Industri Properti Mampu Menggerakkan Perekonomian
Industri properti telah mampu membuktikan diri menjadi salah satu leading sector yang mampu menggerakkan perekonomian Indonesia. Saat ini, industri properti di Indonesia bukan lagi hanya sekadar real estat dan perumahan, namun juga meliputi kawasan komersial/superblok, transit oriented development (TOD), kawasan industri, Kawasan Ekonomi Khusus, hingga kawasan pariwisata. Berdasarkan backlog perumahan dalam data Susenas 2020, keluarga yang belum memiliki rumah masih mencapai 12,75 juta. Angka ini berpotensi meningkat seiring pertumbuhan rumah tangga baru yang diperkirakan mencapai 700–800 ribu KK setiap tahun.
“Untuk itu, implementasi new urban development perlu diintegrasikan ke dalam kebijakan pengelolaan perkotaan dengan pemanfaatan lahan secara efisien, sistem transportasi yang saling terintegrasi, serta penyediaan fasilitas publik yang layak dan nyaman,” ujar Menkor Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam siaran pers, Senin (10/4). Pernyataan Airlangga dilontarkan saat saat menyampaikan keynote speech secara daring dalam acara Diskusi Properti bertema Kontribusi Industri Bagi Perekonomian Nasional dan peluncuran buku Membangun Indonesia melalui Industri Properti, di Jakarta, Senin.
Kebangkitan di sektor properti pascapandemi Covid-19 telah membuka kesempatan kerja bagi masyarakat di berbagai sektor dan menggerakkan sedikitnya 175 multiplier effects. Selain itu, bangkitnya sector properti juga turut meningkatkan penggunaan komponen dalam negeri dan mengakselerasi pertumbuhan ekonomi nasional. Hal ini dibuktikan dengan tumbuhnya ekonomi Indonesia di tahun 2022 sebesar 5,31% (ctc). (Yetede)
Penjualan Motor Honda Melonjak 50%
PT Astra Honda Motor (AHM) mencatatkan kenaikan penjualan hingga 50% pada kuartal I-2023 menjadi 1,4 juta unit dibanding periode sama tahun lalu. Kenaikan penjualan tersebut, terutama dikontribusi dari segmen motor matic. “Tahun ini, selama tiga bulan pertama sudah terjual 1,4 juta unit. Sampai akhir tahun nanti, penjualan mungkin bisa 4,3-4,5 juta unit,” kata Marketing Director PT Astra Honda Motor (AHM) Octavianus Dwi Prijanto Putro dalam buka puasa bersama AHM di Jakarta, Senin (10/04).
Octavianus mengatakan, tipe Beat, Scoopy, Vario, dan PCX masih menjadi kontributor utama penjualan AHM. Hal itu seiring segmen motor matic yang masih menguasai 91% pasar domestik. Selain di pasar dalam negeri, AHM juga telah mengekspor 40 ribuan unit sepeda motor dalam bentuk utuh (completely build up/CBU) dan 160 ribuan berupa sepeda motor rakitan (completely knock down/CKD). “Untuk model, tergantung negaranya. Kami ada Scoopy, Beat, Vario, dan PCX. Ada sekitar 10-11 negara tujuan ekspor, di antaranya Filipina, Vietnam, Malaysia, dan Argentina,” kata dia. (Yetede)
Pemerintah Telah Antisipasi Stok dan Harga Daging Sapi
Wapres KH Ma’ruf Amin memastikan, pemerintah telah mengantisipasi ketersediaan serta harga daging di pasaran seiring kenaikan harga komoditas tersebut akibat tingginya permintaan masyarakat saat Puasa-Lebaran. “Mengenai kebutuhan barang daging, kebutuhan Puasa, sebenarnya pemerintah sudah mengantisipasi. Termasuk, penyiapan daging impor kalau memang mengalami kekurangan,” ujar Wapres dalam keterangan yang dikutip dari situs resmi Wapres, Senin (10/04). Wapres menuturkan, bila produksi dalam negeri sudah tercukupi, pemerintah tidak perlu melakukan impor daging. Namun, apabila dibutuhkan, pemerintah sudah menyiapkan pilihan impor daging tersebut guna mengantisipasi adanya kekurangan di masyarakat. Wapres juga mengatakan, tidak hanya daging sapi, kambing, ayam, telur, dan daging kerbau juga ikut diantisipasi ketersediaan dan kestabilan harganya agar dapat tetap terjangkau oleh masyarakat. “Pemerintah sudah mengantisipasi itu, baik untuk sapi, bahkan juga kerbau sudah disiapkan,” kata dia.
