Sertifikasi Halal membuat UMKM Naik Kelas
Ada banyak cara agar bisnis
pelaku UMKM naik kelas. Salah satunya lewat sertifikasi halal. Dengan label
itu, UMKM dapat memperluas pasarnya, menjaga kualitas, hingga menumbuhkan industri
halal di Indonesia. Bulan Ramadhan 2025 kali ini menjadi berkah bagi Nugraha
Ningsih, pemilik usaha kuliner Nugroho’s Kitchen. Hampir setiap hari ia
menerima permintaan konsumen, baik puding dan kue lapis untuk acara ulang
tahun, hamper Lebaran, ataupun hantaran pernikahan. Pekan ini saja ia memperoleh
sembilan pesanan. Lama, Jakarta. ”Masih banyak yang saya enggak tulis (di papan).
Hari ini saja pesanan full (penuh),” ucap Ningsih, Sabtu (29/3) di rumahnya di
Kebayoran. Banyaknya permintaan pelanggan tidak terlepas dari cita rasa
penganannya hingga label halal.
Sertifikat itu ia terima akhir
Februari lalu di Kantor Maybank Indonesia, Jakarta. Ia satu dari 1.500 UMKM di
sejumlah kota yang mengikuti pendampingan sertifikasi halal, program kolaborasi
Maybank Indonesia, Lembaga Pengembang UMKM Muhammadiyah, serta Lembaga Pengkajian
Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika (LPPOM) MUI, yang menyasar UMKM di Jakarta,
Surabaya dan Yogyakarta. ”Alhamdulillah, saya akhirnya punya sertifikat halal.
Selama ini, banyak yang menanyakan soal sertifikat ini. Dengan ini, saya dapat
banyak pesanan. Saya bahkan terima (pesanan) dari RS di Mampang (Jakarta)
selama bulan puasa setiap Rabu dan Kamis,” ungkapnya. (Yoga)
Berlibur Cukup dengan Seratus Ribu
Dari penurunan daya beli masyarakat hingga menyusutnya
jumlah pemudik mewarnai arus mudik Lebaran 2025. Wisata terjangkau dalam kota menjadi
pilihan pertama dan satu-satunya bagi warga yang tidak pulang kampong, sebagai
obat melawan penat untuk menghabiskan libur hampir sepekan. Kuncinya adalah
memilih destinasi dan strategi yang tepat. Selembar uang seratus ribu rupiah
bahkan bisa membawa rombongan keluarga berekreasi di Jakarta. Eri (38) warga
Pejaten, Jaksel, pada Selasa (1/4) menyiapkan dana Rp 200.000 untuk berwisata
bersama istri dan anak semata wayangnya yang masih berusia 16 bulan ke kawasan
Kota Tua dan Kebun Binatang Ragunan.
Sebagai pekerja swasta dengan status kontrak harian, dia tak
bisa liburan bermewah-mewah. Kedua destinasi itu dipilih karena bisa diakses menggunakan
transportasi publik, seperti bus Transjakarta. Tempat rekreasi lain yang
menjadi primadona murah meriah di Jakarta pada masa libur Lebaran adalah
kawasan Monas. Lokasinya yang berada di pusat kota memudahkan akses transportasi
umum. Pasangan suami-istri Beng (40) dan Nana (40) berekreasi ke Monas menggunakan
transportasi umum bersama kedua anaknya yang berusia 13 tahun dan 5 tahun dari Cibinong,
Kabupaten Bogor, Jabar.
Sekali jalan untuk satu orang dari Cibinong ke Monas hanya
membutuhkan biaya Rp 8.500 untuk membayar ongkos naik kereta rel listrik (KRL) Cibinong-Juanda
Rp 5.000 dan Rp 3.500 untuk bus Transjakarta Juanda–Monas. Pergi-pulang, total
sekeluarga beranggotakan empat orang membutuhkan dana Rp 68.000. Tiket masuk
kawasan Monas tidak dipungut biaya. Namun, jika ingin lanjut masuk ke puncak
Monas, harga tiket untuk orang dewasa dipatok Rp 24.000, sedangkan untuk anak-anak
Rp 6.000. ”Daripada mudik ke Yogyakarta. Harga tiket bus ke Yogyakarta satu
kursi Rp 650.000 sekali jalan,” katanya. Tempat populer lain yang banyak
didatangi warga Jabodetabek pada hari kedua Lebaran 2025 adalah kawasan
Bundaran HI, terutama di area anjungan (skydeck).
