Modal Asing Berisiko Terbang
Pasar saham global dan indeks USD terpuruk menyusul pengumuman tarif resiprokal AS pada sejumlah negara. Pelaku pasar khawatir kebijakan ini memicu resesi ekonomi. Indonesia patut mewaspadai keluarnya arus modal akibat sentimen negatif global tersebut. Indeks saham utama AS serentak mencatatkan penurunan harian terdalam semenjak 2020 pada penutupan pasar Jumat (4/4) dini hari WIB. Perusahaan-perusahaan yang terdaftar di indeks S&P 500 kehilangan nilai pasar 2,4 triliun USD dalam sehari. Indeks Dow Jones turun 3,98 % dan Nasdaq memimpin penurunan di Wall Street dengan pelemahan 5,97 %. Tren serupa terjadi i Asia. Nikkei 225 Jepang turun 1.000 poin atau 2,75 %.
Tokyo Stock Exchange melemah 3,37 %. MSCI AC Asia Pasifik melemah 1,19 %. Indeks USD terhadap mata uang utama lainnya (DXY) punsempat amblas hingga ke level 101,54 atau terendah sepanjang 2025. Kurs mata uang beberapa negara, termasuk negara berkembang, menguat terhadap USD. Lembaga pemeringkat kredit Fitch Rating menyampaikan, kebijakan tarif AS telah mengubah prospek ekonomi global secara signifikan. Mulai 9 April, Indonesia akan dikenai tarif bea masuk 32 %. Ekonom senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Mohamad Fadhil Hasan, mengatakan, kebijakan tarif yang baru, memicu ketidakpastian global.
Kebijakan ini berpotensi menimbulkan stagflasi dan resesi ekonomi AS dalam jangka pendek, tetapi berpeluang mendorong pertumbuhan ekonomi AS dalam jangka panjang. Namun, asumsi ini sangat bergantung pada respons beberapa negara mitra yang terkena tarif tinggi oleh Pemerintah AS. Ekonom Bright Indonesia, Awalil Rizky, mengingatkan, faktor risiko global dan domestik berpotensi menimbulkan spekulasi dari para pelaku pasar. Artinya, pemilik modal akan lebih mempertimbangkan aspek keamanan dan keuntungan di tengah kondisi ketidakpastian saat ini.
Faktor spekulasi yang ditentukan oleh persepsi risiko ke depan, seperti ketidakpastian politik dan keuangan global, berisiko mengakibatkan arus modal keluar dari pasar keuangan Indonesia. Kondisi tersebut pada gilirannya dapat membuat pasar keuangan domestik, termasuk nilaitukar rupiah, terus tertekan. Berdasarkan data setelmen sejak awal 2025 hingga 26 Maret 2025, investor asing mencatatkan arus keluar secara neto Rp 4,96 triliun di pasar keuangan domestik. Menurut Awalil, cukup banyak modal asing di Indonesia saat ini yang sewaktu-waktu bisa keluar dengan mudah dan cepat, yakni investasi portofolio dan investasi lainnya. Kendati demikian, hampir tidak mungkin arus modal tersebut keluar seluruh atau sebagian besar dalam kurun waktu triwulanan. (Yoga)
Tarif Trump berdampak pada Pelaku Usaha
Kebijakan tarif 32 % yang diberlakukan AS terhadap Indonesia mulai berimbas pada pelaku usaha. Rencana ekspor kopi arabika Wanoja dari Bandung, Jabar, ke AS untuk sementara ditangguhkan. Kebun kopi yang berada di Lembah Kamojang di perbatasan Kabupaten Bandung dan Kabupaten Garut ini dikelola oleh Kelompok Tani Wanoja dan UMKM Wanoja Coffee. Sebanyak 108 petani dan 97 pekerja UMKM Wanoja Coffee terlibat dalam produksi kopi arabika Wanoja. Luas tanam kopi arabika Wanoja mencapai 108 hektar. Direktur Wanoja Coffee Satrea Amambi, Jumat (4/4) mengatakan, pihaknya harus menangguhkan sementara ekspor biji kopi yang telah disangrai (roasted bean) ke AS, untuk mempelajari kebijakan Trump dan dampaknya pada biaya operasional pengiriman biji kopi ke sana.
