;

Tantangan Optimalkan Kekayaan Bengkulu

18 Nov 2023 Kompas
Tantangan Optimalkan Kekayaan Bengkulu

Dengan segala potensi sumber daya alam, baik perkebunan, pertanian, dan perikanan tangkap maupun budidaya, provinsi berpenduduk 2,06 juta jiwa itu masih tergolong sebagai daerah miskin di Sumatera. Data BPS pada Maret 2023, jumlah penduduk miskin di Bengkulu sebanyak 288.460 jiwa atau setara 14,04 %. Persentase penduduk miskin di Bengkulu menjadi terbesar kedua di Sumatera, setelah Aceh. Pada triwulan III tahun 2023, perekonomian Bengkulu tumbuh 3,96 % secara tahunan dengan besaran produk domestik regional bruto (PDRB) Rp 23,76 triliun. Struktur perekonomian Bengkulu didominasi lapangan usaha pertanian, kehutanan, dan perikanan sebesar 28,9 %, Namun, laju pertumbuhan PDRB di sektor penopang utama ekonomi di Bengkulu masih tergolong kecil, hanya 2,76 % secara tahunan, lebih rendah dibandingkan beberapa sektor lain, di antaranya sektor penyediaan akomodasi yang tumbuh 10,05 %, serta sektor informasi dan komunikasi yang tumbuh 9,91 %.

Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Bengkulu, Kamaludin berpendapat, lambatnya pembangunan di Bengkulu tidak semata karena factor aksesibilitas yang sulit. Ia menilai belum ada terobosan pemda yang menghasilkan lompatan bagi kemajuanBengkulu. Pergerakan ekonomi di Bengkulu lebih banyak terjadi secara alami. Semestinya ada rancangan besar pengembangan ekonomi Bengkulu dari sektor utamanya yang kemudian terdiferensiasi membentuk sektor baru. Hasil dari sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan menjadi bahan baku sektor perindustrian. Selanjutnya, hasil dari sector perindustrian menjadi barang utama sektor perdagangan. Di sektor pariwisata, kekayaan alam berupa pantai, ombak, gunung, hingga bunga Rafflesia arnoldii yang jadi ikon Bengkulu menjadi daya tarik yang dapat dijual kepada wisatawan domestik dan mancanegara. ”Dibutuhkan jalan tol dari Bengkulu menuju Lubuk Linggau, Sumsel, sehingga aksesnya menjadi lebih cepat,” katanya. (Yoga)

Download Aplikasi Labirin :