Transmisi dan ”Pensiun Dini” PLTU Jadi Prioritas
Pembangunan jaringan transmisi kelistrikan Jawa-Sumatera dan
pengakhiran dini operasi PLTU Cirebon-1 di Jabar menjadi dua proyek utama yang
dikejar dalam Just Energy Transition Partnership atau JETP. Itu untuk mencapai
target emisi puncak sebesar 250 juta ton karbon dioksida pada 2030 dari sistem
kelistrikan dalam jaringan atau on grid. Rencana investasi atau Comprehensive
Investment and Policy Plan (CIPP) JETP diluncurkan di Kementerian ESDM,
Jakarta, Selasa (21/11).
Menteri ESDM Arifin Tasrif menuturkan, setelah peluncuran
CIPP JETP, ditargetkan pengakhiran dini operasi PLTU Cirebon-1 diupayakan
segera. ”Habis itu masuk ke (pembangunan) transmisi. Jawa, kan, kelebihan
(pasokan listrik) agar bisa kirim ke Sumsel. Sumatera bagian selatan kelebihan
bisa kirim ke atas (Sumatera bagian utara). Energi terbarukannya sudah ada di
RUPTL (Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik) sampai 2030,” katanya setelah
acara itu. Ia menambahkan, dalam RUPTL PLN 2021-2030 terdapat target untuk menambah
20,9 gigawatt (GW) energi terbarukan yang terdiri dari, air, panas bumi, dan
surya, yang memerlukan infrastruktur memadai. Di sisi lain, pertumbuhan
permintaan (demand) juga harus diciptakan. (Yoga)
Para Pengincar Proyek IKN
Jumlah investor luar negeri yang berpotensi menanamkan modal
mereka di Ibu Kota Nusantara, Kaltim, terus bertambah. Beberapa di antaranya tidak
sekadar menyatakan minat, tetapi juga telah sampai pada tahap penyelesaian
studi kelayakan. Hingga Senin (20/11) malam terdapat 305 surat pernyataan minat
(letter of intent/LoI) yang diterima Otorita IKN. Dari 305 LoI tersebut, 172
LOI berasal dari investor domestik dan 133 LoI berasal dari pihak asing. Singapura
menjadi negara dengan minat tertinggi dengan 27 LoI. Deputi Bidang Pendanaan dan
Investasi Otorita IKN Agung Wicaksono mengatakan, saat ini ada dua perusahaan
asal Malaysia dan satu perusahaan asal China yang beberapa langkah lagi akan mengerjakan
proyek di IKN menggunakan skema kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU).
Satu perusahaan asal China adalah CITIC Construction, anak
usaha konglomerasi investasi Citic Group di sektor konstruksi. Perusahaan ini akan
membangun 60 menara hunian dinas untuk aparat pertahanan dan keamanan serta
untuk ASN Kemenhan. Selain CITIC Construction, terdapat dua perusahaan asal
Malaysia, yakni IJM Construction dan Maxim, masing-masing akan membangun 20 menara
dan 10 menara hunian dinas untuk ASN. ”Jadi, ketiga investor asing yang sudah
masuk di sektor hunian bahkan sebagian mereka sudah menyelesaikan studi
kelayakan,” kata Agung. (Yoga)
HARI OTONOMI KHUSUS PAPUA, JALAN PANJANG MENCAPAI SEJAHTERA
Setelah berlangsung 22 tahun, pelaksanaan otonomi khusus
(otsus) untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Papua masih menemukan
sejumlah tantangan. Sejumlah sektor krusial, seperti bidang pendidikan dan
kesehatan, perlu mendapat penekanan prioritas untuk meningkatkan capaian
hasilnya. Berlakunya otsus untuk Papua mengacu pada ketentuan UU No 21 Tahun
2001 tentang Otonomi Khusus bagi Provinsi Papua. UU ini disempurnakan dan
diubah melalui UU No 2 Tahun 2021 tentang Perubahan Kedua atas UU No 21 tahun
2001 tentang Otonomi Khusus bagi Provinsi Papua. UU tersebut menjadi payung
hukum yang kuat untuk mengimplementasikan sejumlah program guna membantu
masyarakat Papua, khusunya orang asli Papua, demi mencapai taraf kesejahteraan
yang lebih baik. Dengan demikian, secara bertahap masyarakat Papua akan sejajar
dengan warga wilayah lain di Indonesia.
