;

Saham Berjaya Di Tahun Naga

Hairul Rizal 09 Feb 2024 Kontan (H)

Naga yang menjadi simbol kekuatan dan keberanian, juga bisa membawa simbol gejolak dan ketidakpastian. Berdasarkan astrologi China, tahun baru Imlek 2575 Kongzili yang bertepatan dengan tanggal 10 Februari 2024 merupakan tahun Naga dengan elemen kayu. Ahli Feng Shui, Xiang Yi mengatakan, memasuki tahun Naga Kayu, pasar saham akan cenderung fluktuatif. Apalagi, ada pergantian pemerintahan yang bisa berdampak ke aspek keuangan. Xiang Yi menuturkan, sektor saham yang prospektif di Tahun Naga Kayu adalah yang berkaitan dengan elemen logam, yaitu sektor teknologi dan sektor pertambangan. Sementara, sektor yang kurang prospektif di Tahun Naga Kayu adalah yang berkaitan dengan elemen air, yaitu sektor transportasi. "Bahkan, kehadiran api dapat membantu memperkuat unsur tanah yang sudah kuat secara alami," sebut riset tersebut. Alhasil, sektor-sektor yang berkaitan dengan unsur tanah seperti properti dapat berkembang pesat tahun ini. Sedangkan dari riset Maybank, Feng Shui Master Ken Koh mengatakan, elemen kayu juga akan membawa kemakmuran bagi industri logam. Hal ini akan menguntungkan sektor perbankan, pertambangan, dan otomotif. Founder & CEO Arah Investasi Mandiri, Hendra Martono Liem menuturkan, tahun Naga Kayu Yang mungkin membawa volatilitas pasar. Tapi, pasar modal masih akan memberikan cuan tebal. Dalam skenario dasar, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang ke 7.910 dan menuju 8.123 dalam hitungan skenario agresif.

Praktisi Pasar Modal, Sunar Susanto mengatakan, berdasarkan peruntungan Shio Naga, rata-rata imbal hasil indeks Hang Seng dan S&P500 adalah 15,44% dan 5,38%. Menyusul, IHSG berpeluang naik 9%-10% sampai akhir tahun 2024. Direktur Ekuator Swarna Investama, Hans Kwee juga berkata hal senada. Di tahun Naga Kayu, pasar saham dan reksadana di tahun 2024 akan sangat fluktuatif. Sehingga, pelaku pasar yang mau cuan sebaiknya masuk ke pasar obligasi pada semester pertama ini dan kemudian memperbesar porsi saham pada separuh kedua 2024 saat harganya terkoreksi. Hans merekomendasikan saham GOTO, MNCN, SCMA, dan BMTR untuk sektor yang berhubungan elemen api. Sedangkan rekomendasi untuk sektor elemen kayu adalah BSDE, DMAS, CTRA. Lalu, di elemen logam, pelaku pasar bisa mempertimbangkan peluang keuntungan dari saham pertambangan dan keuangan seperti AMMN, MDKA, ANTM, UNTR, BMRI, BBRI, BBNI, dan BBCA. Hendra juga menilai, dua sektor yang berpotensi hoki di tahun ini adalah sektor teknologi serta sektor energi baru terbarukan (EBT). Sektor teknologi menginterpretasikan elemen kayu yang melambangkan pertumbuhan dan ekspansi. Kalau dilihat dari harga, saham sektor teknologi sudah turun banyak sejak Oktober 2021. Harganya dianggap mulai murah dan kembali menarik perhatian.

