Susahnya Mencari Penjual Makanan Saat Musim Liburan
Bagus Gigih (30) memulai sifnya
Rabu (2/4) pagi sebagai tenaga pengamanan bank di kawasan Thamrin, Jakpus,
dengan perut keroncongan. Ia baru sampai dari kampung halamannya, Tegal, Jateng.
Syukurlah ada lapak gado-gado milik Isa (54), hanya beberapa langkah dari
kantor. Bagus pernah merasakan sulitnya mencari penjual makanan saat libur
Lebaran, waktu bertugas di luar Jakarta, tidak mudah menemukan penjual makanan
saat libur seperti sekarang. Mayoritas pedagang masih mudik sehingga dirinya
mesti berburu hingga ke ujung jalan. Isa selalu berjualan makanan setiap libur
Lebaran dari pagi hingga malam di kawasan Thamrin. Ia menjadi tumpuan harapan
puluhan warga mulai dari penghuni kos, pekerja, hingga pelintas yang berburu
makanan sejak pagi. Namun, warga harus siap merogoh kocek lebih dalam. Sebab,
harga sepiring gado-gado dinaikkan karena bahan baku lebih mahal di masa
Lebaran.
Sepiring gado-gado yang pada hari
biasa dijual Rp 18.000 per porsi, saat Lebaran harus ditebus Rp 20.000 per
porsi. Lain lagi, Miftahudin (23) pekerja jasa pembersih rumah di Serpong,
Tangsel, Banten, harus berkeliling ke berbagai ujung jalan hingga 1 jam demi menemukan
warung makan yang buka. Padahal, perutnya sudah kosong sejak bangun pagi karena
belum sempat sarapan akibat menerima orderan di pagi hari. Ditengah masih
sepinya aktivitas usaha makanan pada libur Lebaran, berkah justru datang bagi
mereka yang memilih tetap berjualan. Rindu yang tertahan karena tak pulang
terbayarkan dengan rezeki dari dagangan. Keberadaan para pedagang makanan saat
libur Lebaran bagaikan ”pemadam kelaparan”. Mereka tak sekadar mencari rezeki
di tengah peluang minimnya pedagang, tetapi juga penolong agar perut warga tak
lagi keroncongan. (Yoga)
Kebijakan Baru Tarif AS Bisa Jadi Bumerang bagi Ekonomi
Lembaga Konferensi Perdagangan
dan Pembangunan PBB (UNCTAD) memprakarsai GSP pada 1971. Tujuannya, memberikan
akses pasar bebas bea dan bebas kuota kepada negara-negara berkembang dan
kurang berkembang. Sebaliknya, negara-negara pemberi GSP akan menikmati berbagai
komoditas impor dengan harga yang juga relatif terjangkau. Hingga kini, terdapat
15 negara yang memberi keistimewaan tarif itu, yaitu AS, Armenia, Australia,
Belarus, Kanada, Uni Eropa (UE), Eslandia, Jepang, Kazakhstan, Selandia Baru,
Norwegia, Rusia, Swiss, Turki, dan Inggris. AS, misalnya, mulai mengadopsi GSP
setelah menerbitkan UU Perdagangan AS pada 1974. Terdapat 3.572 produk dari 119
negara penerima manfaat, termasuk Indonesia, yang diizinkan masuk pasar AS
tanpa bea.
Syaratnya, para negara penerima
manfaat harus mematuhi 15 kriteria, terkait kelayakan hukum, memberi hak
pekerja sesuai aturan internasional, melindungi hak kekayaan intelektual, dan
memastikan akses yang adil dan wajar ke pasarnya. ”GSP sangat penting bagi
usaha-usaha kecil AS, yang banyak di antaranya bergantung pada penghematan bea
masuk impor dari program tersebut agar tetap kompetitif,” sebut Kantor
Perwakilan Dagang AS (USTR). Namun, pada 2018, di era kepemimpinan periode
pertama Trump, USTR meninjau kembali penerapan GSP bagi sejumlah negara yang
bakal berakhir pada 31 Desember 2020, yaitu Indonesia, Thailand, Uzbekistan,
Georgia, Laos, Eritrea, dan Zimbabwe. Alasannya beragam. Thailand dinilai
kurang menerapkan perdagangan produk babi secara adil dan wajar di pasar AS.
