;

Pembatasan Ekspor untuk Bahan Baku Penting Meningkat

Ekonomi Yuniati Turjandini 12 Apr 2023 Investor Daily
Pembatasan Ekspor untuk Bahan Baku Penting Meningkat

Organisasi untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (OECD) mengatakan bahwa pembatasan ekspor global terhadap bahan-bahan penting telah meningkat lebih dari lima kali lipat selama satu dekade terakhir. Kondisi tersebut berpotensi menghambat upaya-upaya pemerintah mengurangi emisi karbon. Berdasarkan hasil studi OECD, sepersepuluh dari nilai global ekspor bahan baku, seperti lithium, kobalt dan tanah jarang yang dibutuhkan untuk kendaraan listrik dan energi terbarukan telah menghadapi setidaknya satu langkah pembatasan ekspor. “Dampak ekonomi global secara keseluruhan dari tindakan-tindakan ini bisa sangat besar,” demikian disampaikan oleh studi tersebut, yang dilansir Reuters pada Selasa (11/04). Negara-negara teratas yang menjadi cakupan penelitian OECD, sehubungan dengan jumlah pembatasan ekspor baru selama 2009-2020, terdiri dari Tiongkok, India, Argentina, Rusia, Vietnam, dan Kazakhstan.

Menurut laporan OECD, Langkah-langkah pembatasan itu pun kerap berupa pengenaan pajak ekspor, bukannya pembatasan jumlah, yang umumnya dilarang di bawah aturan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), sementara pajak tidak. “Pembatasan ekspor global terhadap bahan-bahan penting sering kali berbentuk pajak ekspor. Pembatasan tumbuh lebih cepat di segmen hulu, seperti bijih, daripada di segmen lainnya,” ungkap isi laporan. Dijelaskan lebih lanjut dalam laporan studi bahwa produksi bahan baku penting telah menjadi lebih terkonsentrasi dalam dekade terakhir. Ini karena Tiongkok berada di antara tiga produsen teratas dari enam dari 10 bahan yang paling terkonsentrasi. (Yetede)


Download Aplikasi Labirin :