Pertumbuhan Dagang 2023 Diprediksi Masih di Bawah Standar
Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) dilaporkan telah menaikkan tingkat pertumbuhan perdagangan global untuk tahun ini. Tetapi mereka memprediksi kemungkinan masih terjadi perlambatan, dan memperingatkan risiko-risiko yang timbul dari perang Rusia-Ukraina, ketegangan geopolitik, kerawanan pangan, inflasi dan pengetatan kebijakan moneter. Menurut badan perdagangan yang berbasis di Jenewa, Swiss itu, volume perdagangan barang akan naik 1,7% atau masih di bawah standar pada 2023. Meskipun angka tersebut meningkat dari proyeksi Oktober tahun lalu sebesar 1,0% namun masih di bawah rata-rata 2,6% selama 12 tahun, sejak volume perdagangan anjlok setelah krisis keuangan global.
Pada 2022, WTO mengatakan bahwa laju penurunan di kuartal terakhir menghasilkan pertumbuhan perdagangan sebesar 2,7% atau lebih rendah dari perkiraan sebelumnya sebesar 3,5%. Walaupun pertumbuhan perdagangan barang bakal pulih menjadi 3,2% pada 2024 seiring meningkatnya ekspansi ekonomi, tetapi prediksi ini sangat tidak pasti, apalagi dengan berbagai risiko penurunannya. Dirjen WTO Ngozi Okonjo-Iweala pun mengingatkan soal berbagai ancaman, termasuk perang Rusia-Ukraina yang berkelanjutan, dan ketegangan geopolitik lainnya, inflasi yang meningkat dan dampak pengetatan kebijakan moneter. (Yetede)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023