;

Harapan Menyertai Pembukaan Bursa

Ekonomi Yoga 03 Jan 2024 Kompascom (H)
Harapan Menyertai
Pembukaan Bursa

Harapan menyertai pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) 2024. Pasar modal Indonesia diharapkan melanjutkan resiliensinya dengan tumbuh positif pada 2024. Pemangku kebijakan di sistem pasar modal perlu berinovasi untuk meningkatkan ketahanan, khususnya di pasar domestik. ”Secara khusus, BEI diharapkan mampu meningkatkan likuiditas perdagangan saham, termasuk aktivitas  perdagangan saham dan frekuensi transaksi, serta senantiasa mengedepankan prinsip akuntabilitas, transparansi, dan tata kelola yang baik,” kata Wapres Ma’ruf Amin pada pembukaan perdagangan BEI  tahun 2024 di Jakarta, Selasa (2/1/2024). Wapres Amin memproyeksikan, pasar modal Indonesia semakin positif pada 2024 setelah menunjukkan kebangkitan pada 2023. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pasar modal tahun lalu ditutup di posisi 7.272 poin atau tumbuh 6,16 % dibandingkan penutupan perdagangan tahun 2022. Rekor tertinggi tercatat pada perdagangan Jumat (29/12) di posisi 7.303 poin.

”Berkaca pada kinerja pasar modal Indonesia sepanjang 2023, kita sepantasnya optimistis. Selain stabilitas pasar modal yang terjaga, pertumbuhan positif tampak dari meningkatnya aktivitas perdagangan, jumlah penghimpunan dana, serta jumlah investor ritel,” kata Amin. Pasar modal Indonesia mencapai rekor kapitalisasi pasar tertinggi pada 28 Desember 2023 senilai Rp 11.762 triliun. Atas capaian tersebut, BEI selaku penyelenggara pasar modal menempati peringkat ke-9 dari segi total penghimpunan dana di antara bursa saham global. BEI juga menempati peringkat ke-6 dunia tahun ini dari segi penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham. Hal ini didukung aktivitas  IPO oleh 80 perusahaan baru pada 2023 yang menjadi pemecah rekor sepanjang sejarah pasar modal Indonesia. Total penggalangan dana atau emisi dilakukan 222 kali. Total dana terkumpul mencapai Rp 255,21 triliun. (Yoga)

Download Aplikasi Labirin :