Uzbekistan, Georgia, Laos,
Eritrea, dan Zimbabwe dinilai kurang melindungi hak-hak pekerja. Adapun
Indonesia dinilai kurang menerapkan perdagangan produk pertanian secara adil
dan wajar di pasar AS. Namun, pada 30 Oktober 2020, Trump meminta USTR
menghentikan peninjauan GSP negara-negara tersebut. Di periode kedua
kepemimpinan Trump, AS belum banyak menyinggung perihal GSP. Kali ini, Trump
berfokus pada pengenaan tarif resiprokal atau balasan terhadap negara-negara
yang menyebabkan neraca perdagangan defisit besar. China, UE, Kanada, dan Meksiko
telah menjadi sasaran tembak kenaikan tarif Trump.
Pada Rabu (2/4/2025) waktu setempat
atau Kamis pagi WIB, Trump dijadwalkan meluncurkan Liberation Day. ”Hari
Pembebasan” bagi Trump adalah penerapan tarif tinggi kepada 15 negara penikmat
surplus perdagangan dengan AS (Dirty 15). USTR menyebutkan, penetapan ke-15
negara itu dipilih dari 21 negara yang menguasai 88 % total perdagangan dengan AS,
dimana Indonesia berada di peringkat ke-15 dalam daftar Dirty 15 itu. Kebijakan
kenaikan tarif bakal merugikan negara-negara mitra dagang AS yang jadi target.
Termasuk Indonesia, jika masuk daftar. Kebijakan tersebut juga bakal menjadi bumerang
bagi ekonomi, bisnis, bahkan konsumen. (Yoga)
Mengatasi Keterbatasan Sumber Daya Pendidikan dengan Pembelajaran Digital
Pendidikan digital, termasuk
perkembangan kecerdasan buatan atau akal imitasi (AI), harus menjadi alat untuk
inklusi di tengah keterbatasan sumber daya pendidikan di banyak tempat. Karena
itu, kebijakan pendidikan semestinya memprioritaskan akses yang adil,
berinvestasi dalam pelatihan guru, dan mendukung inovasi yang didorong secara
lokal. Kepala Bagian Teknologi dan Akal Imitasi dalam Pendidikan UNESCO Shafika
Isaacs, Rabu (2/4) mengatakan, melalui kolaborasi dan investasi yang
berkelanjutan, pembelajaran digital dapat menjadi kekuatan untuk perubahan positif,
terutama memastikan setiap pelajar, terlepas dari latar belakangnya, memiliki
kesempatan untuk berkembang di era digital. ”Kita hanya dapat maju dengan
bekerja sama, merangkul beragam cara untuk mengetahui, dan berdiri teguh dalam
komitmen kita untuk mengurangi ketimpangan pendidikan,” kata Isaacs.
Dalam lingkungan yang menantang,
teknologi digital diyakini dapat mendukung pendidikan berkualitas dan memberdayakan
pelajar. Namun, tantangannya kini, untuk membuat pembelajaran digital dapat
diakses oleh semua orang. Tantangan lainnya adalah memberikan panduan yang
jelas bagi pemerintah dan pendidik yang berupaya mengintegrasikan teknologi
secara efektif dan inklusif dalam sistem pendidikan. Dirjen UNESCO, Audrey
Azoulay saat peringatan Hari Internasional untuk Pembelajaran Digital pada 19
Maret mengatakan, teknologi digital semakin lazim di semua bidang kehidupan.
Teknologi digital tidak hanya mengubah cara hidup, tetapi juga cara belajar.
