Emiten Konglomerasi Mulai Unjuk Gigi
Emiten saham milik para taipan dalam negeri masih menangguk laba besar. Berdasarkan laporan keuangan emiten sepanjang separuh pertama 2023, grup konglomerat yang memiliki bisnis sektor barang konsumsi baik primer atau non-primer menuai untung paling tebal.
Misalnya, kinerja Grup Salim yang punya bisnis utama sektor konsumer berhasil tumbuh subur. Contohnya, emiten duo Indofood mencetak pertumbuhan laba bersih dua kali lipat dibandingkan semester I tahun lalu. Sayang, kinerja Grup Salim masih tertekan oleh perusahaan dari sektor perkebunan yang kompak anjlok dua digit.
Senasib, kinerja Grup Astra juga mengalami tekanan dari sektor kelapa sawit. Maklum, harga komoditas crude palm oil (CPO) memang turun cukup dalam sepanjang semester I 2023 lalu. Untungnya, kinerja emiten Astra yang lain masih tumbuh bertumbuh. Salah satunya kinerja dari bisnis otomotif.
Sedangkan kinerja Grup Djarum masih disokong oleh Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang berhasil mencetak laba bersih Rp 24,19 triliun atau naik 34,02% secara tahunan. Sayangnya, lini bisnis Grup Djarum lainnya masih tertekan, bahkan merugi.
Praska Putrantyo, CEO Edvisor Profina Visindo mengatakan, kinerja emiten konglomerasi itu sangat didominasi oleh isu sektoral. Hal ini sejalan dengan fase pemulihan ekonomi.
Associate Director of Research and Investment
Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus menilai, hasil kinerja para grup konglomerasi ini menunjukkan kegiatan ekonomi belum sepenuhnya pulih.
Dari berbagai grup konglomerasi yang ada di bursa, pilihan Nico jatuh pada Grup Salim dan Grup Djarum, Untuk Grup Salim, saham pilihan dia pada INDF dan ICBP, sementara di Grup Djarum ada di BBCA.
Di samping itu, Grup Salim juga bisa dicermati karena bermain di sektor konsumer primer sehingga sahamnya tergolong defensif. Dari grup ini saham pilihan Praska jatuh pada INDF. Praska juga menilai, saham BBCA dan TOWR masih menarik dicermati.
TITIK LEMAH LAPAK DIGITAL
Era perdagangan secara elektronik atau online yang berkembang pesat menuntut pemerintah terus melakukan adaptasi terhadap regulasi. Kehadiran platform digital, nyatanya mampu membantu pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) tumbuh bermekaran. Satu sisi, kehadiran lapak digital membuat persaingan dagang antarpelaku usaha makin sengit. Upaya pemerintah melakukan penataan berbagai regulasi diharapkan mampu menciptakan ekosistem dagang yang lebih sehat dan memberi dampak positif terhadap penerimaan negara ke depan. Negara harus memastikan penataan aturan tidak menjadikan inovasi layanan jasa perdagangan, lantas menjadi surut keberadaannya.