Sebelumnya, BPS meminta masyarakat mewaspadai kenaikan harga sejumlah komoditas pangan pada Puasa-Lebaran. Komoditas daging sapi diperkirakan mengalami kenaikan harga karena adanya permintaan yang tinggi di masyarakat pada momen Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN). Namun demikian, Bapanas/NFA menyatakan, pasokan pangan, termasuk daging sapi (ruminansia) sampai setelah Lebaran atau akhir Mei 2023 sesuai perhitungan Prognosa Neraca Pangan Nasional (PNPN) tahunan dan bulanan terpantau aman. Untuk harga pangan di pertengahan Puasa ini atau sekitar dua minggu jelang Lebaran, peman tauan di 514 kabupaten/kota menunjukkan angka yang relatif stabil sesuai Harga Acuan Pembelian dan Penjualan (HAP) dan Harga Eceran Tertinggi (HET). Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi menjelaskan, stok pangan dipastikan aman menjelang, selama, dan usai HBKN Lebaran 2023. Begitu pula dengan harga pangan pokok strategis terpantau stabil di tingkat produsen dan konsumen sesuai data Panel Harga Pangan (PHP). (Yetede)
Jerat Utang Kereta Cepat
Selain tercekik bunga komersial yang tinggi, yaitu sebesar 4 %, pemerintah mesti menyiapkan jaminan atas utang baru kereta cepat. Akibat biaya proyek bengkak, dengan cost over run alias pembengkakan ongkos proyek sebesar US$ 1,2 miliar. (Yetede)
Rendah Kinerja Pajak Negara
Dugaan transaksi keuangan mencurigakan di Kemenkeu sepanjang 2009-2023 sebesar Rp 349,87 triliun, yang diungkap Menkopolhukam yang juga Ketua Komite Koordinasi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang, Mahfud Md., mengguncang negeri. Data Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan ihwal aliran mutasi rekening yang melibatkan 491 aparatur sipil negara Kemenkeu itu membuka kotak pandora: besarnya potensi penerimaan negara yang hilang. Tindak lanjut atas skandal ini penting dilakukan dan relevan dengan kondisi APBN yang dipenuhi kerentanan struktural menahun berupa terbatasnya kapasitas fiskal, besarnya beban belanja terikat, defisit anggaran yang telah menjadi norma, dan ketergantungan pada pembiayaan utang yang masif. Kasus ini harus jadi momentum untuk reformasi anggaran dengan tujuan tunggal, yakni meningkatkan penerimaan perpajakan dan menciptakan ruang fiskal yang luas untuk kesejahteraan bangsa.
