;

Produksi Jadi Andalan di Tengah Lesunya Konsumsi

Hairul Rizal 25 Apr 2025 Kontan
Kinerja emiten nikel PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) menghadapi tantangan ketidakpastian global, khususnya dampak perang tarif yang berpotensi menurunkan permintaan global terhadap kendaraan listrik dan produk nikel. Namun, prospek NCKL tetap solid dan optimis didukung oleh harga jual nikel yang stabil, pasokan bijih nikel yang ketat, serta proyek-proyek strategis seperti pembangunan smelter baru dan tambang baru yang akan meningkatkan volume produksi dan efisiensi biaya.

Ahmad Iqbal Suyudi – Investment Analyst Edvisor Profina Visindo, memberikan pandangan mengenai dampak perang tarif terhadap permintaan nikel dan kendaraan listrik serta proyeksi harga jual nikel yang tetap stabil.

Devi Harjoto – Equity Analyst OCBC Sekuritas, menyoroti dukungan dari penjualan bijih nikel, operasional smelter Karunia Permai Sentosa, tambang Gane Tambang Sentosa, serta peningkatan keuntungan dari usaha patungan.

Andhika Audrey – Analis Panin Sekuritas, mengomentari kinerja positif NCKL di 2024, khususnya kenaikan segmen HPAL dan produk turunannya, serta prospek jangka panjang yang didukung proyek strategis.

Selain itu, peningkatan kontribusi dari usaha patungan (joint venture) serta optimasi fasilitas HPAL yang sudah mencapai kapasitas penuh turut memperkuat kinerja NCKL. Para analis sepakat memberikan rekomendasi buy dengan target harga saham yang beragam namun positif untuk tahun 2025.

Menyiasati Dampak Tarif Terhadap Performa Bisnis

Hairul Rizal 25 Apr 2025 Kontan
Kebijakan tarif Amerika Serikat (AS), terutama jika kembali diberlakukan secara agresif, mulai menjadi perhatian serius bagi sektor perbankan di Indonesia. Meskipun belum berdampak langsung, risiko kredit bermasalah mulai menunjukkan peningkatan, tercermin dari naiknya rasio loan at risk (LaR) perbankan menjadi 9,86% pada Maret 2025. Sementara itu, non-performing loan (NPL) justru sedikit membaik.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sudah mengidentifikasi sektor-sektor yang paling rentan terhadap risiko tarif, terutama industri padat karya yang memiliki ketergantungan tinggi pada ekspor ke AS. Pihak perbankan pun telah melakukan langkah antisipatif, seperti stress test dan penilaian risiko terhadap nasabah, untuk mengurangi potensi dampak dari penurunan permintaan global.

Mahendra Siregar – Ketua Dewan Komisioner OJK
Menyatakan OJK telah mengidentifikasi sektor-sektor industri yang berisiko terdampak tarif AS, seperti tekstil, alas kaki, elektronik, mainan, dan makanan-minuman. Ia optimis pemerintah memiliki strategi untuk menjaga stabilitas industri.

Batara Sianturi – CEO Citi Indonesia
Mengungkapkan bahwa Citi telah melakukan stress test terhadap nasabah yang berisiko akibat kebijakan tarif AS, khususnya eksportir. Ia menekankan pentingnya menunggu kejelasan hasil negosiasi sebelum menentukan langkah lebih lanjut.

Jahja Setiaatmadja – Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BCA)
Menyebut kebijakan tarif AS, terutama dari pemerintahan Trump, berpotensi mempengaruhi sektor ekspor seperti furnitur dan produk perikanan. BCA bersikap waspada dan tidak gegabah dalam menyalurkan pembiayaan ke sektor-sektor ini.

Secara umum, bank-bank besar seperti Citi Indonesia dan BCA bersikap hati-hati dalam pembiayaan ke sektor yang berisiko tinggi. Meskipun tekanan dari sisi eksternal cukup besar, kondisi kredit perbankan saat ini masih terkendali dan langkah mitigasi risiko telah dilakukan. 

