;

Tersebab Cukai Rokok Naik

Yuniati Turjandini 03 Jan 2024 Tempo
BERAGAM stoples besar berisi tembakau curah dipajang di etalase Toko Poek Tobacco, Jakarta Barat. Arifin Bachtiar, pemilik toko tersebut, tengah melayani pelanggan saat ditemui kemarin, 2 Januari 2024. Sejak harga rokok naik, jumlah pelanggan yang datang untuk membeli tembakau curah yang dijualnya meningkat. “Mulai banyak pembeli baru yang datang, kebanyakan anak muda,” kata dia. Arifin mulai membuka toko tembakau curah sejak 2021. Sampai saat ini, tiap bulan terjadi peningkatan pendapatan 10 persen. “Tren linting lagi naik sejak kenaikan harga rokok,” ujarnya.

Menurut Arifin, harga tembakau curah memang jauh lebih murah. Ia menunjukkan tembakau curah kemasan dengan rasa mild seharga Rp 18 ribu yang jauh lebih murah dibanding rokok sebungkus. “Dengan harga segitu untuk satu kemasan, akan mendapat lintingan setara empat bungkus rokok dengan rasa yang tidak jauh berbeda,” kata Arifin. Dia beranggapan peningkatan penjualan mulai terjadi akibat kenaikan cukai hasil tembakau yang turut mengerek harga rokok di pasar.

Pemerintah kembali menaikkan cukai hasil tembakau 10 persen mulai awal tahun ini. Kebijakan tersebut sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 109 Tahun 2022 tentang Tarif Cukai Hasil Tembakau (CHT). Aturan ini disahkan sejak 2022, yang memuat kenaikan harga cukai sebesar 10 persen pada tahun lalu dan tahun ini. Sementara itu, tarif rokok elektrik ditetapkan naik sebesar 15 persen. (Yetede)

Bertahun-tahun Audit Keselamatan Absen di Smelter Morowali

Yuniati Turjandini 03 Jan 2024 Tempo
PT Indonesia Tsingshan Stainless Steel (ITSS) diduga kuat mengabaikan kewajiban audit keselamatan dan kesehatan kerja selama beroperasi di kompleks industri smelter nikel PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah. Direktur Jenderal Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan, Keselamatan, dan Kesehatan Kerja Kementerian Ketenagakerjaan, Haiyani Rumondang, mengungkapkan dugaan tersebut mencuat dari penyelidikan sementara yang dilakoni timnya terhadap insiden kebakaran di tungku smelter nomor 41 milik ITSS pada Ahad, 24 Desember lalu.  

Haiyani mengatakan tim pengawas Kementerian Ketenagakerjaan dan Dinas Ketenagakerjaan Sulawesi Tengah sedang memeriksa dokumen ITSS. Hasil analisis awal menunjukkan, perseroan diduga belum pernah mengaudit sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja (SMK3) yang diwajibkan bagi perusahaan dengan karyawan lebih dari 100 orang dan berisiko tinggi. "Bisa disebut abai. Nanti akan dibuktikan," kata Haiyani pada Selasa, 2 Januari 2024.

Kewajiban audit SMK3 bagi perusahaan yang mempekerjakan lebih dari 100 karyawan diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 2012 tentang Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Sistem manajemen yang dimaksudkan meliputi penetapan kebijakan, perencanaan, pelaksanaan rencana, pemantauan dan evaluasi, serta peninjauan dan peningkatan kerja SMK3. Audit tak hanya dilakukan secara internal, tapi juga eksternal oleh auditor independen yang tersertifikasi Kementerian Ketenagakerjaan. (Yetede)

Genjot Market Cap, Integritas Diperkuat

Yuniati Turjandini 03 Jan 2024 Investor Daily (H)
Meski tumbuh impresif pada 2023, nilai kapasitas pasar (market cap) saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) dianggap masih jauh di bawah potensinya. Salah satu indikatornya adalah rasio nilai kapitalisasi pasar terhadap produk domestik bruto (PDB) yang hanya di level 46%, jauh tertinggal dibandingkan rasio sejumlah negara lain di Asean yang telah melampaui 100%. Nilai kapitalisasi pasar saham BEI per 29 Desember 2023 tercatat Rp 11.674 triliun, tumbuh hingga 22,9%. Pencapaian lain yang juga belum optimal  adalah jumlah investor pasar modal yang baru 6,4% dari jumlah penduduk usia produktif di Indonesia, yang per akhir 2023 tercatat baru sebanyak 12,13 juta single investor identification (SID). Langkah itu antara lain dilakukan melalui percepatan penyelesaian pemeriksaan dan pengaturan sanksi terintergrasi untuk lembaga jasa keuangan  (LJK)," ujar Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar. 

