;

Ekonomi Tumbuh 5%, Konsumsi Rumah Tangga jadi Penopang

Yuniati Turjandini 05 Aug 2023 Investor Daily (H)

JAKARTA,ID-Ekonomi Indonesia pada triwulan II-2023 diperkirakan tumbuh pada kisaran 5,04-5,09%. Pertumbuhan tersebut masih ditopang oleh konsumsi rumah tangga yang kuat dan peningkatan belanja pemerintah. Indonesia dinilai memiliki modal yang cukup untuk menghadapi risiko ekonomi hingga jangka menengah. Ekonom PT Bank Mandiri Tbk Faisal Rachman memperkirakan pertumbuhan ekonomi dapat mencapai 5,04% pada triwulan II-2023. Bila dilihat secara kuartal ke kuartal maka pertumbuhan ekonomi triwulan II-2023 diperkirakan meningkat sebesar 3,74%. Angka ini menunjukkan peningkatan dari tingkat pertumbuhan negatif sebesar -0,92% secara triwuulan I-2023. "Perkiraan kami menunjukkan bahwa pertumbuhan PDB (produk domestik bruto) untuk triwulan II-23 akan menjadi 5,04%, secara tahunan menunjukkan sedikit perubahan dari tingkat pertumbuhan triwulan I-2023 yang sebesar 5,03%," ucap Faisal pada Jumat (4/8/2023). Faisal mengatakan pertumbuhan ekonomi triwulan II-2023 akan didorong oleh konsumsi rumah tangga yang kuat dan peningkatan belanja pemerintah. (Yetede)

Menyongsong Indonesia Emas 2046, BRI Memberdayakan Pengusaha BRIlian

Yuniati Turjandini 05 Aug 2023 Investor Daily (H)

JAKARTA,ID-PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) kembali mengadakan program Pengusaha Muda BRILian (PMB) 2023. Melalui program ini, BRI berupaya menyiapkan produk dari pengusaha-pengusaha yang siap ekspor dan membantu  melakukan perluasan akses ke pasar internasional, sehingga naik kelas. BRI optimistis, melalui program tersebut akan tercipta pengusaha-pengusaha UMKM muda tangguh Indonesia yang menjadi role model dan lokal heroes dan internasional. Sehingga mampu mendorong UMKM lain untuk melakukan hal yang sama. "Ini juga dalam rangka mempersiapkan Indonesia Emas 2045 dan mempersiapkan pengusaha muda yang lebih tangguh lagi," ujar Direktur Bisnis Kecil dan Menengah BRI Aman Sukriyanto, di Gedung BRI I, Jakarta, Jumat (4/8/2023). Hal ini juga salah satu bentuk peran BRI dalam agenda pembangunan nasional sebagai agent of development yang tidak hanya bertugas untuk create economic value tetapi juga  social value. "Kami mengajak seluruh stakeholders untuk bersama menyukseskan proram Pengusaha Muda BRILian 2023 ini, demi men-support bangkitnya bisnis UMKM sebagai langkah untuk mempercepat pemulihan perekonomian nasional," ungkap Aman. (Yetede)

Dukung Potensi Daerah, Pemkab Sleman Kerja Sama dengan B-Universe

Yuniati Turjandini 05 Aug 2023 Investor Daily (H)

SLEMAN,ID-Pemerintah Kabupaten  (Pemkab) Sleman siap berkolaborasi dengan B-Universe, kelompok media yang menaungi BTV, Beritasatu.com, Investor Daily, Investor.id, dan Jakarta Globe. Kolaborasi ini bisa memperkenalkan Kabupaten Sleman lebih luas lagi, salah satunya mengenai potensi daerah. Pemkab Sleman telah menerima kunjungan dari manajemen B-Universe di kantor Bupati Sleman, Kamis (3/8/2023). B-Universe diwakili oleh Wakil Direktur Utama Apreyvita Wulansari dan Direktur  Bisnis Melly Marliani. jajaran menejemen B-Universe diterima oleh Asisten 3 Bidang Administrasi Umum Kunto Riyadi, yang mewakili Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo. "Semoga nanti kita bisa berkolaborasi, kita bisa coba memperkenalkan kabupaten Sleman ke seluruh Indonesia," ucap Kunto. Lebih lanjut dia mengatakan, Kabupaten Sleman memiliki banyak potensi yang bisa menjadi daya tarik tersendiri. Contohnya dibidang pariwisata dan sektor pendidikan. "Untuk entertainment, kami kebetulan sedang keliling seluruh Indonesia untuk live music di titik-titik kota besar melalui acara Semeta Berpesta. Ini menjadi suatu progam yang sangat besar, diikuti puluhan ribu orang," kata Apreyvita Wulansari yang akrab disapa Vita. (Yetede)