Stabilkan Rupiah, BI Jadi Garda Depan

Hairul Rizal 24 Apr 2025 Bisnis Indonesia (H)
Bank Indonesia (BI) memprioritaskan stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tekanan global dan potensi perlambatan ekonomi nasional akibat dampak perang dagang, khususnya kebijakan tarif Presiden AS Donald Trump. Gubernur BI, Perry Warjiyo, menegaskan pentingnya menjaga stabilitas rupiah untuk menopang sistem keuangan, inflasi, dan pertumbuhan ekonomi. Untuk itu, BI mempertahankan suku bunga acuan di 5,75% dan memperkuat kebijakan makroprudensial longgar, seperti insentif likuiditas dan fleksibilitas pendanaan perbankan ke sektor produktif.

Keputusan BI mendapat tanggapan beragam dari dunia usaha. Shinta W. Kamdani (Ketua Umum Apindo) menyebut kebijakan BI realistis meskipun tidak ideal. Eddy Widjanarko (Ketua Umum Aprisindo) menilai stabilitas suku bunga membantu menenangkan industri. Jahja Setiaatmadja (Presiden Direktur BCA) menekankan pentingnya likuiditas perbankan, dan Banjaran Surya Indrastomo (Chief Economist BSI) menyatakan BI tetap membuka ruang pelonggaran suku bunga jika tekanan global mereda. 

Tarik Ulur Tarif & Keadilan Perdagangan Global

Hairul Rizal 24 Apr 2025 Bisnis Indonesia
Kebijakan tarif impor tinggi yang diberlakukan oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump terhadap produk ekspor dari negara-negara ASEAN, termasuk Indonesia, telah menciptakan distorsi dalam perdagangan global. Negara-negara seperti Indonesia dan Vietnam mengalihkan jalur ekspornya melalui Singapura, yang tarifnya lebih rendah, menjadikan negara tersebut sebagai perantara dagang tanpa proses produksi nyata—ibarat "calo resmi" dalam perdagangan global.

Namun, strategi ini menambah biaya logistik dan menurunkan efisiensi rantai pasok, bukan meningkatkan nilai ekonomi. Fenomena ini menyoroti kelemahan dalam sistem tarif global dan pentingnya reformasi struktur perdagangan internasional yang adil dan efisien.

Kelemahan strategi dagang individual dari negara-negara ASEAN juga disorot. Pendekatan bilateral yang diambil demi fleksibilitas justru melemahkan posisi tawar ASEAN secara kolektif dan menghambat tercapainya tujuan ASEAN Economic Community (AEC). Sebagai perbandingan, Uni Eropa dijadikan contoh sukses integrasi ekonomi yang solid dan terkoordinasi.

Pentingnya rekonstruksi kebijakan perdagangan global yang berlandaskan pada prinsip transparansi, keadilan, dan keberlanjutan, agar sistem perdagangan internasional menjadi lebih inklusif dan tidak hanya menguntungkan negara besar atau pelaku usaha tertentu saja.

Investor Tiongkok Siap Gantikan LG di Proyek Besar

Hairul Rizal 24 Apr 2025 Bisnis Indonesia
Mundurnya LG Energy Solution dari proyek baterai kendaraan listrik berbasis nikel di Indonesia tidak menggoyahkan komitmen pemerintah dalam membangun ekosistem kendaraan listrik terintegrasi. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa proyek senilai US$9,8 miliar tetap berjalan sesuai peta jalan, dengan Huayou Holding dari Tiongkok menggantikan posisi LG dalam konsorsium bersama BUMN.

Menteri BUMN Erick Thohir juga menekankan bahwa langkah LG tidak akan menghambat percepatan pembangunan rantai pasok baterai EV. Pemerintah bahkan terbuka menawarkan proyek tersebut kepada mitra baru, termasuk negara-negara seperti AS, Jepang, dan Timur Tengah.

Ketua Umum Apindo Shinta W. Kamdani melihat hengkangnya LG hanya sebagai bentuk penundaan, bukan penolakan, karena alasan pasar dan waktu investasi. Sementara itu, Ketua I Gaikindo Jongkie Sugiarto dan Ketua Umum Periklindo Moeldoko sama-sama optimis bahwa industri kendaraan listrik nasional tetap prospektif, terbukti dari meningkatnya penjualan dan antusiasme terhadap pameran EV di dalam negeri.

