;

Awas QRIS Palsu Menyedot Duit Anda

Hairul Rizal 12 Apr 2023 Kontan (H)

Penggunaan transaksi digital kian marak, terutama di layanan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). Persoalannya fasilitas transaksi berbasis QRIS ini mulai rawan disalahgunakan. Tengok saja, baru-baru muncul dugaan penyalahgunaan stiker QRIS di kotak amal masjid. Alih-alih masuk ke kotak amal digital masjid, duit jamaah malah nyemplung ke kantong milik oknum. Penelusuran kepolisian, satu tersangka menempelkan stiker QRIS palsu di 38 titik di Jakarta dan Tangerang. Guna mencegah penyalahgunaan QRIS lebih marak, Direktur Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI, Fitria Ismi Triswati menyatakan BI bersama ekosistem QRIS serta Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) akan membuat daftar hitam merchant QRIS yang teridentifikasi fraud, termasuk QRIS palsu. "Ini salah satu upaya efek jera, agar merchant jangan sampai masuk daftar hitam ini," ujarnya, Selasa (11/4). BI juga meminta Penyedia Jasa Pembayaran (PJP) dan Penyelenggara Infrastruktur Sistem Pembayaran (PIP) memperketat pendaftaran merchant. Sedangkan merchant, harus proaktif melakukan pengecekan secara berkala stiker QRIS masih sama atau diganti oknum tertentu. Pada kasus terbaru, ada oknum yang memalsukan transaksi QRIS di tempat ibadah. Stiker QRIS palsu itu tertulis merchant Restorasi Masjid, terafiliasi dengan platform LinkAja dan beralamat di Kota Medan. Sementara, barcode QRIS palsu lain bernama "Restorasi Masjid" yang berafiliasi dengan Bank Nobu dan beralamat di Jakarta Selatan. Ketua Umum Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) Santoso mengklaim, sistem QRIS sangat aman dan terstandar internasional. ASPI juga siap akan mendorong pemberantasan QRIS palsu dan penyusunan daftar hitam QRIS.

Berkah Ramadan, BRI Bagikan Dividen Rp 34,80 Triliun Hari Ini

Hairul Rizal 12 Apr 2023 Kontan (H)

PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk membayarkan dividen tunai senilai Rp 34,89 Triliun pada Rabu, 12 April 2023. Hal tersebut sesuai dengan putusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) tahun 2023 dimana dalam rapat tersebut memutuskan BRI membayarkan dividen payout ratio sebesar 85% dari laba bersih konsolidasian pada tahun 2022. Terkait dengan hal tersebut, Direktur Utama BRI Sunarso mengungkapkan bahwa penetapan dividend payout ratio sebesar 85% oleh BRI mempertimbangkan bahwa saat ini persoalan memiliki struktur modal yang kuat dan likuiditas yang optimal dalam rangka ekspansi bisnis dan antisipasi risiko yang mungkin terjadi pada masa mendatang.

Masih Ada Katalis Untuk Pembeban IHSG

Hairul Rizal 12 Apr 2023 Kontan

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tidak beranjak jauh dari posisinya di awal tahun ini. Pergerakan indeks tertahan oleh saham-saham dengan nilai kapitalisasi pasar yang besar alias big caps. Daftar saham laggard sejak awal tahun didominasi oleh saham-saham emiten di sektor pertambangan dan energi. Ambil contoh, PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO), PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), dan PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA). Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus mengatakan, sentimen kelesuan permintaan global mengakibatkan saham-saham sektor energi lesu. Equity Research Phintraco Sekuritas Rio Febrian menambahkan, penurunan harga batubara hingga 52,06% sejak awal tahun, turut menjadi alasan saham energi kurang diminati. Dari sisi pasokan, Indeks PMI Manufaktur Indonesia juga naik ke level 51,9 per Maret 2023. Level tersebut ada di atas level ekspansif yakni 50. Investment Analyst Infovesta Kapital Advisori Fajar Dwi Alfian sepakat, pergerakan IHSG di kuartal kedua ini seharusnya agak lebih stabil. Apalagi, dana asing mulai mengalir masuk. Menilik data Bloomberg, dalam sepekan terakhir asing tercatat melakukan net buy di seluruh pasar senilai Rp 2,64 triliun.

