KONSUMSI RUMAH TANGGA Dalam Empat Tahun Terakhir, Biaya Hidup Naik Rp 1 Juta-Rp 1,5 Juta
Konsumsi rata-rata atau biaya hidup rumah tangga per bulan
di Indonesia naik Rp 1 juta hingga Rp 1,5 juta. Hal itu tecermin dari 10 kota
dengan biaya hidup tertinggi. Dalam periode perbandingan survei biaya hidup
(SBH) 2018 dengan SBH 2022, konsumsi rumah tangga Indonesia juga mulai bergeser
dan semakin beragam. Fenomena itu terindikasi dari perubahan sebagian barang/jasa
yang dikonsumsi masyarakat. Hal itu mengemuka dalam acara Sosialisasi Hasil SBH
2022 yang digelar BPS secara hibrida di Jakarta, Selasa (12/12). Survei
dilakukan pada 240.000 rumah tangga dan 847 komoditas di 150 kabupaten/kota.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini mengatakan,
berdasarkan hasil SBH 2022,terdapat 10 kota
dengan biaya hidup rumah tangga per bulan tertinggi di Indonesia, yaitu DKI
Jakarta, Bekasi, Surabaya, Depok, Makassar, Tangerang, Bogor, Kendari, Batam,
dan Balikpapan. ”Kota dengan biaya hidup rumah tangga paling tinggi adalah DKI
Jakarta. Biaya hidup di ibu kota Indonesia itu naik Rp 1,43 juta per bulan
menjadi Rp 14,88 juta per bulan pada SBH 2022 dari Rp 13,45 juta per bulan pada
SBH 2018,” katanya.
Berdasarkan SBH 2022, empat komoditas barang/jasa di DKI
Jakarta dengan bobot nilai konsumsi terbesar adalah tarif listrik (6,58 %),
kontrak rumah (5,56 %), bensin (4,86 %), dan sewa rumah (4,34 %). Survei juga menggambarkan
perubahan jumlah dan jenis komoditas barang/jasa dalam empattahun terkakhir. Jumlah
komoditas barang/jasa dalam SBH 2022 bertambah menjadi 847 komoditas dari 835
komoditas pada SBH 2018. Direktur Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI
Wahyu Agung Nugroho menekankan perlunya mencermati pergerakan pola konsumsi
masyarakat dari barang ke jasa. Hal ini penting mengingat perubahan demografi
Indonesia ke depan lebih banyak didominasi oleh generasi muda. Ia menjelaskan,
pola konsumsi generasi muda cenderung ke jasa ketimbang barang. Mereka juga
memiliki sumber pendanaan yang berbeda karena sudah terbiasa dengan gawai sehingga
bisa mengakses pembiayaan-pembiayan digital seperti teknologi finansial dan
urun dana. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023