Moeldoko juga menilai bahwa mundurnya LG tidak berdampak besar secara nasional, bahkan bisa menguntungkan dari sisi persaingan bisnis. Secara keseluruhan, para tokoh menegaskan bahwa Indonesia tetap menjadi destinasi menarik bagi investasi industri kendaraan listrik dan terus melangkah menuju visi sebagai pusat industri EV global.

Kejagung Sita Rp 5,5 Miliar dalam Kasus Korupsi

Hairul Rizal 24 Apr 2025 Bisnis Indonesia
Kejaksaan Agung menyita uang senilai sekitar Rp5,5 miliar dari rumah Hakim Ali Muhtarom di Jepara, Jawa Tengah, terkait kasus suap vonis bebas (onstlag) korporasi minyak sawit (CPO). Uang tersebut ditemukan dalam bentuk 3.600 lembar pecahan US$100. Kasus ini melibatkan sejumlah tokoh, termasuk Djuyamto, Agam Syarif Baharudin, dan Ali Muhtarom yang diduga menerima suap total Rp22,5 miliar untuk membebaskan tiga grup perusahaan—Wilmar Group, Permata Hijau Group, dan Musim Mas—dalam kasus minyak goreng. Uang suap disediakan oleh Kepala Legal Wilmar Group, Muhammad Syafei, dan disalurkan melalui pengacara Ariyanto serta panitera Wahyu Gunawan. Ketua PN Jaksel Muhammad Arif Nuryanta bahkan sempat meminta kenaikan nominal suap menjadi Rp60 miliar agar vonis lepas dapat diberikan.

Strategi Baru Diperlukan Hadapi Guncangan Ekonomi

Hairul Rizal 24 Apr 2025 Kontan (H)
Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2025 diperkirakan meleset jauh dari target pemerintah akibat tekanan eksternal, terutama perang tarif Amerika Serikat dan pelemahan ekonomi domestik. IMF merevisi proyeksi pertumbuhan menjadi 4,7%, jauh di bawah target APBN sebesar 5,2%. Indikator domestik seperti penurunan optimisme konsumen, deflasi, dan menurunnya kinerja manufaktur menguatkan gambaran perlambatan ekonomi. Namun, cadangan devisa dan kinerja perdagangan internasional masih menunjukkan tren positif.

Bank Indonesia (BI) dan Kementerian Keuangan menekankan pentingnya sinergi kebijakan moneter, fiskal, dan makroprudensial serta percepatan digitalisasi sistem pembayaran sebagai upaya menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan.

Kunci ketahanan ekonomi nasional adalah kemampuan mempertahankan konsumsi domestik, merespons tekanan eksternal lewat diplomasi perdagangan, serta mempercepat transformasi industri agar lebih tangguh.

Achmad Nur Hidayat dari UPN Veteran Jakarta mengingatkan perlunya strategi baru yang lebih adaptif dan cerdas, termasuk meningkatkan perlindungan industri dalam negeri tanpa proteksionisme berlebihan, memberikan stimulus pro kelas menengah untuk meningkatkan konsumsi, serta restrukturisasi utang dan evaluasi proyek infrastruktur agar lebih produktif. Pendekatan fiskal yang progresif dan insentif investasi yang tepat juga dianggap vital untuk menggenjot ekonomi Indonesia ke depan.

BI Dinilai Tepat Tahan Suku Bunga

Hairul Rizal 24 Apr 2025 Kontan
Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan (BI rate) di level 5,75% pada April 2025, langkah yang dinilai tepat dalam menjaga stabilitas ekonomi di tengah risiko perlambatan dan inflasi terkendali. Gubernur BI, Perry Warjiyo, menegaskan bahwa keputusan ini bertujuan menjaga inflasi sesuai target pemerintah serta menstabilkan nilai tukar rupiah yang sempat volatile akibat ketidakpastian global, terutama sentimen perang dagang dan tarif resiprokal Amerika Serikat (AS).