Inflasi Sentuh Titik Tertinggi di Akhir Tahun

Yuniati Turjandini 03 Jan 2024 Investor Daily (H)
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi tahunan (year on year/yoy) pada Desember 2023 mencapai 2,61%, lebih rendah dari November sebesar 2,86%. Namun, secara bulanan (mount to mount/mtm), inflasi Desember mencapai 0,41%, tertinggi sepanjang 2023, dipicu kenaikan harga bahan makanan. "Pada Desemebr 2023, terjadi peningkatan indeks harga konsumen dari 116,08 pada November menjadi 116,56," ucap Pelaksana Tugas (plt) Kepala BPS Amalaia Adininggar Widyasanti di Jakarta, Selasa (2/1/2023). Dia menuturkan, kelompok pengeluaran yang memberikan andil inflasi  bulanan terbesar di akhir tahun adalah maknan, minuman, dan tembakau. Kelompok pengeluaran ini mengalami inflasi 1,07% dan memberikan andil inflasi 0,29% terhadap inflasi Desember 2023. Selanjutnya, dia menenerangkan, inflasi cabai merah mencapai 0,06%, bawang merah 0,04%, tomat 0,03%, cabai rawit 0,02%, beras 0,02%, dan telur ras 0,02%. (Yetede)

Kredit Menganggur Kredit Perbankan Melambat

Yuniati Turjandini 03 Jan 2024 Investor Daily (H)
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat fasilitas kredit yang belum ditarik (undisbursed/loan) nasabah per Oktober 2023 sebesar Rp2.092,12 triliun, tumbuh 15,37% secara tahunan (year on year/ yoy). Apabila dibandingkan dengan  bulan sebelumnya dengan underbursed loan yang tumbuh 15,61% (yoy), tren kredit menganggur ini diprediksi tumbuh melambat. Berkurangnya fasilitas kredit yang belum ditarik tersebut sejalan dengan adanya peningkatan pertumbuhan kredit per Oktober 2023. Dimana kredit bank tumbuh 8,99% (yoy) pada Oktober 2023, lebih tinggi dibandingkan posisi September 2023 yang tumbuh 8,96%. Apabila mengacu pada hal tersebut, artinya tren underbursed loan November 2023 juga akan kembali lebih rendah  dibandingkan Oktober 2023 yang tumbuh 8,96% (yoy). (Yetede)

Industri Pertahanan Berperan Strategis Dukung Pertahanan Negara

Yuniati Turjandini 03 Jan 2024 Investor Daily (H)
Anggota Komisi I dari Fraksi Partai Golkar, Dave Akbarshah Fikarno Laksono yang akrab disapa Dave laksono mengatakan, industri pertahanan nasional baik BUMN pertahanan, maupun BUMN swasta (BUMS) berperan sangat strategis dalam ikut mewujudkan pertahanan negara. Industri pertahanan menjadi salah satu ujung tombak dalam mengembangkan sistem pertahanan secara mandiri untuk memenuhi kualitas dan kuantitas alutsista yang yang sesuai dengan karakteristik kewilayahan dan potensi ancaman yang dihadapi negara lain. "Industri pertahanan punya peran strategis untuk mewujudkan pertahanan negara. Luas Indonesia yang kurang lebih seperti 16 negara di Eropa, dengan panjang pantai terpanjang ke dua di dunia setelah Kanada membutuhkan pertahanan yang kuat," kata dave. (Yetede)

