;

Peningkatkan Tata Kelola Sistem MBG

Yoga 24 Apr 2025 Kompas

Kasus keracunan di Cianjur, Jabar, yang diduga terjadi setelah menyantap menu program Makan Bergizi Gratis menuntut evaluasi menyeluruh pelaksanaan program tersebut. Agar kasus keracunan tidak terulang, upaya pencegahan perlu diperkuat. Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) DadanHindayana mengatakan, dugaan penyebab keracunan yang dialami siswa di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 dan SMP PGRI 1 Kabupaten Cianjur, Jabar, masih diperiksa, untuk memastikan apakah penyebab keracunan tersebut berasal dari menu yang diberikan dalam program MBG atau bukan. Berdasarkan laporan yang disampaikan Dinkes Cianjur, jumlah siswa yang keracunan setelah mengonsumsi makanan dari program MBG mencapai 79 orang. Pemerintah setempat menetapkan kasus tersebut sebagai kejadian luar biasa.

”Saat ini, kami sedang melakukan pemeriksaan terkait dugaan penyebab keracunan, apakah berasal dari MBG atau bukan. Kami sedang menunggu hasil labkesda (laboratorium kesehatan daerah) provinsi dari sampel yang sudah dikirimkan,” kata Dadan, Rabu (23/4). Hasil pemeriksaan sampel diperkirakan selesai sepuluh hari ke depan. Berdasarkan keterangan satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG), makanan yang diolah telah memenuhi standar dan sudah melalui proses yang seharusnya. Dengan adanya kasus keracunan ini, upaya pencegahan keracunan akan ditingkatkan, antara lain dengan meningkatkan tata kelola sistem MBG dengan meningkatkan pengawasan standar penyimpanan makanan di dapur MBG.

Juga menyempurnakan sistem dengan skala nasional, mendorong transparansi jadwal menu harian yang terpantau secara digital, serta meningkatkan kapasitas pelatihan keamanan pangan seluruh penyedia MBG. ”Dengan adanya kejadian ini, kami akan menambah satu SOP baru, yaitu sisa makanan tidak dibersihkan di sekolah, tetapi di SPPG. Kita juga akan meningkatkan kualitas layanan lewat pelatihan. SPPG di Cianjur telah beroperasi sejak 15 Januari dan ini kejadian pertama kali. Jadi, perlu penyegaran melalui pelatihan,” ujarnya. (Yoga)


Prospek Ekonomi Tertekan Ketidakpastian Global

Yoga 24 Apr 2025 Kompas

Ketidakpastian yang dipicu kebijakan tarif AS berisiko membuat pertumbuhan ekonomi global melambat. Kondisi itu juga dapat merambat pada prospek perekonomian Indonesia dan penyaluran kredit perbankan ke depan. Gubernur BI, Perry Warjiyo mengatakan, dinamika kebijakan tarif resiprokal AS yang disusul retalisasi China semakin meningkatkan ketidakpastian. Ini memicu peningkatan fragmentasi ekonomi global dan penurunan volume perdagangan dunia. ”Akibatnya, pertumbuhan ekonomi dunia pada 2025 diprakirakan akan menurun, dari 3,2 % menjadi 2,9 %, dengan penurunan terbesar terjadi di AS dan China sejalan dengan dampak perang tarif kedua negara tersebut,” katanya dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI April 2025 secara virtual, Rabu (23/4).

BI memutuskan kembali mempertahankan suku bunga acuannya sebesar 5,75 % guna menjaga prakiraan inflasi 2025 dan 2026 tetap terkendali dalam sasaran 1,5-3,5 % dan stabilitas nilai tukar di tengah makin meningkatnya ketidakpastian, sembari mendukung pertumbuhan ekonomi. Kebijakan tarif AS akan berdampak kepada Indonesia, dari jalur perdagangannya, permintaan ekspor ke AS diperkirakan menurun seiring melambatnya partumbuhan ekonomi AS. Di sisi lain, kebijakan tarif tersebut secara tidak langsung dapat menurunkan permintaan ekspor Indonesia dari mitra dagang lainnya, seperti China. Dengan demikian, baik secara langsung maupun tidak langsung, tingginya ketidakpastian global pada gilirannya berdampak pada pertumbuhan ekonomi Indonesia. BI memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2025 akan berada sedikit di bawah titik tengah dalam kisaran 4,7-5,5 %. (Yoga)


