INDUSTRI HULU MIGAS : Persoalan SDM Adang Target Pengeboran
Deputi Eksploitasi Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Wahju Wibowo mengatakan, ketersediaan SDM yang kompeten melengkapi persoalan rig yang tidak cukup untuk merealisasikan program pengeboran masif. Dia menjelaskan, setiap rig yang beroperasi memerlukan ratusan tenaga kerja, sehingga persoalan ketersediaan SDM perlu segera dicari jalan keluarnya agar bisa mengebor 991 sumur pengembangan pada tahun ini. “Tantangan kami untuk memastikan target pengeboran 2023 menjadi sangat kompleks, karena membutuhkan ketersediaan SDM yang memiliki kompetensi dan pengalaman mumpuni, sedangkan selama beberapa tahun yang lalu tidak banyak orang yang bekerja di rig,” katanya, Rabu (5/4). Pengeboran yang masif merupakan salah satu konsekuensi dari upaya mencapai target 1 juta barel minyak per hari dan 12 miliar kaki kubik gas per hari pada 2030. Bahkan, SKK Migas menargetkan pengeboran sumur pengembangan bisa mencapai angka 1.000 titik setiap tahunnya. Dalam kesempatan terpisah, Ketua Komite Investasi Asosiasi Perusahaan Minyak dan Gas Bumi Nasional (Aspermigas) Moshe Rizal mengatakan, keterbatasan pasokan rig untuk pengeboran berpotensi meningkatkan biaya pengembangan hulu migas di dalam negeri.
JELANG ANGKUTAN LEBARAN : JALUR DARAT JADI FOKUS PERHATIAN
Pemerintah mengantisipasi kepadatan lalu lintas di jalur darat selama periode mudik Lebaran tahun ini, menyusul potensi pengguna kendaraan pribadi, baik mobil maupun sepeda motor, sebanyak 52,4 juta orang. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan proyeksi terjadi kepadatan pemudik di jalur darat pada periode Lebaran 2023 merupakan hasil riset Badan Kebijakan Transportasi Kementerian Perhubungan. Dari 53,4 juta orang pemudik, sebanyak 27,32 juta orang pemudik menggunakan mobil pribadi, sementara pengguna sepeda motor sebanyak 25,13 juta orang. “Untuk mudik kali ini, pertempuran kita di darat, karena begitu masif pergerakannya,” jelasnya dalam pertemuan dengan pemimpin redaksi media pada Rabu (5/4). Budi memprediksi total perjalanan selama arus mudik dan balik Lebaran mencapai 123,8 juta orang atau naik 44,79% dibandingkan periode yang sama 2022 sebanyak 85,5 juta orang. Riset Badan Kebijakan Transportasi Kemenhub juga mencatat sebanyak 22,77 juta pemudik akan memakai bus dan 9,53 juta orang menggunakan mobil sewa. Seiring dengan hal tersebut, Kemenhub telah menyiapkan beberapa kebijakan pengaturan mobilitas di jalur darat selama mudik Lebaran tahun ini. Pertama, melakukan manajemen dan rekayasa lalu lintas pada simpang dan ruas jalan, baik tol maupun nontol. Kedua, memfasilitasi mudik gratis untuk pemudik dengan moda transportasi sepeda motor. Budi mengatakan, hal ini dilakukan untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas. Ketiga, pemberlakuan pembatasan angkutan barang bahan galian seperti pasir, batu, tanah, serta angkutan bahan tambang dan bangunan. Keempat, Kemenhub bersama Polri, TNI, Pemda, serta pihak terkait akan melakukan rekayasa lalu lintas apabila dibutuhkan. Kebijakan ini akan diberlakukan terutama di ruas rawan kemacetan dan pasar tumpah.