Kinerja penerimaan perpajakan Indonesia rendah sejak dulu, dan kini cenderung stagnan, jika tidak mau disebut melemah. Pasca-reformasi perpajakan 1984, porsi penerimaan perpajakan melonjak, dari 5,3 % terhadap PDB pada 1984 menjadi 11,6 % pada 1994. Jika tax ratio pasca-reformasi perpajakan ini dijadikan acuan, kerugian fiskal akibat tidak tergalinya potensi pajak di periode lost decade selama 1974-1984 berkisar 5 % terhadap PDB per tahun, lebih dari cukup untuk menghapus ketergantungan terhadap utang luar negeri yang saat itu berada di kisaran 3 % terhadap PDB per tahun. Secara sektoral, rendahnya kinerja penerimaan perpajakan dapat ditelusuri dari pembayaran pajak sektor ekonomi yang di bawah kewajaran (undertax). Dari estimasi terhadap tax ratio sektoral, sektor-sektor ekonomi yang terlihat banyak luput dari pembayaran pajak adalah sektor pertambangan serta sektor konstruksi dan real estate. Pada 2021, ketika tax ratio keseluruhan 9,1 %, tax ratio sektor pertambangan hanya 5,1 % dan tax ratio sektor konstruksi serta real estate hanya 4,1 %. Pada 2022, ketika tax ratio meningkat menjadi 10,4 %, tax ratio sektor pertambangan sedikit membaik, namun tax ratio sektor konstruksi dan real estate justru memburuk. (Yetede)
Pasokan BBM dan Elpiji Lebaran Dijamin Aman
Kementerian ESDM memperkirakan adanya perbedaan pola konsumsi BBM selama masa mudik Lebaran 2023. Sejumlah persiapan dilakukan untuk mengantisipasi kekurangan pasokan. Menurut Dirjen Minyak dan Gas, Tutuka Ariadji, puncak lonjakan konsumsi BBM tahun ini bakal berlangsung lebih lama. "Karena waktu libur saat ini lebih panjang sehingga diperkirakan lonjakan kebutuhan BBM akan terjadi hingga dua pekan," kata dia, kemarin. Pemerintah memperkirakan arus mudik berlangsung pada 18-21 April, sementara arus balik akan terjadi dalam dua periode, yaitu pada 25-25 April dan 29 April-2 Mei.
Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi, Erika Retnowati, mengatakan permintaan BBM tahun ini bakal naik 10 %. Khusus bensin, volumenya diperkirakan tumbuh 10,3 %, sementara avtur naik 7,3 %. Namun permintaan kerosin diperkirakan turun 1,4 % dan gasoil turun 8,7 %. Kenaikan angka permintaan itu sejalan proyeksi lonjakan jumlah pemudik tahun ini. Kemenhub menaksir ada 123,8 juta orang yang akan mudik selama periode Idul Fitri 2023, naik 45 % dibanding pada tahun sebelumnya. Pemerintah memastikan kebutuhan tersebut bisa terpenuhi, kendati sebelumnya sejumlah insiden terjadi di beberapa fasilitas pengolahan dan penampungan BBM Pertamina. (Yetede)
KESEHATAN, Sebuah Ironi di Perkotaan
Nurjanah (16) menuntun anaknya Rafka (15 bulan) ke ruang konsultasi gizi di Puskesmas Cakung Barat. Rafka, sudah enam bulan terakhir didiagnosis stunting atau tengkes dan terinfeksi TBC. Pengukuran menunjukkan, berat Rafka 7,9 kg dan tinggi badannya 75 cm. ”Bulan lalu beratnya 8,1 kg. Sekarang 7,9 kg. Tingginya bertambah sedikit demi sedikit,” kata Hanna Claudia, ahli gizi yang sejak awal menangani Rafka, Selasa (4/4). Badan Rafka seharusnya lebih berat daripada bulan sebelumnya sekalipun belum bisa mengejar berat badan ideal bayi seusianya, yakni 10-11 kg. Sementara itu, kenaikan tinggi badannya cukup baik meski tak signifikan. Nurjanah yang rutin memeriksakan anaknya ke puskesmas pertama kali mengetahui berat badan anaknya lambat naik sejak usia 9 bulan. Di usia itu, berat Rafka hanya 5 kg, jauh dari berat ideal bayi laki-laki yang berkisar 7 kg sampai 10 kg.
