Masih Ada Katalis Untuk Pembeban IHSG
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tidak beranjak jauh dari posisinya di awal tahun ini.
Pergerakan indeks tertahan oleh saham-saham dengan nilai kapitalisasi pasar yang besar alias
big caps.
Daftar saham
laggard
sejak awal tahun didominasi oleh saham-saham emiten di sektor pertambangan dan energi. Ambil contoh, PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO), PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), dan PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA).
Associate Director of Research and Investment
Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus mengatakan, sentimen kelesuan permintaan global mengakibatkan saham-saham sektor energi lesu.
Equity Research
Phintraco Sekuritas Rio Febrian menambahkan, penurunan harga batubara hingga 52,06% sejak awal tahun, turut menjadi alasan saham energi kurang diminati.
Dari sisi pasokan, Indeks PMI Manufaktur Indonesia juga naik ke level 51,9 per Maret 2023. Level tersebut ada di atas level ekspansif yakni 50.
Investment Analyst
Infovesta Kapital Advisori Fajar Dwi Alfian sepakat, pergerakan IHSG di kuartal kedua ini seharusnya agak lebih stabil. Apalagi, dana asing mulai mengalir masuk. Menilik data
Bloomberg, dalam sepekan terakhir asing tercatat melakukan
net buy
di seluruh pasar senilai Rp 2,64 triliun.
Harga Minyak Licin, Emiten Makin Cuan
Harga minyak mentah dunia kembali mendidih. Setelah sempat anjlok pada perdagangan Senin lalu, pada Selasa (11/4) pukul 20.45 WIB, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) sudah naik 0,53% ke level US$ 80,16 per barel.
Di waktu yang sama, penguatan juga terjadi pada harga minyak mentah Brent berjangka yang naik 0,37% menjadi US$ 84,49 per barel. Langkah negara-negara produsen minyak OPEC+ memangkas produksi jadi katalis pendorong harga minyak mentah.
Pada pekan lalu, Arab Saudi dan produsen minyak OPEC+ lainnya mengumumkan pengurangan produksi minyak sekitar 1,16 juta barel per hari. Keputusan ini membuat total volume pemotongan produksi minyak oleh OPEC+ jadi 3,66 juta barel per hari.
Analis Panin Sekuritas Felix Darmawan menilai, pemotongan produksi minyak oleh OPEC+ menjadi pemicu kenaikan harga minyak mentah. "Kami melihat upaya OPEC+ itu untuk menjaga harga minyak di level tertentu," kata Felix, kemarin.
Kepala Riset RHB Sekuritas Andrey Wijaya sepakat. Dia melihat, kenaikan harga minyak mentah berasal dari kebijakan OPEC+ yang secara agresif mengurangi produksi dan permintaan minyak global yang lebih tinggi dari perkiraan.
KENDALI HARGA KALA HARI RAYA
Stabilitas harga kebutuhan pokok menjadi hal krusial menjelang perayaan Hari Raya Idulfitri. Tak pelak, pemerintah pun terus berjibaku menjangkar harga kebutuhan pokok, guna mengamankan daya beli masyarakat. Harga kebutuhan pokok yang terkendali digadang-gadang bakal turut mendongkrak konsumsi masyarakat, termasuk untuk barang dan jasa lain. Kondisi itu pun akan menjadi katalis positif bagi perekonomian nasional yang selama ini banyak bertumpu pada konsumsi. Kabar baiknya, menjelang Lebaran, harga sejumlah kebutuhan pangan strategis seperti beras, gula pasir, dan minyak goreng masih terpantau landai. Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional pada Selasa (11/4), rata-rata harga beras kualitas medium I di pasar se-Indonesia tercatat stabil Rp13.450 per kg. Bahkan, harga minyak goreng pada H-11 Lebaran tahun ini, merujuk data Kementerian Perdagangan, cenderung turun 16,9% dibandingkan H-11 Lebaran 2022 menjadi Rp14.700 per liter. Beragam upaya pengendalian harga pangan menjelang Lebaran 2023 telah ditempuh pemerintah. Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi menyatakan terus memastikan ketersediaan beberapa komoditas strategis seperti beras, hingga gula pasir. “Neraca komoditas di awal tahun sebagai base-nya,” kata Arief. Ketua Komisi Analis Kebijakan Ekonomi Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Ajib Hamdani mengatakan stabilisasi harga itu bisa terjadi lantaran adanya keseimbangan supply and demand. Namun, Ajib menyangsikan stok pangan terpenuhi dari dalam negeri. “Yang kemudian menjadi lebih prinsip, di sektor pangan ini, apakah kebutuhan supply-nya memang dari produktivitas petani yang lebih baik atau karena impor,” katanya, Selasa (11/4). Menurutnya, pemerintah perlu fokus dalam program ketahanan pangan demi kepentingan ekonomi jangka panjang dan Nilai Tukar Petani (NTP).