Belanja Negara 2023 Ekspansif

Yuniati Turjandini 03 Jan 2024 Investor Daily)H)
Realisasi belanja negara sementara dalam APBN 2023 mencapai Rp3.121,9 triliun atau tumbuh 0,8% dari triliun 2022. Realisasi belanja negara tersebut terbagi dalam belanja pemerintah pusat Rp 2.240,6 triliun dan transfer ke daerah Rp881,3 triliun. Kinerja belanja negara masih ekspansif dan lebih tinggi dalam dua tahun berturut-turut. "Jangan lupa, belanja negara kalau dibandinngkan saat Covid-19 masih lebih tinggi lagi padahal saat pandemi Covid-19belanja naik cukup besar," jelas Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Di sisi lain, realisasi transfer ke daerah  mencapai Rp881,3 triliun atau 102,2% dari target APBN. Angka ini menjadi yang terbesar dalam sejarah pemerintah menjalankan  transfer ke daerah. Jika dibandingkan  dengan periode yang sama tahun 2022 terjadi pertumbuhan 8% dan realisasi ini sudah 108,2% dari target APBN 2023. (Yetede)

Pilih Menahan Dulu, Tunggu Kepastian Pemilu

Hairul Rizal 03 Jan 2024 Kontan (H)

Lampu kuning menyala! Optimisme pebisnis mulai melandai di awal 2024. Kondisi politik dalam negeri yang memanas jelang Pemilu Presiden 2024 menjadi faktor yang paling membuat pebisnis dag-dig-dug. Persepsi dunia usaha ini tertangkap dalam survei terbaru KONTAN yang tertuang dalam Indeks Keyakinan CEO Indonesia atau Indonesia CEO Confidence Index (ICCI) kuartal I-tahun 2024. Masih di level yang optimis atas prospek ekonomi Indonesia, puluhan pengambil keputusan penting dalam perusahaan alias para chief executive officer (CEO) mengkhawatirkan sejumlah faktor yang bisa mempengaruhi kepercayaan mereka terhadap rencana investasi. Namun, indeks tersebut menurun ke level 3,54 dibanding survei ICCI kuartal IV-2023 yang di level 3,62. Responden survei yang merupakan para CEO di lintas sektor usaha ini, dari enam indikator penilaian, yakni kondisi ekonomi makro, belanja pemerintah, daya beli, politik nasional, hingga ekspansi bisnis ada di zona optimistis. Namun dari survei ICCI kuartal I-2024 berlangsung sejak awal Desember 2023, indeks dalam tren menurun. Pebisnis memilih berhati-hati melakukan ekspansi usaha. Ada dua hal yang mereka cermati terkait kondisi politik menjelang pemilihan umum (pemilu). Yakni, stabilitas politik dan sirkulasi pemimpin yang dihasilkan dari pelaksanaan pemilu tersebut. Jung Fan, Direktur Utama PT Sky Energy Indonesia Tbk menyebut, kondisi makro Indonesia tahun ini ditentukan hasil pemilu. Mereka menunggu kebijakan pemerintahan baru hasil pemilu. Namun ia optimistis, daya beli masyarakat menguat paska pandemi. Lalu, pemilu menjadi stimulan karena tingginya uang beredar. Jadi, "Kami optimistis melihat pertumbuhan ekonomi," ujarnya. Vidjongtius, Presiden Direktur PT Kalbe Farma Tbk menyoroti kondisi global yang belum berpihak ke usaha. Kata dia, pemilu yang berjalan lancar bukan satu-satunya faktor yang menentukan ekonomi Indonesia tahun ini. Sementara pasar domestik belum bisa bisa diandalkan lantaran daya beli belum terlalu kuat. "Kami akan tetap ekspansi terbatas," cetusnya. Santosa, Direktur Utama PT Astra Agro Lestari Tbk memilih netral di tengah meningkatnya ketidakpastian global dan politik nasional di tahun pemilu.

