HARI BELANJA ONLINE NASIONAL : UNJUK GIGI SEKTOR KONSUMSI
Memasuki pengujung tahun, putaran roda ekonomi di dalam negeri masih cukup terjaga. Selain agenda kampanye politik Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 hingga Februari mendatang, perhelatan puncak Hari Belanja Online Nasional atau Harbolnas jadi momentum ‘menguras’ dompet konsumen. Membuka ajang UMKM Expo(rt) Brilianpreneur yang berlangsung di Jakarta Convention Center, Presiden Joko Widodo menyinggung pentingnya pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) masuk ke pasar global dengan memanfaatkan digitalisasi. Dalam setiap ajang yang melibatkan UMKM, isu digitalisasi dan daya saing dengan produk luar negeri, selalu menjadi perhatian. Meski jutaan pemain UMKM telah memanfaatkan teknologi, daya saingnya dinilai masih kurang. “Kalau kita lihat memang masih belum besar ekspor produk UMKM baru 15,7%, masih di bawah Singapura 41%, Thailand itu 29%, ini yang menjadi pekerjaan besar,” kata Presiden Jokowi, Kamis (7/12). Pentingnya daya saing UMKM disampaikan Kepala Negara hanya beberapa hari jelang puncak Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) yang diperingati setiap 12 Desember. Harbolnas menjadi ajang ‘menguras’ simpanan masyarakat untuk membeli beragam kebutuhan dengan memanfaatkan harga miring dan diskon. Kementerian Perdagangan (Kemendag) secara khusus menjadikan Harbolnas sebagai sarana meningkatkan kecintaan terhadap produk dalam negeri (national branding) dan mendorong produk lokal mampu bersaing dengan produk asing. “Harbolnas adalah salah satu momentum yang tepat untuk mengajak seluruh masyarakat semakin bangga buatan Indonesia. Bentuk paling sederhana untuk mewujudkan kebanggaan adalah membeli dan menggunakan produk-produk buatan dalam negeri,” kata Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag, Isy Karim dalam keterangan resmi Road to Harbolnas awal bulan ini. Berdasarkan data Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA), nilai penjualan pada perhelatan Harbolnas pada 2022 senilai Rp22,7 triliun. Dari total belanja itu, penjualan dari produk lokal menyumbang sekitar Rp10 triliun.
PT Global Digital Niaga Tbk., kelompok bisnis di bawah Djarum Group menyambut Harbolnas dengan menghadirkan Histeria 12.12 yang berlangsung pada 12—16 Desember 2023. Emiten dengan kode saham BELI itu menawarkan berbagai program dengan menggunakan tagline ‘Pasti Puas, Tanpa Tipu Tipu.’ Chief Marketing Officer (CMO) Blibli Edward K. Suwignyo menyatakan platform itu akan menebar beragam kesempatan mulai dari diskon belanja hingga 90%, cashback sampai dengan Rp3 juta, dan gratis ongkos kirim tanpa minimum nilai belanja. Menurut Head of Communications Tokopedia Aditia Grasio Nelwan, konsumen perlu mengetahui sejumlah tips agar terhindar dari penipaun oleh oknum tak bertanggung jawab. Dia mengatakan setidaknya ada lima hal yang perlu diketahui calon pembeli, pertama, melakukan pengecekan terhadap reputasi penjual dan ulasan produk. Kedua, lakukan komunikasi transaksi via platform e-commerce asli. Ketiga, pembeli diharapkan tidak terburu-buru menyelesaikan pesanan. Keempat, pembeli disarankan tidak melakukan transfer langsung ke penjual dan memastikan pembayaran terjadi di dalam aplikasi. Kelima, pengguna juga disarankan menambahkan asuransi untuk perlindungan lebih. Ketua Umum idEA Bima Laga menuturkan nilai transaksi Harbolnas tahun ini diproyeksikan mencapai Rp25 triliun. Target itu lebih tinggi dibandingkan dengan nilai transaksi pada momen Harbolnas pada 2022 yang mencapai Rp22,7 triliun.