Momentum Investasi Arloji Mewah

Hairul Rizal 05 Aug 2023 Kontan (H)

Kenaikan bunga acuan The Federal Reserve juga berdampak pada performa pasar jam tangan mewah. Indeks WatchCharts, yang melacak harga 60 arloji dari merek terkenal termasuk Rolex, Patek Philippe hingga Audemars Piguet, turun 32% dari puncaknya Maret 2022. Indeks terpisah untuk model Rolex saja, turun 27% dibandingkan periode yang sama. Harga arloji termahal turun paling tajam. Harga arloji antara US$ 50.001 dan US$ 100.000 turun lebih dari 15% selama 12 bulan terakhir. Sementara harga arloji antara US$ 10.001 dan US$ 20.000 turun 10,4%. Arloji dengan kisaran harga US$ 5.001-US$ 10.000 turun 6,8%. Suku bunga yang merangkak naik memicu kekhawatiran akan penurunan ekonomi. Alhasil, mendorong investor untuk mengurangi pengeluaran barang mewah. Pengunjung termasuk para kolektor jam tangan mewah sibuk melihat-lihat dan sesekali bertanya dan bernegosiasi harga. Menurut Andre, anggota JWX, harga jam tangan mewah bukan turun, tapi kembali ke harga sebelum 2021. Pasalnya, tahun 2021 sampai dengan awal 2022 harga jam tangan mewah naik secara signifikan. Dia mencontohkan, harga jam tangan Rolex dengan Submarine with Date harganya melonjak jadi Rp 250 juta. Padahal, sebelumnya harga di antara Rp 140 juta - Rp 150 juta.   Jika ditarik dari periode Januari - Agustus 2023, harga jam tangan mewah sudah berada di level bottom. Dengan begitu, Andre berpandangan saat ini merupakan waktu yang tepat untuk membeli dengan tujuan untuk digunakan. Sementara jika tujuan untuk investasi, ia menilai masih sangat tricky. Sebab, keadaan ekonomi dan politik tidak terlalu positif, baik di dalam maupun luar negeri.

Ancaman Krisis Pangan Menghantui Indonesia

Hairul Rizal 05 Aug 2023 Kontan

Indonesia dihadapkan pada ancaman krisis pangan di depan mata. Pasalnya, kebutuhan produk pangan di dalam negeri semakin meningkat, sedangkan pasokannya terus menipis akibat sejumlah faktor.Dampak El-Nino yang menyebabkan kemarau ekstrem di sebagian wilayah Indonesia menyebabkan produksi beras anjlok. BMKG mengungkapkan, saat ini, sebanyak 63% wilayah di Indonesia telah kena dampak El Nino.Sementara rencana impor satu juta ton beras dari India untuk menambal kekurangan pasokan, nyatanya sampai saat ini belum terlaksana. Apalagi, sejak 20 Juli lalu, India kabarnya menghentikan ekspor beras. Negeri Sungai Gangga merupakan pengekspor beras terbesar di dunia, dengan kontribusi lebih dari 40% pengiriman global.Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, pada 2022, India menjadi pemasok beras terbesar bagi Indonesia. Sepanjang tahun lalu, Indonesia mengimpor beras dari India 178.000 ton, setara 41% dari total volume impor beras nasional di 2022.Selain beras, Indonesia juga berpotensi kekurangan pasokan daging sapi. Ihwalnya, Badan Karantina Pertanian (Barantan) terpaksa menangguhkan impor sapi dari empat fasilitas peternakan di Australia, setelah hewan tersebut terdeteksi secara klinis menderita penyakit Lumpy Skin Diseases alias LSD.Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi menyatakan, pangan menjadi salah satu perhatian Presiden Joko Widodo. Dan, "Stok pangan sampai 2023 masih aman," katanya, kemarin. Menurut Arief, Bulog telah mengamankan 1,3 juta ton beras per 2 Agustus 2023. Adapun target pengadaan beras impor tahun ini sebanyak dua juta ton. Karena itu, Arief mendorong top up stok Bulog hingga di atas satu juta ton. Ini demi mengantisipasi situasi dan dinamika yang terus berkembang."Saat ini, stok Bulog di kisaran 800.000 ton," sebut Kepala Bapanas. Ketua Serikat Petani Indonesia Henry Saragih mengatakan, stok beras tetap aman. Alasannya, hasil musim tanam (MT) kedua sudah dipanen sebagian. "Jadi, kalaupun terjadi El-Nino, itu paling menganggu adalah sawah tadah hujan. Memang, sawah tadah hujan juga selama ini tidak melakukan penanaman pada MT ketiga," ujar dia kepada KONTAN, Jumat (4/8).Harga panganDi sisi lain, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menyebutkan, pergerakan harga pangan di semester II 2023 masih dipengaruhi El Nino. Berdasarkan rilis data Indeks Harga Produsen oleh BPS, harga produk pertanian mengalami kenaikan sebesar 6,49% secara tahunan (yoy) dan 0,85% secara kuartalan (qtq).

