Seruan Perbaikan Total
Anggota Dewan Pertimbangan Serikat Pekerja PT Industri Kereta Api (Persero) atau Inka, Apolius Karokaro, meminta pelebaran rel tetap dijadikan solusi agar kecepatan LRT lebih optimal di tikungan pendek. Sebagai manufaktur lokal, Inka dianggap sudah memenuhi kebutuhan rolling stock LRT Jabodebek secara maksimal. Tapi isu aus roda malah sempat menyudutkan perseroan. Hal ini membuat gerah organisasi yang menaungi lebih dari seribu karyawan tetap Inka, belum termasuk tenaga kontrak.
“Kalau penyesuaiannya hanya dari sisi sarana dan sedikit di prasarana, bisa jadi beban operasi dan biaya bagi kami,” ujarnya, kemarin. Masukan pekerja ini pun digaungkan Federasi Serikat Pekerja Perkeretaapian (FSPP) yang beranggotakan 100 ribu pegawai dari lingkaran badan usaha bidang sepur. Selain SP Inka, terdapat Serikat Pekerja Kereta Api (SPKA), lalu forum pekerja dari dua anak usaha PT KAI.
Presiden FSPP sekaligus Ketua Umum SPKA Edi Suryanto sebelumnya risau akan masalah beruntun LRT Jabodebek, yang berpotensi membebani arus kas PT KAI di masa depan. Biaya investasi kereta ringan ini tercatat membengkak Rp 2,6 triliun, dari Rp 29,9 triliun menjadi Rp 32,5 triliun. Molornya target peluncuran LRT juga sempat menghanguskan potensi pendapatan hingga Rp 587,7 miliar yang seharusnya bisa didapat KAI sejak pertengahan 2022. (Yetede)
Postingan Terkait
Menakar Daya Tahan Momentum Elektrifikasi
09 Feb 2026
Mencontoh Negara Lain Melindungi Pekerja Gig
30 Jun 2025
Meningkatkan Pendapatan dari Pajak Digital
28 Jun 2025
Anggaran 2025 Terancam Membengkak
28 Jun 2025
Perllindungan terhadap Semua Pekerja
24 Jun 2025
Ancaman Deindustrialisasi & Nasib Buruh
24 Jun 2025
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023