HARI BELANJA ONLINE NASIONAL : AMBISI TINGGI KEREK TRANSAKSI
Modernisasi Alutsista Secara Mandiri Telah Dimulai
JAKARTA,ID-Indonesia berpotensi untuk melakukan modernisasi alat utama sistem persenjataan (Alutsista) secara mandiri melalui kesepakatan alih teknologi dengan negara asal impor alutsista. Apalagi, Indonesia juga memiliki sejumlah BUMN industri pertahanan yang dinilai mempunyai kemampuan untuk melakukan proses alih teknologi dan untuk tahap berikutnya bisa memproduksi sendiri. Nahlan, ditengah kondisi anggaran yang masih jauh dari ideal karena kemampuan APBN yang terbatas, modernisasi alutsista secara mandiri melalui proses alih teknologi sudah dilakukan pada era Kementerian Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto. Sebagai contoh, Kemenhan telah membeli 44 pesawat tempur Dassault Rafale dari Prancis yang disertai dengan kesepakatan alih tekhnologi. (Yetede)
Tantangan Globalisasi di Tahun 2024
IHSG Akan Menguji Level Tertinggi Baru Pekan Ini
Inflow Rp 4 Triliun, Asing Masih Minati Instrusmen Keuangan RI
Kereta Cepat Whoosh Telah Layani 718 Ribu Penumpang
Selangkah Menuju Duet Tokopedia-TikTok
Mewaspadai Utang BUMN yang Menjulang
Jawa Barat Berdenyut Dipicu Proyek & Pembiayaan Infrastruktur
Kemilau Emas Masih Lanjut Tahun Depan
Harga emas makin cemerlang di tahun ini. Bahkan, harga emas sempat memecahkan rekor harga tertingginya sepanjang masa pada 4 Desember 2023, yaitu US$ 2.135,4 per ons troi.Sejumlah analis meyakini, penguatan harga emas mampu berlanjut tahun depan.
Investment Analyst
Stockbit Sekuritas Hendriko Gani bilang, konsensus meramal harga emas akan
bullish
pada 2024 dengan harga rata-rata naik 3,2%
year on year
(yoy) ke level US$ 1.986 per ons troi. Harga emas pun berpotensi meningkat ke atas level US$ 2.000 bila bank sentral Amerika Serikat (AS) melakukan pelonggaran moneter.
Maka, analis Korea Investment and Sekuritas Indonesia Fahressi Fahalmesta mengerek asumsi harga emas 2023 jadi US$ 1.950 (dari sebelumnya US$ 1.600). Pada 2025 direvisi dari US$ 1.500 jadi US$ 1.850 per ons troi. Proyeksi kenaikan harga emas ini turut menguntungkan emiten tambang emas seperti PT Aneka Tambang Tbk (ANTM). Fahressi menaikkan estimasi harga jual rata-rata alias
average selling price
(ASP) emas ANTM untuk tahun ini sampai 2025 sebesar masing-masing 8,2%, 17% dan 22%.
Emiten lain yang diuntungkan menurut Hendriko adalah PT Archi Indonesia Tbk (ARCI). Sebagai salah satu penambang emas, ARCI berpotensi mengalami kenaikan ASP, seiring dengan kenaikan harga emas dunia.
Sedangkan analis NH Korindo Sekuritas Leonardo Lijuwardi bilang investor bisa mencermati saham PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA). Emiten ini cukup menarik untuk dilirik sebagai saham alternatif pilihan yang memiliki hubungan dengan emas.