Faradila Ayu (3) lahir dengan berat normal 2,9 kg. Ibunya, Nasihatul Karomah (26), dinyatakan sehat selama hamil. Namun, Ayu tercatat sebagai 1 dari 11 anak tengkes di RW 009, Kelurahan Cakung Barat, Jaktim. Kader posyandu Cakung Barat, Martini, menduga Ayu tengkes karena sering membeli jajanan di warung, baik permen maupun makanan ringan. Ayu merasa kenyang, padahal jajanan yang dikonsumsinya minim gizi. Saat diperiksa di posyandu, berat badan Ayu turun secara konsisten hingga berada di bawah garis merah, indikator anak kurang gizi sedang hingga berat di Kartu Menuju Sehat (KMS). ”Ayu ikut (program penanganan tengkes) pas November 2022. Waktu itu beratnya 9,6 kilogram,” kata Nasihatul, Sabtu (8/4). Kini, berat badan Ayu 11,4 kg dan tingginya 89 cm. Pertumbuhan Ayu positif setelah diberi makanan tambahan berupa abon ayam, susu, dan zinc yang merupakan bagian dari program penanganan tengkes oleh kecamatan.
Tengkes tidak bisa dipisahkan dari kemiskinan. Kondisi ekonomi yang terbatas membuat sebagian orang sulit mengakses makanan bergizi seimbang buat anak. Nurjanah, misalnya, mengantongi rata-rata Rp 30.000 per hari untuk biaya makan dia dan Rafka. Jika sedang tidak beruntung, Nurjanah bisa tak memegang uang belanja sama sekali. Hanya suami Nurjanah yang bekerja di rumah mereka. Suaminya digaji Rp 185.000 per hari sebagai sopir. Namun, belakangan gajinya dipotong Rp 60.000-Rp 100.000 per hari sebagai biaya ganti rugi seusai menabrakkan mobil bosnya saat bekerja. (Yoga)
Kesiapan Kerja Lulusan Jadi Fokus
Kesiapan lulusan perguruan tinggi memasuki dunia kerja menjadi fokus pendidikan di kampus-kampus. Perguruan tinggi pun mulai mengoptimalkan peluang belajar lewat magang hingga pembelajaran berbasis proyek untuk mengasah kemampuan dan karakter mahasiswa agar mampu beradaptasi dengan dunia kerja. Rektor Universitas Yarsi Fasli Jalal seusai acara Wisuda Sarjana dan Pascasarjana Universitas Yarsi Semester Ganjil Tahun Akademik 2022-2023 di Jakarta, Sabtu (8/4), mengatakan, perguruan tinggi membekali mahasiswa untuk siap mengantisipasi dan beradaptasi karena lingkungan berubah dengan cepat. ”Namun, dengan selalu belajar dan terbuka dengan hal baru, lulusan perguruan tinggi diharapkan mampu menjadi pemelajar sepanjang hayat. Dengan demikian, mereka bisa mengantisipasi perubahansedahsyat apa pun, bisa memahami dan mencari cara pnyesuaian baru lagi di tengah kondisi yang berubah,” tutur Fasli.
Wisuda Universitas Yarsi sekaligus menyambut Dies Natalis Ke-56 Universitas Yarsi itu juga menampilkan orasi ilmiah Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Muhammad Jusuf Kalla. Jusuf Kalla mengingatkan, kesempatan kuliah di perguruan tinggi bermanfaat untuk memberikan ilmu pengetahuan dan mengembangkan logika serta cara berpikir yang baik bagi generasi muda. Hal ini dibutuhkan untuk mengembangkan ekonomi yang efisien dan memecahkan masalah sosial. Apalagi, Indonesia sebagai negara dengan masyarakat Muslim terbesar di dunia harus mampu menghasilkan ilmuwan yang membawa kemajuan ilmu pengetahuan pada dunia. ”Pilihan bekerja yang terbatas harus dijawab dengan mendorong lulusan perguruan tinggi juga siap menjadi pelaku wirausaha atau entrepreneur,” ungkap Jusuf Kalla. (Yoga)
Penurunan Harga Untungkan UMKM
Indeks harga pangan Organisasi Pangan dan Pertanian atau FAO pada Maret 2023 menurun. Penurunan ini diharapkan berdampak positif bagi para pelaku industri kecil dan menengah (IKM) serta UMKM seiring perolehan bahan baku impor yang lebih murah. Kendati demikian, Indonesia tetap mesti mewaspadai kenaikan harga sejumlah komoditas pangan. FAO pada Jumat (7/4/2023) merilis indeks harga pangan secara umum pada Maret 2023 berada di posisi 126,9 poin. Posisi tersebut lebih rendah 2,1 % dibandingkan bulan sebelumnya. Jika dibandingkan dengan Maret 2022, indeks itu menurun 20,5 %. Berdasarkan jenis komoditasnya, kelompok serealia, minyak nabati, dan susu menyumbang penurunan tersebut. Indeks harga kelompok serealia pada Maret 2023 senilai 138,6 poin atau turun 5,6 % dibandingkan bulan sebelumnya.
