Biaya Haji Tahun 2024 Diusulkan Naik
Kemenag mengusulkan biaya penyelenggaraan ibadah haji atau
BPIH 1445 H/2024M rata-rata sebesar Rp 105 juta. Usulan BPIH ini masih akan dibahas
Panitia Kerja Komisi VIII DPR dalam satu hingga dua bulan ke depan. Nanti,
calon jemaah haji tidak membayar sepenuhnya BPIH. Mengacu rata-rata BPIH 1444
H/2023 M sebesar Rp 90.050.637,26, calon Jemaah membayar rata-rata Rp
49.812.700,26 atau 55,3 % dan sisanya dari sumber lain. Sesuai mekanisme pembahasan
biaya haji, usulan BPIH ini disampaikan Menag Yaqut Cholil Qoumas kepada DPR dalam
Rapat Kerja bersama Komisi VIII di Jakarta pada 13 November 2023. Ada sejumlah
komponen layanan dalam usulan BPIH 2024, antara lain biaya penerbangan,
pelayanan akomodasi, pelayanan konsumsi, pelayanan transportasi, pelayanan di
Arafah–Muzdalifah-Mina (Armuzna), pelayanan di embarkasi atau debarkasi, dan
biaya hidup. Dikutip dari laman resmi Kemenag, Rabu (15/11) Staf Khusus Menag
Bidang Media dan Komunikasi Publik, Wibowo Prasetyo mengatakan, UU No 8 Tahun
2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah mengatur bahwa BPIH adalah
sejumlah dana yang digunakan untuk operasional penyelenggaraan ibadah haji.
Pasal 44 UU tersebut menyebutkan, BPIH bersumber dari biaya
perjalanan ibadah haji yang harus dabayar jemaah (bipih), APBN, nilai manfaat,
dana efisiensi, dan/atau sumber lain yang sah berdasarkan ketentuan perundang-undangan.
”Jadi, bipih yang harus dibayar calon jemaah itu adalah bagian dari BPIH.
Kemenag mengusulkan sebesar Rp 105 juta, bukan berarti sejumlah itu juga yang
harus dibayar oleh calon jemaah,” kata Wibowo. Biaya haji yang disepakati pemerintah
dan DPR tersebut kemudian akan disampaikan kepada Presiden untuk ditetapkan
melalui perpres. ”Di regulasi tersebut ditetapkan berapa biaya haji yang
dibayar calon jemaah dan biaya haji yang bersumber dari nilai manfaat sesuai
kesepakatan pemerintah dan DPR,” paparnya. Ketua Umum Sarikat Penyelenggaraan
Umrah Haji Indonesia Syam Refiadi mengatakan, ”Ada kenaikan wajar. Tinggal
realisasinya saja seperti apa yang tidak memberatkan jemaah haji reguler,”
ujarrnya. (Yoga)
Jam Kerja Fleksibel Paling Dibutuhkan Pekerja
Cuti melahirkan, cuti menemani istri melahirkan, dan
pengaturan jam kerja fleksibel merupakan program yang paling banyak dibutuhkan
pekerja. Ketiga program ini dianggap mampu mendukung keseimbangan bekerja dan
memenuhi tanggung jawab mereka dalam keluarga. Jika ketiga program tersebut
disediakan tempat kerja, dampak akan dirasakan pada produktivitas kerja pekerja
dan perusahaan. Laporan survei ”Persepsi terhadap Pekerjaan Perawatan,
Pandangan Publik dalam Kerangka 5R” oleh Organisasi Buruh Internasional (ILO)
dan Katadata Insight Center menyatakan, 42,6 % dari 2.217 responden menyebut
cuti melahirkan adalah layanan paling dibutuhkan. Lalu, 17,9 % menyebut cuti menemani
istri melahirkan paling dibutuhkan. Selanjutnya, 8,5 % menyebut pengaturan jam
kerja fleksibel sebagai program perawatan yang paling dibutuhkan.
Dari sisi pekerja formal, program perawatan yang paling banyak
dibutuhkan adalah cuti melahirkan, diikuti cuti menemani istri melahirkan, dan pengaturan
jam kerja yang fleksibel. Adapun bagi kalangan pekerja informal, program perawatan
yang paling banyak di butuhkan adalah cuti melahirkan, cuti menemani istri melahirkan,
dan pojok laktasi. Survei dilakukan secara daring selama kurun 15 September-3
November 2023. Dari 2.217 responden yang disurvei, 67,5 % berjenis kelamin
perempuan dan 67,4 % bekerja di sektor informal. Responden tersebar di 34
provinsi. Sebanyak 58,2 % berusia 27-42 tahun, kelompok usia 18-26 tahun
sebanyak 27,5 %. Sebanyak 73,7 % responden berstatus sudah menikah dan 1.597
responden berdomisili di Jawa.