Jeli Memilih Saham
Pembagian dividen sejumlah emiten pada kuartal II/2023 menjadi angin segar bagi para investor di tengah kurang bergairahnya pasar saham. Kenaikan harga dan nilai transaksi turut mengerek indeks harga saham gabungan. Kemarin, indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup naik 0,59% ke level 6.811,31 bila dibandingkan dengan perdagangan hari sebelumnya. Selain karena sentimen positif dari aksi bagi cuan sejumlah emiten, penguatan juga didorong oleh kehadiran emiten baru. Berdasarkan data yang dihimpun Bisnis, dividen jumbo dialirkan oleh empat emiten bank kelas kakap, yakni PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) sebesar Rp20,95 triliun, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) Rp24,7 triliun, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) Rp7,32 triliun, dan yang terbesar PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) senilai Rp34,89 triliun. PT Indo Tambangraya Megah Tbk. (ITMG) yang dikenal sebagai emiten tambang batu bara yang royal menebar dividen, juga berencana mengalirkan US$474,63 juta atau setara dengan Rp7,07 triliun dividen tunai kepada para pemegang sahamnya. Dampak positifnya, harga saham beberapa emiten tersebut pun diperdagangkan di teritori hijau pada Selasa (11/4). BBCA misalnya naik 0,28% menjadi Rp8.825, BBRI naik 0,41% ke level Rp4.880, ITMG naik hingga 10,35% ke level Rp38.025 per saham. Bagi pemodal yang tidak memiliki strategi khusus atau sekadar ikut-ikutan, momen ini akan berdampak tidak baik karena dapat menimbulkan kerugian bila penurunan saham lebih tinggi dibandingkan dengan bagi hasil yang diberikan.
KOMODITAS PANGAN : Bulog Jual Beras di Ritel Modern
Perusahaan Umum Bulog kembali menyalurkan beras ke sejumlah ritel modern untuk menurunkan harga komoditas pangan tersebut. Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso menyatakan strategi itu bertujuan memudahkan masyarakat mendapatkan beras Bulog. Adapun, beras yang dijual di ritel modern tersebut dikemas secara khusus untuk menghindari kecurangan di lapangan. “Supaya tidak dipakai main lagi. Pengalaman yang lalu kan karungnya diganti terus dijual dengan harga premium, ya bagaimana mau murah,” ujarnya seusai menghadiri rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi VI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (11/4). Dia optimistis harga beras di pasar rakyat dapat terkendali hingga Lebaran berlangsung. Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi, menjelaskan pemerintah memiliki prioritas menyerap beras dalam negeri, meskipun izin impor beras sudah keluar. Impor beras ini dilakukan hanya untuk menutupi kekurangan di dalam negeri.
INDEKS KEYAKINAN KONSUMEN : Ekonomi Kaltim Tetap Kokoh
Peningkatan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada Survei Konsumen (SK) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) mengindikasikan bahwa optimisme konsumen terhadap perekonomian wilayah ini tetap kuat.Dari Survei Konsumen Kaltim yang dirilis oleh Bank Indonesia menunjukkan bahwa IKK wilayah ini mencapai 138 atau berada di atas zona optimis (>100) pada Maret 2023.Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur (KPw BI) Ricky P. Gozali mengungapkan IKK yang kuat ini bersumber dari Indeks Ekonomi Saat ini (IKE) sebesar 132,8 dan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) sebesar 143,2.
