;

BCA Fokus Jaga Kinerja Fundamental

Yuniati Turjandini 24 Apr 2025 Investor Daily (H)
PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menegaskan  komitmennya untuk menjaga kinerja fundamental sebagai prioritas utama di tengah gejolak pasar yang sempat menekan harga saham  emiten perbankan. Perseroan meyakini, selama performa bisnis bagus, nantinya kinerja saham pun otomomatis akan mengikuti Presiden Direktur BCA Jahja Setiaadmadja mengatakan, pada awal pembukaan perdagangan  setelah libur panjang Idulfitri, banyak saham perbankan yang anjlok. Bukan hanya terjadi pada BBCA , tetapi juga bank besar lainya seperti BBRI, BMRI, BBNI, dan bank-bank swasta lainnya. Pihaknya menilai, pada saat libur panjang ada kejutan dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengumumkan tarif resiprokal kepada negara-negara yang dianggap merugikan AS, termasuk Indonesia yang dikenakan tarif 32% saat ini. Sehingga, ketika pasar modal dibuka pada 8 April 2025, terjadi koreksi besar di semua bank. Menurutnya ini hal yang wajar, lantaran naluri investor ketika mendengar berita ketidakpastian yang belum bisa dimitigasi dampaknya memberikan risiko. Alhasil, nomor satu yang dilakukan para investor adalah cepat-cepat menjual. "Nanti sampai di bottom, baru lihat bagaimana respons bank, bukan hanya bank ya, perusahaan fundamentalnya bagus itu mulai diserok (investor) lagi. Maka terjadilah rebound," tutur Jahja. (Yetede)

Antam Memastikan Ketersediaan Emas

Yuniati Turjandini 24 Apr 2025 Investor Daily (H)
PT Antam Tbk memastikan ketersediaan emas seiring meningkatnya antusiasme masyarakat terhadap logam mulia. Adapun pasokan bahan baku berasal dari sumber domestik maupun impor. target penjualan emas pada tahun ini berkisar 40-45 ton. Belakangan ini, viral di media sosial mengenai antrean pembelian emas di Butik Antam. Kantor berita Antara pun melaporkan kondisi toko emas di Kota Malang, Jawa Timur pada Rabu (23/4/2025) kehabisan stok emas Antam sejak beberapa waktu terakhir, termasuk ketika harga semakin mengalami peningkatan hingga diatas Rp 2 juta, "Antam terus berkomitmen untuk menjaga ketersediaan produk dengan mengoptimalkan proses produksi dan distribusi agar kebutuhan pelanggan tetap terpenuhi," kata Corporate Secretary Antam Faisal Alkadrie kepada Investor Daily. Faisal menuturkan Antam menetapkan target penjualan emas tahun ini sebesar 40 hingga 45 ton. Adapun realisasi penjualan emas  Antam pada 2024 mencapai 23,78 ton. Volume itu naik sekitar 68% dibandingkan tahun sebelumnya sebelumnya. Volume itu naik sekitar 68% dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 26,13 ton. (Yetede)

Selangkah Lagi Meraup Dividen dari Pertambangan Batu Bara

Yuniati Turjandini 24 Apr 2025 Investor Daily (H)
Pemegang saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) berpeluang kembali menyecap manisnya dividen dari emiten pertambangan batu bara ini, setelah rencana kuasi reorganisasi bisa dieksekusi. Emiten Grup Bakrie dan Salim tersebut, terakhir membagikan dividen pada 2009 atau 16 tahun yang lalu, sebesar Rp50,6 per saham dengan dividen pay out ratio 15% dari laba bersih tahun 2008, US$ 645,36 juta. Dalam keterbukaan informasi yang dipublikasikan pada harian Investor Daily, Selasa (22/4/2025), manajemen Bumi Resources mengungkapkan bahwa perseroan bermaksud melakukan rencana kuasi reorganisasi dengan cara mengeliminasi akumulasi rugi (defisit) dengan mengunakan posisi agio saham yang merupakan selisih lebih antara  setoran modal dengan nilai nominal saham. Adapun rencana kuasi reoganisasi akan diminta persetujuan kepada pemegang saham dalam rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) perseroan pada 2 Juni 2025. Founder Stocknow.id Hendra Wardana menilai, langkah kuasi reorganisasi ini bersifat strategis, bukan hanya sebagai perbaikan kosmetik laporan keuangan, tetapi juga sebaai fondasi untuk membuka peluang  pembagian dividen tunai kepada para pemegang saham. Dengan eliminasi defisit melalui kuasi reorganisasi, saldo laba akan kembali positif dan memungkinkan BUMI secara hukum untuk membagikan dividen. (Yetede)

