;

Ada 70 Perusahaan Baru Melantai di Bursa Tahun Ini

Ekonomi Hairul Rizal 09 Oct 2023 Kontan
Ada 70 Perusahaan Baru Melantai di Bursa Tahun Ini

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memecahkan rekor baru dalam pencatatan saham perdana alias listing yakni 68 perusahaan dengan nilai  total Rp 49,60 triliun sepanjang tahun ini. Rekor inipun makin tejaga setelah Senin ini (9/10), masih akan ada dua yang akan mencatatkan sahamnya yakni PT Pulau Subur Tbk (PTPS) serta PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN). Dus, dengan begitu, jumlah perusahaan atau emiten anyar yang tercatat BEI di 2023 akan mencapai 70 emiten. Ini mengalahkan rekor sebelumnya pada tahun 1990 dengan 66 pencatatan saham perdana. Artinya, BEI berhasil rekor Initial Public Offering (IPO) selama 33 tahun terakhir. Perinciannya, sebanyak  27 perusahaan atau sekitar 39,7% merupakan perusahaan dengan aset skala besar. Perusahaan-perusahaan tersebut memiliki total aset di atas Rp 250 miliar. Kemudian, ada 31 emiten atau sekitar 45,6% masuk dalam perusahaan dengan  aset skala menengah. Sisanya, sebanyak 10 perusahaan atau sekitar 14,7% termasuk dalam perusahaan dengan aset skala kecil. Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna menjelaskan seiringan dengan itu, BEI juga kedatangan empat perusahaan dengan kapitalisasi pasar di atas Rp 3 triliun serta memiliki free float di atas 15%. Tiga tahun terakhir, nilai pencatatan terbesar di BEI masih dipegang  PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) senilai Rp 21,9 triliun. Lalu diikuti oleh PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) dengan perolehan dana IPO sebesar Rp 18,8 triliun. Catatan BEI, masih ada 28 perusahaan dalam jalur pencatatan saham di BEI. Rinciannya, dua perusahan dengan aset di bawah Rp 50 miliar. Kemudian  15 perusahaan aset skala menengah dengan aset di antara Rp 50 miliar hingga Rp 250 miliar. Lalu sebanyak 10 merupakan perusahaan aset skala besar. Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus melihat di tahun politik akan ada beberapa perusahaan yang memilih  akan menahan diri untuk IPO menunggu kebijakan pemerintah. 

Tags :
#Saham #Bursa
Download Aplikasi Labirin :