PENANAMAN MODAL : GERAK OPTIMISTIS INVESTASI KALTIM
Sejumlah proyek, termasuk Ibu Kota Negara atau IKN Nusantara, telah mampu memompa realisasi investasi di wilayah ini sepanjang periode Januari—September 2023. Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur pun masih optimistis dapat mencapai target penanaman modal yang telah ditetapkan pada tahun ini. Hal tersebut tergambar dari pencapaian penanaman modal dalam negeri (PMDN) yang bertumbuh cukup signifi kan dari sisi jumlah proyek pada periode Januari-September 2023, jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Meskipun secara nilai, pertumbuhannya hanya naik tipis. Pun demikian dengan penanaman modal asing (PMA). (Lihat infografi k)Data Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menunjukkan bahwa realisasi investasi Kalimantan Timur (Kaltim) hingga September baru mencapai Rp49,74 triliun, atau 77,13% dari target sebesar Rp64,5 triliun sepanjang tahun ini.“Insyaallah, tinggal 22,87%, mudah-mudahan tercapai dari target Rp64,5 triliun,” ujar Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian Pelaksanaan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kaltim Surya Saputra saat dihubungi Bisnis, Senin (20/11). Realisasi investasi PMDN menempatkan Kaltim di urutan ke-5 di level nasional, setelah DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, dan Riau. Sementara untuk PMA, Kaltim berada di posisi ke-11 setelah Jawa Barat, Sulawesi tengah, DKI Jakarta, Maluku Utara, Banten, Jawa Timur, Riau, Sumatra Selatan, Jawa Tengah, dan Sumatra Utara.
Sementara itu, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kaltim Puguh Harjanto mengatakan bahwa realisasi investasi wilayah ini pada kuartal III/2023 mencapai Rp18,78 triliun.
Selain itu, sektor pertambangan juga masih mampu memikat para investor dengan realisasi PMDN sebesar Rp4,54 triliun. Adapun, sektor tanaman pangan, perkebunan, dan peternakan menyerap investasi dari pebisnis nasional sebanyak Rp1,66 triliun.
“Dari sisi asal negara, realisasi investasi PMA melibatkan 31 negara, di mana Singapura, China, dan Korea Selatan sebagai tiga negara terbesar,” katanya.Data DPMPTSP Kaltim menunjukkan bahwa investor asal Singapura telah merealisasikan investasinya senilai US$ 126,97 juta atau 37,71% dari total nilai investasi PMA pada kuartal III/2023. Sementara, investor China merealisasikan investasinya senilai US$64,55 juta atau 19,17% pada periode itu.
Kinerja positif investasi ini pun menjadi bekal performa produk domestik regional bruto (PDRB) Kaltim yang dipandang masih cukup menjanjikan pada kuartal IV/2023.Kepala Kantor Perwakilan Wilayah Bank Indonesia (KPw BI) Kaltim Budi Widihartanto mengungkapkan bahwa pertumbuhan ekonomi wilayah ini pada kuartal IV/2023 diperkirakan masih akan tumbuh positif, meskipun menghadapi tantangan dari sektor pertambangan.
“Sektor industri pengolahan dan konstruksi menjadi penyumbang utama pertumbuhan ekonomi Kaltim [pada periode ini],” ujarnya.
Di sisi lain, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kaltim menyatakan kesiapannya untuk mendukung program pemerintah terkait dengan penghiliran dan transisi energi pada 2024.Ketua Kadin Kaltim Dayang Donna Faroek mengatakan bahwa program-program yang akan dilaksanakan tahun depan merupakan kelanjutan dari program sebelumnya yang telah dirumuskan dalam buku Peta Jalan Indonesia Emas 2045.
Postingan Terkait
Menakar Daya Tahan Momentum Elektrifikasi
Ketahanan Investasi di Sektor Hulu Migas
Pemerintah akan Menjaga Laju Invetasi Asing
Mengawasi Langkah Strategis Danantara
Rendahnya Belanja Produktif Menghambat Pemulihan
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023