Harga Minyak Licin, Emiten Makin Cuan

Hairul Rizal 12 Apr 2023 Kontan

Harga minyak mentah dunia kembali mendidih. Setelah sempat anjlok pada perdagangan Senin lalu, pada Selasa (11/4) pukul 20.45 WIB, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) sudah naik 0,53% ke level US$ 80,16 per barel. Di waktu yang sama, penguatan juga terjadi pada harga minyak mentah Brent berjangka yang naik 0,37% menjadi US$ 84,49 per barel. Langkah negara-negara produsen minyak OPEC+ memangkas produksi jadi katalis pendorong harga minyak mentah. Pada pekan lalu, Arab Saudi dan produsen minyak OPEC+ lainnya mengumumkan pengurangan produksi minyak sekitar 1,16 juta barel per hari. Keputusan ini membuat total volume pemotongan produksi minyak oleh OPEC+ jadi 3,66 juta barel per hari. Analis Panin Sekuritas Felix Darmawan menilai, pemotongan produksi minyak oleh OPEC+ menjadi pemicu kenaikan harga minyak mentah. "Kami melihat upaya OPEC+ itu untuk menjaga harga minyak di level tertentu," kata Felix, kemarin. Kepala Riset RHB Sekuritas Andrey Wijaya sepakat. Dia melihat, kenaikan harga minyak mentah berasal dari kebijakan OPEC+ yang secara agresif mengurangi produksi dan permintaan minyak global yang lebih tinggi dari perkiraan.

KENDALI HARGA KALA HARI RAYA

Hairul Rizal 12 Apr 2023 Bisnis Indonesia (H)

Stabilitas harga kebutuhan pokok menjadi hal krusial menjelang perayaan Hari Raya Idulfitri. Tak pelak, pemerintah pun terus berjibaku menjangkar harga kebutuhan pokok, guna mengamankan daya beli masyarakat. Harga kebutuhan pokok yang terkendali digadang-gadang bakal turut mendongkrak konsumsi masyarakat, termasuk untuk barang dan jasa lain. Kondisi itu pun akan menjadi katalis positif bagi perekonomian nasional yang selama ini banyak bertumpu pada konsumsi. Kabar baiknya, menjelang Lebaran, harga sejumlah kebutuhan pangan strategis seperti beras, gula pasir, dan minyak goreng masih terpantau landai. Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional pada Selasa (11/4), rata-rata harga beras kualitas medium I di pasar se-Indonesia tercatat stabil Rp13.450 per kg. Bahkan, harga minyak goreng pada H-11 Lebaran tahun ini, merujuk data Kementerian Perdagangan, cenderung turun 16,9% dibandingkan H-11 Lebaran 2022 menjadi Rp14.700 per liter. Beragam upaya pengendalian harga pangan menjelang Lebaran 2023 telah ditempuh pemerintah. Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi menyatakan terus memastikan ketersediaan beberapa komoditas strategis seperti beras, hingga gula pasir. “Neraca komoditas di awal tahun sebagai base-nya,” kata Arief. Ketua Komisi Analis Kebijakan Ekonomi Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Ajib Hamdani mengatakan stabilisasi harga itu bisa terjadi lantaran adanya keseimbangan supply and demand. Namun, Ajib menyangsikan stok pangan terpenuhi dari dalam negeri. “Yang kemudian menjadi lebih prinsip, di sektor pangan ini, apakah kebutuhan supply-nya memang dari produktivitas petani yang lebih baik atau karena impor,” katanya, Selasa (11/4). Menurutnya, pemerintah perlu fokus dalam program ketahanan pangan demi kepentingan ekonomi jangka panjang dan Nilai Tukar Petani (NTP).