Ia memaparkan, Wanoja Coffee mengirimkan 300 kg roasted bean ke AS selama setahun terakhir, dengan harga 20 USD (Rp 331.200) per kg. ”Kebijakan Trump pastinya berdampak bagi pendapatan kami,” ungkap Satrea. Ia menuturkan, rencana ekspansi pengiriman 600 kg green bean ke AS tahun ini terpaksa ditunda. Ia masih mendiskusikan perubahan biaya pengiriman dengan calon importir pasca kebijakan bea masuk hingga 32 %. Produksi Wanoja Coffee mencapai 80 ton pada akhir 2024. Sebanyak 63 % dari total produksi diekspor ke sejumlah negara, antara lain Jepang, Belanda, Jerman, Arab Saudi, dan AS. ”Kami berharap ada dukungan pemerintah pusat ataupun daerah pasca penerapan kebijakan bea masuk ke AS hingga 32 % seperti relaksasi pajak. Agar kegiatan ekspor tak terkendala tingginya biaya operasional,” ujar Satrea.
Tarif impor baru AS juga bakal memukul rumah tangga jutaan petani sawit dan karet. Pengusaha berpotensi membebankan kenaikan tarif pada petani dengan cara menekan harga panen. Pengamat ekonomi dan penasihat di Ikatan Alumni Universitas Jambi, Usman Ermulan, mengatakan, penerapan tarif bea masuk ke AS bakal segera berdampak terhadap jatuhnya harga-harga komoditas unggulan di daerah. Saat ini, harga sejumlah komoditas unggulan tengah tinggi. Harga rata-rata buah sawit (TBS) Rp 3.600 per kg. Harga getah karet mencapai 30.000 per kg. Itu merupakan harga tertinggi yang disambut antusias petani. ”Harga panen yang sedang bagus-bagusnya ini dikhawatirkan bakal segera terganggu oleh munculnya penerapan tarif impor AS,” ujar Usman. (Yoga)
Persiapan untuk Bekerja di Ibu Kota
Setelah libur Lebaran, Ibu Kota kembali dipenuhi pendatang yang ingin bekerja. Persiapan administrasi, tempat tinggal, hingga mental menghadapi kehidupan kota yang cepat jadi bekal utama para pendatang. Rina Auliani (30), pendatang dari Semarang, Jateng, tiba di Jakarta sejak Kamis (3/4). Setelah bertahun-tahun bekerja di kota kelahirannya, ia harus menyesuaikan diri dengan kehidupan baru di Jakarta. ”Saya kerja di bidang perhotelan. Mulai Senin besok dipindahkan ke Jakarta. Selama dua hari (Sabtu dan Minggu) ada pertemuan, jadi harus sudah di Jakarta,” kata Rina, Jumat (4/4). Meski Rina sudah terbiasa bekerja di dunia perhotelan, lingkungan kerja di Jakarta berbeda. Ia harus beradaptasi dengan ritme pekerjaan lebih cepat dan tuntutan lebih tinggi. ”Saya harus mengelola data tamu, mempersiapkan laporan, dan memastikan semua transaksi lancar. Di Jakarta semuanya serba cepat, jadi harus lebih teliti,” ujarnya.
Ia memilih tempat tinggal dekat dengan tempat kerjanya di Jaksel. Dia indekos dengan harga Rp 1,5 juta per bulan. Ia juga memastikan kemudahan akses transportasi umum, seperti Transjakarta, MRT, atau KRL, untuk membantu mobilitas sehari-hari. Sulthon (25) juga baru dua hari tiba di Jakarta. Laki-laki asal Surabaya, Jatim, ini akan memulai kehidupan baru di Jakpus. Sejak menerima tawaran pekerjaan dari pamannya, Sulthon mempersiapkan banyak hal, seperti mengurus administrasi kepindahan KTP dan KK Jakarta serta mencari tempat tinggal yang dekat dengan kantor. ”Saya datang ke Jakarta untuk memulai karier di bidang teknologi (data scientist). Untungnya, akan ada program orientasi yang diadakan oleh perusahaan untuk membantu memahami lebih banyak tentang Jakarta,” tutur Sulthon.