WHO Kurangi Staf dan Program akibat Terdampak Trump

Yoga 24 Apr 2025 Kompas

Kebijakan Presiden AS, Donald Trump untuk memotong dukungan dana ke Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebabkan lembaga ini defisit anggaran ratusan juta USD. Selain pemangkasan tenaga kerja, defisit anggaran ini juga menghambat upaya organisasi ini mengatasi berbagai masalah kesehatan global, seperti tuberkulosis, HIV, keluarga berencana, serta kesehatan ibu dan anak. ”Penurunan dana yang tiba-tiba telah menyebabkan kesenjangan gaji yang besar dan tidak ada pilihan selain mengurangi skala pekerjaan dan tenaga kerja kita,” kata Sekjen WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus kepada negara-negara anggota, Selasa (22/4).

Sebelumnya, WHO telah bersiap menghadapi rencana penarikan penuh dukungan dana dari AS, yang sebelumnya merupakan donor terbesar. AS memberi WHO dukungan dana 1,3 miliar USD untuk anggaran 2022-2023, terutama melalui kontribusi sukarela proyek-proyek tertentu. Namun, AS tidak lagi membayar iurannya untuk tahun 2024 dan diperkirakan tidak akan membayar iurannya untuk tahun 2025. Hal ini membuat WHO mempersiapkan struktur baru, yang dipresentasikan Tedros kepada staf dan negara-negara anggota. ”Penolakan AS untuk membayar kontribusi untuk tahun 2024 dan 2025, dikombinasikan dengan pengurangan bantuan pembangunan resmi oleh beberapa negara lain, berarti kita menghadapi kesenjangan gaji untuk dua tahun, 2026-2027, dari 560 juta hingga 650 juta USD,” katanya.

WHO sejauh ini mempekerjakan lebih dari 8.000 orang di seluruh dunia. Namun, ia akan mengucapkan selamat tinggal kepada sejumlah besar kolega dan berjanji untuk melakukannya secara manusiawi. Tedros menegaskan, dampak paling signifikan kemungkinan akan terasa di kantor pusat organisasi di Geneva, Swiss. Kepemimpinan senior di kantor pusat dikurangi dari 12 menjadi tujuh. Jumlah departemen juga akan dikurangi lebih dari setengahnya, dari 76 menjadi 34. Beberapa kantor perwakilan di negara-negara kaya kemungkinan akan ditutup. ”Ini adalah keputusan yang sangat menyakitkan bagi kita semua,” kata Tedros. Tedros menambahkan, situasinya bisa lebih buruk. Oleh karena itu, diharapkan ada peningkatan biaya keanggotaan. (Yoga)


1 Juta Hektar Rawa Diproyeksikan Jadi Sawah Baru di Sumsel

Yoga 24 Apr 2025 Kpmpas

Presiden Prabowo memproyeksikan 1 juta hektar lahan rawa di Sumatera Selatan menjadi lahan sawah baru dalam waktu dekat. Pemanfaatan lahan kritis untuk perluasan sawah itu diharapkan bisa mendukung target swasembada pangan nasional. ”Potensi pertanian Sumsel sangat luar biasa. Dengan pemanfaatan lahan rawa untuk perluasan sawah tersebut, produksi padi dari Sumsel diharapkan bisa meningkat 25 %,” ujar Presiden Prabowo usai peluncuran Gerakan Indonesia Menanam (Gerina) di Desa Sungai Pinang, Banyuasin, Sumsel, Rabu (23/4). Total produksi padi Sumsel pada 2024 adalah 2,91 juta ton gabah kering dari luas wilayah panen 521,09 hektar.

