;

KONSUMSI RUMAH TANGGA Dalam Empat Tahun Terakhir, Biaya Hidup Naik Rp 1 Juta-Rp 1,5 Juta

Ekonomi Yoga 13 Dec 2023 Kompas (H)
KONSUMSI RUMAH TANGGA
Dalam Empat Tahun Terakhir, Biaya Hidup Naik Rp 1 Juta-Rp 1,5 Juta

Konsumsi rata-rata atau biaya hidup rumah tangga per bulan di Indonesia naik Rp 1 juta hingga Rp 1,5 juta. Hal itu tecermin dari 10 kota dengan biaya hidup tertinggi. Dalam periode perbandingan survei biaya hidup (SBH) 2018 dengan SBH 2022, konsumsi rumah tangga Indonesia juga mulai bergeser dan semakin beragam. Fenomena itu terindikasi dari perubahan sebagian barang/jasa yang dikonsumsi masyarakat. Hal itu mengemuka dalam acara Sosialisasi Hasil SBH 2022 yang digelar BPS secara hibrida di Jakarta, Selasa (12/12). Survei dilakukan pada 240.000 rumah tangga dan 847 komoditas di 150 kabupaten/kota. Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini mengatakan, berdasarkan  hasil SBH 2022,terdapat 10 kota dengan biaya hidup rumah tangga per bulan tertinggi di Indonesia, yaitu DKI Jakarta, Bekasi, Surabaya, Depok, Makassar, Tangerang, Bogor, Kendari, Batam, dan Balikpapan. ”Kota dengan biaya hidup rumah tangga paling tinggi adalah DKI Jakarta. Biaya hidup di ibu kota Indonesia itu naik Rp 1,43 juta per bulan menjadi Rp 14,88 juta per bulan pada SBH 2022 dari Rp 13,45 juta per bulan pada SBH 2018,” katanya.

Berdasarkan SBH 2022, empat komoditas barang/jasa di DKI Jakarta dengan bobot nilai konsumsi terbesar adalah tarif listrik (6,58 %), kontrak rumah (5,56 %), bensin (4,86 %), dan sewa rumah (4,34 %). Survei juga menggambarkan perubahan jumlah dan jenis komoditas barang/jasa dalam empattahun terkakhir. Jumlah komoditas barang/jasa dalam SBH 2022 bertambah menjadi 847 komoditas dari 835 komoditas pada SBH 2018. Direktur Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI Wahyu Agung Nugroho menekankan perlunya mencermati pergerakan pola konsumsi masyarakat dari barang ke jasa. Hal ini penting mengingat perubahan demografi Indonesia ke depan lebih banyak didominasi oleh generasi muda. Ia menjelaskan, pola konsumsi generasi muda cenderung ke jasa ketimbang barang. Mereka juga memiliki sumber pendanaan yang berbeda karena sudah terbiasa dengan gawai sehingga bisa mengakses pembiayaan-pembiayan digital seperti teknologi finansial dan urun dana. (Yoga)

Download Aplikasi Labirin :