Hanya saja, kebijakan otonomi khusus yang sudah bergulir
lebih dari 20 tahun itu masih memerlukan sejumlah perbaikan. Satu indikasinya
terlihat dari capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) wilayah Papua, dimana semakin
tinggi angka IPM, kualitas kehidupan suatu masyarakat kian bermutu baik. Pada
tahun 2004, IPM di Provinsi Papua mencapai 60,9 dan Provinsi Papua Barat 63,7, di
bawah IPM rata-rata nasional yang kala itu mencapai 68,7. Berselang 19 tahun
kemudian pola ini masih sama. Data BPS tahun 2023 menunjukkan rata-rata IPM
nasional sudah meningkat mencapai 74,39. IPM Papua meningkat menjadi 63,01 dan
Papua Barat 67,47 yang menunjukkan kualitas kehidupan di Papua meningkat.
Namun, kenaikan IPM wilayah Papua ini masih di bawah akselerasi peningkatan IPM
nasional.
Dengan melihat indikator pembentuk IPM, yaitu umur panjang
dan hidup sehat, pengetahuan, serta standar hidup layak, beberapa poin yang
harus ditingkatkan sebagai perhatian penting melalui kebijakan otsus ialah
alokasi program terkait sektor pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi
masyarakat. Pembenahan sektor-sektor tersebut menjadi harapan peningkatan
kesejahteraan masyarakat Papua. Hal ini tidak terlepas dari pentingnya pembangunan
sektor kesehatan, pendidikan, dan ekonomi di mata publik Papua, terutama bagi
generasi muda Papua. Pada otsus jilid kedua ini, diharapkan segala rencana yang
diskenariokan bagi kemajuan Papua dapat direalisasikan. Harapannya, masyarakat
Papua, khususnya orang asli Papua, dapat terus meningkat kualitas hidupnya
sehingga sejajar dengan masyarakat Indonesia lainnya. (Yoga)
IKN Beri Keuntungan bagi Industri Keramik
EMPAT RESEP SUKSES BISNIS COLDPLAY
Pada usianya yang sudah 25 tahun, alih-alih menua dan pudar,
Coldplay terus berpendar. Saat band sepantarannya sudah mulai sepi penggemar
baru dan sibuk menjaga basis penggemar lama yang itu-itu saja, Coldplay terus
ekspansif dan merangkul penggemar baru yang lebih muda dan segar. Saat
mendengar Coldplay akan manggung di Jakarta, bukan cuma Anisa yang bergembira,
melainkan juga Wawan, sang ayah. Soalnya, keduanya sama-sama menggemari musik
kuartet asal London itu. Padahal, keduanya terpaut usia 23 tahun. Wawan yang merupakan
karyawan swasta berusia 42 tahun sama gandrungnya dengan Anisa, mahasiswi yang
kini berusia 19 tahun. Bedanya, Wawan lebih suka lagu-lagu jadul dari album-album
awal Coldplay macam ”Yellow” dan ”In My Place” yang keluar di awal decade 2000.
Sementara Anisa lebih suka lagu-lagu kekinian macam ”My Universe” dan ”A Sky
Full of Stars”.
Menurut Wawan, lagu-lagu Coldplay saat ini sudah jauh berbeda
dengan lagu yang dibawakan Chris Martin dan kawan-kawan saat awal
kemunculannya. Dulu, lagu-lagu Coldplay sangat kental dengan nuansa genre
Brit-pop (British-popular) yang dibalut dengan nuansa rock. Musik dihasilkan
dari permainan band dengan instrumen musik analog. Sementara lagu-lagu Coldplay
yang belakangan ini lebih kental nuansa genre pop dibalut electronic dance
music (EDM). Terlepas dari berbagai konsepnya, nyatanya transformasi musik itu
berjalan mulus. Walau punya pasar berbeda, lagu baru dan lagu lama sama-sama banyak
peminatnya. Di aplikasi pemutar lagu Spotify. Sampai 20 November 2023, hit pertama
Coldplay, yakni ”Yellow”, sudah diputar 1,93 miliar kali. Sementara hit
teranyar Coldplay, yakni ”My Universe”, sudah diputar 1,14 miliar kali. Perubahan
musik ini juga berkaca dari selera musik dunia yang lebih banyak menggemari pop-EDM
ketimbang rock.