PENGIRIMAN BARANG HARBOLNAS : PERIODE SIBUK JASA KURIR
Perhelatan Hari Belanja Online Nasional atau Harbolnas yang digelar setiap tanggal cantik 12 Desember (12.12), memberi efek terhadap bisnis jasa kurir dan logistik. Peningkatan layanan pengiriman naik berlipat-lipat saat pesta belanja online tersebut. Bisnis pengantaran paket dan logistik, menjadi salah satu urat nadi bagi perekonomian. Peran layanan itu makin krusial di tengah perkembangan teknologi dan tren belanja online. Mengutip riset e-Conomy SEA 2023 yang dirilis oleh Bain & Company hasil kerja sama dengan Google dan Temasek, nilai gross merchandise value (GMV) khusus untuk layanan transportasi dan makanan pada 2023 menyentuh US$24 miliar. Nilai itu diperkirakan meningkat hingga 2025 dengan perkiraan mencapai US$31 miliar. Adapun dari sisi pendapatan atau revenue, bisnis layanan transportasi dan makanan itu diproyeksikan senilai US$2 miliar pada tahun ini. Menurut Chief Marketing & Corporate Communication Officer (CMCCO) SiCepat Ekspres Indonesia Wiwin Dewi Herawati, Harbolnas menjadi momen spesial bagi para pemain bisnis e-commerce dan jasa pengiriman. Biasanya kedua sektor tersebut menjalin kolaborasi untuk memberi kemudahan dan keuntungan bagi masyarakat untuk merasakan euforia belanja online. Adapun untuk mengantisipasi lonjakan volume pengiriman paket, pihaknya melakukan penguatan di sisi operasional, seperti dengan melakukan penambahan jumlah fleet dan mengoptimalkan mesin sortir otomatis di wilayah-wilayah yang mencatatkan volume pengiriman paket tertinggi. Selain itu, SiCepat juga melakukan penguatan sumber daya manusia (SDM) dengan mengatur ketersediaan tenaga sesuai dengan potensi trafik paket pada setiap wilayah dan gerainya. Berdasarkan data Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA), Pulau Jawa menjadi wilayah paling dominan aktivitas belanja secara daring. Dari total nilai penjualan saat Harbolnas pada 2022 yang mencapai Rp22,7 triliun, Pulau Jawa menyumbang pertumbuhan hingga 23%. Sementara itu, pelaku jasa pengiriman lainnya Ninja Xpress mewanti-wanti kepada konsumen agar memanfaatkan momen belanja online secara cerdas. Chief Marketing Officer (CMO) Ninja Xpress Andi Djoewarsa memproyeksikan perhelatan itu berimbas positif terhadap peningkatan volume pengiriman barang. Apalagi Ninja Xpress juga telah menambah teknologi guna membantu para pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) atau shipper. Teknologi yang dihadirkan berupa penggunaan mesin dimension weight and scanning (DWS). Senior Consultant Supply Chain Indonesia (SCI) Sugi Purnoto memperkirakan faktor pendorong peningkatan layanan pengiriman saat Harbolnas yakni adanya promosi akhir tahun yang gencar oleh beberapa platform e-commerce. Selain itu, adanya bonus akhir tahun atau bonus hari keagamaan yang diterima oleh sejumlah pekerja atau karyawan. Ketua Asosiasi Pengusaha Logistik E-commerce (APLE Sonny Harsono mengatakan secara historis peningkatan penjualan e-commerce di Harbolnas naik 5—6 kali lipat berdampak positif bagi bisnis pendukung seperti logistik. Menurut Direktur Ekonomi Digital Celios of Economic and Law Studies (Celios) Nailul Huda, pelaku usaha e-commerce dan pemerintah yang juga ikut serta dengan menyiapkan produk-produk dalam negeri berpotensi meraup cuan dari momentum Harbolnas tahun ini.
