;

Indonesia dan Pertemuan APEC

Yuniati Turjandini 20 Nov 2023 Investor Daily (H)
Pertemuan tahunan para Pemimpin Ekonomi APEC telah berlangsung pada 16-17 November 2023 di San Fransisco, Amerika Serikat.  Pertemuan kerja sama regional yang menangungi 21 ekonomi di Pantai Timur dan Pantai Barat Samudera Pasifik ini mengambil tema "Menciptakan Masa Depan yang Kuat dan Berkelanjutan bagi semua," Tampak jelas bahwa Amerika Serikat, yang menjadi tuan rumah pertemuan-pertemuan APEC sepanjang tahun 2023 ini, menyadari bahwa sebuah Asia-Pasifik yang terpecah belah hanya kena membuat proses pemulihan Indonesia dari berbagai tantangan yang dihadapi dalam lima tahun terakhir ini menjadi semakin sulit. Hal yang menarik adalah bila Indonesia kini sudah masuk dalam kelompok 10 ekonomi terbesar keenam, yang berarti hanya sekitar empat tahun dari  sekarang. (Yetede)

Sempat Tertekan, Pasar Ponsel Kembali Bergairah

Yuniati Turjandini 20 Nov 2023 Investor Daily (H)
JAKARTA,ID-Pasar telpon seluler (ponsel pintar/smasrtphone) di Indonesia kembali bergairah setelah beberapa kuartal sebelumnya lesu ditekan oleh ketidakpastian kondisi perekonomian global. Pada kuartal III-2023, dua firma riset, Counterpoint dan International Data Corporation (IDC) melaporkan terjadi peningkatan pengiriman (shipment) smartphone ke pasar Indonesia. Meskipun jumlah pengiriman tidak tumbuh secara signifikan, tetapi setidaknya kondisi ini dapat menjadi sinyal positif ke depannya. Counterpoint melaporkan, jumlah pengiriman pada kuartal  III-2023, tumbuh 3% year on year (yoy) dibandingkan periode sama tahun yang lalu. "Sekarang tumbuh 3% di kuartal III-2023. Lebih sedikitlah. Hal itu karena, karena ekonomi kita membaik, walaupun data Badan Pusat Statistik (BPS) pertumbuhan tidak terlalu signifikan. Di sisi lain, adanya varian baru yang diluncurkan, serta berbagai promo yang diberikan oleh brand," kata Analis Senior Counterpoint  Febriman Abdillah. (Yetede)

Keuntungan Bank Tak Terdampak POJK Transparansi SBDK

Yuniati Turjandini 20 Nov 2023 Investor Daily (H)
JAKARTA,ID-Pada akhir tahun ini, Otoritas Jasa keuangan (OJK) bakal merilis Peraturan OJK (POJK) tentang transparansi dan publikasi suku bunga dasar kredit (SBDK) bagi bank umum konvensional. Beleid tersebut dinilai tidak akan berdampak pada keuntungan industri perbankan. Adapun, suku bunga kredit bukan satu-satunya penentu pertumbuhan kredit juga tumbuh tinggi dua digit. Namun, disaat suku bunga rendah seperti pada saat Covid-19, kredit justru tumbuh melambat. Dengan begitu, faktor suku bunga tidak memberi dampak signifikan terhadap keuntungan perbankan nasional.  Aturan transparansi SBDK ini untuk memberitahu kepada konsumen atau masyarakat terkait komponen bank dalam menentukan suku bunga kreditnya. Dengan adanya mandat yang diberikan OJK dalam Undang-Undang No.4 tahun 2023 tentangan Pengembangan dan penguatan sektor Keuangan, perlu melakukan transparansi suku bunga dasar kredit untuk mendorong efisiensi penetapan suku bunga  perbankan guna mendukung pembiayaan perekonomian. (Yetede)

Indonesia Dapat Dukungan dari AS dan Australia.