Cegah Kredit Macet, Fintech Perkuat Scoring

Hairul Rizal 09 Feb 2024 Kontan
Rata-rata rasio kredit macet alias tingkat wanprestasi 90 hari (TWP90) di industri fintech peer to peer (P2P) lending di bawah batas ketentuan. Namun menilik data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per November 2023, Nusa Tenggara Barat (NTB) menjadi provinsi dengan rasio TWP90 tertinggi yakni 5,79%. Sementara itu, kredit macet rerata industri di 2,81%. Meski begitu beberapa pemain menyebut rasio kredit macet di semua daerah masih aman. Di Akseleran Keuangan Inklusif Indonesia misalnya, TWP90 ada di 0,44% dan dipertahankan tak lebih dari 1% sejak 2020. Founder dan Group CEO Akseleran Ivan Nikolas Tambunan bertutur, kunci mempertahankan TWP90 rendah yaitu assessment pinjaman dengan kehati-hatian. "Tidak ada cara lain. Di Akseleran kami buat kehati-hatian ini sebagai budaya. Apalagi produk pinjaman kami cashflow based lending product, yang tidak punya fixed asset sebagai jaminan,” ujar dia. Akseleran memastikan cashflow calon debitur memadai untuk membayar pinjaman dan memastikan underlying pinjaman, seperti invoice, kontrak hingga inventory sesuai. "Kami juga pastikan calon debitur punya histori pinjaman baik," terang Ivan. Astra Welab Digital Arta, yang mengusung merek Maucash, juga menyebut rasio kredit macet di berbagai daerah tidak ada yang terlalu tinggi. Tapi Maucash mengakui tetap hati-hati karena rerata usia peminjam di Maucash saat ini di bawah 25 tahun. "Kami bilang cukup rata dan ideal karena kami menggunakan credit scoring sangat baik sampai hari ini dan tidak terjadi lonjakan TWP90 di wilayah satu maupun lainnya," kata Direktur Marketing Maucash, Indra Suryawan. Sementara Pembiayaan Digital Indonesia (AdaKami) menyebut kredit macet tinggi di perusahaannya rata-rata terjadi di kota besar, karena populasi debitur di wilayah tersebut lebih tinggi. Brand Manager AdaKami Jonathan Krissantosa menuturkan, pihaknya juga akan memperbaiki penilaian kelayakan kredit dari pengguna pinjaman. 

Bertumpu pada Pinjaman Mikro

Hairul Rizal 07 Feb 2024 Kontan

PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) mencetak kinerja solid di tahun 2023. Strategi yang berfokus pada penyaluran kredit dengan imbal hasil tinggi mendorong laba bersih BBRI. Emiten bank pelat merah itu mencetak pertumbuhan laba bersih 17,5% year on year (yoy) di tahun lalu menjadi Rp 60,1 triliun. Meskipun terdapat dampak kenaikan biaya dana atau cost of fund (CoF), net interest margin (NIM) BBRI meningkat 10 basis poin yoy menjadi 7,95%. Raihan ini didorong oleh perluasan basis aset produktif dan pergeseran komposisi portofolio mikro yang didukung oleh pertumbuhan laa operasional pra-pencadangan (PPOP) sebesar 16,7%. Analis RHB Sekuritas Andrey Wijaya mengatakan, digitalisasi turut mengurangi biaya operasional. Pada 2023 lalu, inisiatif digitalisasi BBRI telah mendorong rasio biaya terhadap pendapatan (CIR) konsolidasi sebesar 298 bps menjadi 41,9% dari 44,9% pada tahun 2022. Hal ini disebabkan oleh peningkatan infrastruktur digital dan kapasitas agen perbankan. Karena itu, Andrey menilai wajar saja return on equity (ROE) Bank BRI meningkat. Dia menilai, metrik profitabilitas BBRI berada pada posisi yang baik karena ROE meningkat 232 bps yoy menjadi 19,9% pada tahun 2023. Analis Ciptadana Sekuritas Erni Marsella Siahaan juga bilang, kinerja BBRI tahun 2023 masih mengesankan.