Otomotif Menderu Komponen Ikut Ngegas

Hairul Rizal 05 Aug 2023 Kontan

Industri otomotif di tanah air yang semakin menderu membawa berkah bagi emiten komponen otomotif. Para emiten produsen suku cadang otomotif pun optimistis, laju bisnis bidang ini makin melesat hingga akhir tahun ini. Terlihat dari hasil kinerja beberapa emiten komponen otomotif. Misalnya PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) mencetak pendapatan jumbo, Rp 9,38 triliun di semester I-2023. Top line anak usaha PT Astra International Tbk (ASII) ini menanjak 9,32% secara tahunan atau year on year (yoy). Kinerja PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) tak kalah mentereng, dengan mencetak kenaikan penjualan hingga 72,32% yoy menjadi Rp 2,74 triliun. Lonjakan kinerja juga dialami oleh PT Selamat Sempurna Tbk (SMSM). Penjualan SMSM meningkat 7,39% (YoY) ke level Rp 2,47 triliun. Laba bersihnya melompat 13,75% menjadi Rp 429,33 miliar. Begitu juga PT Garuda Metalindo Tbk (BOLT) yang mengantongi penjualan sebesar Rp 765,35 miliar, naik 16,18% secara tahunan. Sekretaris Perusahaan BOLT, Anthony Wijaya membeberkan pertumbuhan kinerja bisnis setengah tahun ini didorong oleh kenaikan produksi di industri otomotif. Produksi pabrikan otomotif mendorong semua rantai pasokan untuk ikut bertumbuh. Dengan kondisi itu, Chief Financial Officer PT Selamat Sampurna Ang Andri Pribadi optimistis hingga akhir tahun nanti SMSM bisa mencapai target bisnis. Yakni pertumbuhan penjualan SMSM di level 5%-10% dan kenaikan laba sekitar 10%. Research Analyst Reliance Sekuritas, Lukman Hakim menimpali, industri otomotif masih berpotensi tumbuh di semester II ini.