Menyalakan Gairah Merger dan Akuisisi
Realisasi aktivitas merger dan akuisisi pada 2022 menjadi tahun pencapaian terendah sepanjang sejarah bisnis dan ekonomi global. Nilai kesepakatan anjlok 37% dari rekor tertinggi pada 2021 menjadi US$3,61 triliun. JP Morgan bahkan mencatat, itu menjadi penurunan terdalam sejak 2001 ketika secara nilai pernah merosot hingga 50% menjadi US$1,68 triliun. Ada banyak faktor yang menjadi sentimen rendahnya aktivitas merger dan akuisisi tahun lalu. Beberapa di antaranya karena perusahaan menghadapi beragam tantangan pembiayaan, termasuk kenaikan suku bunga, penurunan leverage keuangan, kegelisahan di pasar obligasi, hingga dihantui kemungkinan resesi ekonomi. Kami pun meyakini bahwa tantangan pembiayaan menjadi pertimbangan utama yang mengganggu proses kesepakatan tahun lalu. Tak sedikit perusahaan terpaksa melakukan penyesuaian dengan cara menghindari gejolak pasar atau meminimalkan pendanaan. Namun, situasi mulai berbalik arah pada tahun ini. Pelaku usaha mulai beradaptasi. Mereka mulai melakukan perubahan dalam menyusun kesepakatan merger dan akuisisi, dengan menggunakan volatilitas di pasar keuangan untuk menggali keuntungan serta memanfaatkan diskon biaya dana sebaik mungkin. Tak heran, berdasarkan laporan dari S&P Global, kesepakatan merger dan akuisisi dengan nilai lebih dari US$10 miliar meningkat selama paruh pertama 2023 dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu kendati secara aktivitas masih relatif sepi. Akuisisi Toshiba Corporation oleh Suzuki Motor Corp. dan ROHM Co. juga tak kalah menarik. Akuisisi ini menguntungkan kedua belah pihak. Toshiba berkepentingan menjaga perusahaan tetap hidup dan sumber dayanya terutilisasi lebih baik. Ini juga membuka kesempatan Suzuki dan ROHM untuk bersaing langsung dengan konglomerasi bisnis Jepang lainnya. Nilai aksi merger dan akuisisi terbesar dilakukan oleh PT United Tractors Tbk. (UNTR) yang mengakuisisi 19,9% saham Nickel Industries Limited senilai Rp9,38 triliun, melalui anak usahanya yakni PT Danusa Tambang Nusantara. Selain UNTR, terdapat beberapa perusahaan tambang yang juga melakukan aksi akuisisi seperti PT Petrosea Tbk. (PTRO), PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk. (BIPI), PT Merdeka Battery Materials Tbk. (MBMA), dan PT Central Omega Resources Tbk. (DKFT).
PERDAGANGAN ONLINE : KEJAR SETORAN DARI LOKAPASAR
Layanan jual beli di masyarakat saat ini berubah total sejak hadirnya teknologi digital. Jasa perdagangan menggunakan platform e-commerce dan media sosial, makin digemari masyarakat karena produk yang ditawarkan beragam dan harganya acapkali jauh lebih murah. Sebuah lampu ring light berwarna putih masih menyala terang, ketika Bisnis berkunjung ke toko gaun dan tas milik Lala, salah satu pelapak di ITC Kuningan, Jumat (4/8). Ring light saat ini seperti alat wajib bagi pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang memasarkan produknya lewat lokapasar, di platform dagang-el (e-commerce) maupun media sosial (social commerce) seperti Facebook, Instragam, hingga TikTok.Sinar putihnya berguna menyoroti para model sekaligus produk yang dipamerkan, agar tampil apik difoto atau disiarkan langsung saat menawarkan produk dagangan secara langsung atau live shopping. Menurutnya, platform e-commerce dan social commerce telah memberikan dampak positif bagi bisnisnya. Khususnya, fitur live shopping yang berguna untuk menjangkau konsumen baru. Hanya saja, menurutnya ada kecenderungan segmen pembeli di fitur live shopping lebih suka mencari barang dengan harga murah atau berharap diskon. “Kami memanfaatkan live shopping lebih banyak untuk produk tas. Kebanyakan orang yang mau beli via live itu belum percaya buat beli produk premium yang harganya lumayan tinggi. Takut barang tidak sesuai, hilang di tengah jalan, dan risiko lain-lain. Hanya pelanggan repeat order yang biasanya mau langsung beli produk premium via live,” kata Lala. Temuan Data Indonesia mengutip Bank Indonesia, nilai transaksi e-commerce di Indonesia mencapai kisaran Rp476,3 triliun pada 2022. Dalam kurun 5 tahun terakhir, nilai transaksi e-commerce naik pesat. Bahkan, transaksi perdagangan e-commerce melonjak hingga dua kali lipat pada 2021 saat pembatasan kegiatan masyarakat tengah berlangsung ketat ketika pandemi Covid-19. Perkembangan transaksi dagang secara online membuka peluang untuk mendulang penerimaan negara. Pemerintah memang tidak menutup mata dengan tren perdagangan online, baik lewat e-commerce maupun social commerce. Dalam pemberitaan Bisnis pada Februari lalu, Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan tengah menyusun Rancangan Peraturan Menteri Keuangan yang memungkinkan penyelenggara e-commerce memungut pajak dari transaksi di platform dagang elektronik. Menurut Ketua Umum Asosiasi IUMKM Indonesia (Akumandiri) Hermawati Setyorinny, pelaku UMKM yang berdagang lewat e-commerce dan social commerce merasa omzet bisnisnya masih kecil di bawah pendapatan per tahun yang dikenakan pajak sekitar Rp4,8 miliar. Alhasil, dalam melakukan transaksi perdagangan, mereka tidak memperhitungkan komponen pajak seperti PPN maupun PPh.