PLN ELECTRIC RUN 2023, Simbol Kebanggaan Lomba Lari Indonesia
Menyelamatkan Bumi bisa dilakukan dalam banyak cara, bahkan
dengan aktivitas sederhana seperti berlari. Kesadaran itu yang ditanamkan pada
ribuan peserta PLN Electric Run 2023 di Scientia Square Park, Gading Serpong,
Tangerang, Banten, Minggu (10/12). PLN Electric Run jadi simbol kebanggaan
lomba lari Indonesia karena merupakan satu dari sedikit ajang lari yang mengombinasikan
unsur kesehatan jasmani dengan aksi penyelamatan lingkungan. Selain berlari,
peserta juga diajak menyerahkan sampah barang-barang elektronik mi-liknya untuk
didaur ulang. PLN Electric Run menyedot antusiasme 5.000 peserta. Menurut hasil
penghitungan jarak yang ditempuh para peserta dari tiga kategori lomba, yaitu 5
km, 10 km, dan setengah maraton (21,097 km), mereka setidaknya bisa mengurangi
hingga 11.808 kg emisi karbon yang dihasilkan dari kegiatan berkendara.
Melalui cara ini, PT Perusahaan Listrik Negara (Persero)
hendak membangun kesadaran betapa banyaknya emisi karbon yang bisa dikurangi jika
setiap orang melakukan mobilitas dengan bergerak alih-alih menggunakan kendaraan
yang berbahan bakar fosil. Selain menghelat ajang lari ramah lingkungan, sejak
tiga tahun lalu PLN juga menghapus 13 gigawatt pembangkit listrik tenaga uap
(PLTU) dalam fase perencanaan. Langkah itu diambil demi menghindari emisi karbon
sebesar 1,8 miliar ton selama 25 tahun. “PLN sedang berupaya mendinginkan Bumi.
Maka, dalam hal ini setiap peserta yang berlari nanti kita takar seberapa
banyak mereka bisa mengurangi emisi gas rumah kaca. Inilah kontribusi PLN untuk
generasi di masa depan, bukan hanya saat ini,” ujar Dirut PT PLN Darmawan Prasodjo.
Dari konversi 11.808 kg emisi karbon yang dapat dikurangi 5.000 pelari itu
menghasilkan biaya Rp 150 juta yang akan digunakan PLN untuk pemasangan
instalasi listrik baru di wilayah terpencil di Jabar dan Banten yang membutuhkan.
Melihat antusiasme peserta dan dampak
penyelamatan Bumi yang ditimbulkan, Darmawan optimistis untuk melanjutkan PLN
Electric Run pada tahun-tahun mendatang. (Yoga)
HARI ANTIKORUPSI SEDUNIA, Upaya Pemberantasan Korupsi Dinilai Melemah
Pemberantasan korupsi dinilai melemah. Kondisi ini
diperburuk dengan terlibatnya sejumlah pejabat publik dalam kasus korupsi. Yang
terbaru, bekas Wamenkumham Edward Omar Sharif Hiariej yang ditetapkan oleh KPK sebagai
tersangka korupsi. Demikian disampaikan oleh Koordinator Indonesia Corruption
Watch (ICW) Agus Sunaryanto dalam diskusi memperingati Hari Anti-Korupsi dan
Hari Hak Asasi Manusia (HAM) Internasional dengan tema ”Kemunduran Demokrasi dan
Pembajakan Konstitusi” di Jakarta, Minggu (10/12). Menurut Agus, pemberantasan korupsi sudah
mulai meredup pasca revisi UU KPK pada 2019.
”Setelah revisi, jumlah kasus yang ditangani oleh KPK
menurun. Termasuk jumlah tersangka menurun. Problematika yang terjadi di
internal KPK telah berpengaruh pada akselerasi pemberantasan korupsi oleh KPK.