Hal itu terlihat dari capaian laba bersih persis dengan estimasi Ciptadana Sekuritas untuk BBRI dan melampui perkiraan konsensus sebesar 102,5%. Pada tahun 2024 ini, Andrey menilai bahwa BBRI memiliki prospek yang masih menjanjikan. Meskipun ada ketidakpastian mengenai tahun pemilihan umum (pemilu), BBRI optimistis pebisnis UKM akan mendapat manfaat dari peningkatan pengeluaran pemerintah pada saat periode pesta demokrasi tersebut. Analis OCBC Sekuritas Budi Rustanto juga meyakini, NIM BBRI masih bisa berada di kisaran 8% tahun 2024, didorong oleh perbaikan bauran aset produktif dan CoF. Tapi, Budi mengantisipasi, BBRI kemungkinan akan berhati-hati terhadap biaya pendanaan di semester pertama 2024. Kepala Riset Aldiracita Sekuritas Agus Pramono menilai, tahun politik semestinya menjadi berkah untuk penyaluran kredit BBRI. Oleh karena itu, wajar jika BBRI menargetkan penyaluran dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) senilai Rp 165 triliun di tahun 2024. "Belanja pemilu yang diharapkan dan insentif pemerintah untuk UMKM, yang diluncurkan selama masa kampanye, harusnya menguntungkan BBRI, kata Agus.

Kualitas Pertumbuhan Belum Beranjak Naik

Hairul Rizal 07 Feb 2024 Kontan (H)
Badan Pusat Statistik (BPS) kemarin mengirim kabar baik!  Ekonom Indonesia 2023 tumbuh 5,05% year-on-year (yoy). Capaian mengesankan di tengah ekonomi global yang tak baik-baik saja. Tak urung Menteri Keuangan Sri Mulyani  senang dengan capaian ini. "Ini cerita positif dari ekonomi Indonesia di 2023. Meski ekonomi dunia melambat, Alhamdulillah ekonomi masih tetap tumbuh positif," tulis Menkeu di instagram, Senin (5/2). Meski begitu, ada baiknya jika kita menelisik lebih dalam capaian ekonomi kita. Produk domestik bruto (PDB) per kapita semisal. Capaiannya oke dengan naik menjadi ke Rp 75 juta setahun atau Rp 6,25 juta per bulan. Sebelumnya di 2022, PDB per kapita tercatat Rp 71,03 juta atau setara Rp 5,92 juta per bulan. Di atas kertas, ini kabar baik yakni secara rata-rata PDB masyarakat membaik. Hanya saja, membandingkan dengan rata-rata upah minimum provinsi (UMP) di Indonesia tidak sampai dengan PDB per kapita per bulan. Capaian PDB ini bisa jadi lantaran kualitas ekonomi Indonesia belum mampu menunjukkan kualitas yang mumpuni. Selain ketimpangan yang makin melebar, guyuran bantuan sosial (bansos) juga jadi tanda bahwa ekonomi ketimpangan makin lebar. Analis Senior Indonesia Strategic and Economic Action Institution (ISEAI), Ronny P. Sasmita menilai, rasio gini tahun ini berpeluang stagnan di 0,388, atau sama seperti Maret 2023. Meski, rasio gini tahun lalu sudah melampaui masa pandemi Covid-19 di level 0,385 (September 2020). Masifnya bansos tak lantas menekan rasio gini. Bahkan ketimpangan bisa saja semakin memburuk. "Bansos tak sustainable,  tidak meningkatkan kapasitas ekonomi masyarakat, hanya menahan daya beli dalam jangka waktu tertentu," kata dia. Ekonom Center of Reform on Economic (Core) Yusuf Rendy Manilet menilai, kenaikan pendapatan per kapita tak bisa mendorong konsumsi rumah tangga.