”Teknologi ini sangat menjanjikan, mulai dari kemajuan dalam konektivitas,
portabilitas, sumber daya pendidikan terbuka, hingga kecerdasan buatan menciptakan
lebih banyak kemungkinan untuk menjangkau pelajar yang terpinggirkan,” ucapnya.
Saat ini, 2,6 miliar orang atau 32
% populasi global masih kekurangan akses internet. Sebanyak 1,8 miliar orang di
antaranya tinggal di daerah perdesaan. Di bidang pendidikan, 60 % dari SD, 50 %
dari SMP dan 30 % dari SMA di seluruh dunia saat ini tidak terhubung dengan
internet. Di Indonesia, minimnya akses pelatihan bagi guru didobrak lewat
pelantar (platform) Merdeka Mengajar yang kemudian diubah menjadi Rumah
Pendidikan pada tahun 2025. ”Transformasi digital merupakan keniscayaan, karena
masyarakat sekarang hidup di era digital. Tidak mungkin kita hindari, tetapi
juga era untuk kita sanggup adaptasi dan menggunakannya untuk kepentingan yang
bermanfaat,” kata Mendikdasmen, Abdul Mu’ti, beberapa waktu lalu. (Yoga)
Kredit UMKM Melambat
Penyaluran kredit ke sektor UMKM
tumbuh melambat dalam beberapa tahun terakhir, tak lepas dari daya beli
rata-rata masyarakat yang lemah. Dengan momentum Lebaran yang cenderung kurang
menggeliat, perlambatan kredit UMKM diperkirakan masih akan berlanjut. Kepala
Riset Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) Trioksa Siahaan, Rabu (2/4)
mengatakan, penurunan daya beli masyarakat benar-benar terjadi dan dirasakan oleh
semua sektor, terutama UMKM. Alhasil, penyaluran kredit ke sektor UMKM pun melambat.
”Penurunan daya beli juga dapat terlihat dari jumlah penduduk yang melakukan
kegiatan mudik Lebaran tahun ini. Jumlah pemudik turun dan tingkat hunian hotel
saat libur panjang juga menurun. Sepertinya, (kredit UMKM) masih akan mengalami
perlambatan,” katanya.
Survei Potensi Pergerakan
Nasional oleh Kemenhub menunjukkan, jumlah pemudik pada Lebaran 2025 sebanyak
146,48 juta orang atau 52 % dari total penduduk Indonesia. Perkiraan ini turun
24 % disbanding proyeksi 193,6 juta pemudik yang melakukan perjalanan pada
Lebaran 2024. Dengan demikian,turunnya daya beli masyarakat berpotensi semakin
besar dan dapat terjadi dalam jangka panjang. Oleh sebab itu, pemerintah perlu mengambil
tindakan agar kondisitersebut tidak bertambah parah. Salah satunya dengan
mengevaluasi kebijakan pemotongan anggaran. ”Perlu evaluasi kebijakan efisiensi
dan alokasi anggaran dengan memprioritaskan program-program yang dapat
meningkatkan daya beli masyarakat,” ujarnya. (Yoga)
Untung Rugi Investasi Besar untuk AI
Sejumlah korporasi global berinvestasi
besar-besaran mengembangkan teknologi kecerdasan buatan atau artificial
intelligence (AI). Tak sedikit investor skeptis apakah besarnya investasi
pengembangan AI sepadan dengan manfaat atau keuntungan yang akan diperoleh pada
saatnya nanti. Melansir The Economist, raksasa-raksasa global berinvestasi
besar-besaran dalam pengembangan AI. Mereka adalah Alphabet, Amazon, Apple,
Meta, dan Microsoft. Pada 2024, kombinasi nilai investasi kelima korporasi itu
mencapai 400 miliar USD untuk belanja modal. Mayoritas dialokasikan untuk pengadaan
perangkat keras berkaitan dengan AI. Sisanya untuk penelitian dan pengembangan
(R&D). AI selalu disebut-sebut sebagai teknologi yang dapat mengubah
ekonomi global. Guna mengadopsinya agar meningkatkan efisiensi dan produktivitas,
perusahaan perlu membeli teknologi baru tersebut dan membentuknya sesuai
kebutuhan.