Taufan (37) dan Desi (37), warga Cilegon, Banten, memilih
berfoto bersama kedua anak mereka di anjungan ini sebagai bagian dari rencana
perjalanan pertama selama berlibur dua hari semalam di Jakarta. ”Ketika
Lebaran, Jakarta sepi. Jadi, kami ingin menikmati fasilitas-fasilitas umum
Jakarta yang bagus ketika sepi seperti ini. Bagus, bisa lihat gedung-gedung
tinggi,” kata Taufan. Cukup dengan selembar uang seratus ribu, masyarakat dapat
berkeliling Jakarta. Kalau tak punya, coba saja pakai jurus andalan ”Pinjam
dulu seratus”. (Yoga)
Maraknya Lowongan Palsu Daring ditengah Badai PHK Massal
Di saat situasi ekonomi sedang melemah dan banyak fenomena PHK
massal, modus penipuan pekerjaan secara daring juga marak. Masyarakat diimbau agar
selalu waspada terhadap modus ini. Pada periode Februari-Maret 2025, sejumlah
699 orang menjadi korban modus penipuan itu dan harus dipulangkan dari Myanmar
ke Tanah Air. GC (33) ibu rumah tangga yang berdomisili di Tangerang, Banten,
tiba-tiba mendapat pesan dari akun Linkedin dari profil pengguna yang terkesan profesional
dan meyakinkan, menunjukkan dia sebagai headhunter (pemberi kerja) dari
perusahaan di Singapura yang bergerak di bidang gim daring (i-gaming). Pesan
itu menawarkan pekerjaan customer support dengan keterangan tambahan bersedia
ditempatkan di Kamboja.
”Bulan Februari, pemilik akun tersebut masih mengirimi saya
pesan lagi yang menawarkan pekerjaan customer support. Dengan keterangan, jika
diterima pada lowongan itu, akan ditempatkan di Kamboja. Saya dan suami
langsung curiga apakah ini terkait bisnis judi daring,” katanya, Kamis (27/3). Walaupun
sudah memiliki pekerjaan paruh waktu, ibu satu anak ini tergiur dengan lowongan
kerja yang ditawarkan itu. Gaji yang ditawarkan berkisar Rp 10 juta-Rp 16 juta
per bulan. Jika bersedia direlokasi ke Kamboja, biaya penerbangan dan akomodasi
pun akan ditanggung pemberi kerja. Namun, karena lowongan itu terasa
mencurigakan, GC tidak menindaklanjutinya. Ia dihubungi lagi untuk kedua
kalinya oleh akun pemberi kerja, tetapi kemudian ia memilih untuk mengabaikan.
Beberapa waktu terakhir iklan lowongan kerja banyak dijumpai
di media sosial. Banyak lowongan kerja yang nyata dan legal, tetapi juga tidak sedikit
yang merupakan kedok penipuan. Direktur Tindak Pidana Perdagangan Perempuan dan
Anak dan Pidana Perdagangan Orang (PPA-PPO) Brigjen (Pol) Nurul Azizah, di
Bareskrim Polri, Jumat (21/3), menuturkan, modus tindak pidana perdagangan
orang (TPPO) melalui lowongan daring yang kemudian ditempatkan di perusahaan
gim daring atau scam kian marak di masa PHK massal ini. Pada 2023 terdapat 1.061
laporan dan pada 2024 terdapat 843 laporan. Pada Februari-Maret ini, ada 699
warga Indonesia yang menjadi korban TPPO dan telah dipulangkan dari Myanmar melalui
Thailand. Para pekerja migran itu dipekerjakan sebagai operator scammer atau
perusahaan penipuan daring di Myanmar. (Yoga)
Mencari PRT Infal atau Mengurus Rumah Sendiri
Liburan Lebaran menjadi momen
yang dinanti pekerja rumah tangga atau PRT yang bekerja di kota-kota besar,
terutama di Jakarta dan sekitarnya. Selama sepekan hingga dua pekan, mereka
akan pulang kampung. Majikan mereka harus menyiasati bagaimana mengurus rumah
selama ditinggal mudik PRT. Biasanya, keluarga yang tak biasa mengurus rumah
akan mencari PRT infal atau pengganti yang bekerja sementara di rumah tangga
yang PRT-nya mudik hari raya. Ada juga yang memilih pergi berlibur dan baru pulang
saat PRT kembali dari mudik. Namun, ada juga keluarga yang lalu mengerjakan bersama-sama
alias bergotong royong mengurus rumah selama PRT mudik.