Emiten Projogo Pangestu Masih Merajai Bursa

Hairul Rizal 07 Feb 2024 Kontan (H)
Kiprah taipan Prajogo Pangestu di pasar modal membetot perhatian.  Tahun lalu, dua perusahaan afiliasinya PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) dan PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) melantai di bursa. Harga saham keduanya meroket. Bahkan BREN sempat menduduki takhta emiten dengan kapitalisasi pasar atau market capitalization (market caps) terbesar, walau cuma sekejap. Kedua emiten Grup Barito ini  juga rajin akuisisi. Terbaru, CUAN akan mencaplok saham  kontraktor pertambangan, PT Petrosea Tbk (PTRO). Rencananya, CUAN akan membeli 342,92 juta saham PTRO. Jumlah ini mewakili 34% saham PTRO. Nilainya mencapai Rp 940 miliar. Bila CUAN mendapat restu mengakuisisi PTRO, portofolio bisnis Prajogo di  bursa bertambah. Prajogo dominan memiliki lima emiten terafiliasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) yakni CUAN, PTRO, BREN, PT Barito Pacific Tbk (BRPT), dan PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA). Kapitalisasi pasar grup emiten Prajogo juga terbesar di bursa. Kemarin, total kapitalisasi pasar Grup Barito itu sebesar Rp 1.413 triliun atau 12,22% dari total kapitalisasi  bursa saham Indonesia yang sebesar Rp 11.563,03 triliun. 
Direktur Sumber Daya Manusia dan Urusan Korporat Chandra Asri Tbk, Suryandi mengatakan, untuk mendukung pembangunan pabrik ini, TPIA menyiapkan belanja modal atau capital expenditure (capex) senilai US$ 300 juta. Sementara BREN terus melebarkan sayap di luar bisnis panas bumi. Awal Januari 2024, BREN merampungkan akuisisi saham Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) Lombok dan Sukabumi. BREN juga mengakuisisi PLTB Sidrap, Sulawesi Selatan. "Tujuannya pengembangan usaha dan memperkuat posisi bisnis grup di bidang energi terbarukan," terang Merly, Sekretaris Perusahaan BREN. Berkaca pada tangan ajaib Prajogo, Kepala Riset Kiwoom Sekuritas Indonesia, Sukarno Alatas menilai saham PTRO berpotensi naik tinggi mengikuti jejak CUAN dan BREN. Head of Investment Reswara Gian Investa, Kiswoyo Adi Joe menilai di antara emiten Grup Barito, bisnis TPIA dinilai paling rentan. Sebab, bisnis petrokimia sangat dipengaruhi volatilitas minyak bumi sebagai bahan baku produksi. 

Minyak Dunia Naik, Subsidi BBM Aman

Hairul Rizal 07 Feb 2024 Kontan
Pergerakan harga minyak mentah di pasar global mulai merangkak, meski masih dalam batas wajar. Pemerintah pun optimistis subsidi bahan bakar minyak (BBM) tidak akan membengkak pada tahun ini. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan kapasitas fiskal pada awal tahun ini masih cukup luas sehingga belum terbebani kenaikan harga minyak. Oleh karena itu, dia memastikan pemerintah belum akan menaikkan harga BBM subsidi dalam waktu dekat. "Pertama ini masih Januari, jadi ruang fiskalnya masih cukup luas. Jadi tidak ada kenaikan dalam waktu dekat," ujar dia, kemarin. Airlangga menyadari harga minyak mentah dunia memang sedang berada dalam tren kenaikan. Hanya saja, kenaikan itu belum bisa menjadi acuan lantaran baru terjadi pada satu bulan pertama di 2024. Dalam sebulan terakhir, harga minyak WTI dan Brent naik masing-masing sebesar 3,66% dan 3,16% menjadi US$ 73 dan US$ 78 per barel. Pemerintah akan terus memantau perkembangan harga minyak mentah. Airlangga bilang, evaluasi terhadap anggaran subsidi BBM baru dilakukan dalam kurun waktu enam bulan pertama di 2024.