Latar belakang profesi responden beragam, seperti pegawai
negeri sipil, karyawan industri garmen, karyawan BUMN/BUMD, karyawan UMKM,
pengojek daring, kreator konten, pekerja rumah tangga, dan buruh harian lepas. ”Ketika
keseimbangan bekerja dan tanggung jawab keluarga terpenuhi, karyawan bisa berkontribusi
optimal terhadap pekerjaan yang pada akhirnya berdampak positif ke perusahaan
dan perekonomian nasional,” ujar Koordinator Program ILO Indonesia untuk Ekonomi
Perawatan Early Dewi Nuriana dalam diskusi ”Pekerjaan Perawatan, Tanggung Jawab
Perempuan atau Bersama”, Rabu (15/11) di Jakarta. (Yoga)
Meraup Cuan dari Ingar Bingar Konser Musik
Ingar bingar konser musik Coldplay terasa sejak beberapa hari
sebelum band asal Inggris itu tampil di Gelora Bung Karno, Jakarta, pada Rabu
(15/11) malam. Gaungnya menggema di seantero media sosial. Hari yang di tunggu-tunggu
telah tiba. Keriuhan penonton berbanding lurus dengan potensi ekonomi dan
dampak berganda (multiplier effect) dari helatan festival musik semacam ini.
Industri ini diprediksi masih akan terus tumbuh di masa mendatang. Data
Statista Market Insights (Agustus 2023) menunjukkan, industri pergelaran musik
secara global diproyeksikan menghasilkan pendapatan 30,14 miliar USD atau Rp
467,3 triliun dengan kurs Rp 15.503 per USD pada Rabu. Angkanya masih akan
terus meningkat, setidaknya hingga 2027 dengan nilai 36,71 miliar USD yang
setara Rp 569,1 triliun. Pertumbuhannya
pun sekitar 5 % per tahun.
Pengamat musik, Wendi Putranto, menilai, Indonesia berpotensi
besar menggelar konser-konser musik berkelas internasional. Sejauh ini, acara
musik yang diadakan di Indonesia sudah berjalan sesuai rencana, baik dalam
bentuk konser tunggal maupun festival dengan bintang tamu artis-artis
internasional ternama. ”Konser internasional, potensi perputaran uangnya bisa mencapai
puluhan miliar rupiah hingga ratusan miliar rupiah, bergantung popularitas
artis dan kapasitas venue-nya,” ujar Wendi saat dihubungi dari Jakarta, Rabu
(15/11). Ia memperkirakan, perputaran uang konser Coldplay di Jakarta hanya
dari penjualan tiket tembus Rp 200 miliar. Festival musik itu akan dinikmati
70.000 penonton secara langsung. Di luar penjualan tiket, penjualan suvenir
konser, makanan dan minuman, serta sponsorship mendongkrak perputaran uang
selama penyelenggaraan konser. Festival musik, apalagi bertaraf internasional,
memancarkan daya tarik bagi banyak orang. Pergelaran itu tak hanya mampu mendatangkan
wisatawan luar kota, tetapi juga wisatawan asing. (Yoga)
Kinerja Ekspor Nonmigas RI Terus Menurun
Kinerja ekspor nonmigas Indonesia terus turun sejak akhir
2022. Penurunan kinerja itu lebih dipengaruhi turunnya nilai ekspor ketimbang
volume.Halitu tidak terlepas dari tren penurunan harga komoditas ekspor unggulan
RI, terutama batubara dan CPO. Kendati demikian, Indonesia tetap perlu terus
menjaga kinerja ekspor di tengah perlambatan pertumbuhan perdagangan yang
diperkirakan terjadi hingga akhir tahun ini. Organisasi Kerja Sama Ekonomi Asia
Pasifik (APEC) menyebutkan, inflasi, konflik geopolitik, perubahan iklim, dan
restriksi dagang masih menjadi penghambat pertumbuhan perdagangan kawasan.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji
Ismartini, Rabu (15/11) mengatakan, sejumlah lembaga dan organisasi
internasional memprediksi tren penurunan ekspor barang dan jasa bakal terjadi
di negara-negara berkembang. Hal ini sudah tergambar di Indonesia. Salah satu
indikasinya adalah tren penurunan ekspor barang nonmigas Indonesia yang terjadi
sejak akhir 2022. Pada Januari-Oktober 2023, total ekspor nonmigas Indonesia
senilai 201,25 miliar USD, turun 12,74 % dibandingkan periode sama 2022.
Komoditas penyumbang penurunan ekspor tersebut adalah bahan bakar mineral,
terutama batubara, serta lemak dan minyak hewani/nabati, terutama minyak sawit.