Sebelum menghadiri peluncuran Gerina, Prabowo dan sejumlah menteri lebih dahulu memimpin kegiatan tanam padi serentak 14 provinsi di Desa Simpang Pelabuhan Dalam, Kecamatan Pemulutan, Ogan Ilir, Sumsel. Pada kesempatan itu, Prabowo mengetahui bahwa kegiatan tersebut dilakukan di sawah seluas 105.000 hektar yang sebelumnya rawa-rawa tempat habitat buaya. Berkat pemanfaatan teknologi modern, rawa itu bisa disulap menjadi sawah siap produksi. Bahkan, saat penanaman, Prabowo mencoba menggunakan drone DJI Agras T40 untuk menebar benih padi. Dengan menggunakan drone, proses tebar benih menjadi lebih cepat, yakni mencapai 25 hektar dalam sehari. Sebelumnya, dengan cara konvensional tenaga manusia, proses tebar benih hanya 1 hektar dalam 25 hari.

”Itu sangat luar biasa. Dengan pemanfaatan teknologi, kita bisa mengubah rawa-rawa yang tidak produktif menjadi sawah produksi. Kita juga bisa melakukan percepatan penanaman dengan memanfaatkan drone,” katanya. Prabowo berharap bukan hanya rawa di Desa Simpang Pelabuhan Dalam yang bisa disulap menjadi lahan pertanian, melainkan rawa lain yang terdapat di Sumsel. Setidaknya, ada potensi 1 juta hektar lahan rawa di Sumsel yang bisa dikembangkan menjadi perluasan sawah baru. ”Jadi, kita akan tambah 1 juta hektar lahan pertanian di Sumsel yang sebagian besar adalah rawa-rawa yang tidak produktif,” katanya. Selain itu, Prabowo menginginkan lahan-lahan kritis lain di Indonesia bisa diolah menjadi lahan pertanian. (Yoga)


Ramai-ramai Melamar Jadi PPSU Jakarta

Yoga 24 Apr 2025 Kompas

Di tengah ketatnya persaingan dan keterbatasan lapangan kerja, pembukaan lowongan kerja sebagai anggota penanganan prasarana dan sarana umum atau PPSU di Jakarta menjadi opsi menarik bagi pencari kerja. Sedari awal pekan ini, Balai Kota Jakarta diserbu pencari kerja. Mereka mengantre sejak pagi demi lowongan kerja sebagai penyedia jasa lainnya perorangan (PJLP). PJLP adalah sebutan bagi pasukan pelangi. Garda depan Pemprov Jakarta dalam berbagai bidang. Ada pasukan oranye (PPSU), pasukan biru (dinas sumber daya air), dan pasukan kuning (dinas bina marga). Pasukan hijau (dinas pertamanan dan hutan kota) serta petugas penanggulangan kebakaran dan penyelamatan.

Setidaknya 1.000 warga mengantre sejak pagi di gerbang masuk Balai Kota Jakarta, Rabu (23/4). Tua, muda, datang sendirian atau berkelompok, bahkan membawa anak, memadati akses masuk ke kompleks perkantoran Pemprov Jakarta. Tidak ada antrean yang jelas. Hanya ada petugas Satpol PP Jakarta dan pengamanan dalam yang mengatur pencari kerja agar tertib. Salah seorang yang antre menaruh berkas lamaran adalah Budiawan (21). Sambil mendekap berkas lamarannya, Budiawan keluar dari antrean, lalu duduk di trotoar. Ia mendapat informasi lowongan kerja PPSU dari pesan di Whatsapp.

