Menyiasati Dampak Tarif Terhadap Performa Bisnis
Kebijakan tarif Amerika Serikat (AS), terutama jika kembali diberlakukan secara agresif, mulai menjadi perhatian serius bagi sektor perbankan di Indonesia. Meskipun belum berdampak langsung, risiko kredit bermasalah mulai menunjukkan peningkatan, tercermin dari naiknya rasio loan at risk (LaR) perbankan menjadi 9,86% pada Maret 2025. Sementara itu, non-performing loan (NPL) justru sedikit membaik.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sudah mengidentifikasi sektor-sektor yang paling rentan terhadap risiko tarif, terutama industri padat karya yang memiliki ketergantungan tinggi pada ekspor ke AS. Pihak perbankan pun telah melakukan langkah antisipatif, seperti stress test dan penilaian risiko terhadap nasabah, untuk mengurangi potensi dampak dari penurunan permintaan global.
Mahendra Siregar – Ketua Dewan Komisioner OJK
Menyatakan OJK telah mengidentifikasi sektor-sektor industri yang berisiko terdampak tarif AS, seperti tekstil, alas kaki, elektronik, mainan, dan makanan-minuman. Ia optimis pemerintah memiliki strategi untuk menjaga stabilitas industri.
Batara Sianturi – CEO Citi Indonesia
Mengungkapkan bahwa Citi telah melakukan stress test terhadap nasabah yang berisiko akibat kebijakan tarif AS, khususnya eksportir. Ia menekankan pentingnya menunggu kejelasan hasil negosiasi sebelum menentukan langkah lebih lanjut.
Jahja Setiaatmadja – Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BCA)
Menyebut kebijakan tarif AS, terutama dari pemerintahan Trump, berpotensi mempengaruhi sektor ekspor seperti furnitur dan produk perikanan. BCA bersikap waspada dan tidak gegabah dalam menyalurkan pembiayaan ke sektor-sektor ini.
Secara umum, bank-bank besar seperti Citi Indonesia dan BCA bersikap hati-hati dalam pembiayaan ke sektor yang berisiko tinggi. Meskipun tekanan dari sisi eksternal cukup besar, kondisi kredit perbankan saat ini masih terkendali dan langkah mitigasi risiko telah dilakukan.
Tags :
#BisnisPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023