Angka tersebut juga lebih rendah 18,6 % dibandingkan Maret 2022. Penurunan itu salah satunya akibat pelemahan harga gandum 7,1 % karena adanya perpanjangan Inisiatif Biji-bijian Laut Hitam yang membuat Ukraina dapat mengekspor pasokannya. Perkiraan jumlah panen gandum di Australia yang tinggi serta kenaikan kualitas lahan tanam di kawasan Uni Eropa turut menyebabkan harga di pasar dunia menurun. Menurut Dirjen IKM Kemenperin Reni Yanita, penurunan harga gandum tersebut semestinya berdampak positif bagi industry kecil menengah di bidang makanan-minuman, khususnya di tengah kenaikan permintaan pada masa Ramadhan-Lebaran 2023. ”Harga (di pasar global) yang cenderung menurun membuat industri tepung terigu tidak kesulitan mendapatkan gandum sebagai bahan baku,” tutur Reni saat dihubungi pada Minggu (9/4). (Yoga)
Jalan Impor Pangan
Rapat dengar pendapat Bapanas dengan Komisi IV DPR pada 3 April 2023, menguak persoalan klasik Indonesia yang tak kunjung kelar selama hampir satu dekade janji swasembada pangan Presiden Jokowi. Demi merealisasikan cadangan pangan pemerintah (CPP) sesuai Perpres RI No 125 Tahun 2022 tentang CPP, impor jadi pilihan utama. Dari 11 komoditas yang bakal disiapkan sebagai CPP, enam komoditas dari impor. Berdasarkan data Bapanas (NFA), pada Maret-Mei 2023, pemerintah akan mengimpor beras 500.000 ton, jagung 527.241 ton, kedelai 746.956 ton, bawang putih 190.325 ton, daging sapi 89.054 ton, dan gula konsumsi 448.550 ton. Sebelumnya, pemerintah telah mengimpor beras pada 2022 yang baru terealisasi pada awal 2023, sebanyak 492.863 ton. Pemerintah juga telah merealisasikan impor jagung dan kedelai pada Januari-Februari 2023 masing-masing 127.165 ton dan 352.666 ton.
Tahun ini, pemerintah juga memutuskan mengimpor beras sebanyak 2 juta ton. Berbagai alasan dan pertimbangan digulirkan, seperti ada gagal panen pada Februari sebanyak 820.000 ton akibat dampak La Nina dan potensi gangguan produksi akibat El Nino.Selain itu, Bulog tak mampu menyerap gabah atau beras petani secara optimal lantaran harganya tinggi. Padahal, Bulog perlu memiliki cadangan beras pemerintah (CBP) untuk program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Beras (SPHP). Sejumlah anggota Komisi VI DPR menilai pemerintah tidak lagi memegang kuat filosofi dan semangat UU No 18 Tahun 2012 tentang Pangan. Bahkan ada yang berpendapat, pengadaan pangan baru sebatas mencukupi kebutuhan, bukan kedaulatan pangan berbasis peningkatan produksi, dimana kini, jalan impor pangan Indonesia terbuka lebar, swebagaimana tertera dalam UU No 6 Tahun 2023 tentang Penetapan PP Pengganti UU No 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja menjadi UU. Pasal 30 Ayat 1 UU itu membuka lebar keran impor. (Yoga)