Apalagi, sejumlah pimpinan KPK terlibat dalam pelanggaran kode etik yang semakin
menunjukkan integritas yang menurun,” katanya. Ia juga menyoroti vonis hukuman
untuk koruptor hanya berkisar tiga sampai empat tahun, tidak cukup untuk memutuskan
mata rantai korupsi. ”Bagaimana kalau kita bisa menjelaskan bahwa kejahatan
luar biasa, seperti korupsi, jika kondisi rata-rata (hukuman) Cuma tiga tahun.
Inilah yang menunjukkan situasi pemberantasan korupsi di Indonesia tidak baik,”
ujarnya. Tak hanya hukuman yang berat, perlu ada upaya pemiskinan dan
perampasan aset koruptor. Sayangnya, dalam konteks ini, pemerintah dan DPR tak
kunjung mengesahkan RUU Perampasan Aset. Padahal, UU itu merupakan mandat dari
Konvensi PBB tentang Antikorupsi. (Yoga)
Ancaman Perdagangan Global
Dalam satu tahun terakhir, WTO mencatat lonjakan angka restriksi perdagangan yang
dinilai bisa menghambat perdagangan dan pertumbuhan ekonomi global (Kompas, 9/12).
Proyeksi pertumbuhan perdagangan dunia 0,8 % pada 2023 lebih rendah daripada
prediksi sebelumnya, 1,7 %. WTO bahkan mengingatkan, perlambatan pertumbuhan
perdagangan dunia tahun ini dan tahun depan bisa lebih tajam jika restriksi
perdagangan dan proteksionisme berlanjut. Tren peningkatan proteksionisme sebenarnya
bukan baru terjadi sekarang. Kebijakan restriksi perdagangan dan investasi
lintas batas negara yang sifatnya unilateral, dalam catatan Dana Moneter
Internasional (IMF), melonjak tajam satu dekade terakhir. Lonjakan restriksi
perdagangan ini membalikkan tren liberalisasi yang terjadi selama abad ke-20. Tahun
lalu, jumlah restriksi baru dalam perdagangan barang, jasa, dan investasi
melonjak 14 % dibandingkan dengan 2021, mencapai 2.600 kasus atau enam kali
lipat tahun 2013. Lonjakan tajam terutama terjadi selama pandemi Covid-19 dalam
bentuk restriksi ekspor barang medis, seperti vaksin.
Peningkatan tajam restriksi ekspor/impor juga terjadi selama
perang Rusia-Ukraina dan perang dagang AS-China. Ada kekhawatiran, fragmentasi
geoekonomi yang terjadi sekarang akan menuntun pada terbelahnya dunia menjadi
dua blok perdagangan yang eksklusif. Kubu pertama merupakan kelompok negara
yang beraliansi dengan AS dan Uni Eropa. Kubu kedua terdiri atas negara-negara
yang beraliansi dengan China dan Rusia. Ketegangan geopolitik, terutama sebagai
efek perang dagang AS-China dan perang Rusia-Ukraina, juga memunculkan fenomena
friendshoring, near-shoring, reshoring, yakni banyak negara cenderung hanya mau
berdagang dengan negara yang dekat, dianggap sebagai teman, atau memiliki kesamaan
aliansi politik. Fragmentasi global ini, dalam perhitungan IMF, berpotensi mengakibatkan
hilangnya secara permanen 2,3 % PDB global. Indonesia dan negara berkembang
lain dirugikan akibat hilangnya akses ke pasar penting, baik ekspor maupun
impor. (Yoga)
KKP Akan Bangun 12 Proyek Tambak Udang
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) akan menambah
pembangunan tambak udang modern berbasis kawasan di sejumlah wilayah Indonesia.