”Penurunan kinerja itu lebih dipengaruhi turunnya nilai ekspor ketimbang
volume. Nilai ekspor turun disebabkan penurunan harga batubara dan CPO,”
ujarnya dalam konferensi pers yang digelar secara hibrida di Jakarta. (Yoga)
KELAUTAN DAN PERIKANAN, Kebijakan Minim Kajian Picu Masalah Baru
Persoalan data yang lemah dan minimnya kajian yang melandasi
sejumlah kebijakan di sektor kelautan dan perikanan berpotensi memicu bias kebijakan
dan persoalan baru. Sejumlah kalangan menyerukan pembenahan tata kelola di
tengah tantangan pangan masa depan. CEO dan Founder Ocean Solutions Indonesia
Zulficar Mochtar mengemukakan, perlu pembenahan data sebagai landasan
pemerintah dalam merumuskan kebijakan. Apalagi, Kementerian Kelautan dan Perikanan
(KKP) gencar mengusung isu perikanan berkelanjutan dan ekonomi biru. Data yang keliru
dinilai berpotensi memicu persoalan baru.
Ia menyoroti rencana kebijakan ekspor benih bening lobster
yang minim kajian dan akurasi data. Keberadaan data yang solid dinilai sangat
penting. Saat ini, rencana kebijakan itu juga menuai polemik di publik terkait
ancaman keberlangsungan stok sumber daya benih, dan nasib pengembangan budidaya
lobster di dalam negeri. ”Mengingat kebijakan (ekspor benih lobster) bisa
berdampak luas secara ekologis, sosial, dan ekonomi, KKP perlu disiplin dalam
menyiapkan kajian ilmiah agar nantinya (kebijakan) tidak bablas, serta
mengurangi potensi masalah di kemudian hari,” katanya, Rabu (15/11). (Yoga)
Prospek Bisnis Batu Akik
Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Masih Solid
Antam Klaim Implementasikan Tambang Baik
PT Aneka Tambang atau Antam mengklaim telah menerapkan praktik
pertambangan yang baik dan sesuai dengan regulasi, dalam operasi Unit Bisnis Pertambangan
Nikel Maluku Utara. Pengelolaan lingkungan di sekitar wilayah operasi tambang juga diklaim sesuai standar KLHK.
Corporate Secretary Division Head PT Antam Syarif Faisal Alkadrie melalui keterangan
tertulis, Selasa (14/11) mengklarifikasi pemberitaan berjudul ”Perairan
Halmahera Tercemar Logam Berat” dan ”Ikan Sekarang Su Lari Jauh Tergusur Tambang”,
di Kompas dan Kompas.id pada 7 November. Dalam pemberitaan disebutkan, hasil
uji air laut di Teluk Buli, Halmahera Timur atau dekat operasional tambang UBP
Nikel Maluku Utara, mengindikasikan perairan tercemar logam berat. Kandungan
krom heksavalen (Cr), nikel (Ni), dan tembaga (Cu) melebihi ambang baku mutu
yang diatur PP No 22 Tahun 2021. Indikasi pencemaran juga dirasakan oleh
nelayan karena mereka harus melaut lebih jauh. Tak hanya itu, indikasi pencemaran
juga terlihat dari warna air laut yang keruh di areal dekat lokasi beroperasinya
tambang.
Menurut Syarif, selain regulasi yang berlaku bagi praktik
pertambangan, Antam juga memiliki kebijakan Antam Green Standard (AGS) sebagai pedoman
pengelolaan lingkungan, untuk memberikan arahan, meningkatkan kinerja
lingkungan yang efektif dan efisien untuk menjaga kelestarian lingkungan, serta
terciptanya standardisasi dan konsistensi penerapan pengelolaan lingkungan di
seluruh unit bisnis, unit proyek pengembangan, dan entitas anak perusahaan. Terkait
pengelolaan lingkungan di Maluku Utara, Antam melalui UBP Nikel Maluku Utara
terus berupaya meningkatkan efisiensi air dan penurunan beban pencemar air
dalam proses produksi bijih nikel. ”Kehadiran geotekstil yang dipasang pada
kolam sedimentasi berhasil secara signifikan mereduksi nilai padatan
tersuspensi sebesar 98 %, menurunkan kandungan TSS pada air limpasan sebesar
101,6 ton TSS pada 2022,” katanya. Pengelolaan lingkungan yang dilakukan Antam
juga ditegaskan Syarief telah sesuai standar KLHK, tecermin dari capaian
peningkatan Proper Biru pada 2022 atas kinerja tahun 2021-2022. (Yoga)
Peluang Setelah Kocok Ulang Indeks MSCI
Morgan Stanley Capital International (MSCI) kembali merombak Indeks Saham MSCI Global Standard dan MSCI Small Cap. Ada tiga saham yang masuk dan enam saham yang tergusur sebagai konstituen indeks MSCI.
PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) masuk ke dalam daftar MSCI Global Standard Index. Emiten big caps pendatang baru itu menggeser posisi PT Vale Indonesia Tbk (INCO).
