Kesenjangan Kekayaan RI Kian Menganga
Ketimpangan kekayaan di Indonesia dan negara-negara Asia lainnya seperti Singapura meningkat signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Berdasarkan UBS Global Wealth Report 2024, rasio gini kekayaan Indonesia mencapai 68 di tahun 2023—naik dari 59 pada 2008—menunjukkan kesenjangan antara si kaya dan si miskin yang makin lebar. Data BPS juga mengonfirmasi tren ini, dengan rasio gini pendapatan Indonesia naik tipis menjadi 0,381 di September 2024.
Namun, Singapura mencatat tingkat ketimpangan yang lebih tinggi, dengan rasio gini mencapai 70. Lonjakan ini dipicu oleh meningkatnya kekayaan rata-rata dan arus masuk orang super kaya dari berbagai negara, yang tertarik pada stabilitas politik dan pajak rendah. Juru bicara pemerintah Singapura menyatakan bahwa negara tersebut tetap terbuka bagi investor dan modal asing.
Untuk mengatasi ketimpangan, pemerintah Singapura telah menaikkan pajak orang kaya, termasuk pajak penghasilan, properti, dan bea materai. Namun, langkah ini menimbulkan efek samping: warga lokal mengeluh soal biaya hidup tinggi, dan sebagian miliarder mulai mempertimbangkan pindah ke negara lain seperti Dubai, Abu Dhabi, atau bahkan Indonesia.
Robin Heng, mantan Co-Head of Local Private Banking Bank of Singapore, memperingatkan bahwa Singapura bisa kehilangan daya saing sebagai pusat kekayaan global jika beban pajak terus bertambah. Hal ini membuka peluang bagi negara tetangga seperti Indonesia dan Malaysia untuk menjadi alternatif tujuan investasi dan domisili bagi orang super kaya.
Tags :
#Ekonomi InternasionalPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023