Bagi pasangan Brian (49) dan
Melly (49) yang tinggal di Rawamangun, Jakarta, ditinggal PRT pulang kampung
saat Lebaran sudah biasa. Seperti Lebaran 2025 ini. PRT izin mudik Lebaran selama
10 hari, Kamis (27/3) hingga Sabtu (5/4). Untuk itu, Melly dan Brian yang memiliki
seorang putri berusia 11 tahun berbagi tugas dalam urusan rumah tangga. ”Saat
PRT pulang kampung, saya ekstra bangun pagi, membuat sarapan, walau seadanya,”
ucap Melly, Selasa (1/4). Menu makanan pun menyesuaikan, tidak banyak variannya,
yang penting ada makanan tersaji. Kadang makan di luar rumah atau pesan lewat daring.
Ia belanja persediaan bahan makanan sebelum Lebaran tiba. ”Yang bagian-bagian
basah saya, masak, nyuci, dan sebagainya. Suami nyapu atau beresin tempat tidur
dan bersihin rumah,” tutur Melly.
Beberapa PRT malah memilih tetap
bekerja, bahkan mengajukan diri sebagai PRT infal atau pengganti yang bekerja
sementara di salah satu rumah tangga yang PRT-nya mudik Lebaran. Ayu (47) PRT asal
Jatim, memilih berlebaran di Jakarta bersama anaknya yang kini tengah kuliah. Saat
Lebaran, Ayu, yang bekerja di rumah warga asing yang tinggal dan bekerja di
Indonesia, selalu mendapat jatah libur hari raya. Waktu libur tersebut justru
digunakan untuk bekerja sebagai PRT infal di salah satu keluarga, yang beberapa
tahun terakhir selalu memintanya jadi PRT infal. Di rumah keluarga dengan dua
anak itu, untuk pekerjaan 11 hari, Ayu mendapat upah Rp 250.000 per hari. (Yoga)
BONUS HARI RAYA Untuk Pengemudi Ojek Daring
Fauzan (38) pengemudi ojek daring
di Jaksel, tidak percaya dirinya tak memperoleh bonus hari raya atau BHR. Dari
22 hingga 24 Maret 2025 atau periode platform transportasi daring menjanjikan
distribusi BHR, dia berkali-kali cek saldo dompet elektroniknya, namun,
hasilnya nihil. Tidak ada penambahan saldo yang khusus terkait BHR. Hanya ada
pemasukan dari mengantar penumpang. Fauzan mengaku tidak tahu alasan yang
menyebabkan dirinya tak mendapatkan BHR. Dia selalu rajin bekerja dan tidak
pernah melanggar kode etik platform. ”Saya sangat berharap bisa memperoleh BHR.
Saat Presiden Prabowo mengumumkan pengemudi mendapat BHR sampai Rp 1 juta, saya
senang sekali,” ucapnya. Fauzan jadi lebih giat bekerja. Bahkan, dia bekerja dari
pagi hingga sore, hampir setiap hari. Sejak 24 Maret 2025 sampai sekarang, ia
banyak mendapat pesanan jasa kirim bingkisan Lebaran.
Sedang Ahmad (40) pengemudi ojek online
(ojol) atau ojek daring asal Serpong, Tangsel, Banten, mendapat BHR senilai Rp
850.000. Dia mengetahui bahwa tidak semua mitra pengemudi ojek daring
mendapatkan BHR. Dia meyakini, itu bagian dari jatah rezeki yang masih bisa ia terima.