Namun, konsekuensi yang ditimbulkan
oleh investasi pada AI bagi perusahaan dalam jangka pendek, merujuk data
Reuters, adalah penyusutan saham. ”(Minat) semua orang sangat rendah untuk
berinvestasi ke (perusahaan) penggerak AI,” kata Head of European Equity
Strategy di UBS Gerry Fowler, 26 Maret 2025. Apalagi, AI ternyata dapat
diproduksi dengan biaya lebih rendah, seperti DeepSeek buatan China. Pada akhirnya,
pasar kini mencari perusahaan yang dapat meraup untung dari AI. Para investor
telah menyuntik lebih dari 2 triliun USD ke lima perusahaan tersebut selama
setahun terakhir. Namun, hasil yang diberikan oleh perusahaan-perusahaan teknologi
itu masih jauh dari harapan. Microsoft, misalnya, para analis menilai, hanya
mencetak 10 miliar USD dari penjualan kecerdasan buatan yang menciptakan produk
baru atau generative (Gen) AI. Ini
menunjukkan, AI belum memberikan efek besar.
”Perhatian khusus pada keamanan
data, bias algoritma dan halusinasi memperlambat implementasi,” demikian tulis
The Economist. Restoran makanan cepat saji, McDonald’s telah mencoba
menggunakan AI untuk melayani pelanggan tanpa turun dari kendaraan (drive-through),
tetapi mengalami kesalahan (error). Sistem itu justru menambah 222 USD untuk
menu camilan ayam pada tagihan seorang konsumen. Dalam survei yang disebarkan
pada lebih dari 100 analis Fidelity, 72 % responden memperkirakan AI belum akan
berdampak pada keuntungan perusahaan pada 2025. Banyak dari mereka melihat dampaknya
baru akan terasa lebih dari 5 tahun. ”Pasar akan kehilangan kesabaran dengan
investasi tidak terbatas pada AI, kecuali teknologi itu mulai menunjukkan
return pada investasi yang dikeluarkan,” ujar Lead Portfolio Manager di Lazard
Asset Management, Steve Wreford. (Yoga)
Lesunya BISNIS MUSIM LEBARAN
Turunnya jumlah orang yang
melakukan perjalanan di musim libur Lebaran 2025 berimplikasi langsung pada
sektor riil, mulai bisnis perhotelan hingga rental mobil. Tingkat hunian hotel
secara nasional pada Lebaran 2025 lebih rendah ketimbang periode sama tahun
sebelumnya. Rendahnya daya beli masyarakat serta pergeseran tren preferensi
akomodasi dan penginapan ditengarai jadi sebabnya. Dua hari menjelang Lebaran,
Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) menyatakan, geliat berlibur masyarakat
pada Lebaran 2025 lebih lesu. Durasi menginap lebih singkat, tecermin dari
tingkat hunian atau okupansi hotel.
”Trennya, yang terjadi dari sisi
libur Lebaran ini, kelihatannya peak (puncak) itu rata-rata hanya sampai Lebaran
hari ketiga. Setelah itu, langsung turun okupansinya (hotel),” ujar Ketua Umum
PHRI Hariyadi Sukamdani, Sabtu (29/3).Saat musim puncak, durasi menginap pelaku
perjalanan bergantung daya beli. Ketika memiliki cukup uang, mereka akan
tinggal lebih lama. Demikian pula sebaliknya. ”Kalau liburan, apalagi dengan
keluarga, bawa anak, lumayan banyak pengeluarannya. Kalau enggak punya uang
cukup, pasti akan memperpendek (masa berlibur),” katanya.
