Demi PLTB, Barito Renewables Akuisisi Lima Perusahaan
Yuniati Turjandini
16 Dec 2023 Investor Daily (H)
JAKARTA,INVESTOR.ID- PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) melalui anak usahanya, PT Barito Wind Energy (Barito Wind) resmi mengakuisisi total lima perusahaan. Empat perusahaan merupakan pengelola Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) dan satu lagi merupakan perusahaan maintance. Kelima perusahaan tersebut yaitu PT UPC Sidrap Bayu Energi Tahap II (Sidrap 2), PT UPC Sukabumi Bayu Energi, PT UPC Lombok Timur Bayu Energi, PT UPC Sidrap bayu Energi (Sidrap 1), dan PT UPC Operation and Maintance (OMI). BREN mengakuisisi total lima perusahaan tersebut dengan struktur kepemilikian saham yang bervariasi. Di PLTB Sidrap 2 di Sulawesi Selatan, PT UPC Lombok Timur Bayu Energi di Sukabumi, dan PT UPC Lombok Timur Bayu Energi di Lombok, BREN menguasai masing-masing sebanyak 51% dengan total potensi kapasitas 320 MW. Sedangkan 49% sisanya dipegang ACEN HK. (Yetede)
Realisasi Penerimaan Pajak Lampaui Target
Yuniati Turjandini
16 Dec 2023 Investor Daily (H)
JAKARTA,ID-Kinerja penerimaan pajak mampu tumbuh positif ditengah penurunan harga komoditas dan perlambatan ekonomi global. Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat realisasi penerimaaan pajak mencapai Rp 1.739,84 triliun harga 12 Desember 2023, melampaui target penerimaan pajak dalam APBN 2023 yang sebesar Rp 1.718,03 triliun. Jika dibandingkan dengan periode tahun yang sama tahun sebelumnya, penerimaan pajak tersebut tumbuh 7,3%. "Pertumbuhan pajak ini cukup baik 7,3%, karena tumbuh dengan basis ditahun 2022 yang sebesar 43,1%. Jadi penerimaan pajak sudah nanjak tinggi di tahun 2022 dan masih tumbuh (7,3%) ditahun 2023," kata Menteri keuangan Sri Mulyani Indrawati. Penerimaan pajak hingga 12 Desember 2023 tumbuh positif terutama didukung oleh kinerja ekonomi yang baik. Kelompok pajak tumbuh positif kecuali Pajak Penghasilan (PPh) minyak dan gas yang mengalami kontraksi akibat moderasi harga minyak bumi gas alam. (Yetede)
Energi Mega Persada Siapkan Capex Rp 2,32 T Tahun Depan
Yuniati Turjandini
16 Dec 2023 Investor Daily
JAKARTA, INVESTOR.ID-Emiten migas Grup Bakrie, PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) atau EMP berencana mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) pada 2024 sebesar US$ 150 juta atau setara Rp2,32 triliun. Wakil Direktur Utama EMP Aduardus Ardianto menjelaskan, capex tersebut akan perseroan fokuskan untuk menunjang kegiatan pengeboran (driling) terutama guna menambahkan cadangan minyak dan gas EMP secara menyeluruh. "Selain itu, capex juga akan kami gunakan untuk pengembangan driling untuk meningkatkan produksi EMP secara keseluruhan," ucap Eduardus dalam paparan publik secara virtual, Jumat (15/12/2023). Pasalnya, tahun depan perseroan menargetkan produksi naik di kisaran 10-15% dari realisasi produksi tahun ini. Artinya, jika total produksi minyak perseroan tahun ini berada di level 33.400 barel ekuivalen per hari. Untuk itu, ke depan EMP masih memiliki rencana untuk pengembangan dari blok-blok eksisting.(Yetede)
Penggalangan Dana Dalam Negeri Dukung Pertumbuhan EKonomi
Yuniati Turjandini
16 Dec 2023 Investor Daily
JAKARTA,ID-Penggalangan dana di dalam negeri melalui investasi diperlukan untuk mencapai pertumbuhan ekonomi lebih tinggi dan cepat. "Kalau ingin tumbuh lebih besar dan lebih cepat lagi, maka penggalangan dana, dana masyarakat terutama didalam negeri lewat investasi, itu harus ditingkatkan," kata Business Development Advisor Bursa Efek Indonesia (BEI) Poltak Hetradero. Keterbatasan dana yang beredar didalam negeri membuat Indonesia harus impor kapital dari negeri lain, yang berarti akan ada ketergantungan terhadap arus modal dari luar negeri. Apalagi, jelas dia, ketergantungan terhadap penerimaan melalui ekspor kebanyakan berasal dari bahan mentah, yang sangat terkait dengan volatilitas ekonomi dunia, terutama terkait geopolitik. "Kalau misalnya dana pensiun kita bisa diperkuat, atau asuransi kita mungkin lebih ditingkatkan, jadi wajib ada kewajiban untuk asuransi dan lain-lainnya, maka penggalangan dana masyarakat didalam negeri lewat sektor keuangan akan meningkat. Sehingga, pada gilirannya akan bisa membantu pembiayaan pembangunan kita," ungkap Poltak. (Yetede)
Oktober, Utang Luar Negeri RI US$ 392,2 Miliar
Yuniati Turjandini
16 Dec 2023 Investor Daily