Strategi Ekspansi PHE, untuk Percepatan Produksi
JAKARTA,ID-PT Pertamina Hulu Energi (PHE) secara konsisten melakukan ekspansi dalam pengelolaan operasi maupun bisnis hulu minyak dan gas (migas). Langkah ini diyakini bakal memberi dampak signifikan dalam percepatan produksi migas di Tanah Air serta mendukung pencapaian target produksi minyak satu juta BOPD dan produksi gas 12 BCFD pada tahun 2030 yang telah ditetepkan pemerintah. Dalam beberapa bulan terakhir PHE telah terlibat dalam kerja sama pengelolaan operasi dan bisnis hulu migas yang memiliki total nilai investasi awal tidak kurang dari US$ 23,7 miliar. Investasi ini terkait dengan Kontrak Kerja Sama (KKS) Wilayah Kerja (WK) Bunga serta KKS WK Peri Mahakam maupun East Natuna yang dilakukan oleh PT Pertamina (persero) melalui PHE. Konsorsium PT Pertamina Hulu Energi North East Java bersama PT Posco Internasional ANP Indonesia telah resmi mengelola WK Bunga selama 30 tahun ke depan melalui penandatanganan KKS pada Selasa (25/8/2023). Itu dilakukan bersamaan dengan opening ceremony IPA Convex ke 47 di Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD City, Tangerang Selatan, Banten. (Yetede)
Meski Melambat, Modal Asing Masih Masih Deras
JAKARTA,ID-Bank Indonesia (BI) menyatakan, aliran modal asing masuk (capital inflow) ke pasar keuangan Indonesia sebesar Rp 5,33 triliun. Dalam periode transaksi 31 Juli Agustus 2023. Dinamika eksternal saat ini menjadikan investor masih menempatkan dana ke negara-negara emerging market termasuk di Indonesia. Adapun capital inflow tersebut terdiri atas Rp 1,9 triliun di pasar Surat Berharga Negara (SBN) dan Rp 3,43 triliun di pasar saham. Sementara itu, data BI menunjukkan secara kumulatif dari 1 Januari 2023 sampai 3 Agustus 2023 transaksi yang terjadi adalah nonresiden beli neto Rp93,62 triliun di pasar SBN dan beli neto Rp16,86 triliun di pasar saham. Adapun imbal hasil atau yield SBN Indonesia teror 10 tahun naik ke 6,29% per Jumat (4/8/2023). Level yield surat utang Amerika Serikat atau US Treasure Note tenor 10 tahun naik ke level 4,175% per Kamis (4/8/2023). Sedangkan premi resiko investasi (credit default swap/CDS) Indonesia 5 tahun naik menjadi 78,86 basis poin (bps) per Agustus 2023 dari posisi 73,57 bps per 28 Juni 2023. (Yetede)
PDB Masih Solid, IHSG Berpeluang Bangkit
JAKARTA,ID-Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) berpotensi bangkit (rebound) pekan ini, ditopang oleh data produk domestik bruto (PDB) Indonesia kuartal II-2023 yang diprediksi masih tumbuh solid. Pekan lalu, indeks berpangkas 0,69% ke level 6.852. Sementara itu, pekan ini, indeks ditaksir bergerak di level support 6.833-6.711 dan resistence 6.925-6.966. Selain data PDB Indonesia, pergerakan indeks akan dipengaruhi situasi pasar tenaga kerja Amerika Serikat (AS) yang masih tetap ketat akibat kenaikan upah dan penurunan tingkat pengangguran. Direktur Ekuator Swarna Capital Hans Kwee menegaskan, para pelaku pasar memprediksi The Fed mempertahankan tingkat suku bunga acuan pada pertemuan September mendatang. Adapun langkah Fitch Ratings yang menurunkan peringkat utang AS diyakini hanya berdampak jangka pendek terhadap pasar keuangan global dan Indonesia. "Inflasi Indonesia yang diprediksi melandai akan mendorong BI tetap mempertahankan kebijakan suku bunga sampai akhir tahun," kata Hans kepada Investor Daily, Minggu (6/8/2023). (Yetede)
Pembangunan JUT Mudahkan Jalur Distribusi Hasil Pertanian di Tidore
