TikTok Investasi di Tokopedia Rp 23 Triliun, Saham GOTO Anjlok 20%
JAKARTA,ID-TikTok Plt Ltd mengumumkan akan menginvestasikan dana sebesar US$ 1,5 miliar (Rp 23,42 triliun) di PT Tokopedia, dan bakal jadi investor pengendali dengan kepemilikan 75,01 saham Tokopedia. Sementara 24,99% saham Tokopedia sisanya akan dimiliki PT Go To Gojek Tokopedia Tbk (GOTO). Pada hari yang sama, saham GOTO justru anjlok 20,37% ke posisi Rp86 dipenutupan perdagangan, Senin (11/12/2023). "Tokopedia dan TikTok Shop Indonesia akan dikombinasikan. TikTok akan menjalankan operasional bisnis e-commercenya melalui entitas PT Tokopedia, dimana TikTok akan mengambil 75,01% pengendalian atas PT Tokopedia. Tokopedia juga akan mengambil alih TikTok Shop Indonesia, dan TikTok berkomitmen menginvestasikan lebih dari US$ 1,5 miliat di PT Tokopedia,"kata managemen Tokopedia dalam keterangan resminya. Selanjutnya, PT Tokopedia akan menerima promissory note dari TikTok sebesar US$ 1 miliar atau setara Rp15,7 triliun. dana itu akan dipakai untuk kebutuhan modal kerja di masa mendatang. (Yetede)
Hilirisasi Kunci Capai Target Investasi 2024
Tiktok Shop Mengudara Lagi Melalui Tokopedia
Kenaikan Harga Bisa Mengganjal Penjualan Ritel
Pemerintah Kebut Penyerapan Belanja 2023
Berharap Tiktok Menjadi Penyelamat
Jalur Cepat Memperkuat Pasar Jawa
KONGSI JUMBO TIKTOK-GOTO
Bertepatan dengan momentum hari belanja online nasional (Harbolnas) 12.12, industri lokapasar di Indonesia memasuki babak baru setelah dua perusahaan teknologi berskala raksasa memutuskan untuk menjalin kongsi. Persaingan platform e-commerce berpotensi memanas sejalan dengan kolaborasi Tiktok dan Tokopedia untuk kembali menghidupkan layanan belanja daring TikTok Shop Indonesia yang sempat mati suri.Dalam kemitraan strategis dengan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO), TikTok akan menginvestasikan lebih dari US$1,5 miliar ke dalam Tokopedia. Corporate Secretary GOTO RA Koesoemohadiani menjabarkan rencana investasi dan rencana pembelian aset yang disepakati GOTO dan TikTok pada 10 Desember 2023. Rencana investasi TikTok di Tokopedia bakal dieksekusi lewat dua transaksi. Pertama, TikTok akan berinvestasi US$840 juta atau setara dengan Rp13,18 triliun ke dalam Tokopedia. Penanaman modal itu digunakan untuk mengambil saham baru yang diterbitkan oleh Tokopedia. Kedua, Tokopedia juga akan menerima promissory notedari TikTok senilai US$1 miliar atau setara dengan Rp15,7 triliun. Surat kesanggupan bayar itu bakal dipakai Tokopedia untuk kebutuhan modal kerja di masa mendatang.
Rencana investasi yang menjadi jalan bagi TikTok untuk menjadi pengendali Tokopedia itu diharapkan selesai pada kuartal I/2024. Uniknya, TikTok dan GOTO sepakat bahwa kepemilikan GOTO di Tokopedia tidak akan terdilusi di bawah 24,99% kendati TikTok kembali mengucurkan pendanaan pada masa mendatang.Sementara itu, rencana pembelian aset bakal dilakukan Tokopedia terhadap TikTok. Tokopedia, papar Koesoemohadiani, akan membeli kontrak bisnis dan hak eksklusif untuk memiliki dan mengoperasikan TikTok Shop di Indonesia dengan nilai US$340 juta atau setara dengan Rp5,33 triliun. Setelah transaksi rampung, Manajemen GOTO menuturkan bisnis Tokopedia dan TikTok Shop Indonesia akan dikombinasikan di bawah PT Tokopedia.