Dalam rentang Senin hingga Kamis
(31/3-3/4), tingkat hunian hotel masih berkisar 70-80 %, selanjutnya, menurun
perlahan. Hanya Yogyakarta, tingkat hunian hotelnya bertahan lebih lama, hingga
Minggu (6/4), khususnya hotel-hotel di Kabupaten Sleman dan Kota Yogyakarta. Turunnya
permintaan juga dialami bisnis rental atau persewaan mobil pada masa libur
Lebaran 2025. Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Pengusaha Rental
Mobil Daerah Indonesia, Erwin Suryana, berkata, lesunya sektor pariwisata dan
berkurangnya minat warga untuk mudik memengaruhi bisnis rental mobil.
Bahkan, pada H+2, H+3, diperkirakan
kondisi rental mobil masih lesu. Daya beli masyarakat dan lesunya ekonomi
menjadi faktor rendahnya minat warga mengeluarkan uang di masa liburan.
”Situasi daya beli dan kelesuan ekonomi saat ini hingga setelah Lebaran belum
terlihat ada tren positif, sejalan dengan tren wisata terhadap tingkat hunian
hotel dan penyewaan mobil. Kelesuan ekonomi yang menjadi inti pokoknya,” ujarnya.
Menurut Erwin, omzet sewa mobil turun berkisar 40-50 %. Penurunan omzet tahun
ini paling parah dan tidak pernah dialami sebelumnya oleh pelaku usaha di masa
liburan. (Yoga)
Kerja Badan Bank Tanah untuk Perumahan Lamban
Terobosan Badan Bank Tanah dalam penyediaan lahan perumahan rakyat dengan harga terjangkau tengah dinantikan. Badan yang dibentuk empat tahun silam itu memiliki sederet tugas untuk menopang program prioritas nasional Tiga Juta Rumah. Badan Bank Tanah merupakan badan khusus yang dibentuk pemerintah pusat dan diberi kewenangan khusus untuk pengadaan dan pengelolaan tanah, serta bertanggung jawab kepada Presiden. Badan itu dibentuk untuk mempercepat pelaksanaan reforma agraria dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama masyarakat berpenghasilan rendah.
Badan Bank Tanah memiliki total
aset lahan 33.116 hektar. Dari jumlah itu, lahan yang ditawarkan untuk perumahan
atau permukiman seluas 73,04 hektar atau hanya 0,22 % dari total aset lahan. Sekretaris
Dewan Pakar Lembaga Pengkajian Bidang Perumahan, Permukiman, dan Pembangunan Perkotaan
(HUD Institute) Muhammad Joni menilai, Badan Bank Tanah belum fokus dan
memprioritaskan pengelolaan tanah untuk perumahan bagi masyarakat berpenghasilan
rendah. Porsi asset lahan untuk perumahan seluas 73,04 hektar dinilai sangat
kecil dari total aset Badan Bank Tanah seluas 33.116 hektar.
”Peruntukan lahan perumahan kecil
sekali. Jauh dari prioritas kebutuhan program strategis nasional Tiga Juta Rumah,”
ujar Joni, akhir pekan lalu. Ia menegaskan, Badan Bank Tanah memiliki sederet
tugas untuk mendukung program strategis nasional Tiga Juta Rumah. Di antaranya,
mengontrol indeks kemahalan harga tanah serta menjaga peran negara supaya tanah
bukan murni komoditas komersial belaka. Meskipun demikian, Badan Bank Tanah
dinilai belum memiliki peta jalan yang jelas terkait penyediaan lahan perumahan.