Yuniati Turjandini 20 Nov 2023 Investor Daily (H)
JAKARTA,ID-Indonesia kembali meminta dukungan untuk bisa menjadi anggota penuh Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (Organization for Economic Co-operation and Development/OECD). Kali ini AS dan Australia memberikan dukungan positif saat Pertemuan Menteri Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik  14-15 November  2023, AS. Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan mengatakan, AS menyambut baik rencana aksesi Indonesia dalam OECD. Hal itu terungkap saat dirinya bertemu dengan Wakil Menteri Luar Negeri Bidang Pertumbuhan Ekonomi, Energi, dan Lingkungan AS Jose W. Fernandez di San Fransisco, AS, Rabu 915/11). dia menambahkan, AS  pun menawarkan kepada Indonesia, bantuan apa yang dibutuhkan untuk mendukung hal tersebut. "Hal pertama yang diangkat dalam pertemuan adalah Indonesia dan AS yang sepakat memperkuat pondasi kerja sama ekonomi kedua negara menjadi Comprehensive Startegic Partnership. Selain itu, AS menyambut  rencana Indonesia  untuk menjadi anggota tetap OECD," kata Mendag dalam keterangan tertulisnya. (Yetede)

SRBI Pikat Investor Masuk Pasar Keuangan Domestik

Yuniati Turjandini 20 Nov 2023 Investor Daily (H)
JAKARTA,ID-Langkah Bank Indonesia (BI) menggunakan intrusmen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) mulai menunjukkan dampak positif terhadap masuknya aliran modal asing di pasar keuangan domestik. Sejak intrusmen ini dijalankan pada 15 September hingga 16 November 2023, aliran modal yang masuk melalui SRBI mencapai Rp 21,02 triliun. BI mencatat aliran modal asing masuk ke pasar keuangan domestik senilai Rp 7,33 triliun pada 13-16 November 2023. Aliran modal asing masuk melalui Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp 2,49 triliun, melalui pasar saham sebesar Rp 870 miliar. Pada saat yang sama aliran modal asing juga masuk melalui SRBI sebesar Rp 3,97 triliun. "Puji syukur transaksi SRBI di pasar sekunder dan juga minat asing terhadap SRBI terus mengalami peningkatan," kata Kepala Departemen Pengelolaan Moneter BI Edi Susianto kepada Investor Daily, Minggu (19/11/2023). (Yetede)

Dukung Penyandang Disabiliatas Berwirausaha, Telkomsel Berkolaborasi dengan Productive

Yuniati Turjandini 20 Nov 2023 Investor Daily (H)
JAKARTA,ID-Telkomsel mendukung program inkubator digital disabilitas, dengan berkolaborasi bersama produktive yang merupakan platform digital bagi para penyandang disabilitas. Kolaborasi ini bertujuan untuk mendukung kegiatan wirausaha para penyandang disabilitas melalui pemberian fasilitas sarana usaha, informasi mengenai permodalan dan pelatihan usaha, informasi mengenai permodalan dan pelatihan usaha dalam menambah pengetahuan bisnis untuk meningkatkan produktivitas secara digital. "Melalui dukungan pemberian sarana dan modal usaha ini, kami berharap dapat saling menguatkan kapabilitas wirausaha  para Teman Disabilitas untuk mewujudkan masa depan yang lebih baik. Langkah ini juga sejalan dengan komitmen Telkomsel dalam mendukung ekosistem digital yang inklusif bagi seluruh elemen masyarakat Indonesia," kata Saki, dalam keterangan persnya. (Yetede)

Topang Ekonomi, Realisasi Penyaluran KUR Capai 68%

Yuniati Turjandini 20 Nov 2023 Investor Daily (H)
JAKARTA,ID-Pemerintah terus mendorong penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) agar sesuai target dan semakin berkualitas. Kinerja kredit UMKM turut menjadi salah satu pendorong dalam kinerja pertumbuhan ekonomi nasional, total penyaluran KUR per 6 November 2023 sebesar Rp204,17 triliun atau 68,74% dari target 2023 Rp 297 triliun dan telah diberikan kepada 3,67 juta debitur. Kuantitas penyaluran KUR tersebut diikuti peningkatan kualitas yang tercermin dari capaian penyaluran di sektor produksi sebesar 55,8%. Lalu didominasi penerima baru KUR yang mencapai 79% dari total penerima KUR, dan keberhasilan  graduasi debitur yang naik kelas. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, perusahan penjaminan menjadi salah satu pameran utama dalam pelaksanaan program KUR sejak 2007, dan sampai 2023 telah terdapat 12 perusahaan  penjaminan yang terdiri dari perusahaan penjamin pusat dan perusahaan  penjamin pusat  dan perusahaan penjamin daerah. (Yetede)

Jorjoran Guyur Belanja Negara

Yuniati Turjandini 20 Nov 2023 Tempo
JAKARTA - Pemerintah menambah alokasi belanja negara di pengujung tahun ini. Tambahan belanja itu tepatnya berada pada pos belanja pemerintah pusat yang berada di bagian Bendahara Umum Negara (BUN), yaitu menjadi Rp 405,3 triliun dari sebelumnya Rp 349,29 triliun.mPerubahan tersebut tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 75 Tahun 2023 tentang Perubahan atas Peraturan Presiden Nomor 130 Tahun 2022 tentang Rincian Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2023. Aturan tersebut diteken Presiden Joko Widodo pada 10 November lalu.

Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Tauhid Ahmad menuturkan langkah pemerintah menambah anggaran belanja di dua bulan tersisa tak terlepas dari dinamika perekonomian yang terjadi beberapa waktu terakhir. “Ada gejolak perekonomian global, yaitu tren kenaikan suku bunga dan inflasi serta fenomena El Nino,” ucapnya kepada Tempo, kemarin. Dinamika itu terancam melemahkan kinerja perekonomian, khususnya yang bersumber dari aktivitas perdagangan ekspor dan impor. (Yetede)

PT Garam Harus Bertransformasi Supaya Tak Menjadi Pesaing Rakyat

Yuniati Turjandini 20 Nov 2023 Tempo
Indonesia bermimpi berhenti mengimpor garam, kecuali untuk kebutuhan industri kimia dan chlor alkali plant (CAP), paling lambat pada 2024. Menurut Direktur Utama PT Garam (Persero) Arif Haendra, perlu upaya ekstra untuk mewujudkan target tersebut. "Dari neraca garam ketahuan Indonesia harus mengimpor," tuturnya dalam wawancara bersama Tempo pada Kamis pekan lalu.    Data produksi garam nasional sejak 2014 hingga 2022 tercatat berfluktuasi tiap tahun. Kapasitas tertingginya hanya 2,9 juta ton, yang dicapai pada 2019. Dalam tiga tahun terakhir, produksi garam tak sampai 1,5 juta ton. Sementara itu, kebutuhan nasional cenderung meningkat dari 3,9 juta ton pada 2014 menjadi 4,5 juta ton pada 2022. Namun kapasitas produksi bukanlah satu-satunya masalah. Arif menuturkan kendala pengembangan industri garam nasional lebih kompleks. "Harus diselesaikan secara komprehensif. Tidak bisa cuma stop impor." (Yetede)

Waspada Manipulasi Bansos Menjelang Pemilu

Yuniati Turjandini 20 Nov 2023 Tempo
BETAPAPUN bantuan beras diperlukan untuk meringankan beban keluarga miskin, motif politik di balik penyalurannya menjelang pemilihan presiden mesti diwaspadai. Bila tidak, bantuan pangan itu akan mudah dibelokkan menjadi gula-gula untuk mendulang dukungan bagi pasangan calon presiden dan wakil presiden tertentu. Program bansos beras untuk keluarga tak mampu semula bergulir pada Maret hingga Mei 2023, kemudian berlanjut pada September hingga November 2023. Pada 6 November lalu, pemerintah memutuskan memperpanjang program tersebut selama tujuh bulan berturut-turut, dari Desember 2023 hingga Juni 2024. Pemerintah beralasan periode penyaluran bantuan beras diperpanjang untuk mengantisipasi dampak musim kering serta kelesuan perekonomian global di dalam negeri.

Program bansos beras memang diperlukan untuk menyelamatkan penduduk yang termasuk kategori miskin atau rentan menjadi miskin. Sepanjang ada anggarannya, ketika pertumbuhan ekonomi melemah, pemerintah pun selayaknya lebih giat membelanjakan uang negara, termasuk untuk bantuan sosial. Belanja pemerintah itu penting sebagai stimulus agar perekonomian kembali bergerak.  Masalahnya, penyaluran bantuan beras menjelang masa kampanye hingga pemilihan presiden dan wakil presiden rawan diselewengkan untuk kepentingan elektoral. Apalagi, dalam konteks pemilihan presiden 2024, pemerintah bukan pihak yang netral. Kita tahu, dengan segala cara, Presiden Joko Widodo telah memuluskan jalan bagi anak sulungnya, Gibran Rakabuming Raka, untuk menjadi calon wakil presiden mendampingi Prabowo Subianto. (Yetede)


Pilihan Editor