Pada 2024, sejumlah 12 kawasan tambak udang modern akan dibangun dengan tujuan
meningkatkan produksi udang nasional. Jubir Menteri KP, Wahyu Muryadi, saat
dihubungi, Minggu (10/12) mengatakan, anggaran proyek pembangunan tambak
budidaya udang modern terpadu di Waingapu, Sumba Timur, NTT, mencapai 500 juta USD
atau Rp 7,8 triliun. Adapun proyek pembangunan tambak udang modern di 11 lokasi
lain merupakan bagian dari lima komponen program Bank PembangunanAsia (ADB)
untuk meningkatkan produktivitas udang nasional melalui proyek pengembangan
infrastruktur budidaya udang (IISAP). Anggarannya mencapai Rp 1,3 triliun. Menteri
KP Sakti Wahyu Trenggono dalam Rakornas Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi
di Labuan Bajo, NTT, Kamis (7/12), mengatakan, pihaknya menggencarkan pembangunan
tambak-tambak udang modern dan ramah lingkungan guna meningkatkan produksi
nasional.
Pada 2024, KKP menargetkan produksi udang nasional sebanyak
2 juta ton. Sejalan dengan itu, tambak udang modern terbesar menurut rencana
dibangun di Waingapu di lahan seluas 1.800 hektar. Proyek yang katanya akan terintegrasi
mulai dari hulu hingga hilir ini akan ditopang pembangunan faktor pendukung.
Misalnya, infrastruktur pelabuhan, perumahan, air bersih, dan sistem
penerangan. Selain di Waingapu, pembangunan tambak udang modern juga akan
dilakukan di 11 lokasi lain, yakni Aceh, Lampung, Jembrana, dan Sulsel. Proses
konstruksi direncanakan berjalan mulai triwulan I-2024. Dari data KKP, total pagu
alokasi anggaran Ditjen Perikanan Budidaya KKP pada 2024 untuk seluruh program pengelolaan
kelautan dan perikanan tercatat Rp 826,6 miliar. ”Untuk itu, saya minta
dukungan dari kementerian/lembaga lainnya karena akan ada pertumbuhan ekonomi
baru di situ. Ribuan tenaga kerja akan hadir di situ, tentu juga akan butuh
perumahan, pelabuhan, air bersih, listrik, dan sebagainya,” ujar Trenggono
dalam keterangan pers. (Yoga)
HARBOLNAS, Produk Dalam Negeri Diharapkan Dominan
Hari Belanja Online Nasional atau Harbolnas 12.12 ditargetkan meraup Rp 25 triliun selama tiga hari penyelenggaraan, 10-12 Desember 2023. Sebanyak 70 % dari nilai transaksi tersebut ditargetkan merupakan produk lokal. ”Kami targetkan 70 % dari transaksi Harbolnas itu produk lokal,” ujar Ketua Umum Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) Bima Laga pada konferensi pers di Summarecon Mall Serpong, Tangerang, Banten, Sabtu (9/12). Pada dua hari pertama, menurut Bima, sejumlah bentuk promosi ditawarkan, di antaranya potongan harga untuk produk-produk UMKM. Metode pembayaran yang paling banyak digunakan berupa dompet elektronik. Cara pembayaran lain adalah melalui akun virtual dan transfer bank serta transaksi dengan pembayaran tunai langsung di tempat.
Produk yang banyak digandrungi konsumen masih berkisar fashion dan perawatan diri, hanya saja alas kaki kini turut menyumbang proporsi besar dalam produk-produk yang terjual di lokapasar. Chief Marketing Officer Lazada Indonesia Intan Ayu Kartika mengatakan, produk-produk impor masih lebih diminati konsumen, terbukti dari persentase nilai penjualan produk lokal dibandingkan dengan total penjualan. Data yang diolah tim Litbang Kompas menunjukkan, proporsi nilai produk dalam negeri berkisar 45,1 % hingga 48,3 % pada 2018-2021. Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Isy Karim mengatakan, ”Diprioritaskan (pengawasan) produk-produk (impor) komestik, fashion, tekstil dan produk tekstil, serta aksesori yang membanjiri Indonesia. Utamanya barang-barang yang sifatnya konsumtif sedang dialihkan dari post border menjadi border,” tutur Isy. (Yoga)
Perusahaan Asuransi Evaluasi Produk ”Unitlink”
Ironi Seumur Hidup ”Menumpang”
Orang Rimba selayaknya hidup di dalam rimba hutan. Namun,
kini ruang hidup yang terus beririsan dengan korporasi memaksa mereka
”menumpang” di dalam kebun sawit warga atau perusahaan. Terpal dan kulit kayu menjadi
atap dan alas tidur keluarga Ngada (30) di bawah pepohonan sawit, Jumat (24/11).