BI juga melakukan intervensi aktif di pasar off-shore non-deliverable forward (NDF) dan membeli Surat Berharga Negara (SBN) untuk meredam tekanan nilai tukar. Perry optimis rupiah akan stabil ke depan dengan didukung kebijakan tersebut dan prospek ekonomi Indonesia yang tetap positif.

Di sisi lain, Kepala Ekonom BCA, David Sumual, menilai BI sudah tepat mempertahankan suku bunga karena kondisi eksternal masih penuh ketidakpastian. Ekonom Bank Danamon, Hosianna Evalita Situmorang, menambahkan bahwa BI masih memiliki ruang untuk menurunkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada Juli 2025, dengan catatan kondisi eksternal membaik.

Bisnis Rumah Sakit Dukung Pertumbuhan Emiten

Hairul Rizal 24 Apr 2025 Kontan
PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA) tengah menjalankan ekspansi bisnis agresif di tahun 2025 dengan pembangunan dua rumah sakit baru, salah satunya di BSD City yang akan fokus pada segmen premium dengan teknologi medis canggih, serta pengembangan layanan kesehatan hewan melalui MediVet. Dengan capex sekitar Rp 800 miliar–Rp 1 triliun, MIKA menargetkan pertumbuhan pendapatan dan laba bersih dua digit, melanjutkan kinerja positif tahun lalu yang mencapai pertumbuhan pendapatan 14,3% dan laba bersih 25,1% yoy.

Analis dari BNI Sekuritas, Laksmita Febriyanti, menilai ekspansi ini akan mendukung pertumbuhan kinerja MIKA, terutama dari segmen rumah sakit. Kepala Riset Kiwoom Sekuritas, Liza Camelia Suryanata, menambahkan bahwa tren meningkatnya minat memelihara hewan menjadi peluang bagi MediVet untuk menyumbang 3%-5% pendapatan dalam lima tahun ke depan. Meskipun ada risiko seperti regulasi dan persaingan, analis MNC Sekuritas, M. Rudy Setiawan, memperkirakan MIKA tetap akan tumbuh dengan valuasi saham yang saat ini undervalued dan merekomendasikan buy dengan target harga Rp 2.850 per saham.

Kredit Tumbuh Melambat di Tengah Ketidakpastian

Hairul Rizal 24 Apr 2025 Kontan
Pertumbuhan kredit perbankan nasional pada Maret 2025 melambat signifikan menjadi 9,16% secara tahunan, terendah sejak Oktober 2023, akibat melemahnya permintaan yang dipengaruhi sentimen global, terutama kebijakan tarif Amerika Serikat. Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyatakan perlambatan ini terutama disebabkan oleh penurunan permintaan, meskipun ia optimistis beberapa sektor seperti industri, pertambangan, dan jasa sosial masih dapat menopang pertumbuhan kredit dua digit di tahun ini. Namun, pertumbuhan kredit secara keseluruhan diperkirakan hanya akan berada di batas bawah target BI, yakni sekitar 11%-13%.

Deputi Gubernur BI Juda Agung menegaskan bahwa fungsi intermediasi perbankan tetap kuat dengan likuiditas yang memadai, walaupun ada beberapa bank yang menghadapi likuiditas ketat dan mengandalkan sumber pendanaan non-DPK.

Bank besar seperti BCA dan Permata juga memilih langkah hati-hati. Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja menargetkan pertumbuhan kredit 6%-8% tahun ini, sejalan dengan pertumbuhan DPK, sambil menunggu perkembangan negosiasi kebijakan tarif AS. Direktur Utama Bank Permata Meliza M. Rusli menegaskan fokus menjaga neraca sehat dan memperkuat digitalisasi di tengah ketidakpastian ekonomi.

Sementara itu, Citigroup menurunkan estimasi pertumbuhan kredit nasional tahun ini menjadi 6% dari sebelumnya 10%, sejalan dengan perlambatan ekonomi yang menekan permintaan kredit.

Pilihan Editor