Pendapatan Gendut, Defisit APBN Menciut

Hairul Rizal 03 Jan 2024 Kontan

Ruang fiskal pemerintah kembali terbuka lebar sejalan dengan menciutnya defisit Anggaran Pendapatan dan belanja Negara (APBN) 2023. Hal ini seharusnya menjadi modal yang cukup bagi pemerintah untuk menjalani perekonomian tahun depan yang kemungkinan masih diliputi ketidakpastian pasar global maupun domestik. Kementerian Keuangan (Kemkeu) mencatat, defisit APBN 2023 sebesar Rp 337,6 triliun setara 1,65% dari produk domestik bruto (PDB). Angka ini jauh di bawah target awal APBN 2023 yang sebesar Rp 598,2 triliun atau 2,84% PDB dan di bawah target dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 75 Tahun 2023 sebesar Rp 479,9 triliun atau 2,27% PDB. Artinya, "2023 konsolidasinya lebih cepat," kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, kemarin. Dari sisi belanja, realisasinya mencapai Rp 3.121,9 triliun, setara 100,2% dari target dalam Perpres. Terutama, karena pencapaian belanja kementerian dan lembaga (K/L) sebesar Rp 1.153,5 triliun, setara 115,2% dari target. Adapun kesimbangan primer ditutup dengan mencatatkan surplus Rp 92,2 triliun. Padahal, di APBN 2023, keseimbangan primer didesain defisit Rp 256,8 triliun dan dalam Perpres 75/2023 ditaksir defisit Rp 38,5 triliun. Sementara Direktur Jenderal (Dirjen) Anggaran Kemkeu Isa Rachmatawarta bilang, defisit APBN 2023 merupakan terendah sejak 12 tahun terakhir. "(Defisit anggaran) sebelumnya lebih rendah itu di 2011 yakni 1,14% dari PDB," tutur Isa, kemarin. Analis Senior Indonesia Strategic and Economic Action Institution, Ronny P Sasmita bilang, surplus pada keseimbangan primer mengindikasikan pemerintah tidak lagi membayar utang maupun bunga utang dengan menambah utang baru. Menurut dia, keseimbangan primer bisa surplus karena terjadinya penurunan defisit APBN 2023, dari yang semula direncanakan 2,84% dari PDB dalam APBN 2024 dan 2,27% dalam Perpres 75/2023. Dia juga mengapresiasi kinerja keseimbangan primer yang mengalami surplus. Juga defisit anggaran terendah sejak 10 tahun terakhir. Hal tersebut berarti kinerja fiskal yang semakin sehat dan berkelanjutan.

Ekspansi Manufaktur Berlanjut di 2024

Hairul Rizal 03 Jan 2024 Kontan

Laju ekspansi manufaktur diperkirakan berlanjut pada tahun 2024. Bukan hanya dipicu faktor musiman di awal tahun, insentif pemerintah juga akan mendorong kinerja manufaktur tahun ini. Pada Desember 2023, Purchasing Managers' Index (PMI) Manufaktur Indonesia pada Desember 2023 berada di level 52,5. Angka ini meningkat 0,5 poin dibandingkan November 2023 di level 51,7. PMI Manufaktur ini juga naik mencapai posisi tertinggi dalam tiga bulan terakhir. Artinya, kondisi sektor manufaktur terus membaik sejak September 2023 dan berada pada fase ekspansi selama 28 bulan berturut-turut. Economics Associate Director S&P Global Market Intelligence, Jingyi Pan mengatakan, positifnya kinerja manufaktur pada kuartal terakhir 2023 karena permintaan baru yang akan datang dan output mengalami ekspansi. Di sisi lain, permintaan asing juga sedikit membaik untuk pertama kali dalam tiga bulan. "Hal ini memperkuat aktivitas pembelian dan mendorong kenaikan berkelanjutan pada ketenagakerjaan di seluruh sektor produksi barang," kata Jingyi dalam keterangan resminya, Selasa (2/1). Pengamat Ekonomi Indonesia Strategic and Economic Action Institution, Ronny P Sasmita melihat, ada sederet tantangan yang akan menghantui sektor manufaktur pada tahun ini. Mulai dari kenaikan permintaan barang yang belum stabil hingga ancaman barang hasil sektor manufaktur impor masih akan sangat tinggi. Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia (Gapmmi) Adhi Lukman memperkirakan kinerja manufaktur kuartal I-2024 masih akan ekspansif, didorong faktor musiman Lebaran.

Pilihan Editor