Kredit untuk Anak Usaha ENRG

Hairul Rizal 07 Feb 2024 Kontan
Anak perusahaan PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) yakni EMP Bentu Limited menerima pinjaman dengan total nilai sampai dengan US$ 150 juta. Dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, Selasa (6/2), kredit ini dari sejumlah pihak. Antara lain Deutsche Bank AG, Singapore Branch, Indies Special Opportunities III Ltd, dan Indies Special Opportunities IV Ltd. Pinjaman ini berbunga 5,5% + secured overnight financing rate (SOFR) 1 bulan, per tahun. Tanggal pelunasan akhir dari pinjaman ini jatuh pada 3 Desember 2027.

WSKT Berharap Bisa Meraup Kontrak

Hairul Rizal 07 Feb 2024 Kontan
Emiten badan usaha milik negara (BUMN karya relatif mudah mendapatkan kontrak baru. Termasuk PT Waskita Karya Tbk (WSKT). Meski salah satu emiten BUMN karya ini berupaya menyehatkan finasialnya, WSKT masih sanggup mencatatkan kontak baru. Sepanjang 2023, WSKT mencatatkan kontrak baru Rp 16,9 triliun. Direktur Keuangan WSKT, Wiwi Suprihatno menjelaskan saat ini pihaknya telah menerapkan komite risiko. Salah satu tugasnya adalah menjaga pemilihan proyek-proyek baru agar lebih menguntungkan dan berkelanjutan. Dari pencapaian nilai kontrak baru 2023 itu, berdasarkan kepemilikan proyek didominasi oleh proyek pemerintah 61,66%. Lalu  proyek BUMN/BUMD sebesar 21,75%, pengembangan anak usaha 16,00% dan swasta 0,60%. Sementara, berdasarkan segmentasi proyek adalah untuk proyek konektivitas infrastruktur sebesar 55,24%, proyek gedung 16,95%, proyek sumber daya air 13,28%, dan anak usaha 14,27%. Agar bisa mencapai target tersebut, WSKT masih berharap dari proyek pemerintah yang  ditargetkan bisa mencapai 50%. Sisanya dari proyek swasta dan lainnya. Selain itu, WSKT masih bakal menyasar proyek dengan skema pembayaran bulanan dan ada uang muka. Pengamat Pasar Modal, Teguh Hidayat menilai manajemen WSKT butuh perombakan agar bisa memperbaiki kinerja. Ini terkait adanya dugaan pelanggaran tata kelola perusahaan. Ini  berkaca pada hasil audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) di periode 2015-2019.

POTENSI MIGAS : Menanti KelanjutanTemuan di Bekasi

Hairul Rizal 07 Feb 2024 Bisnis Indonesia

PT Pertamina Hulu Energi menargetkan untuk melakukan pengeboran sumur kedua di Tambun Field untuk memastikan cadangan hidrokarbon yang ditemukan sebelumnya layak untuk dilanjutkan ke dalam proses bisnis selanjutnya.Direktur Eksplorasi Pertamina Hulu Energi Muharram Jaya Panguriseng mengatakan, hingga kini sub-holding upstream PT Pertamina (Persero) itu terus melakukan evaluasi terhadap temuan yang sempat membuat ramai, karena terletak di wilayah yang dekat dengan Jabodetabek.“Temuan di Bekasi kami akan upayakan untuk mempercepat proses bisnis berikutnya. Sedang dievaluasi apakah langsung di PSE [penentuan status eksplorasi] atau menambah [pengeboran] satu sumur lagi,” katanya dalam Media Gathering di Mandalika, Nusa Tenggara Barat, Selasa (6/2). Meski begitu, Muharram meyakini bahwa penemuan migas di wilayah Bekasi tersebut cukup ekonomis untuk digarap. Bahkan, kawasan tersebut diproyeksi memiliki potensi yang lebih besar.“Itu [temuan] minyak dan gas di sana sekitar 43 juta barel minyak ekuivalen atau MMBOE, dominan minyak, tapi ada gasnya. Itu yang bisa diproduksi [43 juta MMBOE], tapi bisa lebih besar,” ujarnya. Pengeboran sumur eksplorasi East Pondok Aren (EPN)-001 ditajak pada 18 Agustus 2023 menyasar target reservoir carbonate formasi lower Cibulakan, dan berhasil mengalirkan minyak dan gas pada DST kedua dengan rate minyak 402 barel minyak per hari (BOPD), dan 1,09 MMscfd) gas.