Emiten Konstruksi Agresif Mengejar Kontrak Baru

Hairul Rizal 05 Aug 2023 Kontan

Beberapa emiten yang bergerak di bidang konstruksi mampu membukukan kontrak baru di semester I-2023. Kontrak ini akan menjadi modal penting untuk melaksanakan produksi hingga beberapa tahun mendatang. Tak hanya penambahan jumlah, kontrak selama semester I-2023 dinilai banyak yang sesuai dengan target hingga dianggap in-line sampai akhir tahun 2023 ini. PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) yang hingga Juni 2023 telah berhasil menggenggam kontrak baru sebesar Rp 11,47 triliun atau turun dibandingkan periode yang sama yang sebesar Rp 13,8 triliun. Target kontrak WIKA sampai akhir tahun Rp 36 triliun. Corporate Secretary WIKA Mahendra Vijaya bilang sebagian besar proyek pada order book berasal dari segmen infrastruktur dan bangunan gedung, disusul dengan kontrak rekayasa, pengadaan, konstruksi dan commissioning (EPCC) dan industri. Memasuki semester II-2023, WIKA optimistis nilai kontrak baru akan terus bertambah hingga akhir tahun sejalan dengan keikutsertaan perseroan pada berbagai tender proyek yang didominasi oleh segmen infrastruktur, bangunan gedung dan industri. Tak hanya WIKA, PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) hingga Juni 2023 juga memperoleh kontrak sesuai target. "ADHI mencatat perolehan kontrak baru sebesar Rp14 triliun atau tumbuh sebesar 20% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp11,7 triliun," jelas Corporate Secretary ADHI, Farid Budiyanto, kemarin. Sementara PT Total Bangun Persada Tbk (TOTL) semakin dekat menggapai target kontrak baru untuk tahun 2023 yaitu Rp 2,6 triliun. "Per 31 Juli 2023 nilai kontrak baru yang telah diraih sekitar Rp 2,06 triliun," tutur Sekretaris Perusahaan TOTL, Anggie S. Sidharta, kemarin. Ini berarti ada peningkatan kontrak baru di Juli. Mengingat, sampai akhir Juni 2023 nilai kontrak baru TOTL sebesar Rp 1,33 triliun. Anggie mengatakan, sejauh ini ada 13 proyek baru yang dikerjakan, ditambah beberapa proyek lain yang masih on-going di tahun 2023.

MENCARI LADANG DI LUAR BUNGA

Hairul Rizal 05 Aug 2023 Bisnis Indonesia (H)

Beban suku bunga yang masih dalam tren meninggi hingga paruh kedua tahun ini bakal tetap menjadi tantangan perbankan dalam memacu pendapatannya. Di tengah kondisi ini, sumber pendapatan di luar bunga menjadi opsi potensial untuk dijelajahi guna menjaga laba tetap tumbuh subur. Sumber pendapatan non-bunga sebelumnya terbukti menjadi andalan sejumlah bank pada paruh per­­­tama tahun ini dalam menggen­­jot laba. Hal itu terjadi ter­­­­­­­­utama akibat kenaikan suku bunga acuan sejak Agustus 2022 hingga awal 2023 sebesar 225 bps. Kendati beberapa bulan belakangan Bank Indonesia (BI) sudah menahan suku bunga acuannya di level 5,75%, kenaikan tersebut mulai berefek pada beban dana bank pada pertengahan tahun ini. Hal tersebut telah ditunjukkan dalam laporan kinerja mayoritas bank pada paruh pertama tahun ini. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk., misalnya, menikmati pertumbuhan pendapatan bunga sebesar 21,3% year-on-year (YoY) per Juni 2023 menjadi Rp64,2 triliun, tetapi beban bunganya meningkat lebih pesat hingga 52,1 persen YoY sebesar Rp16,9 triliun. Akibat beban bunga yang tinggi, Bank Mandiri melaporkan pertumbuhan pendapatan bunga bersih atau net interest income (NII) 13,1% YoY menjadi Rp47,3 triliun. Untungnya, pendapatan nonbunga berhasil tumbuh lebih tinggi sebesar 14% menjadi Rp18,36 triliun. Corporate Secretary Bank Mandiri Rudi As Aturridha mengatakan perseroan optimistis pendapatan non-bunga, termasuk dari fee based income (FBI) tetap tumbuh pada paruh kedua 2023. Di kalangan bank swasta besar, PT Bank CIMB Niaga Tbk. melaporkan NII tumbuh tipis 4,59% YoY menjadi Rp6,83 triliun. Di sisi lain, pendapatan non-bunga, khususnya FBI perseroan meroket 49,16% YoY menjadi Rp1,79 triliun. Presiden Direktur CIMB Niaga Lani Darmawan mengungkapkan bahwa pertumbuhan FBI bank ditopang oleh bisnis bancassurance dan treasury. Selain itu, PT Bank Panin Tbk. Juga melaporkan pertumbuhan FBI hingga 47,94% YoY menjadi Rp1,68 triliun, terutama dari transaksi surat berharga dan recovery. Ini menjadi penyelamat pada saat NII perseroan justru turun 5% YoY menjadi Rp4,78 triliun. Selain itu, PT Bank Maybank Indonesia, Tbk. (BNII) pun mencatatkan kinerja moncer FBI pada semester I/2023, yakni Rp1,10 triliun, tumbuh 25,6% YoY. Presiden Direktur Maybank Indonesia, Taswin Zakaria, mengatakan FBI BNII ditopang oleh transaksi global market yang melonjak sebesar 239,3% YoY menjadi Rp182 miliar. Senior Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) Amin Nurdin mengatakan industri perbankan saat ini memang dalam masa peralihan. Kendati menjadi lini pemasukan utama, pendapatan bunga bukanlah satu-satunya sumber pendapatan yang potensial.