Dia pernah mengikuti pelatihan untuk meningkatkan keterampilan yang dibutuhkan di pasar kerja Jakarta, seperti pelatihan bahasa, teknologi informasi, atau keterampilan teknis lainnya. Meski demikian, ia menyadari tantangan yang ada, seperti biaya hidup yang tinggi dan persaingan yang ketat di dunia kerja. Jakarta, dengan segala kesibukannya, memang menghadirkan tantangan. Namun, bagi Sulthon, setiap tantangan adalah kesempatan untuk berkembang. Kadisdukcapil Jakarta, Budi Awaluddin mengatakan akan terbuka bagi pendatang yang ingin merantau ke Jakarta. Namun, Budi menekankan pentingnya kepastian pekerjaan dan tempat tinggal bagi pendatang baru yang ingin menetap di Ibu Kota, agar kedatangan mereka tidak sia-sia dan hanya menambah jumlah pengangguran. (Yoga)
Piala Dunia dan Olimpiade Terimbas Tarif Trump
Ketegangan global akibat perang dagang menyusul pemberlakuan tarif resiprokal oleh Presiden AS Donald Trump bisa berdampak pada penyelenggaraan ajang olahraga besar di negara itu, antara lain Piala Dunia 2026 serta Olimpiade dan Paralimpiade Los Angeles 2028. Ajang-ajang ini sebetulnya memberi peluang bagi bisnis luar negeri untuk meningkatkan profit dan penjualan di AS. Namun, apakah peluang itu masih tetap terbuka setelah Trump mengumumkan daftar tarif bea impor ke negara itu pada Kamis (3/4) dini hari WIB, dimana Trump memberlakukan tarif dasar sebesar 10 % per 5 April 2025. Ia juga mengenakan tarif khusus yang besarannya beragam, termasuk Indonesia. Korsel, negara produsen mobil, dikenai tarif 25 %.
Pabrikan mobil Korea, Hyundai Group, sebelumnya berupaya memanfaatkan kesepakatan sponsor dengan FIFA selama Piala Dunia Antarklub 2025 di AS dan kemudian Piala Dunia 2026. Namun, John Zerafa, ahli strategi penawaran acara olahraga, menilai, para sponsor, termasuk Hyundai, akan berpikir ulang soal kesepakatan tersebut. ”Saya menduga beberapa sponsor sekarang menilai ulang bagaimana mereka ’mengaktifkan’ kesepakatan semacam itu di AS mengingat hambatan perdagangan yang kini telah diberlakukan,” kata Zerafa. Banyak tim olahraga dan atlet juga disponsori oleh merk pakaian olahraga. Padahal, sebagian besar perusahaan ini bergantung pada bahan dan manufaktur di Asia, tempat Trump mengenakan beberapa tarif tertinggi.
Selain China dengan 34 %, Trump juga memberlakukan tarif 49 % untuk Kamboja, 46 % untuk Vietnam, 36 % untuk Thailand, dan 32 % untuk Indonesia. Tak heran, harga saham di perusahaan produk olahraga terkemuka, seperti Nike, Adidas, dan Puma, turun tajam. Kanada dan Meksiko, yang menjadi tuan rumah Piala Dunia 2026 bersama AS, juga dikenai bea impor hingga 25 %. Kedua negara itu siap membalas pemberlakuan tarif tersebut. Tujuh tahun lalu, ketika tawaran menjadi tuan rumah bersama Piala Dunia disetujui, Presiden Federasi Sepak Bola AS Carlos Cordeiro mengutarakan tema utamanya adalah ”Persatuan Tiga Negara”. Bulan lalu, Trump mengklaim ketegangan politik dan ekonomi antara AS dan tuan rumah Piala Dunia tak akan berdampak pada turnamen itu. (Yoga)
Sepinya jasa Perdagangan Antarpulau
Anak buah kapal terlihat dengan latar belakang dermaga pelayaran rakyat yang masih sepi tanpa aktivitas sama sekali di Pelabuhan Tanjung Emas, Kota Semarang, Jawa Tengah, Jumat (4/4/2025). Aktivitas perdagangan barang dan jasa skala regional dan nasional hampir semua belum kembali pulih karena masa libur lebaran yang panjang sampai hari Minggu (6/4). Diperkirakan aktifitas berangsur pulih seiring dimulainya hari kerja pada Hari Senin (7/4) dan kembali normal seperti biasa seminggu kemudian. (Yoga)
Hadapi Tarif Trump denan Diplomasi
Pemberlakuan tarif resiprokal
oleh Pemerintah AS akan berdampak langsung pada penurunan ekspor Indonesia dan bisa
memukul industri padat karya dan sektor keuangan. Negosiasi diplomatik,
termasuk forum multilateral, menjadi sangat krusial dalam memitigasi dampak
dari ”perang dagang” AS. Pada Kamis (3/4) dini hari WIB, Presiden AS Donald
Trump mengumumkan kebijakan tarif resiprokal yang disebutnya ”Hari Pembebasan”. Indonesia dikenai tarif
impor 32 % atau tiga kali lipat dari basis tarif 10 % untuk semua negara, yang mendekati
tambahan tarif resiprokal China di 34 5. Sebelumnya, China telah dikenai tarif
20 %. Tarif resiprokal dasar, yakni 10 %, mulai berlaku pada 5 April 2025.