JAKARTA,ID-Bank Indonesia (BI) menyatakan utang luar negeri (ULN) Indonesia pada Oktober 2023 sebesar US$ 392,2 miliar. Nilai ini turun dibandingkan dengan posisi ULN sektor publik. Dengan perkembangan tersebut, maka ULN Indonesia secara tahunan tumbuh 0,6% secara year on year (yoy). Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono mengatakan, ULN pemerintah menurun dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Posisi ULN pemerintah menurun dibanding dengan bulan sebelumnya sebesar US$ 185,1 miliar. Secara tahunan, ULN pemerintah tumbuh sebesar 3,0% (yoy), melambat dibandingkan dengan bulan lalu sebesar 3,3% (yoy). Penurunan posisi ULN pemerintah terutama dipengaruhi oleh perpindahan penempatan dana investor nonresiden pada pasar Surat Berharga Negara (SBN) domestik ke instrumen lain seiring dengan volatilitas di pasar keuangan global yang meningkat. (Yetede)
Waspadai Pergerakan Transportasi Jelang Akhir Tahun
Yuniati Turjandini
16 Dec 2023 Investor Daily
JAKARTA,ID-Badan Kebijakan Transformasi Kementerian Perhubungan memperkirakan pergerakan masyarakat pada masa Natal 2023 dan Tahun Baru 2024 cukup padat dengan berbagai mode transportasi, dan masih didominasi kendaraan pribadi. Menurut pengamat transformasi Djoko Setijowarno di Jakarta, Jumat (15/12/2023), pergerakan jutaan kendaraan sangat menantang dalam rekayasa lintas agar lancar serta terutama memberi keselamatan dan keamanan masyarakat. "Dengan berkendaraan pribadi, masyarakat bertanggung jawab dengan keselamatan dan keamanan sendiri dari aspek keandalan moda dan kompetensi," katanya. Ada dua potensi yang tidak terpisahkan, kecelakaan karena wisata dan melewati pelintasan. Kendaraan tak layak, tetapi masih dipakai; tidak terampil, tetapi mengemudi; dan kurang waspada atau tidak patuh aturan akan meningkatkan risiko kecelakaan. (Yetede)
OJK Akan Benahi Tarif Premi Asuransi
Yuniati Turjandini
16 Dec 2023 Investor Daily
JAKARTA,ID-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan, sudah saatnya Indonesia juga mempunyai lembaga penetapan tarif premi yang independen. Dengan begitu, dapat mendorong pengembangan sektor industri asuransi ke arah yang lebih baik. Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjamin, dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono mengatakan, salah satu isu yang paling krusial dalam industri asuransi adalah persaingan pasar yang tidak sehat, yang mendorong perusahaan asuransi menetapkan premi yang kurang memadai bagi pembayaran manfaat asuransi. Berdasarakan kondisi tersebut, OJK memilih 'berguru' ke Korea. Korea dipilih karena dianggap sebagai negara yang berhasil membentuk lembaga independen yang berperan dalam mendorong pengembangan sektor industri asuransi, khusunya dalam hal pengelolaan database dan penetapan tarif premi asuransi. (Yetede)
5 Tren TI Dunia Tahun 2024
Yuniati Turjandini
16 Dec 2023 Investor Daily
JAKARTA,ID-2023 merupakan tahun transformasi dengan teknologi informasi (TI/digital) dan inovasi baru yang merevolusi cara kerja perusahaan di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia. Pada 2024, perusahaanpun diperkirakan masih terus menerapkan pembangunan teknologi lebih lanjut guna merancang lingkungan digital yang lebih baik untuk semua orang. Ada lima tren teknologi informasi yang akan terjadi pada dunia usaha tahun depan. ManageEngine, perusahaan penyedia layanan dan konsultan solusi digital, menyebut ada lima tren diperkirakan mewarnai perkembangan TI yang manfaatkan perusahaan pada 2024, yakni adopsi kecerdasan buatan (artificial intelegence/AI), pemanfaatan model bahasa besar (large language model/LLM), kekuatan orkestrasi, fokus pada keamanan digital, serta landskap teknologi untuk menghadapi tantangan. (Yetede)
Belum Pantas TikTok Shop Kembali
Yuniati Turjandini
16 Dec 2023 Tempo
ARTINI Ratri semringah ketika membuka notifikasi pada akun toko hijab miliknya di platform TikTok Shop pada 11 Desember lalu. Notifikasi itu berisi informasi kembalinya layanan TikTok Shop bertepatan dengan tanggal kembar 12.12 atau Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas). “Para seller diminta bersiap kembali live menjual dagangannya,” ujarnya kepada Tempo, kemarin. Sejak Oktober lalu, Artini termasuk yang merasakan penurunan omzet penjualan akibat penutupan sementara social commerce tersebut. Dengan adanya pemberitahuan itu, ia senang karena bisa kembali berjualan secara siaran langsung. Maklum, selama ini TikTok Shop menjadi tempat berjualan andalannya.