INDUSTRI PENGOLAHAN NONMIGAS : PERINGATAN DINI MANUFAKTUR NASIONAL

Hairul Rizal 07 Feb 2024 Bisnis Indonesia

Performa kuat indeks manufaktur nasional selama lebih dari 20 bulan tidak serta-merta menjamin pertumbuhan industri pengolahan nonmigas domestik terus berada di jalur positif, seperti yang ditargetkan oleh pemerintah. Kinerja pertumbuhan industri pengolahan nonmigas sepanjang 2023 tercatat melambat dibandingkan dengan 2022, yakni menjadi 4,69% secara tahunan (year-on-year/YoY) dari sebelumnya 5,01% YoY. Capaian tersebut pun tidak dapat memenuhi target Kementerian Perindustrian yang mematok pertumbuhan industri pengolahan nonmigas sepanjang tahun lalu sebesar 4,81% YoY. Meski begitu, angka 4,69% YoY masih lebih baik ketimbang capaian pada 2021 ketika hantaman pandemi Covid-19 masih terasa sangat keras, yakni sebesar 3,67% Yo Y. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan industri pengolahan non-migas mencapai 4,69% pada 2023, ditopang oleh industri logam dasar yang naik 14,17%, dan industri barang galian bukan logam terapresiasi 14,11%. Selanjutnya, industri barang logam, komputer, barang elektronik, optik dan peralatan listrik tumbuh 13,67%; industri alat angkutan naik 7,63%; serta industri pengolahan tembakau bergerak positif 4,8%. Sementara itu, subsektor industri pengolahan nonmigas yang mengalami kontraksi pertumbuhan pada 2023 adalah industri karet, barang dari karet dan plastik yang melemah 3,63%; industri pengolahan lainnya minus 2,1%; industri furnitur turun 2,04%; industri tekstil dan pakaian jadi terperosok 1,98%; serta industri kulit, barang dari kulit dan alas kaki bergerak negatif 0,34%. 

Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri Kementerian Perindustrian Andi Rizaldi mengatakan bahwa masih ada berbagai tantangan internal dan eksternal yang mengadang kontribusi manufaktur terhadap perekonomian nasional. Andi menjelaskan bahwa faktor konsumsi dari rumah tangga maupun pemerintah melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tampak mengalami pelemahan. Di sisi lain, faktor impor, ekspor, dan kinerja investasi juga memengaruhi produktivitas industri pengolahan, sehingga menurunkan kontribusi manufaktur terhadap PDB nasional. Kementerian Perindustrian memang menargetkan pertumbuhan kinerja industri pengolahan atau manufaktur sebesar 5,80% pada tahun ini. Industri logam, mesin, alat transportasi, dan elektronika bakal menjadi sektor yang diandalkan untuk mendorong pertumbuhan tersebut. Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta W. Kamdani mengatakan bahwa pertumbuhan industri manufaktur berada di bawah tingkat pertumbuhan PDB nasional dalam lebih dari 10 tahun ke belakang. Gejala deindustrialisasi dini juga dapat dilihat dari berbagai faktor, salah satunya kontribusi manufaktur terhadap PDB nasional yang terus tergerus dalam 1 dekade terakhir. Kekhawatiran yang sama disampaikan oleh Direktur Center for Economic and Law Studies Bhima Yudhistira yang mengatakan, proporsi manufaktur terhadap PDB masih kendur dibandingkan dengan 5 tahun lalu.

Pilihan Editor