MENJELANG LAPORAN BPS : Ekonomi RI Diprediksi Tetap Tangguh

Hairul Rizal 05 Aug 2023 Bisnis Indonesia

Sejumlah ekonom memperkirakan perekonomian Indonesia akan tetap tangguh pada 2023, di tengah prospek perlambatan pertumbuhan ekonomi global. Ekonom Bank Mandiri Faisal Rachman menyatakan, pertumbuhan ekonomi sepanjang tahun cenderung moderat pada tingkat 5,04%, dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebesar 5,31%. Menurutnya, sumber pertumbuhan ekonomi Indonesia akan bergeser dari sektor eksternal ke sektor domestik pada 2023. Kegiatan ekspor ke depan diproyeksikan melemah, seiring dengan perlambatan ekonomi global. “Di sisi lain, konsumsi domestik diperkirakan akan tetap kuat, didukung oleh faktor mobilitas masyarakat yang meningkat, tren inflasi yang menurun, dan kondisi fiskal yang solid,” katanya, Jumat (4/8). Pada Senin (7/8), Badan Pusat Statistik (BPS) akan mengumumkan data pertumbuhan ekonomi Kuartal II/2023. Dia juga memperkirakan pertumbuhan pada Kuartal II/2023 akan didorong oleh menguatnya konsumsi rumah tangga dan belanja pemerintah yang meningkat. “Konsumsi rumah tangga diperkirakan mendapat dorongan yang signifikan setelah berakhirnya pandemi, yang meningkatkan mobilitas masyarakat,” jelasnya. Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede juga memperkirakan ekonomi Kuartal II/2023 tumbuh 5,03% secara tahunan tahunan atau lebih rendah sedikit dari pencapaian pertumbuhan pada Kuartal I/2023 yang sebesar 5,03% YoY. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi pada kuartal II/2023 terutama akan ditopang oleh konsumsi rumah tangga, kinerja investasi, dan net ekspor.

JUAL-BELI DARING : Aturan Baru Berlaku September

Hairul Rizal 05 Aug 2023 Bisnis Indonesia

Kementerian Perdagangan memperkirakan usulan pelarangan produk impor dengan harga di bawah US$100 dijual di platform dalam jaringan (daring), baik e-commerce maupun social commerce, bakal diterapkan mulai September 2023. Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan mengatakan pelarangan itu mengacu target selesainya revisi Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) No.50/2020 tentang Perdagangan Melalui Sistem Elektronik (PMSE) pada September 2023. “Mudah-mudahan lebih cepat lebih bagus buat kami. Kalau bisa bulan ini kelar biar September depan jadi,” katanya saat ditemui di Kantor Pusat Kementerian Perdagangan (Kemendag), Jumat (4/8). Menurutnya, harmonisasi revisi Permendag No.50/2020 dilakukan bersama Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) dan kementerian terkait lainnya. Selain larangan produk impor seharga di bawah US$100, revisi Permendag No.50/2020 itu juga mengatur perlakuan sama antara platform daring dan luar jaringan (luring) seperti pengenaan pajak, izin, dan lainnya. Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Isy Karim sebelumnya menuturkan sejumlah ketentuan telah direvisi, terutama terkait dengan pembatasan peredaran produk impor di platform digital. Selain aturan batas minimum harga untuk produk impor yang diperdagangkan dalam marketplace, juga menetapkan persyaratan tambahan bagi pedagang luar negeri yang bertransaksi di marketplace domestik, mulai dari komitmen penjual asing memenuhi standar nasional Indonesia (SNI).

Pilihan Editor