Keesokan harinya, ia langsung bersiap berjualan kembali. Perempuan 33 tahun ini menyadari ada satu perbedaan mencolok yang terpampang di layar dasbor seller TikTok yang biasa dia gunakan: logo platform e-commerce Tokopedia di pojok kanan atas. Tapi, selebihnya, hampir tak ada yang berubah. Proses dan tahapan jual-beli benar-benar mirip dengan saat sebelum TikTok Shop ditutup. “Semuanya berjalan normal seperti dulu untuk memantau penjualan, pembayaran, dan pengiriman tetap dapat dilakukan di aplikasi TikTok.”
Tak hanya dari sisi penjual atau seller, pengalaman serupa dirasakan Devina Widya, 22 tahun, yang gemar berbelanja di platform ini. Mahasiswi sebuah universitas swasta di Jakarta itu mengatakan tak ada perubahan berarti saat TikTok Shop kembali beroperasi. Ia tetap dengan mudah mengetuk ikon keranjang kuning pada layar ponselnya untuk memesan barang. “Saya kira setelah mengklik keranjang untuk checkout akan pindah ke aplikasi atau laman Tokopedia, ternyata tidak," ujarnya. Proses transaksi pun tetap dilakukan di platform yang sama. (Yetede)
Dominasi Investor Cina di Lokapasar Dalam Negeri
Yuniati Turjandini
16 Dec 2023 Tempo
JAKARTA — Kongsi antara PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk dan TikTok Pte Ltd (Singapura) bakal kian menegaskan dominasi investor Cina di industri e-commerce Indonesia. TikTok, anak perusahaan ByteDance Ltd yang bermarkas di Beijing, akan berdiri di jajaran raksasa teknologi dan investasi asal Cina yang menguasai layanan lokapasar dalam negeri, seperti Tencent Holding Ltd yang memiliki sebagian saham Shopee serta Alibaba Group Holding Limited di Lazada.
Sebagaimana diketahui, GoTo dan TikTok menyepakati perjanjian pengambilan saham PT Tokopedia pada 10 Desember lalu. GoTo akan melepas 75,01 persen saham Tokopedia kepada TikTok senilai US$ 840 juta atau setara dengan Rp 13,18 triliun. Selain itu, Tokopedia akan menerima promissory note senilai US$ 1 miliar atau setara dengan Rp 15,7 triliun untuk modal kerja di masa mendatang. Rencana tersebut diikuti pengalihan kepemilikan dan hak operasi TikTok Shop di Indonesia kepada Tokopedia. Nilai kontraknya mencapai US$ 340 juta atau sekitar Rp 5,33 triliun.
Masuknya TikTok ke Tokopedia membuat investasi perusahaan Cina di anak usaha GoTo tersebut membesar. Sebelum dilebur dengan GoJek menjadi GoTo, Tokopedia sudah mendapat suntikan dana dari beberapa perusahaan asal Negeri Tirai Bambu, seperti Alibaba Group, JD.com, dan Tencent. Merger dengan Gojek membuat hampir seluruh saham Tokopedia dimiliki GoTo. Setelah GoTo tercatat di Bursa Efek Indonesia, kepemilikan Alibaba di grup ini tercatat 8,72 persen melalui Taobao China Holding Limited. (Yetede)









