;

Tarif Perang Paksa Perusahaan Revisi Target

Ekonomi Hairul Rizal 26 Apr 2025 Kontan
Tarif Perang Paksa Perusahaan Revisi Target
Ketidakpastian ekonomi global akibat perang dagang, terutama kebijakan tarif impor dari Presiden AS Donald Trump, telah memicu tekanan besar terhadap kinerja perusahaan-perusahaan besar dunia. Banyak dari mereka mulai menaikkan harga produk, memangkas target keuangan, hingga menarik kembali proyeksi laba karena lonjakan biaya dan terganggunya rantai pasok.

Andre Schulten, CFO Procter & Gamble, mengungkapkan bahwa perusahaannya terpaksa menaikkan harga produk seperti popok Pampers untuk menutup biaya tambahan akibat tarif. Hal serupa juga terjadi di perusahaan besar lainnya seperti PepsiCo, Thermo Fisher Scientific, American Airlines, Tesla, dan Nestlé, yang semuanya mengaku terkena dampak langsung dari kebijakan perdagangan yang tidak konsisten.

Trump sempat menunda beberapa tarif, tetapi tetap memberlakukan bea tinggi terhadap produk dari China dan negara lain, yang menyebabkan ketidakpastian pasar dan penurunan tajam harga saham. Bahkan, perusahaan seperti Hyundai mulai memindahkan produksi untuk menghindari tarif, sementara David Elkins, CFO Bristol Myers, memperingatkan bahwa kebijakan ini dapat menghambat inovasi dan akses obat bagi pasien.

Perang dagang telah mendorong perusahaan untuk merombak strategi, mengencangkan ikat pinggang, dan mempertanyakan prospek jangka pendek mereka di tengah lanskap ekonomi global yang semakin tidak menentu.
Download Aplikasi Labirin :