Ahmad mengklaim selalu menjaga performa sebagai mitra pengemudi dan mengikuti
kode etik yang diharuskan platform. Selama setahun terakhir, Ahmad yang sudah
memiliki dua anak ini selalu mulai bekerja pada pukul 10.00 WIB dan pulang pukul
22.00 WIB atau 23.00 WIB. Setiap hari, Ahmad memperoleh penghasilan antara Rp
100.000 dan Rp 200.000. Pada Ramadhan 2025, dia merasakan sedikit peningkatan. Meski
nominal penghasilan sehari-hari selama Ramadhan ditambah BHR tidak terlalu besar,
dia tetap bersyukur.
Chief of Public Affairs Grab Indonesia,
Tirza Munusamy, mengatakan, pemberian BHR di Grab mengacu pada imbauan
Presiden, 10 Maret 2025 di Istana Negara, Jakarta. Intinya, BHR diberikan atas
dasar keaktifan kerja mitra pengemudi. Penyaluran BHR dilakukan berdasarkan mekanisme
yang telah ditetapkan Grab. ”Kami mempertimbangkan berbagai faktor. Selain keaktifan
mitra pengemudi, kami mencermati pula kemampuan finansial perusahaan,” ujarnya dalam
keterangan tertulis, Kamis (27/3/2025) malam. Untuk Mitra Jawara Teladan paling
aktif sejauh ini, menurut dia, telah memperoleh nominal BHR tertinggi, yaitu Rp
1,6 juta untuk mitra pengemudi roda empat dan Rp 850.000 untuk mitra pengemudi
roda dua. (Yoga)
Sengketa Dagang dan WTO
Di tengah semakin maraknya perang
dagang, AS kembali menggoyang Organisasi Perdagangan Dunia (WTO). Di bawah
kepemimpinan Donald Trump yang kedua, AS terindikasi menangguhkan pendanaan
WTO. Reuters melaporkan, AS telah menunda sementara pembayaran pendanaan ke WTO
pada 2024 dan 2025. Pada 2024, anggaran WTO sebesar 205 juta franc Swiss atau
232,06 juta USD. Kontribusi AS terhadap anggaran itu sebesar 11 %. Laporan
tersebut berdasarkan tiga sumber Reuters pasca WTO menggelar rapat anggaran
pada 4 Maret 2025, dimana delegasi AS menyampaikan penundaan pendanaan untuk
WTO pada 2024 dan 2025 sambil menunggu tinjauan anggaran belanja AS. Bila AS
benar-benar menghentikan pendanaan tersebut, WTO bisa jadi mengerem atau
mengefisiensi sebagian belanjanya.
Padahal, WTO tengah menangani
berbagai aduan sengketa dagang, termasuk soal kenaikan tarif impor AS terhadap
sejumlah produk dari Kanada dan China. Kondisi itu berpotensi semakin
menumpulkan peran WTO sebagai penjaga sistem perdagangan multilateral dunia.
Hal ini mengingat AS di era kepemimpinan periode pertamanya, Trump memblokir
pengangkatan hakim Badan Banding (AB) WTO pada 2019. Kebijakan tersebut terus
berlanjut di era Joe Biden. Hingga kini, AB WTO belum berfungsi sepenuhnya. Per
Desember 2024, terdapat 31 kasus banding yang tertunda. Guna mengatasinya, WTO
berupaya merampungkan sengketa dagang di tingkat Badan Penyelesaian Sengketa
(DSB). Sedangkan China, musuh bebuyutan AS dalam perang tarif panen ratusan
investigasi perdagangan.