Dalam pesan itu, Gubernur Jakarta, Pramono Anung membuka peluang kerja hanya dengan ijazah SD. Pesan itu bak angin segar baginya untuk meningkatkan taraf hidup. Pemasukannya selama ini hanya dari kerja serabutan dan mengamen. ”Lulusan SMP bisa dapat gaji UMR, siapa yang tidak mau. Kalau dapat kerja baik, saya bisa bantu orangtua juga, kan,” ucap Budiawan. Sebagai gambaran, upah minimum provinsi (UMP) Jakarta tahun 2025 sebesar Rp 5.396.761. (Yoga)


QRIS Jalan Terus

Yuniati Turjandini 24 Apr 2025 Investor Daily (H)
BI berkomitmen untuk terus mengembangkan Quick Respons Code Indonesia Standard (QRIS) meski  dipersoalkan  pemerintah AS beberapa saat sebelum  Presiden Donald Trump mengumumkan kebijakan tarif bea masuk (BM) resiprokal, 2 April 2025. Pasalnya, standarisasi pembayaran dengan metode QR code ini telah mengadopsi standar global yang juga diterapkan oleh banyak negara. Apalagi QRIS yang diluncurkan pada 17 Agustus 2019 dan diterapkan secara luas pada 1 Januari 2020, telah menjadi game changer bagi aktivitas ekonomi yang makin inklusif  di Indonesia. Hingga 56,3 juta, volume transaksi 2,6 miliar, dan nominal transaksi Rp262,1 triliu. Sedangkan jumlah merchant, yang kebanyakan adalah UMKM menyentuh angka 38,1 juta. Meski demikian, BI tetap membuka pintu untuk menjalin kerja sama  dengan negara manapun termasuk AS dalam penggunaan QRIS apabila masing-masing pihak memang siap. Hingga saat ini, layanan QRIS antar negara (cross border) telah dilakukan dengan tiga negara yakni Malaysia, Singapura dan Thailand, yang melibatkan perusahaan penyedia jasa pembayaran setempat. (Yetede)

Huayou Siap Gantikan LG di Proyek Ekosistem Baterai Listrik

Yuniati Turjandini 24 Apr 2025 Investor Daily (H)
Huayou siap gantikan peran LG Energy Solution (LGES) di proyek eksositem baterai kendaraan listrik (electric vehicle/EV) bernama Titan. Huayou adalah perusahaan asal China yang memproduksi material baterai EV lithium ion yang berbasis nikel. Huayou sebelumnya sudah bergabung di proyek Titan bersama Indonesia Battery Corporation (IBC). Peran Huayou di proyek ini adalah mengolah bijih nikel menjadi material katoda baterai EV. Lalu, produk itu diolah menjadi sel baterai, yang seharusnya dikerjakan oleh LGES. Titan adalah proyek ekosistem baterai EV terintegrasi yang berada di Halmahera Timur, Maluku Utara dalam skema Indonesia Grand Package (GP). Proyek ini melibatkan banyak perusahaan, mulai di tambang nikel, pengolahan nikel menjadi materai baterai, hingga   produksi sel baterai. Di hulu, LGES sejatinya membentuk perusahaan patungan (joint venture/JV) dengan PT Antam Tbk (Antam/ANTM), seperti yang dilakukan CATL di proyek Dragon. Selanjutnya, nikel jenis limonit Antam diolah menggunakan teknologi rotary kiln electric furnace (RKEF) atau high pressure acid leaching (HPAL) untuk menghasilkan materialkatoda baterai EV. Proyek GP berlanjut ke hilir, yakni produksi sel baterai. (Yetede)