Jeli Memilih Saham

Hairul Rizal 12 Apr 2023 Bisnis Indonesia

Pembagian dividen sejumlah emiten pada kuartal II/2023 menjadi angin segar bagi para investor di tengah kurang bergairahnya pasar saham. Kenaikan harga dan nilai transaksi turut mengerek indeks harga saham gabungan. Kemarin, indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup naik 0,59% ke level 6.811,31 bila dibandingkan dengan perdagangan hari sebelumnya. Selain karena sentimen positif dari aksi bagi cuan sejumlah emiten, penguatan juga didorong oleh kehadiran emiten baru. Berdasarkan data yang dihimpun Bisnis, dividen jumbo dialirkan oleh empat emiten bank kelas kakap, yakni PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) sebesar Rp20,95 triliun, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) Rp24,7 triliun, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) Rp7,32 triliun, dan yang terbesar PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) senilai Rp34,89 triliun. PT Indo Tambangraya Megah Tbk. (ITMG) yang dikenal sebagai emiten tambang batu bara yang royal menebar dividen, juga berencana mengalirkan US$474,63 juta atau setara dengan Rp7,07 triliun dividen tunai kepada para pemegang sahamnya. Dampak positifnya, harga saham beberapa emiten tersebut pun diperdagangkan di teritori hijau pada Selasa (11/4). BBCA misalnya naik 0,28% menjadi Rp8.825, BBRI naik 0,41% ke level Rp4.880, ITMG naik hingga 10,35% ke level Rp38.025 per saham. Bagi pemodal yang tidak memiliki strategi khusus atau sekadar ikut-ikutan, momen ini akan berdampak tidak baik karena dapat menimbulkan kerugian bila penurunan saham lebih tinggi dibandingkan dengan bagi hasil yang diberikan.

KOMODITAS PANGAN : Bulog Jual Beras di Ritel Modern

Hairul Rizal 12 Apr 2023 Bisnis Indonesia

Perusahaan Umum Bulog kembali menyalurkan beras ke sejumlah ritel modern untuk menurunkan harga komoditas pangan tersebut. Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso menyatakan strategi itu bertujuan memudahkan masyarakat mendapatkan beras Bulog. Adapun, beras yang dijual di ritel modern tersebut dikemas secara khusus untuk menghindari kecurangan di lapangan. “Supaya tidak dipakai main lagi. Pengalaman yang lalu kan karungnya diganti terus dijual dengan harga premium, ya bagaimana mau murah,” ujarnya seusai menghadiri rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi VI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (11/4). Dia optimistis harga beras di pasar rakyat dapat terkendali hingga Lebaran berlangsung. Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi, menjelaskan pemerintah memiliki prioritas menyerap beras dalam negeri, meskipun izin impor beras sudah keluar. Impor beras ini dilakukan hanya untuk menutupi kekurangan di dalam negeri.

INDEKS KEYAKINAN KONSUMEN : Ekonomi Kaltim Tetap Kokoh

Hairul Rizal 12 Apr 2023 Bisnis Indonesia

Peningkatan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada Survei Konsumen (SK) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) mengindikasikan bahwa optimisme konsumen terhadap perekonomian wilayah ini tetap kuat.Dari Survei Konsumen Kaltim yang dirilis oleh Bank Indonesia menunjukkan bahwa IKK wilayah ini mencapai 138 atau berada di atas zona optimis (>100) pada Maret 2023.Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur (KPw BI) Ricky P. Gozali mengungapkan IKK yang kuat ini bersumber dari Indeks Ekonomi Saat ini (IKE) sebesar 132,8 dan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) sebesar 143,2. “Pemulihan kondisi ekonomi pascapandemi mendorong terjaganya indeks ketersediaan lapangan kerja dan penghasilan,” ujarnya dalam keterangan resminya, Selasa (11/4). “Ekspektasi positif konsumen terhadap penghasilan didorong oleh perkiraan peningkatan omzet dan upah, sementara ekspektasi konsumen terhadap kegiatan usaha didorong oleh harga yang terkendali dan peningkatan subsidi atau insentif pemerintah,” katanya.

