflasi dan suku bunga sebagai dampak peningkatan ketegangan geopolitik dan pemulihan ekonomi dunia yang tidak imbang. Namun optimisme harus tetap dijaga dengan terus mencari peluang untuk tetap tumbuh. Karena itulah, Mandiri Investment Forum (MIF) 2023 mengangkat tema ‘Prevailing Over Turbulence’ sejalan dengan optimisme Indonesia untuk tetap tumbuh kuat dan mampu mengarungi berbagai tantangan di tengah turbulensi ekonomi global saat ini. Mandiri Investment Forum merupakan forum investasi tahunan terbesar hasil kolaborasi Bank Mandiri dan Mandiri Sekuritas yang disokong oleh Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), dimana tahun ini merupakan edisi ke-12 penyelenggaraan MIF. Forum ini diikuti sekitar 25 ribu peserta. Dari jumlah itu, sebanyak 800 investor merupakan investor mancanegara. (Yetede)

Penjualan Mobil EV 'Meledak'

Yuniati Turjandini 02 Feb 2023 Investor Daily (H)

JAKARTA, ID —Minat masyarakat terhadap mobil listrik terus meningkat. Pada tahun 2022, mobil electric vehicle (EV) yang beredar di jalanan menembus 11.132 unit, naik 1.282% dibanding tahun sebelumnya, 805 unit. ‘Ledakan’ mobil listrik berbasis baterai terjadi seiring keluarnya produk EV lokal dari pabrik Wuling yang dibanderol di bawah Rp 300 juta per unit. Daya tarik lain adalah kemudahan pemilik mobil untuk charge baterai di rumah dengan daya listrik minimal 2.200 VA serta bebas ketentuan ganjil genap mobil ramah lingkungan di Jakarta. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobilkategori EV atau mobil listrik murni ini melambung tembus 10.327 unit pada 2022, dari tahun sebelumnya 685 unit, sehingga mendominasi penjualan mobil berbasis listrik yang totalnya sekitar 20.396 unit. Sedangkan penjualan segmen plug-in hybrid sebanyak 10 unit dan sisanya segmen hybrid. Berbeda dengan jenis plug-in hybrid yang baterainya bisa diisi menggunakan wallcharger selain dengan kerja mesin bakar, baterai mobil hybrid hanya bisa diisi daya listrik dengan kerja mesin bakar. (Yetede)

Ekonomi Menguat pada Semester II, Inflasi Cenderung Menurun

Yuniati Turjandini 02 Feb 2023 Investor Daily (H)

JAKARTA,ID – Pemerintah meyakini laju inflasi cenderung menurun seiring dengan penguatan pemulihan ekonomi pada semester II-2023. Sementara itu, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Januari 2023 mencapai 0,34% (mtm), lebih rendah dibandingkan dengan inflasi bulan sebelumnya 0,66% (mtm). Sedangkan inflasi IHK secara tahunan 5,28% (yoy), lebih rendah dibandingkan dengan inflasi bulan sebelumnya sebesar 5,51% (yoy). Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan, penurunan inflasi atau harga yang stabil dan cenderung menurun serta penguatan pemulihan, akan terjadi setidaknya pada semester kedua tahun ini. Kondisi tersebut sebagai dampak dari tekanan yang berasal dari respons kebijakan, yaitu pengetatan moneter dan kenaikan suku bunga oleh otoritas moneter akan berkurang. “Ini memberikan harapan baru bahwa tahun 2023 setidaknya pada paruh kedua, kita akan melihat kombinasi yang jauh lebih positif dari penurunan inflasi dan penguatan pemulihan,” ungkap Sri Mulyani dalam acara Mandiri Investment Forum 2023 di Jakarta, Rabu (1/2/2023). (Yetede)

Hilirisasi Timah Butuh Waktu Dua Tahun

Yuniati Turjandini 02 Feb 2023 Investor Daily (H)

JAKARTA, ID - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan, hilirisasi timah memakan waktu dua tahun. Adapun produk turunan hilirisasi timah adalah dalam bentuk tin solder, tin chemical dan tin plate. Hal ini merupakan hasil kajian kelompok kerja lintas instansi yang dibentuk Kementerian ESDM sejak 6 bulan lalu. Kajian disusun dalam menyikapi rencana larangan ekspor pada Juni mendatang. Keputusan larangan ekspor tersebut menunggu arahan Presiden Joko Widodo. Direktur Jenderal Mineral dan Batu bara Kementerian ESDM Ridwan Djamaluddin mengatakan produk timah yang diekspor saat ini sudah dalam bentuk balok. Artiannya tidak ada ekspor bijih timah atau timah mentah. Bila laranganekspor diterapkan maka 95 persen balok timah tidak terserap di dalam negeri. Pasalnya selama ini hanya 5 persen balok timah yang terserap. Ridwan mengungkapkan kelompok kerja yang dibentuk tersebut melakukan kajian teknis dan keekonomian. Hasil kajian tersebut sudah disampaikan kepada Menteri ESDM Arifin Tasrif. “Kami mengantisipasi kalau larangan ekspor timah dilakukan dalam waktu yang enggak terlalu lama,” kata Ridwan dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VII DPR di Jakarta, Rabu (1/2). (Yetede)

Pilihan Editor