Edar Terbatas Daging Impor
Kalangan peternak sapi berharap pemerintah benar-benar mendistribusikan daging kerbau impor secara terbatas. Harapannya, peredarannya tidak mengganggu pasar daging yang menjadi pangsa peternak sapi lokal. Distribusi daging impor secara terbatas juga diharapkan dapat mengendalikan harga daging di tingkat konsumen. Dirut Perum Bulog Budi Waseso saat bongkar muat daging kerbau beku impor asal India di Terminal Kontainer Priok Baru, Jakut, Rabu (12/4) menyatakan, distribusi secara terbatas, antara lain, ditempuh melalui pembatasan jumlah perusahaan dan mata rantai penjualan daging kerbau, daerah tujuan penyaluran, dan kewajiban menjual dalam kemasan ecer kepada konsumen.
Budi menyebutkan, dari 100.000 ton alokasi impor daging kerbau, Bulog telah merealisasikan 18.000 ton, yang akan disalurkan ke 11 perusahaan yang sudah membayar uang muka sebesar 50 %. Setiap perusahaan mendapatkan jatah sesuai dengan kapasitas penyimpanan dingin masing-masing. Perusahaan-perusahaan itu juga telah menyetor daftar pedagang turunan atau downline kepada Bulog. ”Jumlah mata rantai hingga ke konsumen maksimal 3 (pelaku). Dengan demikian, harga ditingkat konsumen berkisar Rp 85.000-Rp 90.000 per kg,” katanya saat ditemui di sela-sela bongkar muat. (Yoga)
Postingan Terkait
Bulog Ajukan Tambahan Modal Rp 6 Triliun
Substitusi Impor Tekstil Jangan Cuma Wacana
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023