OPEC+ Pangkas Minyak, The Fed Akan Kian Agresif
JAKARTA,ID- Keputusan OPEC+ memangkas produksi sebanyak 3,7 juta barel per hari (bph) melambungkan harga minyak mentah menembus US$ 81 per barel pada Selasa (04/04/2023), melonjak 21% dari titik terendah, Maret tahun ini, US$ 66,7 per barel. Langkah organisasi negara-negara mengekspor minyak dari mitranya itu diproyeksikan mendorong inflasi Amerika Serikat dan memaksa The Fed kembali agresif menaikkan suku bunga acuan. Secara tidak terduga, pada pertemuan Minggu (02/04/2023), OPEC+ memutuskan menambah pemotongan produksi secara sukarela sebanyak 1,16 juta bph, sehingga total pemangkasan menjadi 3,7 juta bph sebagaimana di lansir Reuters. Angka itu setara 3,8% dari total konsumsi minyak dunia 97,1 bph berdasarkan data Worldmeter. Produksi minyak global tercatat sekitar 100 juta bph sedangkan Rusia yang menjadi mitra 11,3 juta bph, sehingga OPEC+ menguasai pangsa sekitar 40,3%. Sementara itu, produsen minyak terbesar dunia adalah AS dengan produksi mencapai 14,8 juta bph, diikuti Arab Saudi 12,4 juta bph dan berikutnya Rusia. Pada peringkat kelima dan keenam adalah Tiongkok, dan Kanada, masing-masing sebanyak 4,9 juta bph dan 4,6 juta bph. (Yetede)
RI Dukung Langkah-Langkah Efisiensi Energi Asean
JAKARTA,ID- Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menegaskan, negara-negara Asean berkomitmen untuk meningkatkan efisiensi energi diberbabagi sektor permintaan dibawah pengawasan Asean Plan of Actian for Energy Cooperatian (APAEC). Bahkan, negara-negara dikawasan Asia Tenggara ini telah menetapkan target penurunan intensitas energi sebesar 32% pada tahun 2025. "Kita telah mencapai (penurunan intensitas energi) 23,8% pada 2020 dan menyoroti perlunya upaya lebih lanjut untuk mencapai target pada 2025 nanti," ujar Direktur Jenderal Energi Barum Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) ESDM Dadan Kusdiana pada pembukaan Asean Energy Eficiency merupakan platform untuk meningkatkan kerja sama negara-negara Asean di bawah APAEC 2016-2025. Workshop ini juga bertujuan untuk memprioritaskan langkah-langkah efisiensi energi yang akan diwujudkan melalui aksi nyata. Dalam sambutannya Dadan menyampaikan, sektor energi menyumbang permintaan energi terbesar di Asean,yakni sebesar 146,2 juta ToE atau 38,6% dari total konsumsi energi final Asean pada tahun 2020. (Yetede)
Inklusi Keuangan UMKM untuk Jaga Momentum Pertumbuhan Ekonomi
JAKARTA,ID- Pemerintah menilai target pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,3% pada tahun ini tidak terlepas dari geliat usaha UMKM. Berkaitan itu, momentum pertumbuhan ekonomi harus dijaga salah satunya melalui peningkatan akses terhadap layanan keuangan atau keuangan inklusif bagi pelaku UMKM. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, keunagan inklusif di Indonesia mengalami peningkatan pada 2021 sebesar 83,6% dan pada 2022 sebesar 85,1%. Dia juga menjelaskan, Presiden Jokowi sudah memberikan arahan mengenai target keuangan inklusif yaitu di kisaran 88% sampai 90% pada 2024. Meski demikian, saat ini masih banyak masyarakat yang belum terlayani secara baik, diantaranya UMKM. "Satu dari 10 UMKM masih belum mempunyai akses terhadap sistem keuangan. Oleh karena itu, sistem keuangan digital menjadi penting dan tentu segala macam hambatan diharapkan dapat terselesaikan," kata Airlangga yang juga Ketua Harian Dewan Nasional Keuangan Inklusif (DNKI) dalam acara Peluncuran Mastercard Strive Indonesia di Thamrin Nine Ballroom, Jakarta, Selasa (4/4/2023). (Yetede)
Pertamina Siap Penuhi Kebutuhan Energi Masyarakat Saat Libur Lebaran
JAKARTA, ID- memasuki pertengahan bulan puasa dan mulai mendekati masa libur Lebaran, Pertamina terus memastikan kebutuhan energi masyarakat menjelang masa arus mudik dan Hari Raya Idul Fitri 1444 Hijriah senantiasa aman. Area Manager Communication, Relation&CSR Pertamina Regional Sumbagsel, Tjahyo Nikho Indrawan mengatakan bahwa berbagai persiapapun sudah dipetakan agar layanan dan kebutuhan energi terpenuhi dengan baik menjelang Lebaran Idul fitri 2023. "Satuan tugas (Satgas) Ramadhan dan Idul Fitri (RAFI) Pertamina tahun 2023 siap mengamankan pasokan dan disntribusi BBM dan LPG selama arus mudik Lebaran tahun ini," ujar Nikho. Ia menuturkan Pertamina Patra Niaga kembali mengaktifkan Tim Satuan Tugas Ramadhan dan Idul Fitri (Satgas RAFI) 1444 H mulai pada 1 April hingga 2 Mei 2023 mendatang. Selama masa satgas RAFI, untuk wilayah Sumbagsel, konsumsi jenis gasoline diprediksi mengalami peningkatan sebesar 24%, untuk BBM jenis gasoil tidak ada perubahan signifikan. Berbagai persiapan juga sudah dilakukan, seperti menyiapkan sarana dan fasilitas utama yang meliptu 10 terminal BBM, 2 Terminal LPG, 675 SPBU, 62 SPBE, 482 Agen LPG, dan 6 DPPU. (Yetede)