Atur Keranjang Investasi Jelang Idul Fitri

Hairul Rizal 11 Apr 2023 Kontan (H)

Sepekan lagi, libur hari raya Idul Fitri tahun 2023 segera tiba. Pemerintah telah menetapkan jadwal libur Lebaran dan cuti bersama Lebaran 2023 jatuh pada 19 April hingga 25 April 2023. Libur Lebaran ini biasanya mempengaruhi perdagangan saham. Pasalnya, aktivitas perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) kerap turun jelang Lebaran. Ambil contoh perdagangan saham menjelang Lebaran pada 2022 lalu. Mengutip data BEI, pada 20 April 2022, volume perdagangan bursa masih 28,84 miliar saham dengan nilai Rp 20,84 triliun. Sehari jelang libur Lebaran, volumenya tinggal 21,25 miliar saham dengan transaksi Rp 19,71 triliun. Kejadian serupa diproyeksi terulang lagi di tahun ini. Aroma ini sudah mulai tercium. Pada 3 April lalu, volume transaksi saham masih 15,44 miliar dengan nilai transaksi Rp 8,37 triliun. Head of Research Jasa Utama Capital Cheril Tanuwijaya mengatakan, libur Lebaran tahun ini cukup panjang. Bahkan, pada April, hari efektif bursa hanya 14 hari, lebih singkat dibanding rata-rata bulanan, yakni 20 hari. "Artinya hanya 70% efektif dalam sebulan, sehingga volume perdagangan cenderung sepi," papar Cheril, Senin (10/4). Research & Consulting Manager Infovesta Kapital Advisori Nicodimus Kristiantoro menimpali, secara historis volume transaksi saham di bulan Ramadan memang lebih sepi dibanding periode lainnya. Volume transaksi bisa semakin berkurang jelang Lebaran. Para analis menyarankan, investor yang ingin bertransaksi saat volume transaksi di bursa mengecil memperhatikan sentimen di pasar. Salah satu sentimen yang berpotensi mewarnai pasar pekan depan adalah Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (BI).

Usai IPO, PIPA Bidik Kenaikan Laba

Hairul Rizal 11 Apr 2023 Kontan

PT Multi Makmur Lemindo Tbk (PIPA) resmi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin (10/4). PIPA menjadi emiten ke-30 yang melantai di BEI tahun ini. Dalam penawaran umum perdana saham alias initial public offering (IPO), PIPA melepas 925 juta saham ke publik. Jumlah itu setara 27,01% dari modal ditempatkan dan disetor perseroan pasca IPO. Di masa penawaran umum, PIPA menetapkan harga IPO Rp 105 per saham. Dus, dari aksi korporasi ini, PIPA berhasil meraih dana segar sebesar Rp 97,13 miliar. Dana hasil IPO akan digunakan PIPA untuk beberapa keperluan. Junaedi, Direktur Utama Multi Makmur Lemindo, mengklaim, selama masa penawaran umum, saham PIPA mencatatkan kelebihan permintaan atawa oversubscribed sekitar 109 kali dari penjatahan terpusat. "Total ada 23.314 investor, 69 investor berasal dari luar negeri," kata Junaidi di BEI, kemarin. Junaedi mengatakan, dana hasil IPO akan digunakan PIPA untuk memperluas jaringan distribusi material dan bahan bangunan, terutama di area Kalimantan. Ini seiring geliat proyek pembangunan ibukota negara (IKN) baru, yang diperkirakan akan mendongkrak permintaan bahan material. Karena itu, PIPA membidik pendapatan dari proyek IKN berkisar Rp 200 miliar-Rp 300 miliar. Usai IPO, PIPA menargetkan pendapatan bisa tumbuh sekitar 25%-30% tahun ini, dengan pertumbuhan laba bersih 50%. Selain itu, PIPA berharap bisa masuk jajaran 10 besar di industri pipa polymer vinyl chloride (PVC) dalam negeri.

Pilihan Editor