Separuh investigasi perdagangan
itu disengketakan di WTO. Berdasar data Statista, total ekspor China pada 2024
mencapai 3,58 triliun USD, tumbuh 5,9 % secara tahunan. Surplus neraca dagang China
dengan berbagai negara di dunia, mencapai rekor mendekati 1 triliun USD. Peneliti
dan ekonom Universitas Peking, Lu Feng, menuturkan, sebanyak 198 investigasi
perdagangan terhadap China sepanjang 2024 itu didominasi kasus dugaan dumping
dan subsidi ilegal. Jumlah investigasi tersebut meningkat dua kali lipat
dibandingkan pada 2023. China mengandalkan lonjakan ekspor untuk mempertahankan
pertumbuhan ekonomi nasional, juga untuk mengimbangi permintaan domestik yang
melemah di tengah perlambatan sektor properti selama bertahun-tahun (Financial
Times, 31/3/2025). (Yoga)
Pergerakan Nilai Tukar Rupiah Saat BI Libur 11 Hari
Pergerakan nilai tukar rupiah
tengah menjadi sorotan publik. Rupiah yang sempat tembus Rp 16.600 per USD
dikaitkan dengan situasi krisis moneter pada 1998. Meski dilihat dari berbagai
aspek situasinya berbeda, depresiasi rupiah yang diperkirakan berlangsung dalam
jangka waktu pendek patut diwaspadai. Sebab, nilai tukar yang tidak stabil, apalagi
cenderung melemah, akan memengaruhi persepsi pasar serta berdampak pada sektor
riil. Di tengah upaya stabilisasi nilai tukar rupiah, seluruh kegiatan operasi
moneter BI libur, seiring hari libur nasional dan cuti bersama hari raya Idul
Fitri 2025. BI menyatakan, seluruh kegiatan operasional, termasuk operasi
moneter rupiah dan valuta asing (valas) per 28 Maret-7 April 2025, ditiadakan.
BI baru akan kembali beroperasi mulai Selasa (8/4). Berkaca dari pengalaman
2024, nilai tukar rupiah selama musim libur Lebaran tertekan.
Pada perdagangan terakhir per 5
April 2024, sehari sebelum BI libur, rupiah di level Rp 15.873 per USD, lebih
rendah 2,81 % dibanding akhir 2023. Pada saat BI kembali ke pasar pada 16 April
2024, rupiah sudah terperosok hingga Rp 16.176 per USD atau melemah 4,77 %
dibanding akhir 2023. Rupiah terdepresiasi 1,9 % hanya sepekan BI absen dari
pasar keuangan. Di sisi lain, depresiasi rupiah kali ini terjadi seminggu setelah
pasar saham terpuruk. Bukan kali pertama kondisi pelemahan nilai tukar
berlangsung menjelang dan selama periode libur nasional. Oleh sebab itu, BI
mengklaim telah mempersiapkan beberapa antisipasi dan mitigasi risiko ketika absen
dari pasar. ”Setiap menghadapi libur panjang, BI sudah menyiapkan berbagai
langkah antisipasi dan mitigasi terkait kondisi moneter, termasuk nilai tukar
rupiah,” kata Direktur Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI,
Fitra Jusdiman, Kamis (27/3).
Selama libur panjang di
Indonesia, pasar keuangan global tetap beroperasi dan bergerak normal.
Berdasarkan data historis, pergerakan nilai tukar rupiah saat pasar kembali
dibuka relatif sejalan dengan pergerakan pasar global. Artinya, apabila kurs
USD secara global melemah, biasanya rupiah akan menguat. Demikian pula
sebaliknya. Dalam lima tahun terakhir, nilai tukar rupiah tercatat dua kali
menguat pada tahun 2020 dan 2023 saat pasar buka kembali setelah libur panjang Lebaran.
Sebaliknya, rupiah dalam periode yang sama tercatat tiga kali melemah, yakni pada
2021, 2022, dan 2024. Kondisi rupiah yang bergejolak hingga menyentuh level Rp
16.600-an per USD belakangan disebabkan faktor eksternal dan domestik. Tekanan
eksternal dibentuk oleh sentimen pasar keuangan merespons kebijakan Presiden AS
Donald Trump serta ketatnya kebijakan The Fed. Sementara dari sisi domestik, kebutuhan
valas meningkat seiring dengan pembayaran dividen menjelang Lebaran. (Yoga)
Harga Murah Beras dan Nasib Petani
Produksi beras awal tahun ini
diperkirakan 13,95 juta ton, rekor tertinggi dalam tujuh tahun terakhir.