“Pemulihan kondisi ekonomi pascapandemi mendorong terjaganya indeks ketersediaan lapangan kerja dan penghasilan,” ujarnya dalam keterangan resminya, Selasa (11/4).
“Ekspektasi positif konsumen terhadap penghasilan didorong oleh perkiraan peningkatan omzet dan upah, sementara ekspektasi konsumen terhadap kegiatan usaha didorong oleh harga yang terkendali dan peningkatan subsidi atau insentif pemerintah,” katanya.
Atur Keranjang Investasi Jelang Idul Fitri
Sepekan lagi, libur hari raya Idul Fitri tahun 2023 segera tiba. Pemerintah telah menetapkan jadwal libur Lebaran dan cuti bersama Lebaran 2023 jatuh pada 19 April hingga 25 April 2023.
Libur Lebaran ini biasanya mempengaruhi perdagangan saham. Pasalnya, aktivitas perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) kerap turun jelang Lebaran. Ambil contoh perdagangan saham menjelang Lebaran pada 2022 lalu.
Mengutip data BEI, pada 20 April 2022, volume perdagangan bursa masih 28,84 miliar saham dengan nilai Rp 20,84 triliun. Sehari jelang libur Lebaran, volumenya tinggal 21,25 miliar saham dengan transaksi Rp 19,71 triliun.
Kejadian serupa diproyeksi terulang lagi di tahun ini. Aroma ini sudah mulai tercium. Pada 3 April lalu, volume transaksi saham masih 15,44 miliar dengan nilai transaksi Rp 8,37 triliun.
Head of Research Jasa Utama Capital Cheril Tanuwijaya mengatakan, libur Lebaran tahun ini cukup panjang. Bahkan, pada April, hari efektif bursa hanya 14 hari, lebih singkat dibanding rata-rata bulanan, yakni 20 hari. "Artinya hanya 70% efektif dalam sebulan, sehingga volume perdagangan cenderung sepi," papar Cheril, Senin (10/4). Research & Consulting Manager
Infovesta Kapital Advisori Nicodimus Kristiantoro menimpali, secara historis volume transaksi saham di bulan Ramadan memang lebih sepi dibanding periode lainnya. Volume transaksi bisa semakin berkurang jelang Lebaran.
Para analis menyarankan, investor yang ingin bertransaksi saat volume transaksi di bursa mengecil memperhatikan sentimen di pasar. Salah satu sentimen yang berpotensi mewarnai pasar pekan depan adalah Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (BI).
Usai IPO, PIPA Bidik Kenaikan Laba
PT Multi Makmur Lemindo Tbk (PIPA) resmi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin (10/4). PIPA menjadi emiten ke-30 yang melantai di BEI tahun ini.
Dalam penawaran umum perdana saham alias
initial public offering
(IPO), PIPA melepas 925 juta saham ke publik. Jumlah itu setara 27,01% dari modal ditempatkan dan disetor perseroan pasca IPO.
Di masa penawaran umum, PIPA menetapkan harga IPO Rp 105 per saham. Dus, dari aksi korporasi ini, PIPA berhasil meraih dana segar sebesar Rp 97,13 miliar. Dana hasil IPO akan digunakan PIPA untuk beberapa keperluan.
Junaedi, Direktur Utama Multi Makmur Lemindo, mengklaim, selama masa penawaran umum, saham PIPA mencatatkan kelebihan permintaan atawa
oversubscribed
sekitar 109 kali dari penjatahan terpusat. "Total ada 23.314 investor, 69 investor berasal dari luar negeri," kata Junaidi di BEI, kemarin.
Junaedi mengatakan, dana hasil IPO akan digunakan PIPA untuk memperluas jaringan distribusi material dan bahan bangunan, terutama di area Kalimantan. Ini seiring geliat proyek pembangunan ibukota negara (IKN) baru, yang diperkirakan akan mendongkrak permintaan bahan material. Karena itu, PIPA membidik pendapatan dari proyek IKN berkisar Rp 200 miliar-Rp 300 miliar.