Coldplay terus memperluas pasar pendengarnya dengan menggandeng
berbagai musisi top dunia yang tengah naik daun. Contohnya, lagu ”My Universe” dinyanyikan
bareng grup bintang pop Korsel, BTS. Coldplay juga mengubah konsep citra mereka
menjadi brand yang lebih segar dengan pakaian yang lebih berwarna-warni dan sepatu
sneakers dengan warna mencolok. Coldplay juga memproklamasikan diri sebagai
band yang ramah lingkungan, selain kerap menyuarakan isu-isu sosial. Billboard
menobatkan tur konser Music of the Spheres World Tour (2022-2024) sebagai tur
musik terlaris keempat sepanjang sejarah musik dunia. Total pendapatannya 617,8
juta USD. Jumlah ini datang dari 6,3 juta penonton yang tersebar di 107
pertunjukan per Juli 2023. (Yoga)
Kemenkominfo Kaji Ulang Pembangunan 4 PDN
Bisnis Server Synology Naik 2 kali Lipat di RI
Masalah Subsidi Bunga Hambat Penyaluran KUR
Seruan Perbaikan Total
UPAH MINIMUM PROVINSI, Tarik Ulur Masih Terjadi di Sejumlah Daerah
Menjelang penetapan upah minimum provinsi atau UMP tahun
2024 pada Selasa (21/11), tarik ulur masih terjadi di sejumlah daerah.
Pemerintah diminta mengakomodasi aspirasi buruh sekaligus menjaga iklim perekonomian
yang kini sedang di tengah aneka tekanan. Di DKI Jakarta, dalam berita acara
Keputusan Sidang Dewan Pengupahan Provinsi DKI, Jumat (17/11), masih terdapat
beda pendapat antara pemerintah, pengusaha, dan serikat pekerja/buruh. Unsur pengusaha
mengusulkan menggunakan PP No 51 Tahun 2023 dengan alfa 0,20 yang diambil dari
angka pertumbuhan ekonomi DKI Jakarta sehingga nilai UMP tahun 2024 jadi Rp
5,043 juta. Sementara unsur serikat pekerja mengusulkan besaran nilai UMP tahun
2024 naik 15 %, dengan rincian menggunakan formula inflasi 1,89 %, pertumbuhan
ekonomi DKI Jakarta 4,96 %, ditambah indeks tertentu 8,15 % menjadi Rp 5,63
juta.
Adapun unsur pemerintah DKI Jakarta memakai PP No 51/2023
dengan alfa 0,30 sehingga UMP DKI Jakarta 2024 menjadi Rp 5,067 juta. Pj.
Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono, Selasa, menyatakan, dirinya telah menerima
rekomendasi UMP 2024 dari Dewan Pengupahan dan masih memprosesnya. Di Aceh,
Aliansi Buruh Aceh melakukan aksi damai menuntut kenaikan UMP sebesar 15 % dari
upah sebelumnya atau Rp 512.049. Namun, hasil rapat Dewan Pengupahan Aceh, UMP
hanya naik Rp 47.000 menjadi Rp 3.460.672 per bulan. Di Surabaya, Jatim,
kalangan pekerja menolak rencana penetapan UMP menggunakan formulasi PP No 51/2023.
Pekerja juga meminta kenaikan upah 15 %. Sekjen Konfederasi Serikat Pekerja
Indonesia Jatim Jazuli mengatakan, kenaikan itu dihitung dari inflasi tahunan ditambah
pertumbuhan ekonomi pada tahun berjalan, prediksi inflasi, dan pertumbuhan
ekonomi 2024. (Yoga)