107 Perusahaan Antre IPO Target Dana Rp 123 Triliun
JAKARTA, ID-Sebanyak 107 perusahaan menggelar penawaran umum perdana Initial Publik Offering/IPO saham tahun ini. Mereka mendidik dana segar Rp123 triliun dan IPO. Berdasarkan data Otoritas Jasa keuangan (OJK), Bursa Efek Indonesia (BEI) sudah kedatangan 24 emiten baru. Ke depan, ada dua pemain nikel besar yang berencana menggelar IPO, yakni PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) atau Harita Nikel dan PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) dengan target dana masing-masing Rp 10 triliun dan Rp9,6 triliun. Adapun total penghimpunan dana di pasar modal hingga 31 Maret 2023 mencapai RP 54 triliun. Namun, kedatangan emiten baru tidak mampu mengerek indeks harga saham gabungan (IHSG) BEI. IHSG melemah 0,55% pada akhir Maret 2023, ditengah net inflow asing sebesar Rp4,12 triliun. "Adapun secara year to date (ytd), IHSG menyusut sebesar 0,66%, meski asing mencetak net inflow Rp6,62 trilun." Ujar Kepala Departemen Literasi. Inklusi Keuangan, dan Komunikasi OJK Aman Sentosa dalam keterangan resmi, Senin (3/4/2023). (Yetede)
Telkom Persiapkan FMC Jadi Bisnis Masa Depan
JAKARTA, ID- PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk sedang mempersiapkan penggabungan dua lini usahanya, yaitu PT Telkomsel yang bergerak di layanan mobile seluler dan IndiHome yang bergeral di layanan kabel fiber optik broadband. Kedua entitas tersebut akan digabungkan menjadi layanan fixed mobile (FMC). Perseroan memproyeksikan bahwa bisnis FMC merupakan suatu keniscayaan dan akan menjadi bisnis masa depan. Direktur Utama PT Telkom Ririek Ardiansyah mengatakan, ke depan, industri telekomunikasi (telko) mekin menantang. Hal ini dipicu karena semakin menurunnya harga paket internet/data (broadband)) per unit satuannya. " Karena itu, margin (perusahaan telekomunikasi) akan semakin tertekan. Kita sebagai operator telko harus melakukan berbagai hal, salah satunya bagaimana mengefisiensi biaya capital expenditure (capex) dan operasional expenditure (opex). Nah itu, Industri. Ririek menjelaskan, pada bisnis seluler, harga layanan data di Indonesia saat ini menjadi yang termurah kedua di dunia, yaitu hanya US$ 0,3 per Gigabit (GB). Indonesia hanya berada dibawah India dengan harga US$ per GB. Sedangkan diatas Indonesia bertengger Filipina dengan harga US$0,4 per GB. (Yetede)
Minim Sentimen Penggerak Sektor Farmasi
JAKARTA — Kinerja saham emiten-emiten farmasi di bursa saham terpantau cenderung stagnan pada tahun ini. Setelah sempat meroket pada masa pandemi, saham sektor farmasi kini minim sentimen penggerak harga. Research and Consulting Manager Infovesta Utama, Nicodimus Kristiantoro, menuturkan sentimen negatif lebih banyak membayangi seiring dengan berakhirnya masa pandemi, yang secara drastis mengurangi kebutuhan layanan obat-obatan. “Persaingan antaremiten cukup ketat karena akan saling berkompetisi, bergerilya ekspansi, dan berinovasi agar tidak kehilangan pelanggannya,” ujar Nico kepada Tempo, kemarin, 4 April 2023. Emiten farmasi pelat merah yang sebelumnya perkasa dan mendulang keuntungan berlipat karena penjualan obat terkait dengan Covid-19 serta vaksinasi, kini kinerja sahamnya berbalik merosot dengan harga yang terus tergerus. PT Indofarma Tbk (INAF), misalnya, dalam setahun terakhir harga sahamnya turun 55,13 persen atau 860 poin ke level Rp 700 per lembar saham. Berikutnya, saham PT Kimia Farma Tbk (KAEF) anjlok 46,36 persen atau 795 poin ke level Rp 920 per lembar saham. Sedangkan anak usaha KAEF, PT Phapros Tbk (PEHA), melemah 35,71 persen atau 375 poin ke level Rp 675 per lembar saham. (Yetede)
Jejak Industri Air Kemasan dalam Krisis Air Global
Perusahaan air minum kemasan mengeksploitasi air dengan biaya sangat rendah dan menjualnya dengan harga hingga 1.000 kali lipat. Air minum dalam kemasan merupakan salah satu produk minuman paling populer di dunia, dan industri ini dengan gencar memanfaatkan popularitas tersebut. Sejak milenium ini (memasuki abad ke-21), negara-negara di dunia telah meraih kemajuan signifikan untuk mewujudkan air minum yang aman bagi semua. Pada 2020, 74 persen populasi manusia memiliki akses ke air minum yang aman dikonsumsi. Angka ini meningkat 10 persen dibanding pada dua dekade lalu. Namun kemajuan ini masih menyisakan 2 miliar manusia yang tak memiliki akses terhadap air layak minum. Sementara itu, perusahaan air minum kemasan mengeksploitasi air permukaan dan akuifer (lapisan kulit bumi berpori yang dapat menahan air)—biasanya dengan biaya yang sangat rendah—kemudian menjualnya dengan harga 150-1.000 kali lipat lebih mahal daripada unit air keran di kota yang sama. Mereka kerap menjustifikasi tingginya harga ini dengan menawarkannya sebagai produk alternatif yang sepenuhnya aman dibanding air leding. (Yetede)