Setelah dua tahun terdampak El Nino, yang membuat luas panen menyusut dan
memaksa pemerintah mengimpor lebih dari 3 juta ton beras pada 2023, lonjakan produksi
kali ini terasa sebagai pencapaian besar. Pada awal 2025, pemerintah bahkan
menyatakan tidak membuka keran impor tahun ini. Dengan suplai melimpah, harga
beras turun. Masyarakat, terutama dari kelompok berpenghasilan rendah,
merasakan langsung manfaatnya. Biaya pengeluaran untuk kebutuhan pokok jadi
lebih ringan. Mereka punya ruang membelanjakan uang pada kebutuhan lain jelang
Ramadhan dan Lebaran. BPS juga mencatat deflasi pada Februari 2025, kejadian
langka menjelang hari raya Idul Fitri.
Harga beras, cabai, tomat, dan daging
ayam turun signifikan, sekaligus menjadi faktor utama yang mendorong deflasi.
Menurut laporan berjudul ”Dinamika Ekonomi Pangan dan Energi Menjelang Lebaran”
oleh Center of Food, Energy, and Sustainable Develompent Institute for
Development of Economics and Finance (Indef), kondisi itu memperkuat daya beli
masyarakat. Turunnya harga beras meningkatkan daya beli riil karena porsi
pendapatan untuk membeli beras mengecil. Konsumsi bisa tetap terjaga meskipun
harga-harga barang/jasa lain cenderung naik di periode ini. Akan tetapi, situasi
yang menggembirakan bagi konsumen ini tidak berlaku bagi petani. Mereka justru yang
paling terdampak.
Panen raya padi pada akhir Maret
hingga awal April 2025, yang semestinya jadi momen panen keuntungan, berubah
menjadi masa krisis. Harga gabah kering panen (GKP) di sejumlah daerah jatuh di
bawah Rp 6.000 per kg. Padahal, pemerintah telah menetapkan harga pembelian pemerintah
(HPP) untuk GKP sebesar Rp 6.500 per kg. Guna melindungi petani, pemerintah
mendorong Bulog aktif menyerap gabah dalam negeri dan membeli gabah tanpa
syarat rafaksi. Artinya, tak boleh ada pengurangan harga meski kualitas gabah
rendah. Kebijakan ini dirancang untuk memastikan petani mendapat harga minimal
yang layak, terlepas dari kondisi gabah. Tapi, implementasi di lapangan menunjukkan
berbagai persoalan teknis dan struktural. Musim panen awal tahun ini
berlangsung ditengah curah hujan yang masih tinggi.
Akibatnya, gabah yang dipanen
cenderung basah, bahkan berkadar air di atas 30 %. Dalam kondisi itu, menjual
gabah sesuai HPP nyaris mustahil. Penggilingan kecil, yang biasanya menjadi
mitra utama petani, tak mampu mengolah gabah basah karena keterbatasan alat
pengering. Bulog pun menghadapi kendala serupa. Hal ini memicu antrean panjang
truk pengangkut gabah di depan gudang Bulog. Di beberapa daerah, keluhan petani
sampai memicu pencopotan pimpinan wilayah Bulog. Hingga 21 Maret 2025, Bulog
telah menyerap 473.000 ton setara beras. Uniknya, mayoritas penyerapan kali ini
dalam bentuk gabah, bukan beras seperti biasanya, sebagai langkah darurat untuk
menampung hasil panen petani. (Yoga)
Kabar Baik Bagi PPSU Jakarta di Hari Kemenangan
Pasukan oranye di Jakarta mendapat
tiga kabar baik sekaligus saat momen Idul Fitri 2025. Kabar itu meliputi syarat
minimal menjadi petugas hanya cukup lulusan SD, masa evaluasi kinerja yang
sebelumnya dilakukan setiap tahun kini diperpanjang menjadi tiga tahun sekali,
dan rencana perpanjangan usia pensiun. Kabar itu disambut dengan wajah
berseri-seri oleh pasukan oranye, julukan petugas Penanganan Prasarana dan
Sarana Umum (PPSU). Namun, pasukan serba bisa ini juga berharap mendapat
jaminan hari tua setelah pensiun. Gubernur Jakarta Pramono Anung menjanjikan
perubahan dalam syarat minimal perekrutan dan evaluasi kontrak PPSU saat masa
kampanye Pilkada Jakarta 2024, yang ditunaikannya dengan menandatangani Pergub.