Adapun tarif resiprokal spesifik, termasuk yang dikenakan ke Indonesia, berlaku
mulai 9 April 2025.
Direktur Program Institute for
Development of Economics and Finance (Indef) Eisha Maghfiruha Rachbini
mengatakan, penerapan tarif resiprokal akan berdampak langsung terhadap
penurunan ekspor Indonesia ke AS. Rata-rata tahunan, pangsa pasar ekspor Indonesia
ke AS sebesar 10,3 %, terbesar kedua setelah ke China. Surplus perdagangan Indonesia-AS
sebesar 16,08 miliar USD dari total surplus perdagangan nonmigas 2024, yaitu
31,04 miliar USD. ”Produk Indonesia, seperti tekstil, alas kaki, elektronik,
furnitur, serta produk pertanian dan perkebunan, seperti minyak kelapa sawit,
karet, dan perikanan, bakal terdampak,” ujar Eisha.
Terkait hal itu, Pemerintah RI
perlu segera bernegosiasi dengan AS untuk meminimalkan dampak tarif resiprokal
bagi produk-produk ekspor Indonesia yang masuk pasar AS. Kekuatan negosiasi diplomatik
menjadi sangat krusial. Menurut Eisha, pemerintah perlu mengoptimalkan perjanjian
dagang bilateral dan multilateral, kerja sama ekonomi komprehensif (CEPA),
serta menginisiasi perjanjian kerja sama dagang dengan negara-negara
nontradisional. Dengan demikian, eksportir dapat mengalihkan pasar. ”Pemerintah
RI juga perlu memberikan insentif fiskal, subsidi, dan keringanan pajak guna
membantu pelaku industri mengatasi peningkatan biaya dan pengurangan permintaan
akibat dampak tarif dan perang dagang AS,” katanya. (Yoga)
Bahkan Pulau Penguin Pun Terkena Tarif Trump
Trump mengenakan tarif impor atas
Pulau Heard dan Pulau Mc Donald yang tidak berpenghuni dan nyaris tak dikenal. Pulau
tak jauh dari Antartika di lingkar Kutub Selatan itu hanya dihuni penguin,
singa laut, dan burung liar. Pulau-pulau itu dikenai tarif impor 10 % oleh
Trump. Merujuk laporan The Guardian, wilayah tersebut memiliki potensi perikanan.
Namun, di pulau itu tidak ada aktivitas apa pun terkait industri perikanan. Tidak
ada bangunan atau tempat tinggal manusia di pulau yang ditetapkan menjadi suaka
bagi penguin itu. Meskipun demikian, merujuk data ekspor Bank Dunia, The
Guardian melaporkan, pada 2022, AS mengimpor produk senilai 1,4 juta USD dari
Pulau Heard dan Pulau McDonald. The Guardian juga menyebutkan, ada angka impor
dari pulau itu selama beberapa tahun sebelumnya, antara 15.000 USD dan 325.000 USD.
Produk yang diimpor dari pulau penguin itu mencakup mesin dan produk
elektrifikasi.