Usai IPO, PIPA menargetkan pendapatan bisa tumbuh sekitar 25%-30% tahun ini, dengan pertumbuhan laba bersih 50%. Selain itu, PIPA berharap bisa masuk jajaran 10 besar di industri pipa
polymer vinyl chloride
(PVC) dalam negeri.
Harga Emas Menyepuh Laba Antam
Kemilau harga emas bakal memoles bisnis PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) tahun ini. Apalagi, ANTM tengah menggarap proyek pengembangan ekosistem nikel yang akan jadi sumber pendapatan berkelanjutan.
Equity Analyst OCBC Sekuritas Olivia Laura Anggita memperkirakan, harga emas akan tetap tinggi seiring permintaan domestik. Namun, produksi emas ANTM akan mendatar di tahun ini. Ini karena kapasitas produksi tambang Cibaliung sudah mulai menipis.
Sepanjang tahun lalu, kontribusi penjualan emas pada total pendapatan ANTM mencapai Rp 31,62 triliun. Angka ini naik dari tahun sebelumnya Rp 25,94 triliun. Sepanjang tahun lalu, pendapatan ANTM mencapai sebesar Rp 45,93 triliun, naik 19,5% secara tahunan.
Olivia mengatakan, pada tahun ini, dengan tren kenaikan harga emas dan potensi peningkatan volume penjualan bijih nikel, maka margin laba ANTM bisa meningkat. Emiten pelat merah ini menargetkan bisa menjual bijih nikel sebanyak 8 juta ton di tahun ini, atau tumbuh 15,9% secara tahunan.
Analis Ciptadana Sekuritas Thomas Radityo juga sepakat, dengan tren kenaikan harga emas, maka pendapatan ANTM di tahun ini akan lebih mentereng. Di tahun lalu, kinerja ANTM sangat baik, didukung peningkatan volume penjualan emas dan naiknya harga jual rata-rata feronikel.
Kedua faktor ini mampu mengimbangi penurunan volume penjualan feronikel sebesar 6,9% menjadi 24.210 ton dan penurunan penjualan bijih nikel sebesar 9% menjadi seberat 7 juta ton.
Kepala Riset Jasa Utama Capital Sekuritas Cheril Tanuwijaya mengatakan, ANTM juga diuntungkan perkembangan industri kendaraan listrik, mengingat ANTM sebagai salah satu produsen berbagai bahan bakunya.
Kredit Menganggur di Bank Meningkat
Kredit menganggur di perbankan meningkat. Yang dimaksud kredit menganggur ini adalah fasilitas kredit yang sudah disetujui, namun belum ditarik nasabah. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), total kredit menganggur alias undisbursed loan per Januari 2023 tercatat Rp 1.924,2 triliun. Angka ini meningkat 12,8% dari periode yang sama tahun sebelumnya atau year on year (yoy) yakni Rp 1.705,1 triliun pada Januari 2022.Peningkatan undisburse loan sejalan dengan penyaluran kredit baru yang terus meningkat. Secara total, portofolio kredit perbankan per Januari tercatat tumbuh 10,53% secara yoy. Lalu, pada Februari melaju lagi dengan pertumbuhan 10,64% yoy. PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat Tbk (Bank BJB) menjadi salah satu bank mencatat kenaikan undirbursed loan sebesar Rp 776 miliar dari akhir tahun 2022 hingga Februari.Yuddy Renaldi, Direktur Utama Bank BJB mengatakan, kenaikan kredit menganggur tersebut disebabkan penyaluran kredit baru juga mengalami peningkatan di saat yang sama. Hingga Februari 2023, portofolio kredit bank daerah ini tercatat sudah tumbuh 12,5% yoy.Dia bilang, penarikan fasilitas kredit akan dilakukan nasabah secara berangsur sesuai dengan kebutuhan untuk kegiatan bisnisnya.