Hal itu diumumkan saat acara
gelar griya open house di rumah dinas gubernur, Senin (31/3). Keputusan ini
dibuat karena PPSU adalah garda terdepan pelayanan masyarakat. Mereka terlibat
menangani prasarana dan sarana jalan, saluran, taman, kebersihan, dan penerangan
jalan umum sejak 2015. Bahkan, saat pandemi Covid-19, mereka turut membantu
pemulasaraan jenazah. Kegembiraan menerima kabar itu diperlihatkan Prayoga (49),
anggota pasukan oranye, pada Selasa (1/4) di teras Kantor Kelurahan Petamburan,
Jakpus. ”Alhamdulillah jadi enggak mempersulit buat ke depannya. Kita-kita
sudah tua, tetapi tenaganya masih bisa dipakai,” ujar Prayoga menanggapi kado Lebaran
untuk pasukan oranye dari Pramono-Rano Karno. Prayoga sudah 10 tahun menjadi
personel PPSU. Setiap hari, ia bertugas membersihkan jalan protokol, memastikan
saluran air warga tidak tersumbat, hingga membuat mural.
Dalam kurun waktu tersebut, upah
mereka terus bertambah hingga sesuai upah minimum regional (UMR), kini mencapai
Rp 5,39 juta per bulan. Peralatan kerja juga semakin baik. Mereka mendapat seragam,
sepatu bot, topi, sapu, hingga kendaraan operasional berupa mobil dan sepeda
motor roda tiga. Kebijakan Pramono-Rano terkait evaluasi setiap tiga tahun
mendapat apresiasi besar. Sebab, selama ini PPSU bersusah payah mengurus berkas
di sela-sela pekerjaan dan sering terkendala sistem daring. Total biaya yang
dikeluarkan bisa mencapai Rp 500.000. Biaya terbesar berasal dari tes urine dan
SKCK. Prayoga, dan rekan-rekan PPSU lainnya juga berharap adanya jaminan hari
tua untuk modal usaha setelah pensiun. Karena tak ingin bergantung sepenuhnya
pada anak atau bantuan sosial. (Yoga)
Idulfitri dan Tantangan Sosial Ekonomi
Hari Raya Idulfitri atau Lebaran merupakan momen penting bagi umat Islam yang tidak hanya menyatukan keluarga dan handai taulan, tetapi juga memiliki dampak besar terhadap perekonomian. Namun, Lebaran 2025 diprediksi mengalami penurunan yang signifikan dalam perputaran ekonomi, terutama akibat penurunan jumlah pemudik yang diperkirakan mencapai 52% atau 146,48 juta orang. Hal ini akan berdampak pada sektor transportasi dan sektor-sektor lain yang mendukung perayaan tersebut, dengan estimasi perputaran uang yang turun hingga 12,28% dibandingkan tahun sebelumnya.
Menurut penelitian dan data yang dikumpulkan, ada empat faktor utama yang menyebabkan disrupsi sosial ekonomi pada Lebaran 2025. Pertama, waktu liburan yang berdekatan dengan banyak momentum liburan lainnya, kedua, kebijakan efisiensi pemerintah yang menyebabkan masyarakat lebih berhati-hati dalam pengeluaran, ketiga, dampak Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang mengurangi daya beli masyarakat, dan keempat, lemahnya daya beli masyarakat akibat kondisi ekonomi yang tidak stabil.
Meskipun demikian, momen Lebaran yang sejatinya adalah ajang untuk saling bermaaf-maafan dan mempererat silaturahmi, tetap harus dipertahankan, meskipun melalui cara yang lebih modern, seperti menggunakan teknologi untuk berkomunikasi secara online. Hal ini tetap menjaga makna spiritual dan sosial dari Lebaran, meskipun dalam kondisi yang lebih menantang secara ekonomi.









