Indonesia Imbangkan Geoekonomi
Indonesia berupaya menyeimbangkan langkah geoekonominya di antara
blok Timur dan Barat. Manuver itu bisa mengoptimalkan pemanfaatan aktivitas
ekonomi di Asia Pasifik dan kawasan lain. Indonesia telah memastikan menjadi
anggota Kerangka Kerja Ekonomi Indo-Pasifik (IPEF) yang digagas AS. Pada Kamis
(16/11) siang waktu San Francisco atau Jumat pagi WIB, pemimpin 14 anggota IPEF
menyepakati dua dari empat pilar IPEF. Kesepakatan dicapai di sela KTT Kerja
Sama Ekonomi Asia Pasifik (APEC). Anggota IPEF juga sepakat memulai perundingan
soal pasokan mineral penting. Mengacu pada data Departemen Energi AS, Indonesia
punya empat dari 50 mineral penting. Indonesia punya cadangan besar kobalt,
bauksit untuk aluminium, tembaga, dan nikel. Dalam pertemuan bilateral Indonesia-AS,
ada kesepakatan soal pembentukan kerangka kerja perjanjian mineral penting
(CMA). Lewat CMA, Indonesia ingin jadi pemasok industri kendaraan listrik AS.
Indonesia juga meminta dukungan AS soal lamaran menjadi
anggota Organisasi Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (OECD). Mayoritas dari 38
anggota OECD merupakan negara dengan PDB tinggi. Lamaran ke OECD dan keterlibatan
di IPEF dilakukan kala Indonesia menolak bergabung dengan BRICS. Pakar politik
luar negeri BRIN, Siswanto, mengatakan, Indonesia berusaha menunjukkan keseimbangan
hubungan dengan AS dan China. Hal itu tak lepas dari persepsi bahwa Indonesia terlalu
dekat dengan China. ”Dalam hampir dua periode pemerintahan terakhir, AS menganggap
Indonesia tidak sesuai dengan kepentingannya. Persepsi itu muncul karena
kebijakan Indonesia memang lebih ke Timur (China),” ujarnya. Indonesia kini
menjadi anggota Kemitraan Ekonomi Komprehensif Kawasan (RCEP). AS dan sekutunya
melihat RCEP sebagai salah satu blok geeokonomi yang dimotori China. AS berusaha
menandingi, antara lain lewat IPEF. Bedanya, RCEP memberikan akses pasar, IPEF
tidak. (Yoga)
Postingan Terkait
Perdagangan AS-China
China Meminta Dukungan Lebih Besar dari AIIB
Perang Global Picu Lonjakan Utang
Arus Modal Asing Bersiap Masuk
Danantara Gencar Himpun Pendanaan
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023