Bagi GOTO, kombinasi bisnis Tokopedia dengan TikTok Shop Indonesia ini diproyeksi membawa sederet keuntungan, terutama karena GOTO akan tetap menjadi mitra ekosistem bagi Tokopedia.
Lebih lanjut, dengan investasi dan komitmen pendanaan dari TikTok, GOTO tidak perlu melakukan pendanaan untuk Tokopedia. Selain itu, GOTO berpotensi menjangkau pasar yang lebih luas dengan layanan keuangan digital melalui GoTo Financial dan on-demand services dari Gojek.Stephanie Susilo, Executive Director of TikTok E-Commerce Indonesia, menjelaskan kombinasi dengan Tokopedia mengawali babak baru komitmen jangka panjang perusahaan untuk berkontribusi kepada pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Dihubungi Bisnis, Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Isy Karim menegaskan sampai saat ini TikTok masih mengantongi izin sebagai social commerce sehingga aktivitas TikTok hanya terbatas untuk mempromosikan barang tanpa fi tur transaksi di dalam platform.
Menteri Koperasi dan Usaha (Menkop UKM) Teten Masduki angkat bicara terkait dengan kolaborasi TikTok dan GoTo, terutama terkait dengan kepatuhan memenuhi regulasi pemisahan e-commerce dari media sosial dan aturan impor barang.
Dari kacamata pengamat, Ketua Umum Indonesia E-Commerce Association (idEA) Bima Laga mengatakan kemitraan Tiktok dan Tokopedia diharapkan membawa manfaat bagi semua pihak, para penjual, para konsumen, negara, dan industri perdagangan melalui sistem elektronik (PMSE) sehingga gairah ekonomi lokal terus tumbuh dan maju. Analis Phillip Sekuritas Edo Ardiansyah mengatakan kerja sama TikTok dan Tokopedia akan menjadi langkah besar bagi pasar e-commerce dalam negeri. Menurutnya, GOTO berpotensi mengantongi tambahan pendapatan dari segmen bisnis lokapasar.
Sementara itu, analis MNC Sekuritas Alif Ihsanario menilai masuknya TikTok ke Tokopedia membuka akses likuiditas yang sangat melimpah sehingga risiko keterbatasan arus kas dalam menghadapi ketatnya persaingan bukan lagi masalah besar bagi Tokopedia.
Mengawal Kongsi GOTO dan TikTok
PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. mengumumkan aliansi strategis dengan pemilik TikTok, ByteDance Senin (11/12). Namun, lantai bursa merespons negatif atas aksi korporasi tersebut, saham emiten berkode GOTO ditutup merosot tajam. Beberapa kesepakatan dalam aliansi tersebut cukup menarik. Dalam kontrak yang diteken 10 Desember 2023 itu, salah satu klausulnya menyebutkan bahwa Tokopedia akan melakukan pembelian aset berupa kontrak bisnis dan hak eksklusif untuk memiliki dan mengoperasikan TikTok Shop di Indonesia dari TikTok. Kontrak bisnis dan hak eksklusif ini memiliki nilai transaksi sebesar US$340 juta atau setara Rp5,33 triliun. Target pembelian aset tersebut dituntaskan pada kuartal I/2024. Akan tetapi, bergantung pada pemenuhan persyaratan pendahuluan yang diatur dalam perjanjian. GOTO dan TikTok juga melakukan perjanjian pengambilalihan saham. TikTok akan mengucurkan dana segar sebesar US$840 juta atau setara Rp13,18 triliun. Dana tersebut digunakan untuk membeli saham baru yang akan dikeluarkan Tokopedia. Apabila aksi korporasi itu tuntas, TikTok akan menjadi pengendali baru Tokopedia, yakni 75,01%. Adapun, kepemilikan GOTO di Tokopedia merosot menjadi 24,99% dari posisi saat ini 99,99%. Kemarin, saham GOTO ditutup ambrol 20,37% atau sebanyak 22 poin setelah aliansi strategis tersebut. Saham GOTO diperdagangkan pada rentang Rp82—Rp110 pada perdagangan Senin (11/12). Padahal, pada pembukaan perdagangan, saham GOTO sempat menguat ke level Rp109 per saham. Namun, penguatan itu tak berjalan lama sebelum akhirnya saham GOTO terkena aksi jual investor. Berbagai manuver informasi disampaikan untuk menetralisir aksi jual pasar. Akan tetapi, langkah tersebut tidak mempan. Faktanya, GOTO telah melepas kendali kepemilikan di Tokopedia. Manajemen pun ‘pasrah’ bahwa kelak laporan keuangan pun tidak terkonsolidasi. Kontribusi GTV Tokopedia berada di nomor dua setelah layanan GoTo Finansial. Layanan yang dikenal dengan nama Gopay itu berkontribusi sebesar Rp276,51 triliun per September 2023, menyusut 5,6% secara YoY. Terkecil adalah segmen bisnis on demand services (ODS), yaitu Gojek, yang mencatatkan GTV Rp40,38 triliun, per September 2023 tercatat menyusut 8,47%.