TIDORE-Pembangunan Jalan Usaha Tani (JUT) menjadi program Kementerian Pertanian (Kementan) sebagai langkah untuk memudahkan akses petani memperluas jalur distribusi hasil pertanian. Program yang dieksekusi melalui Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (Ditejan PSP) ini juga dinilai membantu petani dalam peningkatan produksi pertanian. "Selain untuk meningkatkan petani, JUT juga bertujuan mempermudah akses para petani dalam memperluas jalur distribusi hasil pertanian," kata Menteri Pertanian (mantan) Syahrul Yasin Limpo, Rabu (2/8/2023). Direktur Jenderal PSP Kementan Ali Jamil menambahkan, pembuatan JUT dilakukan meliputi kawasan budi daya tanaman pangan, kawasan budi daya perkebunan, dan kawasan budi saya hortikultura serta kawasan budi daya perternakan. "Namun, lahan yang ditetapkan sebagai lokasi JUT harus memenuhi syarat, antara lain clear dan clean. Status lahan juga harus jelas dan tersedia petani penerima manfaat, sesuai krteria yang telah ditentukan," ujar jamil Ali. (Yetede)
3 Emiten Telko Realisasikan Total Capex Rp22,62 Triliun
JAKARTA,ID-Tiga emiten telekomunikasi (telko) yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI), yakni PT Telkom Indonesia (persero) Tbk, PT Indosat Tbk (Ooderedoo Hutchinson), dan PT XL Axiata Tbk telah merealisasikan total belanja modal (capital expenditure/capex) senilai Rp 22,62 triliun pada 2023 hingga semester I. dana tersebut sebagian besar digunakan untuk membangun infrastruktur jaringan digital di berbagai wilayah di Tanah Air. Realisasi investasi itu telah mencapai rata-rata 38,71% dari total rencana capex Rp58 triliun pada 2023. Telkom telah membelanjakan modal untuk ekpansi Rp 15 triliun atau sekitar 40% dari total rencana capex sekitar Rp 37 triliun atau 33,08% dari rencana Rp 13 triliun dan XL Axiata telah membelanjakan modal Rp 3,15 triliun atau 39,38% dari total rencana capex Rp 8 triliun. Direktur Utama Telkom Ririek Ardiansyah mengatakan, sepanjang semester I-2023, Telkom terus mengembangkan infrastruktur dan jaringan telekomunkasi. Langkah ini dilakukan dengan harapan akan berdampak positif terhadap peningkatan expense dan kepuasan pelanggan. (Yetede)
Bahaya Salah Desain Kereta Ringan
Salah desain kereta rel ringan yang menghubungkan Jakarta-Bogor-Depok-Bekasi atau LRT Jabodebek semakin membuktikan betapa buruknya perencanaan megaproyek infrastruktur di era Presiden Joko Widodo. Alih-alih mengambil langkah koreksi, Jokowi malah meminta masyarakat memaklumi kesalahan tersebut dengan dalih ini merupakan pertama kalinya proyek itu digarap oleh putra-putri Indonesia. Padahal kritik yang disampaikan sangat krusial. Kritik itu datang dari dalam pemerintah sendiri. Belum lama ini, Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo mempersoalkan kesalahan desain pada jembatan lengkung bentang panjang (longspan) pada lintasan LRT yang berada di persimpangan Jalan Gatot Subroto dan Jalan HR. Rasuna Said, Jakarta Selatan. Akibat desain longspan terlalu menikung tajam, kereta ringan hanya bisa melaju maksimal 20 kilometer per jam di titik tersebut. Tak hanya berpengaruh pada target waktu tunggu kereta, kesalahan desain pada jembatan lengkung sepanjang 148 meter itu berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan saat kereta ringan berada di tikungan. Padahal desain longspan itu sebelumnya dielu-elukan banyak pihak, termasuk oleh Presiden Joko Widodo. Persoalan ini menambah panjang daftar masalah proyek kereta ringan. (Yetede)









