Promosi UMKM dan Investasi Kalsel di Jatim
Jakarta Kuatkan Layanan Puskesmas
Usahawan Kian Enggan Berutang
JAKARTA,ID-Kalangan pelaku usaha swasta nasional mulai menunjukkan kecenderungan untuk mengurangi utang luar negeri (ULN) mereka lebih dari dua tahun silam. Selain bisnis yang selain akibat permintaan yang terkontraksi menyusul pandemi Covid-19, hal itu juga dipicu oleh biaya dan resiko ULN yang kian besar ditengah ketidakpastian dan fluktuasi perekonomian global. Untuk menghindari resiko utang yang harus mereka tanggung di kemudian hari, sejumlah pelaku usaha bahkan rela membiayai sebagian dari usaha mereka dengan menyisihkan diantara setoran rutin tabungan ke bank. Sementara belum banyak pelaku usaha yang kurang percaya diri menggunakan pasar modal sebagai sumber pendanaan usaha mereka. "(Ini) bukan single faktor. Kami menyinyalir interaksi dari kedua faktor, internal dan eksternal, terhadap supply-demand utang luar negeri, menciptakan tingkat utang luar negeri yang lebih rendah," ujar Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Widjaya kepada Investor Daily, baru-baru-ini. (Yetede)
Indonesia Fokuskan KTT AIS Forum pada 3 Aspek
Jokowi: Indonesia Butuh Pemimpin Bernyali Tinggi
Ketahanan Pangan
Rapat kerja nasional Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) pada akhir bulan lalu ternyata tidak memutuskan siapa tokoh yang akan disandingkan sebagai calon wakil presiden untuk mendampingi Ganjar Pranowo. Yang digaungkan dalam hajatan itu justru tentang ketahanan pangan. Apakah ini untuk mengkritik gagalnya proyek food estate yang dikelola Menteri Pertahanan Prabowo Subianto? Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto bersuara keras soal kegagalan ini. “Hutan-hutan justru ditebang habis, dan food estate-nya tidak terlaksana dengan baik. Itu merupakan suatu kejahatan terhadap lingkungan,” ucapnya.
Adapun Presiden Joko Widodo dalam pidatonya menyebutkan sudah berbisik kepada calon presiden Ganjar. Isi bisikannya, sehari setelah dilantik (sebagai presiden), langsung laksanakan program ketahanan pangan. Teknisnya disiapkan sekarang. Apakah artinya Jokowi juga gagal melaksanakan kebijakan itu? Atau bahkan dia tak punya program sama sekali sehingga meminta Ganjar menyiapkannya dari sekarang? Kriteria ketahanan pangan adalah suatu kondisi terpenuhinya kebutuhan pangan bagi rumah tangga yang tecermin dari tersedianya pangan secara cukup, baik dari jumlah maupun mutunya. Juga aman, merata, dan terjangkau.
Data Global Food Security Index (GFSI) atau Indeks Ketahanan Pangan Global yang dirilis The Economist dan Corteva—perusahaan sains bidang pangan—menempatkan ketahanan pangan Indonesia pada 2022 di urutan ke-69 dari 113 negara. Capaian ini di bawah rata-rata indeks global yang sebesar 62,2. Apa artinya? Indonesia, yang dikenal sebagai negara agraris, tak bisa memenuhi kebutuhan pangannya. Beras sebagai kebutuhan pokok masih tergantung impor. Juga kedelai, gula, bahkan garam. (Yetede)
Penjabat Gubernur Sumsel dan Forkopimda Bahas Karhutla
Palembang - Penjabat Gubernur Sumatera Selatan Agus Fatoni, memberikan atensi khusus kepada penanganan dan pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Sumatera Selatan. Fatoni mengundang forum koordinasi pemerintah daerah (forkopimda) provinsi, bupati/wali kota se-Sumsel, forkopimda kabupaten/kota dan perusahaan terkait untuk membahas karhutla. Hadir pada pertemuan Rakor tersebut diantaranya Penjabat Gubernur Sumsel, Pangdam II/Sriwijaya, Kapolda Sumsel, Kepala Kejaksaan Tinggi Sumsel, Wakil Ketua DPRD, Provinsi, Danlanal, Danlanud, Dandim, Kapolres, Kepala Kejaksaan Negeri se-Sumsel.