Masih ada China dan India yang Memiliki Potensi Ekspor yang Besar

Yuniati Turjandini 24 Apr 2025 Investor Daily
Pemerintah Indonesia diminta tidak hanya memikirkan AS sebagai tujuan ekspor. Masih ada China dan India yang memiliki potensi ekspor yang besar.  Berdasarkan data BPS per Maret 2025, China, Amerika, dam India menjadi tiga besar negara tujuan ekspor nonmigas Indonesia, dengan total nilai ekspor ketiganya sebesar 42,37% terhadap ekspor nonmigas nasional. Untuk itu, Kepala Sekolah Ekspor Handito Juwini meminta agar pemerintah Indonesia tidak hanya memikirkan AS saja. "Kita harus mencari, mengefektifkan semua energi agar eskpor ke China, ekspor ke India bisa lebih besar lagi. Perdagangan ke China dan India juga tidak boleh dilupakan. Itu hal yang sangat penting diperhatikan juga," kata dia. Handito menilai dalam lima tahun ke depan ekspor Indonesia akan masih sama. hal ini karena banyak produk Indonesia yang cocok dengan kebutuhan tiga negara itu. Namun dengan adanya kebijakan tarif Trump ini akan terjadi perubahan. "Ini akan terjadi perubahan nih peta kompetisi internasional berubah gitu," kata dia. Maka dari itu, Handito menilai Indonesia harus lebih giat lagi mencari pasar-pasar yang baru, meskipun tidak akan bisa melupakan AS, China dan India. "Sebenarnya dari sisi kepentingan AS kan baik-baik saja. Dia (AS) ingin menyeimbangkan neraca perdagangannya dengan banyak negara, termasuk di Indonesia kan gitu," ucap dia. (Yetede)

Diskon Tarif Tol Bakal Dievaluasi

Yuniati Turjandini 24 Apr 2025 Investor Daily (H)
Penerapan diskon tarif jalan tol periode Angkutan Lebaran (Angleb) 2025 akan dievaluasi, mengingat kebijakan tersebut tidak memberikan dampak yang besar terhadap pola perjalanan mudik Lebaran 2025. Kabag Ops Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri Aries Syahbudin mengatakan bahwa pihaknya masih melakukan survei terkait dampak penerapan diskon tarif tol. Menurutnya dari sejumlah kebijakan yang diterapkan pemerintah, sistem kerja sama mana saja atau work from anywhere (WFA) justru memberikan dampak signifikan mengubah waktu perjalanan masyarakat. "Justru dengan pola one way itu memberikan dampak, masih kami kaji juga apakah penerapan diskon tarif tol ini memerlukan sosialisasi yang lebih lanjut  atau bagaimana itu kami surveinya," ujar Aries. Tercatat selama masa Angkutan Lebaran (Angleb) 2025, terjadi pergerakan orang sebanyak 54,89% dari total populasi penduduk Indonesia atau 154,62 juta. Adapun jumlah keseluruhan penumpang untuk angkutan umum adalah 27.627.070 penumpang. (Yetede)

Kebijakan Migrasi eSIM Dianggap Tidak Efektif

Yuniati Turjandini 24 Apr 2025 Investor Daily (H)
Kebijakan Pemerintah melalui Peraturan Menteri Komunikasi dan Digital No 7 Tahun 2025 yang mendorong pelanggan seluler melakukan migrasi dari SIM Card fisik ke teknologi eSIM dinilai tidak efektif untuk mengamankan ruang digital Indonesia. Pasalnya, pangkal persoalan kebocoran data maupun keamanan ruang digital Indonesia, tidak terletak pada penggunaan SIM Card maupun eSIM, namun terletak pada sistem dan prosedur pendaftaran yang menggunakan NIK ataupun KTP untuk mendapatkan nomor seluler yang masih carut marut. Southeast Asia Freedom of Expression Network (SAFEnet), organisasi masyarakat sipil yang memperjuangkan hak-hak digital mengatakan, klaim bahwa percepatan migrasi  ke eSIM untuk membersihkan ruang digital Indonesia  dan dapat membantu melawan kebocoran data dan penyalahgunaan identitas yang kian mengancam masyarakat pada saat ini patut dipertanyakan. "Karena pangkal masalah kebocoran data dan penyalahgunaan identitas di Indonesia pada saatnya adalah carut-marutnya tata kelola identitas kependudukan yang saat ini dijadikan credential data pribadi seseorang," tulis SAFEnet. (Yetede)