BCA Fokus Jaga Kinerja Fundamental

Yuniati Turjandini 24 Apr 2025 Investor Daily (H)
PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menegaskan  komitmennya untuk menjaga kinerja fundamental sebagai prioritas utama di tengah gejolak pasar yang sempat menekan harga saham  emiten perbankan. Perseroan meyakini, selama performa bisnis bagus, nantinya kinerja saham pun otomomatis akan mengikuti Presiden Direktur BCA Jahja Setiaadmadja mengatakan, pada awal pembukaan perdagangan  setelah libur panjang Idulfitri, banyak saham perbankan yang anjlok. Bukan hanya terjadi pada BBCA , tetapi juga bank besar lainya seperti BBRI, BMRI, BBNI, dan bank-bank swasta lainnya. Pihaknya menilai, pada saat libur panjang ada kejutan dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengumumkan tarif resiprokal kepada negara-negara yang dianggap merugikan AS, termasuk Indonesia yang dikenakan tarif 32% saat ini. Sehingga, ketika pasar modal dibuka pada 8 April 2025, terjadi koreksi besar di semua bank. Menurutnya ini hal yang wajar, lantaran naluri investor ketika mendengar berita ketidakpastian yang belum bisa dimitigasi dampaknya memberikan risiko. Alhasil, nomor satu yang dilakukan para investor adalah cepat-cepat menjual. "Nanti sampai di bottom, baru lihat bagaimana respons bank, bukan hanya bank ya, perusahaan fundamentalnya bagus itu mulai diserok (investor) lagi. Maka terjadilah rebound," tutur Jahja. (Yetede)

Antam Memastikan Ketersediaan Emas

Yuniati Turjandini 24 Apr 2025 Investor Daily (H)
PT Antam Tbk memastikan ketersediaan emas seiring meningkatnya antusiasme masyarakat terhadap logam mulia. Adapun pasokan bahan baku berasal dari sumber domestik maupun impor. target penjualan emas pada tahun ini berkisar 40-45 ton. Belakangan ini, viral di media sosial mengenai antrean pembelian emas di Butik Antam. Kantor berita Antara pun melaporkan kondisi toko emas di Kota Malang, Jawa Timur pada Rabu (23/4/2025) kehabisan stok emas Antam sejak beberapa waktu terakhir, termasuk ketika harga semakin mengalami peningkatan hingga diatas Rp 2 juta, "Antam terus berkomitmen untuk menjaga ketersediaan produk dengan mengoptimalkan proses produksi dan distribusi agar kebutuhan pelanggan tetap terpenuhi," kata Corporate Secretary Antam Faisal Alkadrie kepada Investor Daily. Faisal menuturkan Antam menetapkan target penjualan emas tahun ini sebesar 40 hingga 45 ton. Adapun realisasi penjualan emas  Antam pada 2024 mencapai 23,78 ton. Volume itu naik sekitar 68% dibandingkan tahun sebelumnya sebelumnya. Volume itu naik sekitar 68% dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 26,13 ton. (Yetede)

Selangkah Lagi Meraup Dividen dari Pertambangan Batu Bara

Yuniati Turjandini 24 Apr 2025 Investor Daily (H)
Pemegang saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) berpeluang kembali menyecap manisnya dividen dari emiten pertambangan batu bara ini, setelah rencana kuasi reorganisasi bisa dieksekusi. Emiten Grup Bakrie dan Salim tersebut, terakhir membagikan dividen pada 2009 atau 16 tahun yang lalu, sebesar Rp50,6 per saham dengan dividen pay out ratio 15% dari laba bersih tahun 2008, US$ 645,36 juta. Dalam keterbukaan informasi yang dipublikasikan pada harian Investor Daily, Selasa (22/4/2025), manajemen Bumi Resources mengungkapkan bahwa perseroan bermaksud melakukan rencana kuasi reorganisasi dengan cara mengeliminasi akumulasi rugi (defisit) dengan mengunakan posisi agio saham yang merupakan selisih lebih antara  setoran modal dengan nilai nominal saham. Adapun rencana kuasi reoganisasi akan diminta persetujuan kepada pemegang saham dalam rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) perseroan pada 2 Juni 2025. Founder Stocknow.id Hendra Wardana menilai, langkah kuasi reorganisasi ini bersifat strategis, bukan hanya sebagai perbaikan kosmetik laporan keuangan, tetapi juga sebaai fondasi untuk membuka peluang  pembagian dividen tunai kepada para pemegang saham. Dengan eliminasi defisit melalui kuasi reorganisasi, saldo laba akan kembali positif dan memungkinkan BUMI secara hukum untuk membagikan dividen. (Yetede)

Pilihan Editor