"Hari ini kita kumpul untuk mencari solusi penanganan Karhutla. Ini bentuk komitmen bersama menyelesaikan kebakaran yang belakangan dirasakan masyarakat dampaknya," ujar Fatoni saat memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Percepatan Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Provinsi Sumsel di Auditorium Graha Bina Praja, Kamis, 5 Oktober 2023. Fatoni mengatakan kepala daerah dalam percepatan penanganan karhutla segera menyediakan anggaran penanganan. Dia menyebut sebenarnya anggaran belanja tidak terduga (BTT) bisa digunakan dalam keadaan darurat. (Yetede)
Bukan Sekadar Pelihara Reptil
Aneka satwa dan pemeliharanya berdatangan meramaikan acara Pet Euphoria di Paris van Java Mall atau PVJ Bandung pada akhir pekan ini, 6-8 Oktober 2023. Bertempat di area Sky Level yang luasnya sekitar 1.000 meter persegi, acara ini diikuti sejumlah kelompok pencinta hewan yang, antara lain, membawa kucing, anjing, serangga, dan musang. Komunitas Reptil Bandung, misalnya, menyiapkan 20 anggotanya sambil membawa hewan kesayangan mereka. Jenisnya, antara lain, ular pucuk, piton, sanca kembang, sanca dahan, dan ular kadut. Selain itu, ada iguana, gecko, biawak, dan kura-kura.
Di komunitas yang dibentuk pada 20 April 2009 itu, para anggotanya kebanyakan memelihara ular. “Karena gampang memelihara ular dan makannya hanya seminggu sekali,” kata Reyhan Granadi, anggota Komunitas Reptil Bandung, Jumat, 6 Oktober lalu. Mahasiswa 25 tahun dari sebuah kampus swasta di Bandung itu kini memelihara gecko, yaitu sejenis tokek, dan dua ekor ular sanca titipan teman. Dia telah menghentikan pembiakan atau breeding ular piton sejak tahun lalu karena tidak bisa membagi waktunya dengan jadwal kuliah.
Menyukai reptil sejak lama, Reyhan dulu memelihara iguana dan biawak. Dia bergabung ke Komunitas Reptil Bandung pada 2016 karena anggotanya aktif berkegiatan, seperti berkumpul dan saling berbagi pengetahuan. “Mau enggak mau saya juga jadi belajar. Sebab, malu kalau ditanya orang, reptil apa, tapi enggak tahu,” ujarnya. Terutama soal satwa liar yang suka masuk rumah warga, seperti ular sawo kopi, ular pucuk, atau biawak. (Yetede)
Dunia Serukan Israel-Palestina Menahan Diri
Konflik Israel dan Palestina memanas setelah Hamas di
Palestina menyerang Israel dengan sedikitnya 5.000 roket hanya dalam waktu 20
menit. Hamas yang saat ini menguasai Jalur Gaza juga mengirimkan gerilyawannya
menyusup ke sejumlah kota di Israel, baik melalui darat, laut, maupun udara.
Membalas serangan itu, Israel menyatakan perang terhadap Hamas dan akan
membalas dengan mengerahkan segala kekuatan. Serangan dari arah Gaza terjadi
sejak Sabtu (7/10) pagi. Hingga berita ini ditulis, dikabarkan baku tembak
antara tentara Israel dan anggota Hamas masih terjadi. Sedikitnya 40 warga
Israel dilaporkan tewas dan ratusan orang lainnya terluka. Selain itu, beberapa
warga Israel ditangkap gerilyawan Palestina dan dibawa ke Gaza. Menyikapi
eskalasi konflik tersebut, sejumlah negara, seperti Mesir, Turki, Arab Saudi,
Oman, dan Rusia, meminta Israel dan Palestina menahan diri semaksimal mungkin
agar situasi tidak memburuk dan mengancam hidup warga sipil.
