;

Indonesia Imbangkan Geoekonomi

Ekonomi Yoga 18 Nov 2023 Kompas
Indonesia Imbangkan
Geoekonomi

Indonesia berupaya menyeimbangkan langkah geoekonominya di antara blok Timur dan Barat. Manuver itu bisa mengoptimalkan pemanfaatan aktivitas ekonomi di Asia Pasifik dan kawasan lain. Indonesia telah memastikan menjadi anggota Kerangka Kerja Ekonomi Indo-Pasifik (IPEF) yang digagas AS. Pada Kamis (16/11) siang waktu San Francisco atau Jumat pagi WIB, pemimpin 14 anggota IPEF menyepakati dua dari empat pilar IPEF. Kesepakatan dicapai di sela KTT Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik (APEC). Anggota IPEF juga sepakat memulai perundingan soal pasokan mineral penting. Mengacu pada data Departemen Energi AS, Indonesia punya empat dari 50 mineral penting. Indonesia punya cadangan besar kobalt, bauksit untuk aluminium, tembaga, dan nikel. Dalam pertemuan bilateral Indonesia-AS, ada kesepakatan soal pembentukan kerangka kerja perjanjian mineral penting (CMA). Lewat CMA, Indonesia ingin jadi pemasok industri kendaraan listrik AS.

Indonesia juga meminta dukungan AS soal lamaran menjadi anggota Organisasi Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (OECD). Mayoritas dari 38 anggota OECD merupakan negara dengan PDB tinggi. Lamaran ke OECD dan keterlibatan di IPEF dilakukan kala Indonesia menolak bergabung dengan BRICS. Pakar politik luar negeri BRIN, Siswanto, mengatakan, Indonesia berusaha menunjukkan keseimbangan hubungan dengan AS dan China. Hal itu tak lepas dari persepsi bahwa Indonesia terlalu dekat dengan China. ”Dalam hampir dua periode pemerintahan terakhir, AS menganggap Indonesia tidak sesuai dengan kepentingannya. Persepsi itu muncul karena kebijakan Indonesia memang lebih ke Timur (China),” ujarnya. Indonesia kini menjadi anggota Kemitraan Ekonomi Komprehensif Kawasan (RCEP). AS dan sekutunya melihat RCEP sebagai salah satu blok geeokonomi yang dimotori China. AS berusaha menandingi, antara lain lewat IPEF. Bedanya, RCEP memberikan akses pasar, IPEF tidak. (Yoga)

Download Aplikasi Labirin :