Wilayah terpencil lain yang
dihantam tarif oleh Trump adalah Pulau Norfolk, di bawah kontrol Australia,
yang dikenai tarif impor 29 %. Pulau Norfolk terletak di antara Kaledonia Baru
dan Pulau Utara, Selandia Baru, 1.600 kilometer timur laut kota Sydney,
Australia. Warga Norfolk adalah keturunan para pelaut yang memberontak di kapal
HMS Bounty tahun 1789. Mereka hidup dari industri pariwisata. Berbagai kapal
pesiar singgah ke pulau tanpa landasan pesawat udara itu. Kamar Dagang Norfolk
mengatakan, mereka berada di peringkat ke-223 dunia dalam ekspor pada 2019.
Nilai ekspor mereka sebesar 2,7 juta USD berupa penganan berbasis kedelai dan
aneka bibit tanaman. Richard Cottle, pemilik pabrik pembuatan beton di Pulau Norfolk,
heran dengan tarif Trump. ”Kemungkinan besar ada kesalahan. Norfolk hanyalah
titik merah kecil di dunia ini. Kami bukan negara eksportir,” katanya. (Yoga)
Kebijakan Tarif Trump
Presiden AS Donald Trump mengenai
tarif pada sejumlah negara yang dinilai merugikan AS. Hari saat pengumuman
disampaikan, disebut ”Hari Pembebasan”
(Liberation Day). Indonesia tak luput dari kebijakan tarif itu. Dalam
pengumuman yang dilakukan di Gedung Putih pada Rabu (2/4) atau Kamis (3/4) dini
hari WIB, Indonesia dikenai tarif timbal balik 32 %. Dua negara ASEAN, yakni
Thailand dan Vietnam, mendapat tekanan tarif cukup besar, 36 % dan 46 %. ”Dalam
banyak kasus, terutama dalam hal perdagangan, kawan lebih buruk daripada
lawan,” kata Trump. Apa yang disampaikan Trump bisa jadi teknik ”memaksa” pihak
yang dikenai tarif supaya mau bernegosiasi. Trump menunggu tawaran negara mitra
agar defisit perdagangan AS berkurang. Dengan kata lain, AS menerapkan
pendekatan bilateral dan kekuatannya sebagai negara raksasa untuk memengaruhi
mitra dagang.
Apa yang dilakukan Trump pada
”Liberation Day” mirip upaya yang diterapkannya terhadap Eropa terkait
pertahanan. AS menggertak negara-negara Eropa agar menambah belanja pertahanan
demi kepentingan NATO. Pemikiran bahwa AS ”terlalu banyak memberi” dipakai Trump
dalam melihat perekonomian AS. Sudah terlalu besar defisit yang diderita AS
selama melakoni perdagangan dengan banyak mitra, termasuk sekutu. Menurut Trump
dan penasihatnya, cara ampuh untuk menekan defisit akibat konsumsi domestik dan
impor yang berlebih adalah penerapan tarif. Palu godam tarif yang diterapkan
Trump mengingatkan bahwa perubahan adalah keniscayaan. Karena itu, efisiensi, diversifikasi
pasar, serta kerja sama di antara negara-negara menengah harus selalu
ditingkatkan. Jangan mau hanya bergantung begitu saja pada kekuatan besar.
(Yoga)
Pengobatan Regeneratif dengan Inovasi Sel Punca
Pandemi Covid-19 menjadi berkah
bagi pengembangan stemcell atau sel punca dan metabolitnya di Tanah Air. Harga
sel punca komersial masih mahal antara Rp 200 juta-Rp 250 juta per tindakan. Inovasi
sel punca untuk pengobatan berbagai macam penyakit terus dikembangkan. Harga terapi
sel punca yang mahal tak bisa dihindari karena proses produksinya berbiaya
besar. Tingginya biaya produksi terlihat di fasilitas produksi sel punca dan
metabolit PT Bifarma Adiluhung di Pulogadung, Jaktim. Bifarma merupakan anak perusahaan
Kalbe Farma yang menjadi bagian Emiten Kompas 100 di Bursa Efek Indonesia. Kondisi
yang steril menjadi syarat wajib di pabrik Bifarma yang merupakan manufaktur
pengolahan sel punca dan metabolit GMP (guanosin monofosfat) pertama di
Indonesia yang dikembangkan sejak 1995. Di lab Bifarma, sel punca disimpan dan
dikembangbiakkan di ruangan yang membutuhkan listrik nonstop 24 jam.