Penjajakan lahan oleh Bank Tanah masih terkesan lamban dan tidak terbuka. (Yoga)
Sertifikasi Halal membuat UMKM Naik Kelas
Ada banyak cara agar bisnis
pelaku UMKM naik kelas. Salah satunya lewat sertifikasi halal. Dengan label
itu, UMKM dapat memperluas pasarnya, menjaga kualitas, hingga menumbuhkan industri
halal di Indonesia. Bulan Ramadhan 2025 kali ini menjadi berkah bagi Nugraha
Ningsih, pemilik usaha kuliner Nugroho’s Kitchen. Hampir setiap hari ia
menerima permintaan konsumen, baik puding dan kue lapis untuk acara ulang
tahun, hamper Lebaran, ataupun hantaran pernikahan. Pekan ini saja ia memperoleh
sembilan pesanan. Lama, Jakarta. ”Masih banyak yang saya enggak tulis (di papan).
Hari ini saja pesanan full (penuh),” ucap Ningsih, Sabtu (29/3) di rumahnya di
Kebayoran. Banyaknya permintaan pelanggan tidak terlepas dari cita rasa
penganannya hingga label halal.
Sertifikat itu ia terima akhir
Februari lalu di Kantor Maybank Indonesia, Jakarta. Ia satu dari 1.500 UMKM di
sejumlah kota yang mengikuti pendampingan sertifikasi halal, program kolaborasi
Maybank Indonesia, Lembaga Pengembang UMKM Muhammadiyah, serta Lembaga Pengkajian
Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika (LPPOM) MUI, yang menyasar UMKM di Jakarta,
Surabaya dan Yogyakarta. ”Alhamdulillah, saya akhirnya punya sertifikat halal.
Selama ini, banyak yang menanyakan soal sertifikat ini. Dengan ini, saya dapat
banyak pesanan. Saya bahkan terima (pesanan) dari RS di Mampang (Jakarta)
selama bulan puasa setiap Rabu dan Kamis,” ungkapnya. (Yoga)
Berlibur Cukup dengan Seratus Ribu
Dari penurunan daya beli masyarakat hingga menyusutnya
jumlah pemudik mewarnai arus mudik Lebaran 2025. Wisata terjangkau dalam kota menjadi
pilihan pertama dan satu-satunya bagi warga yang tidak pulang kampong, sebagai
obat melawan penat untuk menghabiskan libur hampir sepekan. Kuncinya adalah
memilih destinasi dan strategi yang tepat. Selembar uang seratus ribu rupiah
bahkan bisa membawa rombongan keluarga berekreasi di Jakarta. Eri (38) warga
Pejaten, Jaksel, pada Selasa (1/4) menyiapkan dana Rp 200.000 untuk berwisata
bersama istri dan anak semata wayangnya yang masih berusia 16 bulan ke kawasan
Kota Tua dan Kebun Binatang Ragunan.
Sebagai pekerja swasta dengan status kontrak harian, dia tak
bisa liburan bermewah-mewah. Kedua destinasi itu dipilih karena bisa diakses menggunakan
transportasi publik, seperti bus Transjakarta. Tempat rekreasi lain yang
menjadi primadona murah meriah di Jakarta pada masa libur Lebaran adalah
kawasan Monas. Lokasinya yang berada di pusat kota memudahkan akses transportasi
umum. Pasangan suami-istri Beng (40) dan Nana (40) berekreasi ke Monas menggunakan
transportasi umum bersama kedua anaknya yang berusia 13 tahun dan 5 tahun dari Cibinong,
Kabupaten Bogor, Jabar.
Sekali jalan untuk satu orang dari Cibinong ke Monas hanya
membutuhkan biaya Rp 8.500 untuk membayar ongkos naik kereta rel listrik (KRL) Cibinong-Juanda
Rp 5.000 dan Rp 3.500 untuk bus Transjakarta Juanda–Monas. Pergi-pulang, total
sekeluarga beranggotakan empat orang membutuhkan dana Rp 68.000. Tiket masuk
kawasan Monas tidak dipungut biaya. Namun, jika ingin lanjut masuk ke puncak
Monas, harga tiket untuk orang dewasa dipatok Rp 24.000, sedangkan untuk anak-anak
Rp 6.000. ”Daripada mudik ke Yogyakarta. Harga tiket bus ke Yogyakarta satu
kursi Rp 650.000 sekali jalan,” katanya. Tempat populer lain yang banyak
didatangi warga Jabodetabek pada hari kedua Lebaran 2025 adalah kawasan
Bundaran HI, terutama di area anjungan (skydeck).