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan meminta Israel dan Palestina
menahan diri dari tindakan permusuhan yang bisa memperburuk situasi. Sementara
Menlu Mesir Sameh Shukri telah menghubungi Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni
Eropa Josep Borrell untuk membicarakan perkembangan situasi di Israel dan
Palestina. Kantor berita Rusia, Interfax, menyebutkan, Pemerintah Rusia juga
buru-buru mengontak Israel, Palestina, dan negara-negara Arab terkait isu ini.
Rusia meminta Israel dan Palestina segera melakukan gencatan senjata. ”Tentu
saja kami selalu menyerukan mereka untuk menahan diri,” kata Wakil Menlu Rusia
Mikhail Bogdanov. Washington juga meminta para pihak untuk menahan diri.
Meskipun demikian, AS mengecam serangan Hamas. Sebaliknya, Presiden Palestina
Mahmoud Abbas, dikutip kantor berita resmi Palestina, WAFA, menegaskan, rakyat
Palestina memiliki hak untuk membela diri terhadap terror yang dilakukan
Israel. (Yoga)
Jangan Terlena ”Pay Later”
Layanan ”pay later” semakin diminati masyarakat. Konsep”buy
now pay later” (beli sekarang bayar nanti) memungkinkan konsumen membeli barang
walau ia belum bisa membayarnya secara penuh. Dengan syarat yang relative
mudah, pengajuan ”pay later” dapat dilakukan oleh siapa pun, termasuk pembeli
yang belum memiliki penghasilan, seperti mahasiswa. Karina (21), mahasiswi
perguruan tinggi swasta di Jakarta, mengaku mulai menggunakan pay later sejak
2018, saat masih duduk di bangku SMA dan belum memiliki penghasilan sendiri.
Layanan pay later yang Karina pilih berasal dari aplikasi ojek daring sehingga
kegunaannya berkisar untuk transportasi dan pemesanan makanan daring. Sejak
menggunakan pay later, Karina jadi boros lantaran merasa tidak perlu membayar
langsung transaksi yang dilakukannya. ”Itu (pay later) beneran jadi addict
banget,” katanya pada Rabu (4/10) di Jakarta. Kecanduan itu berlangsung hingga
pertengahan 2023. Karina bahkan pernah dihubungi debt collector (penagih utang)
untuk mengingatkan tagihannya yang akan jatuh tempo. ”Aku pernah ditelepon sama
20 nomor seminggu sebelum jatuh tempo. Karina akhirnya sadar bahwa kebiasaan
buruknya itu tidak bisa terus berlanjut. Dia kemudian mengatur limit kredit di
aplikasi. Ia juga memutuskan untuk tidak mendaftarkan kembali akun pay
later-nya ketika ada kebijakan baru untuk verifikasi ulang.
Tak hanya digunakan untuk konsumsi pribadi, layanan pay
later juga dimanfaatkan sebagian orang untuk kepentingan lain. Rosa (21),
mahasiswi perguruan tinggi negeri di Depok, Jabar, menggunakan pay later untuk
membantu sang teman yang sedang butuh uang untuk membayar uang kuliah tunggal
(UKT). Pertama-tama, sang teman menjual barang fiktif menggunakan akun
lokapasar pribadinya, yang dibeli Rosa metode pembayaran pay later.”Waktu itu
(dia) jual photo card seharga Rp 3,7 juta. Karena dicicil 12 kali, jadi ada
bunga. Total tagihan pay later-nya lebih dari 5 juta,” kata Rosa. Meski tagihan
dibayar sang teman, Rosa harus terus mengingatkannya agar membayar tagihan tepat
waktu. Pernah temannya menghilang tanpa kabar, bahkan pernah meminta Rosa
menalangi utangnya saat jatuh tempo. Rosa menyesal lantaran terus merasa tertekan
setiap bulan akibat tagihan tersebut. Perencana keuangan dari OneShildt, Budi
Raharjo, mengatakan, layanan pay later bisa membantu mahasiswa yang memiliki
kebutuhan di luar dari dana yang mereka punya. Namun, mahasiswa harus bisa
mengatur keuangannya dengan baik. ”Mahasiswa harus memiliki kemampuan cara
mengatur keuangan mereka. Soal budgeting, itu paling basic. Mereka harus tahu
bagaimana cara mengatur prioritas,” tutur Budi. (Yoga)