Sel punca harus disimpan beku di
inkubator dengan suhu minus 196 derajat celsius. Ruangan penyimpanan sel punca
wajib bertekanan tinggi agar terhindar dari kontaminasi. Kelembaban dijaga
untuk mencegah kontaminasi bakteri. Suhu ruangan tak boleh terlalu dingin. Jika
akan dipakai, butuh waktu lima jam untuk proses pencairan hingga pencucian agar
sel punca hidup kembali. Sel punca memiliki batas waktu 24 jam sebelum dipakai.
Setelah itu, sel-selnya mati. ”Produk stem cell Indonesia masih sangat mahal
karena biaya produksinya memang sangat mahal, medianya semuanya impor, alatnya
semuanya impor. Kita masih sangat tergantung pada produk-produk impor.
Sebagaimana kita ketahui bahwa harga di Indonesia itu lebih mahal dari tetangga
kita, Malaysia, Singapura,” tutur Ketua Komite Pengembangan Sel Punca dan Sel,
Amin Soebandrio, Selasa (1/4).
Sel punca yang masih berbasis penelitian,
harganya lebih murah karena diatur hanya untuk menggantikan ongkos produksi. Karena
harga sel punca yang mahal, pasien akhirnya lebih banyak menggunakan hasil metabolik
atau produk turunan sel punca berupa sekretom. Harga sekretom lebih murah,
yaitu Rp 2 juta-Rp 2,5 juta untuk 1,5 cc sekretom. Sejak tahun 2024, pemerintah
menetapkan standar layanan terapi sel punca untuk terapi di bidang ortopedi dan
traumatologi. Saat ini, sel punca menjadi inovasi yang sangat menjanjikan bagi
pengobatan regeneratif, yang dapat menyembuhkan jaringan yang rusak, memulihkan
fungsi organ, dan mengobati penyakit kronis. Sel punca berpotensi digunakan
untuk terapi untuk beragam penyakit, seperti peradangan sendi, jantung,
gangguan saraf, stroke, dan kanker. Perkembangan sel punca menjadi harapan baru
bagi kualitas kesehatan masyarakat yang lebih baik. (Yoga)
Investasi Emas Batangan
Emas menjadi salah satu pilihan
investasi yang evergreen, dari dulu hingga sekarang. Apalagi belakangan ketika
situasi perekonomian labil, nilai emas yang stabil naik semakin dilirik. Wajah
Abdul Rosad (34) dan istrinya Yenni Kristayanti (29) tampak semringah setelah
menyelesaikan transaksi pembelian emas di gerai PT Aneka Tambang Tbk (Antam),
Pondok Indah Mall (PIM) 1, Jaksel, Rabu (2/4).
Pasangan muda itu jadi bagian warga yang antre untuk membeli emas. Keduanya
mengantre hampir satu jam, tapi mereka puas karena akhirnya mendapatkan emas
dan menilai baik pelayanan petugas. Kedatangan mereka ke PIM, awalnya hanya sekadar
jalan-jalan dan mengisi waktu libur Lebaran. Saat turun dari lantai satu ke lantai
GF, Abdul dan Yenni melihat antrean pengunjung. Tanpa pikir panjang, Abdul dan
Yenni ikut mengantri.
”Ini pertama kali kami membeli
emas. Jadi, ini investasi emas pertama kami. Sebelumnya ada sih, tapi itu wujud
kayak perhiasan kalung dan gelang, tetapi itu bukan dari emas Antam,” kata
Yenni, yang menunjukkan enam keping emas yang masing-masing seberat satu gram.
Alasan membeli emas Antam karena melihat nilainya terus naik. Dengan demikian, instrument
itu akan menjadi investasi cerah dan menjanjikan untuk masa depan. Investasi
emas, menurut keduanya, juga akan sangat berguna untuk membiayai keperluan
mendesak di masa depan. Misalnya untuk keperluan persalinan dan biaya sekolah. Ronny
(58), pengunjung lainnya, juga menilai emas menjadi investasi menjanjikan untuk
masa depan. Ronny bersama istri dan anak perempuannya sengaja datang ke PIM 1
untuk membeli emas sembari menikmati masa libur Lebaran. (Yoga)