Titik Keseimbangan Baru Rupiah pada Triwulan II-2025

Yoga 23 Apr 2025 Kompas (H)

Nilai tukar rupiah terhadap USD terus melemah, akibat rentannya ketahanan eksternal Indonesia dalam menghadapi gejolak global. Nilai tukar itu akan mencapai keseimbangan baru, berkisar Rp 16.400-Rp 16.500 per USD. Mengutip data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor), nilai tukar rupiah pada perdagangan Selasa (22/4) ditutup di level Rp 16.862 per USD atau melemah 3,93 % secara tahunan. Dalam sepekan terakhir, rupiah cenderung bergerak stabil dalam kisaran Rp 16.800 per USD. Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis UI, Telisa Aulia Falianty meyakini, nilai tukar rupiah akan mencapai titik keseimbangan baru. Pelemahan rupiah yang terjadi belakangan ini terutama disebabkan oleh kondisi global.

”Pada triwulan II-2025, kemungkinan pergerakan rupiah akan berada di titik keseimbangan baru dalam kisaran Rp 16.400-Rp 16.500 per USD,” katanya, Selasa. Berkaca dari tahun lalu, nilai tukar rupiah mencapai titik pelemahan terdalamnya pada triwulan II. Data Jisdor menunjukkan, rerata rupiah selama triwulan II-2024 mencapai Rp 16.138,87 per USD atau melemah 3,03 % dibanding triwulan I-2024 sebesar Rp 15.663,71 per USD. Rupiah berbalik menguat pada triwulan III-2024 dengan rata-rata Rp 15.800,66 per USD dan mencapai Rp 15.796,51 per USD pada triwulan IV-2024. Menurut Telisa, pergerakan nilai tukar rupiah selama bertahun-tahun memang kian melemah. Kondisi itu mencerminkan fundamental perekonomian domestik yang kian terkikis. (Yoga)


Proyek Rempang Eco City Membuat Warga Nelangsa

Yoga 23 Apr 2025 Kompas

Polemik rencana proyek Rempang Eco City di Pulau Rempang, Kepri, dua tahun terakhir telah mengusik kehidupan masyarakat. Polemik itu membuat penghasilan masyarakat anjlok ke lembah terdalam, akibat aksi represif aparat keamanan dan tak ada lagi akses permodalan. Begitulah yang dirasakan warga Kampung Pasir Panjang, Rempang, sekaligus Ketua Aliansi Masyarakat Rempang Galang Bersatu, Ishak alias Saka (58). Menurut Saka, Senin (21/4) sebelum mencuat polemik Rempang, masyarakat bak hidup di tanah surga. Pulau Rempang dan lingkungan sekitarnya mampu memenuhi segala kebutuhan masyarakat. Bulan madu di tanah surga itu menjelma menjadi nelangsa saat pemerintah menetapkan Rempang Eco City sebagai PSN yang disahkan Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto pada Agustus 2023.

Pada 7 September 2023, sebanyak 1.010 aparat gabungan TNI, Polri, satpol PP, dan petugas keamanan BP Batam masuk ke Rempang untuk mematok lahan. Saat itu, ada 16 kampung tua yang masuk dalam bagian PSN walau akhirnya menyusut menjadi lima kampung. Terlepas dari itu, kedatangan ribuan aparat untuk mematok lahan memicu perlawanan besar dari masyarakat Rempang. Perekonomian masyarakat, ujar Saka, berada di tingkat sejahtera sebelum terjadi polemik Rempang. Dalam sebulan, setidaknya, warga bisa 15 kali pergi melaut dengan penghasilan rata-rata Rp 500.000 per hari. Saat musim berlimpah ikan, penghasilan dari laut tembus Rp 3 juta-Rp 4 juta per malam. Setelah dihantam dampak polemik Rempang, penghasilan warga terjun bebas hingga merosot 70 % dari kondisi normal.

Selain diliputi rasa cemas saat beraktivitas, usaha warga untuk melaut, berkebun, dan berladang seolah sengaja dilumpuhkan oleh pemerintah. Dewan Penasihat Pusat Studi Agraria IPB University, Rina Mardiana, menuturkan, selama ini hasil perikanan, perkebunan, dan pertanian dari Rempang menjadi pemasok utama kebutuhan pangan di Batam. Hal itu menandakan ada potensi ekonomi yang bisa dikembangkan dari Rempang. Kalau ingin meningkatkan kesejahteraan masyarakat, kenapa pemerintah tidak melihat potensi itu sebagai jalan untuk memajukan daerah itu. Sebaliknya, kenapa pemerintah memaksakan proyek Rempang Eco City saat masyarakat konsisten menolaknya. (Yoga)