EKOSISTEM KENDARAAN LISTRIK : TITIK CERAH BATERAI EV
Pemerintah selangkah lebih dekat untuk mengamankan investasi dari Contemporary Amperex Technology Co. atau CATL untuk mengembangkan industri baterai kendaraan listrik terintegrasi.
Direktur Utama Indonesia Battery Corporation Toto Nugroho mengatakan bahwa investasi yang diamankan dari salah satu produsen baterai terbesar dari China itu bakal berlaku dari sisi hulu di tambang hingga sisi paling hilir berupa ekosistem daur ulang baterai kendaraan berbasis setrum dengan nilai US$6 miliar.“Insyaallah akhir Desember investasi dari CATL dari hulu hingga hilir akan masuk. Nanti akan ada tanggal yang akan diumumkan,” katanya, Senin (11/12).CATL, lewat PT Ningbo Contemporary Brunp Lygend Co, Ltd. atau CBL bakal tergabung bersama dengan Indonesia Battery Corporation ke dalam Proyek Dragon. Nantinya, alokasi investasi itu bakal diserap secara bertahap dalam kurun waktu 3—4 tahun sesuai dengan lini masa pengerjaan industri baterai kendaraan listrik tersebut.CBL juga diketahui telah menyelesaikan studi kelayakan bersama dengan IBC berkaitan dengan penghiliran nikel lanjutan di sisi pemurnian, prekursor, katoda, sel baterai, hingga tahap daur ulang.
Negosiasi itu dilakukan di tengah target rampungnya pabrik baterai kendaraan listrik PT Hyundai LG Industry (HLI) Green Power di Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat, Februari tahun depan.“Yang bisa saya sampaikan dari LG, mereka akan bergerak dari sel baterai ke katoda. Untuk katoda,kami sedang negosiasi dengan mereka supaya bisa melakukan investasi di Batang,” ujarnya.Adapun, perkiraan investasi untuk proyek pabrik katoda itu mencapai di rentang US$600 juta—US$800 juta. Rencananya, investasi untuk pabrik katoda dari LG itu bakal dieksekusi Januari 2024 untuk mulai konstruksi awal.
Adapun, Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Bahlil Lahadalia mengatakan bahwa CATL bakal mulai melakukan groundbreaking di Indonesia pada 2024.“Mereka [CATL] sudah mau melakukan groundbreaking pada Januari 2024,” katanya.
Dalam perkembangan lain, produksi baterai dalam negeri menghadapi tantangan untuk dapat menembus pasar Amerika Serikat (AS).Negeri Paman Sam yang menjadi pasar global potensial untuk produk baterai Indonesia mengumumkan rencana untuk mengecualikan perusahaan asal China dalam penerimaan potongan pajak untuk investasi rantai pasok kendaraan listrik.
Kemudian, Undang-Undang Pengurangan Inflasi atau Inflation Reduction Act (IRA) mencakup subsidi hingga US$7.500 untuk setiap kendaraan dengan energi terbarukan atau new energy vehicle.Kedua beleid tersebut secara eksplisit telah mengecualikan Foreign Entity Of Concern (FEOC). Departemen Energi dan Departemen Keuangan AS mengonfi rmasi bahwa istilah tersebut akan berlaku untuk China, Rusia, Korea Utara, dan Iran.