Ngada adalah salah satu anggota komunitas Orang Rimba di Jambi. Dengan ruang
hidup yang menyempit, ia terpaksa menumpang tinggal di dalam kebun sawit warga atau
perusahaan. Saat hujan menerjang, seperti Jumat itu, Ngada harus melindungi
kedua anaknya, meringkuk bersama di atas susunan batang kayu. Kehidupan yang
sama juga dijalaninya sejak lahir. Sedari kecil hingga dewasa, ia tinggal di
dalam sudung, tempat tinggal darurat dari atap terpal. Lantainya dijalin dari
kulit-kulit kayu. Sudung tak memiliki dinding. Di masa lalu, sudung hanya
dibangun saat komunitas menjalankan tradisi melangun, yakni meninggalkan tempat
lama karena kedukaan. Ngada masih ingat cerita sang ayah, Temenggung Minan,
yang merupakan pimpinan rombong di wilayah Pamenang, Merangin, Jambi. Para
orangtua masih sempat merasakan nyamannya kehidupan dalam rimba. Membangun
pondok kayu di bawah pohon-pohon rindang. Ada satu masa ayahnya membawa seluruh
anggota rombong pindah ke wilayah itu. Mereka lalu membangun sudung di kebun
sawit yang dikelola warga dusun.
Ngada menjadi generasi baru yang tak pernah mencicipi hidup dalam
rimba. Sang
ayah, Minan, mengenang pembangunan besar-besaran di wilayah itu pada 1990-an.
Dalam sekejap, wilayah itu berubah menjadi jalur lintas yang penuh permukiman,
jalan lintas, hamparan kebun, dan pabrik. ”Kami dianggap seperti tidak ada.
Tempat tinggal kami tiba-tiba jadi kebun orang,” ujarnya. Di tengah perubahan, Orang
Rimba yang hidupnya berkelana menjadi serba sulit. Tradisi mengumpul, berburu, dan
meramu juga tak mudah dijalankan. Kerap mereka mengumpulkan buah-buahan di satu
tempat, lalu diusir warga. Tak jarang pula diusir petugas kebun perusahaan.
”Dibilangnya kami mencuri,” ucapnya. Padahal, lanjut Minan, di situlah dulunya
buah-buahan diwariskan dari zaman nenek moyang mereka. Data Komunitas
Konservasi Indonesia (KKI) Warsi menyebut, ruang hidup Orang Rimba seluruhnya
130.000 hektar, hanya sebagian wilayah berhasil dikukuhkan sebagai ruang hidup
Orang Rimba, yakni Taman Nasional Bukit Duabelas seluas 60.000 hektar tahun
2000. Wilayah Orang Rimba di luar taman nasional dibangun pesat dalam 30 tahun
terakhir. Di luar taman nasional, Orang Rimba kehilangan sumber pangan, sumber obat-obatan,
air bersih, hingga tempat-tempat ritual. Mereka pun mencoba bertahan hidup
darurat di tengah perkebunan hingga di tepi-tepi jalan trans. Jumlah warga
mencapai 1.000 jiwa dalam kondisi ”menumpang” dan kerap terusir, termasuk kelompok
Minan. Kehilangan sumber pangan membuat kerap Orang Rimba ditemui menjadi
pengemis di jalanan. (Yoga)