Negosiasi Dagang RI-AS dan TKDN

Yoga 23 Apr 2025 Kompas

Sejumlah konsesi yang ditawarkan delegasi RI dalam negosiasi tarif dengan AS dikhawatirkan akan mematikan industri di dalam negeri. Salah satunya relaksasi TKDN. Beberapa asosiasi usaha dan pengamat khawatir, relaksasi regulasi tingkat komponen dalam negeri (TKDN) tak hanya mengancam industri dalam negeri, tapi juga memicu hengkangnya industri yang sudah ada karena merasa diperlakukan tak setara (Kompas, 21/4/2025). TKDN, sebagai instrumen nontarif untuk melindungi industri dalam negeri, dipersoalkan AS karena dianggap membatasi akses perusahaan AS ke pasar Indonesia. Selain TKDN, pro-kontra juga terjadi pada rencana penghapusan kuota impor. Kebijakan liberalisasi impor dikhawatirkan membuat Indonesia dibanjiri barang impor, memukul petani lokal, dan mengancam swasembada pangan.

Kalangan pelaku usaha dan pengamat berharap, pemerintah tak terlalu gampang menyerah pada tekanan negara lain. Salah satu misi terpenting delegasi RI dalam negosiasi dengan AS adalah mendapatkan kesepakatan penurunan tarif resiprokal 32 % dari AS. Untuk melunakkan kubu AS, Indonesia menawarkan menambah volume impor dari AS, melonggarkan TKDN, menghapus kuota impor, dan memberi kemudahan bagi perusahaan AS yang investasi di Indonesia. Total ada 16 poin kebijakan Indonesia yang dinilai merugikan AS.

AS dengan daya tawar lebih kuat dipastikan akan mencoba memaksakan syarat-syarat yang paling menguntungkan bagi pihaknya. Pemerintah dihadapkan pada tantangan, bagaimana komitmen penurunan tarif resiprokal bisa dicapai, tanpa mencederai industri, pasar, dan ekonomi dalam negeri. Kebijakan tarif Trump menjadi momentum bagi Indonesia untuk membenahi iklim investasi, ekosistem kebijakan dan penguatan daya saing industri di dalam negeri, agar ke depan kita lebih resilien menghadapi kemungkinan perubahan kebijakan di negara mitra dagang dan rezim perdagangan global yang semakin tak ramah. (Yoga)


Batalnya Investasi LG di Indonesia

Yoga 23 Apr 2025 Kompas

Perusahaan asal Korsel, LG Energy Solution atau LGES, dilaporkan menarik investasi senilai ratusan triliun rupiah untuk proyek rantai pasok baterai kendaraan listrik di Indonesia. Cabutnya LG dinilai menjadi kerugian bagi proyek hilirisasi nikel Tanah Air. Pemerintah diminta menjelaskan secara terbuka duduk masalah yang sebenarnya terjadi di balik kegagalan investasi penting itu. Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung, Senin (21/4) mengatakan, pihaknya saat ini masih mempelajari duduk perkara di balik penarikan investasi LG. ”Saya belum mengetahui  persis sudah sampai sejauh mana penarikan investasinya. Saya akan cek dulu, berhubung ini koordinasinya di Kementerian Investasi/BKPM,” ujar Yuliot. 

Mengutip berita dari kantor berita Yonhap, media asal Korsel, yang ditayangkan Jumat (18/4) konsorsium Korsel yang dipimpin LG memutuskan menarik proyek senilai sekitar 11 triliun won atau 7,7 miliar USD itu. Nilai itu setara Rp 129 triliun. Konsorsium itu meliputi LG Energy Solution, LG Chem, LX International Corp, dan mitra lainnya, yang selama ini telah bekerja sama dengan Pemerintah Indonesia dan perusahaan milik negara untuk membangun rantai pasokan baterai kendaraan listrik (EV) di Indonesia.

Kerja sama itu dijalin lantaran Indonesia merupakan produsen nikel terbesar di dunia. Nikel adalah bahan utama pembuatan baterai EV. Salah satu alasan penarikan proyek itu adalah pergeseran dalam lanskap industri atau yang disebut ”jurang EV” atau EV chasm alias perlambatan sementara atau puncak permintaan kendaraan listrik global. Kendaraan listrik hingga kini baru mampu menarik perhatian segelintir orang.  ”Mempertimbangkan kondisi pasar dan lingkungan investasi, kami telah memutuskan untuk keluar dari proyek tersebut,” kata seorang pejabat dari LG Energy Solution. (Yoga)


Pilihan Editor