Saring Sampah Dulang Manfaat
Agus (54) memilah sampah plastik dari cacahan sampah kayu
yang digerakkan oleh sabuk pemindah (conveyor
belt) di tempat penyaringan sampah Sungai Ciliwung di TB Simatupang, Jaksel,
Senin (11/12). Sampah harus dipilah karena akan diolah menjadi pupuk kompos dan
bahan bakar alternatif. Sampah yang dicacah bersumber dari hulu Sungai Ciliwung
yang berasal dari Depok dan Bogor. Dalam sehari, ada 8 ton sampah yang
terangkut, 70 % di antaranya merupakan sampah organik berupa kayu dan bambu. Ada
40 petugas lain yang turut memilah sampah. Selain sampah plastik, ada beberapa
jenis sampah yang tidak boleh ikut dicacah, antara lain sampah besi, baja,
paku, dan batang kayu yang terlalu besar.
”Proses pemilahan harus dilakukan seketat mungkin agar
sampah yang dikelola bisa berfungsi dengan baik,” kata Agus yang juga koordinator
tim pemilah. Pemilahan menjadi bagian penting karena hasilnya dijadikan pupuk
kompos dan bahan bakar alternatif (refuse derived fuel/RDF). Hasil pupuk kompos
disalurkan ke warga sekitar tempat penyaringan, kelurahan hingga ke kecamatan
yang ada di Jakarta, diantaranya Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Pondok
Kopi, Jaktim. Pupuk digunakan untuk menanam tanaman di RPTRA ini. Dari pupuk
itu tumbuh berbagai tanaman, seperti cabai, terung, anggur, pepaya, dan sejumlah
tanaman sayur lain. ”Hasil panen dijual ke masyarakat dengan harga lebih murah
dari harga pasar,” kata Kasi Bidang Ekonomi Pembangunan Kelurahan Pondok Kopi
Asti Sitorus. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023