Taufan (37) dan Desi (37), warga Cilegon, Banten, memilih
berfoto bersama kedua anak mereka di anjungan ini sebagai bagian dari rencana
perjalanan pertama selama berlibur dua hari semalam di Jakarta. ”Ketika
Lebaran, Jakarta sepi. Jadi, kami ingin menikmati fasilitas-fasilitas umum
Jakarta yang bagus ketika sepi seperti ini. Bagus, bisa lihat gedung-gedung
tinggi,” kata Taufan. Cukup dengan selembar uang seratus ribu, masyarakat dapat
berkeliling Jakarta. Kalau tak punya, coba saja pakai jurus andalan ”Pinjam
dulu seratus”. (Yoga)
Maraknya Lowongan Palsu Daring ditengah Badai PHK Massal
Di saat situasi ekonomi sedang melemah dan banyak fenomena PHK
massal, modus penipuan pekerjaan secara daring juga marak. Masyarakat diimbau agar
selalu waspada terhadap modus ini. Pada periode Februari-Maret 2025, sejumlah
699 orang menjadi korban modus penipuan itu dan harus dipulangkan dari Myanmar
ke Tanah Air. GC (33) ibu rumah tangga yang berdomisili di Tangerang, Banten,
tiba-tiba mendapat pesan dari akun Linkedin dari profil pengguna yang terkesan profesional
dan meyakinkan, menunjukkan dia sebagai headhunter (pemberi kerja) dari
perusahaan di Singapura yang bergerak di bidang gim daring (i-gaming). Pesan
itu menawarkan pekerjaan customer support dengan keterangan tambahan bersedia
ditempatkan di Kamboja.
”Bulan Februari, pemilik akun tersebut masih mengirimi saya
pesan lagi yang menawarkan pekerjaan customer support. Dengan keterangan, jika
diterima pada lowongan itu, akan ditempatkan di Kamboja. Saya dan suami
langsung curiga apakah ini terkait bisnis judi daring,” katanya, Kamis (27/3). Walaupun
sudah memiliki pekerjaan paruh waktu, ibu satu anak ini tergiur dengan lowongan
kerja yang ditawarkan itu. Gaji yang ditawarkan berkisar Rp 10 juta-Rp 16 juta
per bulan. Jika bersedia direlokasi ke Kamboja, biaya penerbangan dan akomodasi
pun akan ditanggung pemberi kerja. Namun, karena lowongan itu terasa
mencurigakan, GC tidak menindaklanjutinya. Ia dihubungi lagi untuk kedua
kalinya oleh akun pemberi kerja, tetapi kemudian ia memilih untuk mengabaikan.
Beberapa waktu terakhir iklan lowongan kerja banyak dijumpai
di media sosial. Banyak lowongan kerja yang nyata dan legal, tetapi juga tidak sedikit
yang merupakan kedok penipuan. Direktur Tindak Pidana Perdagangan Perempuan dan
Anak dan Pidana Perdagangan Orang (PPA-PPO) Brigjen (Pol) Nurul Azizah, di
Bareskrim Polri, Jumat (21/3), menuturkan, modus tindak pidana perdagangan
orang (TPPO) melalui lowongan daring yang kemudian ditempatkan di perusahaan
gim daring atau scam kian marak di masa PHK massal ini. Pada 2023 terdapat 1.061
laporan dan pada 2024 terdapat 843 laporan. Pada Februari-Maret ini, ada 699
warga Indonesia yang menjadi korban TPPO dan telah dipulangkan dari Myanmar melalui
Thailand. Para pekerja migran itu dipekerjakan sebagai operator scammer atau
perusahaan penipuan daring di Myanmar. (Yoga)