Di kategori Small Cap Index, MSCI menambahkan PT Bank Jago Tbk (ARTO) dan PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK). Lantas PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB), PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT PP (Persero) Tbk (PTPP), PT Timah Tbk (TINS) dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) tersingkir MSCI Small Cap Index.
Pelaku pasar merespons positif saham-saham yang menjadi konstituen Indeks MSCI Global Standard maupun MSCI Small Cap. Tengok saja pergerakan harga AMMN yang kembali menanjak, naik 1,05% ke level Rp 7.225 pada Rabu (15/11).
Saham EMTK dan ARTO melaju lebih kencang, masing-masing 7,41% dan 12,20%. Membawa harga EMTK ke Rp 580 dan ARTO ke Rp 2.300 per saham.
Analis Investindo Nusantara Sekuritas, Pandhu Dewanto menilai,
rebalancing
indeks MSCI cukup sesuai ekspektasi mempertimbangkan market cap, free float dan nilai rata-rata transaksi harian. Head of Equity Research
Kiwoom Sekuritas Indonesia, Sukarno Alatas menambahkan, masuk menjadi anggota indeks MSCI dapat memoles prospek saham.
Associate Director of Research and Investment
Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus sepakat, masuk ke indeks MSCI membawa angin segar bagi pergerakan harga saham. Namun, investor tetap perlu cermat menilai kondisi fundamental, prospek bisnis dan valuasi emiten tersebut. Sementara Analis dan Branch Manager Jasa Utama Capital Sekuritas Solo, Robin Haryadi mengingatkan, manager investasi yang menjadikan MSCI sebagai referensi akan ikut me-rebalancing
portofolio
fund
. Situasi ini menyetir harga saham yang terkena kocok ulang.
Beda lagi
Research Analyst
Erdikha Elit Sekuritas, Ika Baby Fransiska yang menilai saham AMMN layak koleksi. Namun, dia menyarankan strategi
buy on weakness
pada Rp 7.000, dengan target Rp 7.500.
Surplus Neraca Dagang Menciut dari Tahun Lalu
Neraca perdagangan Indonesia kembali mencatat surplus pada Oktober 2023. Namun, surplusnya mengecil dibandingkan Oktober 2022. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, surplus neraca perdagangan barang pada bulan lalu sebesar US$ 3,48 miliar. Angka tersebut lebih rendah dari US$ 5,59 miliar pada Oktober 2022.
Ekonom Bank Danamon Irman Faiz melihat, ini sebagai bukti bahwa surplus neraca perdagangan Indonesia perlahan menipis. "Pergerakan ini menegaskan bahwa tren penurunan surplus neraca perdagangan Indonesia sedang berlangsung," terang dia kepada Kontan, Rabu (15/11).
Di sisi lain, data BPS memperlihatkan, nilai ekspor barang Indonesia pada bulan lalu US$ 22,15 miliar atau naik 6,76% mom. "Kenaikan nilai ekspor pada Oktober 2023 didorong oleh peningkatan ekspor non minyak dan gas," tutur Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini, Rabu (15/11). Pudji memerinci, ekspor non migas Oktober 2023 sebesar US$ 20,78 miliar atau naik 7,42% mom. Kenaikan terutama pada golongan bahan bakar mineral (HS 27) yang naik 24,61% mom, kemudian logam mulia dan perhiasan atau permata (HS 71) naik 43,1%, serta alas kaki (HS 64) naik 39,55%. Sedangkan ekspor migas pada Oktober 2023 turun 2,38% mom menjadi US$ 1,37 miliar, yang didorong penurunan nilai ekspor minyak mentah sebesar 11,85% mom.
Di saat yang sama, BPS mencatat, secara total impor Indonesia pada Oktober tahun ini US$ 18,67 miliar atau naik 7,68% mom.
Aktivitas impor memang lebih besar pada Oktober 2023. Hal itu tecermin dari peningkatan impor barang modal dan impor barang konsumsi. Pada bulan lalu, impor barang modal tercatat US$ 1,82 miliar atau naik 11,08% secara tahunan (yoy). Sedangkan impor barang konsumsi sebesar US$ 3,42 miliar atau naik 3,83% yoy.
Sedangkan dari sisi ekspor, Fiaz melihat koreksi harga komoditas berkontribusi pada penurunan pendapatan ekspor. Dia meyakini, pola tersebut akan bertahan setidaknya hingga akhir 2023. Ini pun akan mempengaruhi pergerakan neraca transaksi berjalan. Dari kalkulasi Faiz, transaksi berjalan di sepanjang 2023 akan mencatat defisit di kisaran 0,4% produk domestik bruto (PDB). Bahkan, ada kemungkinan melebar menjadi 1,0% PDB pada 2024.









